Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Menyiapkan Bekal untuk Hari Esok

Gayam Permai, Banjarnegara – Memasuki malam ke-7 Ramadhan 1447 H, Masjid Al-Mu’minun kembali dipenuhi jamaah yang antusias mendengarkan siraman rohani selepas salat Isya. Pada Senin malam, 23 Februari 2026, Bapak M. Susyanto menyampaikan materi yang sangat menggugah kesadaran kita tentang pentingnya merancang masa depan akhirat melalui kacamata Surah Al-Hasyr
Bapak M. Susyanto mengawali kultumnya dengan membacakan potongan ayat yang menjadi fondasi bagi setiap muslim dalam melangkah:
 
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١


Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
eliau menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah tegas dari Allah untuk melakukan Muhasabah atau evaluasi diri. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: "Bekal apa yang sudah saya kirimkan untuk perjalanan panjang setelah kematian nanti?"
.....
Dalam ulasannya, Bapak M. Susyanto menekankan bahwa perintah memperhatikan "hari esok" diapit oleh perintah bertakwa. Artinya, perencanaan masa depan kita tidak akan bernilai di mata Allah jika tidak didasari oleh rasa takut dan cinta kepada-Nya (Taqwa). "Takwa bukan hanya status, tapi tindakan nyata. Di bulan puasa ini, kita dilatih untuk selalu merasa diawasi oleh Allah dalam setiap detik aktivitas kita," ujar beliau.
Salah satu poin penutup yang sangat menyentuh dalam ceramah Bapak M. Susyanto adalah peringatan bahwa: "Innallaha khabirun bima ta'malun" (Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan). Beliau mengingatkan jamaah warga Gayam Permai bahwa tidak ada satu pun amalan yang terlewat dari pengamatan Allah. Baik itu sedekah yang sembunyi-sembunyi, rasa sabar saat menghadapi ujian, hingga kejujuran kita dalam berpuasa. Semua dicatat dengan ketelitian yang sempurna. "Jika kita sadar Allah Maha Teliti, maka kita akan lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak. Ramadhan ini harus menjadi ajang bagi kita untuk memperbaiki kualitas 'bekal' tersebut agar saat Allah menelitinya kelak, kita termasuk golongan yang beruntung," tambah beliau.





Share:

Menjaga Kesempurnaan Puasa dan Kelapangan Hati: Catatan Kajian Ramadhan bersama Ustadz Ulil Albab

Banjarnegara, 19 Februari 2026 – Memasuki hari-hari awal di bulan suci Ramadhan 1447 H, Masjid Al-Mu’minun kembali menghadirkan kesejukan ruhani melalui kajian subuh yang disampaikan oleh Ustadz Ulil Albab. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga esensi puasa di tengah perbedaan dan melatih hati agar mencapai derajat taqwa yang hakiki. 

1. Khilafiyah: Perbedaan yang Tak Perlu Diperbesar Ustadz Ulil Albab mengawali kajian dengan pesan persatuan. Masalah khilafiyah atau perbedaan pendapat—termasuk perbedaan penentuan awal Ramadhan—adalah hal yang wajar dalam dinamika ijtihad. "Janganlah perbedaan ini diperbesar hingga merusak ukhuwah. Fokus kita bukanlah pada kapan kita mulai, tapi pada bagaimana kualitas ibadah kita selama bulan mulia ini," pesan beliau. Kelapangan dada dalam menerima perbedaan adalah ciri kematangan iman seorang muslim. 

2. Fadilah Umat Rasulullah dan Mukjizat Al-Qur'an Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita diberikan keistimewaan berupa bulan Ramadhan. Kemuliaan bulan ini tak lepas dari peristiwa turunnya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an). Ustadz Ulil menjelaskan ada dua fadilah besar yang harus kita kejar: Fadilah Waktu: Setiap detik di bulan Ramadhan adalah keberkahan. Fadilah Membaca Al-Qur'an: Berkhidmat (berbakti dan berinteraksi) dengan Al-Qur'an bukan sekadar mengeja huruf, tapi menghadirkan Al-Qur'an dalam hati. Siapa pun yang memuliakan Al-Qur'an, Allah pasti akan menjamin keberkahan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. 

3. Menjaga Kesempurnaan Puasa Banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Oleh karena itu, Ustadz Ulil mengingatkan untuk menjaga kesempurnaan puasa. Tidak hanya menahan mulut dari makan, tapi juga menahan mata, telinga, dan lisan dari hal-hal yang sia-sia agar pahala yang didapat tetap sempurna di sisi Allah SWT. 

4. Senyum Rasulullah: Kisah Keajaiban Memaafkan Salah satu momen paling menyentuh dalam kajian ini adalah saat Ustadz menceritakan sebuah riwayat tentang Rasulullah SAW yang terbangun dari tidurnya sambil tersenyum. Beliau menceritakan dialog di akhirat antara seseorang yang didzalimi dan orang yang mendzaliminya. Si korban menuntut keadilan atas kedzaliman yang ia terima. Namun, Allah memperlihatkan sebuah istana yang megah di surga. Allah berfirman bahwa istana itu milik mereka yang mau memaafkan saudaranya. Akhirnya, orang yang didzalimi tersebut memilih untuk memaafkan, bahkan ia menggandeng tangan orang yang pernah mendzaliminya untuk bersama-sama masuk ke dalam surga. "Inilah puncak dari akhlak mulia: mengajak orang yang pernah menyakiti kita untuk menuju kebaikan," tambah Ustadz Ulil. 

5. Ramadhan sebagai Madrasah Hati Tujuan akhir dari puasa adalah Taqwa. Namun, taqwa tidak akan tercapai tanpa pembentukan hati yang bersih. Ramadhan adalah momentum pelatihan hati untuk mengikis rasa sombong, dendam, dan egois. Jika hati telah terbentuk, maka ketaqwaan akan lahir secara alami dalam tindakan sehari-hari. 

Semoga kajian dari Ustadz Ulil Albab ini menjadi bekal berharga bagi kita semua untuk menjalani Ramadhan 1447 H dengan lebih berkualitas. Mari kita jadikan bulan ini sebagai jembatan menuju keberkahan dunia dan akhirat.
Share:

Gema Wahyu di Fajar Ramadhan: Kajian Subuh Perdana 1447 H

Gayam Permai, Banjarnegara
– Suasana syahdu menyelimuti Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai pada fajar pertama bulan suci ini. Rabu, 18 Februari 2026, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 H, warga berkumpul dalam khidmatnya Kajian Subuh perdana yang disampaikan oleh Ustadz Akbar. Dalam kajian pembuka ini, Ustadz Muhammad Akbar menekankan bahwa Ramadhan bukanlah sekadar bulan pergantian kalender, melainkan sebuah hadiah khusus dari Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad SAW. 
Ramadhan: Hadiah Spesial bagi Umat Akhir Zaman 
Ustadz Akbar membuka tausiyahnya dengan mengingatkan bahwa Allah memberikan kekhususan pada bulan ini yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. "Ramadhan adalah ruang waktu yang dipilih Allah untuk menurunkan rahmat-Nya secara melimpah. Jika kita menyia-nyiakannya, maka rugilah kita, karena belum tentu kita akan berjumpa kembali dengan Ramadhan di tahun mendatang," pesan beliau. Al-Qur'an: Alasan Utama Kemuliaan Ramadhan Mengapa Ramadhan begitu istimewa? Jawabannya ada pada peristiwa Nuzulul Qur'an. Ustadz Akbar menjelaskan bahwa kemuliaan bulan ini berakar dari diturunkannya mukjizat terbesar, yakni Al-Qur'an. 

 "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia..." (QS. Al-Baqarah: 185). 

 Beliau mengajak warga Gayam Permai untuk menjadikan Ramadhan 1447 H ini sebagai momentum untuk kembali berinteraksi secara intens dengan Al-Qur'an. Berinteraksi bukan hanya sekadar membaca (tilawah), tapi juga mendengarkan (sama’), merenungi makna (tadabbur), hingga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tetangga. 

Menghargai Hasil Perjuangan Rasulullah SAW 
Di sela-sela kajian, Ustadz Akbar menyentuh sisi emosional jamaah dengan mengingatkan bahwa sampainya Al-Qur'an dan risalah Islam ke tangan kita hari ini adalah hasil perjuangan darah dan air mata Rasulullah SAW. "Al-Qur'an yang kita baca dengan tenang di masjid yang nyaman ini adalah buah dari perjuangan berat Baginda Nabi di masa lalu. Maka, cara terbaik kita menghargai perjuangan beliau adalah dengan tidak membiarkan Al-Qur'an hanya berdebu di rak-rak lemari kita selama Ramadhan," tegasnya. 
Spirit Ibadah Warga Gayam Permai Antusiasme warga dalam kajian subuh ini menjadi awal yang baik bagi kehidupan spiritual di Perumahan Gayam Permai selama sebulan ke depan. Mari kita isi hari-hari ke depan dengan memperbanyak interaksi dengan Kalamullah. Semoga di Ramadhan 1447 H ini, Allah SWT menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang mendapatkan syafaat Al-Qur'an.










Share:

Memuliakan Ramadhan: Bekal Menuju Kampung Akhirat yang Kekal

Gayam Permai Banjarnegara – Suasana syahdu menyelimuti Masjid kita pada pagi ini, Ahad, 15 Februari 2026. Dalam kegiatan Pengajian Subuh yang rutin dilaksanakan, Ustadz Retno Ahmad Pujiono, Lc. menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai persiapan kita menyambut tamu agung, bulan suci Ramadhan, yang sudah di ambang pintu. 
Berikut adalah ringkasan mutiara hikmah dari tausiyah beliau: 
1. Mengingat Kematian di Ambang Ramadhan
Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan kita untuk memperbanyak mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian. Cepat atau lambat, kita semua akan kembali ke Kampung Akhirat. Pertanyaannya, sudahkah kita menyiapkan bekal untuk memasuki surga-Nya? Ramadhan setiap tahun akan selalu datang, namun tidak ada jaminan apakah umur kita akan sampai pada Ramadhan tahun berikutnya. Inilah saatnya kita berbenah. 
2. Penyesalan yang Tak Berguna (Belajar dari QS. Al-Mu’minun) Ustadz Retno menekankan pentingnya memanfaatkan waktu di dunia yang singkat ini sebagai "ladang" untuk akhirat. Beliau mengutip QS. Al-Mu’minun ayat 99-100, yang menggambarkan rintihan orang-orang yang lalai saat kematian menjemput: 
 "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan..." 
Namun, keinginan itu hanyalah angan-angan kosong. Sekali kaki melangkah ke alam Barzakh, pintu dunia tertutup rapat. Di akhirat nanti, memori tentang amalan kita di dunia akan diputar kembali (QS. Al-Fajr & QS. An-Naziat). Manusia adalah saksi paling nyata atas apa yang telah ia perbuat sendiri. 
3. Ramadhan sebagai Arena Perlombaan 
Allah SWT menjadikan Ramadhan sebagai arena untuk berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridho-Nya. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan: 
Menjaga Lisan: Menghindari ghibah dan perkataan sia-sia. 
Menjaga Perut: Memastikan apa yang masuk adalah harta yang halal, bukan hak anak yatim atau janda miskin yang terzalimi. 
Bertaubat: Memohon ampunan (maghfirah) mumpung pintu taubat dibuka selebar-lebarnya. 
4. Memuliakan Tamu Allah
Ustadz mengibaratkan Ramadhan sebagai Utusan atau Tamu Allah. Logikanya sederhana: Barangsiapa yang menyia-nyiakan tamu Allah, maka ia akan dihinakan di akhirat. Barangsiapa yang memuliakan tamu Allah dengan amal shaleh, maka Allah akan memuliakannya di akhirat dan mengumpulkannya bersama orang-orang shaleh di surga. 
Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum perbaikan diri sebelum kita benar-benar kembali ke kampung halaman yang abadi. Semoga Allah menyampaikan usia kita ke bulan suci tersebut dalam keadaan sehat dan iman yang kuat. 
Diringkas dari Pengajian Subuh di Gayam Permai, 15 Februari 2026.

Share:

Mulai Ahad dengan Cahaya

Perumahan Gayam Permai
. Ahad pagi di Perumahan Gayam Permai insyaAllah akan terasa berbeda. Bukan sekadar waktu untuk beristirahat atau bersantai di rumah, tetapi menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, menambah ilmu, dan memperkuat kebersamaan di Masjid Al Mu’minun. Pada Ahad, 8 Februari 2026, Takmir Masjid Al Mu’minun kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi, sebuah agenda yang sudah dinanti-nantikan oleh jamaah. 
Kegiatan ini dimulai dengan Sholat Subuh berjama’ah pukul 04.30 WIB. Ada kehangatan tersendiri ketika pagi dimulai dengan sholat bersama, berdiri berdampingan, dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Usai sholat Subuh, suasana masjid akan semakin hidup dengan hadirnya Ustadz Ulil Albab Al Hafidz dari Pondok Pesantren Noto Ati. 
Beliau akan menyampaikan kajian yang insyaAllah ringan, menyentuh, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar ceramah, tetapi juga pengingat agar kita lebih dekat dengan Allah dalam setiap langkah hidup kita. 

 Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isra’ ayat 78: 
 “Aqimish shalaata liduluukisy syamsi ilaa ghasaqil laili wa qur-aanal fajri, inna qur-aanal fajri kaana masyhuudaa.” 
 “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) sholat Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).” 

Ayat ini mengingatkan kita betapa istimewanya sholat Subuh dan betapa besar keutamaannya. Maka, menghadiri sholat Subuh berjama’ah dan dilanjutkan dengan kajian adalah cara indah untuk memulai hari. Dan tentu saja, kebersamaan tidak berhenti di kajian saja. 

Setelah tausiyah, jamaah akan diajak untuk menikmati ramah tamah dan sarapan bersama yang telah dipersiapkan dengan penuh keikhlasan oleh Ibu-Ibu Majelis Taklim Asy Syifa. Suasana santai, hangat, dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen silaturahmi yang sangat berharga bagi warga Gayam Permai. 
Takmir Masjid Al Mu’minun mengajak seluruh warga bapak, ibu, remaja, dan anak-anak untuk hadir dan meramaikan Kajian Rutin Ahad Pagi ini. Semoga setiap langkah menuju masjid menjadi pahala, setiap ilmu yang didengar menjadi cahaya, dan setiap kebersamaan menjadi keberkahan bagi kita semua. Takmir Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai
Share:

[Kajian Ahad Pagi] Fenomena Kematian Mendadak: Alarm Akhir Zaman dan Bekal Kita

Banjarnegara, 1 Februari 2026 – Mengawali bulan Februari dengan penuh perenungan, jamaah Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai kembali berkumpul dalam Kajian Ahad Pagi yang khidmat. Kajian Ahad disampaikan oleh Ustadz Yusman,SHI, Topik yang diangkat kali ini cukup menyentak kesadaran kita semua, yakni mengenai fenomena kematian mendadak sebagai salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat.





 إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُشَلَّ الْفَتَى (وفي رواية: أَنْ يَتَفَشَّى) مَوْتُ الْفَجْأَةِ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدُ طُرُقًا 

 "Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah munculnya (tersebarnya) kematian mendadak, dan dijadikannya masjid-masjid sebagai jalanan (perlintasan)." (HR. Thabrani). 


Kematian Mendadak dan Masjid yang "Terasing" Dalam kajian tadi pagi, disampaikan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan nubuat mengenai kondisi akhir zaman. Salah satu tandanya adalah ketika masjid hanya dijadikan tempat perlintasan atau "jalan-jalan" tanpa ditegakkan sholat di dalamnya, serta maraknya peristiwa kematian mendadak (mautul faja'ah). 
Secara medis, kita mungkin mengenalnya sebagai henti jantung atau penyebab lainnya. Namun, secara maknawi, ini adalah pengingat bahwa kesempatan bertaubat bisa tertutup kapan saja tanpa aba-aba sakit terlebih dahulu. 

Bagaimana Sikap Kita Sebagai Muslim? 
Menghadapi kenyataan bahwa maut bisa menjemput saat kita sedang bekerja, beristirahat, atau bahkan saat bercengkrama, kajian hari ini merangkum tiga langkah utama yang harus kita pegang teguh: 
  1. Yakini Takdir dengan Sepenuh Hati Kita harus mengimani bahwa ajal adalah rahasia Allah yang sudah tertulis di Lauh Mahfuzh. Keyakinan yang kuat pada takdir akan melahirkan ketenangan jiwa. Tidak ada yang bisa mempercepat atau menunda kematian jika waktunya telah tiba. Dengan meyakini ini, kita tidak akan merasa cemas berlebihan, melainkan menjadi lebih waspada dalam beramal. 
  2. Isti’adah (Memohon Perlindungan) Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berlindung dari kematian mendadak yang buruk. Kita dianjurkan rutin memohon perlindungan kepada Allah agar jika maut datang menjemput, kita berada dalam kondisi terbaik (Husnul Khotimah). Mintalah perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian di setiap doa kita. 
  3. Memperbanyak Istighfar Karena kita tidak tahu kapan "pintu" dunia akan tertutup, maka Istighfar adalah kunci. Istighfar bukan hanya pembersih dosa, tapi juga penarik rahmat Allah. Jadikan lisan kita basah dengan permohonan ampun agar saat maut datang secara tiba-tiba, kalimat terakhir yang atau kondisi batin kita sedang dalam keadaan bertaubat kepada Allah SWT. 

Kajian pagi ini di Masjid Al-Mu’minun bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengajak warga Gayam Permai agar lebih bijak dalam memanfaatkan waktu. Mari kita makmurkan masjid kita bukan sekadar sebagai bangunan megah, tetapi sebagai rumah tempat kita bersujud dan menimba ilmu. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan mewafatkan kita semua dalam keadaan iman yang sempurna. Amin. Simak terus update kegiatan rutin dan ringkasan kajian Masjid Al-Mu'minun hanya di laman resmi warga: gayampermai-bna.blogspot.com.










Share:

Pembacaan Hadits Rutin Ba'da Sholat Maghrib

 


Perumahan Gayam Permai- Di sela keheningan senja Perumahan Gayam Permai, terdengar suara takzim yang membacakan riwayat-riwayat suci peninggalan Rasulullah SAW. Setiap harinya, Masjid Al-Mu’minun tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga bertransformasi menjadi taman ilmu melalui kegiatan rutin Pembacaan Hadits Shahih Bukhari sesaat setelah sholat Maghrib berjamaah. 
Tradisi Keilmuan di Tengah Pemukiman Kegiatan ini merupakan salah satu pilar dari berbagai agenda rutin yang dikelola oleh Takmir Masjid Al-Mu’minun. Jika biasanya waktu antara Maghrib dan Isya berlalu begitu saja, warga Gayam Permai memilih untuk mengisinya dengan duduk bersimpuh menyimak warisan intelektual Islam yang paling otentik. Yang membuat kegiatan ini terasa khidmat adalah keterlibatan langsung Imam Sholat Maghrib sebagai pembaca hadits. 
Hal ini menghidupkan kembali tradisi muwajahah (tatap muka) antara imam dan makmum, di mana ilmu disampaikan secara langsung, santun, dan menyejukkan. 

Mengapa Shahih Bukhari? 
Pemilihan Kitab Al-Jami' al-Musnad al-Shahih karya Imam Bukhari bukanlah tanpa alasan. Sebagai kitab yang menyandang gelar Ash-Shahhu al-Kutub ba’da Kitabillah (kitab paling shahih setelah Al-Qur'an), pembacaan hadits-hadits ini bertujuan untuk: 
Memurnikan Ibadah: Agar warga memahami tata cara ibadah dan muamalah yang sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. 
Meneladani Akhlak: Menanamkan karakter mulia Rasulullah dalam kehidupan bertetangga di lingkungan perumahan. 
Mengisi Waktu Berkah: Memanfaatkan waktu baina al-isya’ain (antara dua waktu Isya) yang sangat mustajab untuk berdoa dan menuntut ilmu. 

Bagian dari Ekosistem Kegiatan Masjid 
Merujuk pada catatan kegiatan rutin di laman gayampermai-bna.blogspot.com, pembacaan hadits ini merupakan bagian integral dari upaya memakmurkan masjid. Masjid Al-Mu’minun tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga pusat edukasi bagi warga Gayam Permai, Banjarnegara. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat satu per satu hadits dibacakan. Tak jarang, pesan-pesan singkat dalam hadits tersebut menjadi bahan renungan bagi jamaah dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari, mulai dari urusan keluarga hingga kebersihan lingkungan. 

Harapan ke Depan 
Takmir Masjid Al-Mu’minun berharap kegiatan ini terus istiqomah dan menjadi daya tarik bagi warga, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai masjid. Dengan memahami hadits, diharapkan setiap warga Gayam Permai dapat menjadi pribadi yang religius namun tetap moderat dan bermanfaat bagi sesama. Bagi Anda yang ingin mengetahui detail kegiatan rutin lainnya atau agenda besar di Masjid Al-Mu’minun, silakan terus pantau perkembangannya melalui blog resmi warga di https://gayampermai-bna.blogspot.com/. 
 Mari bersama-sama kita makmurkan masjid, kita terangi hati dengan cahaya hadits.



Share:

Bulan Sya'ban "pintu gerbang" Bulan Ramadhan


Pendahuluan
Alhamdulillah, telah terlaksana kajian rutin Ahad pagi di Masjid Al-Mu'minun yang dihadiri oleh jamaah warga Perumahan Gayam Permai. Dalam kajian kali ini, Ustadz Zein Faqih menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Sya'ban sebagai "pintu gerbang" sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Beliau mengingatkan bahwa Sya'ban adalah waktu di mana amal ibadah diangkat ke hadirat Allah SWT, sehingga sangat baik jika kita menutupnya dengan persiapan yang maksimal. 
Poin-Poin Utama Kajian
Dalam menyambut Ramadhan, Ustadz Zein Faqih menyampaikan beberapa persiapan penting yang harus mulai dicicil sejak bulan Sya'ban:
1. Persiapan Spiritual (Tazkiyatun Nafs)
  • Taubat Nasuha: Membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong agar saat masuk Ramadhan, hati sudah dalam keadaan lapang (bersih). 
  •  Melatih Kedekatan dengan Al-Qur'an: Bulan Sya'ban sering disebut sebagai Syahrul Qurra' (Bulan para pembaca Al-Qur'an). Mulailah membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari agar saat Ramadhan tiba, kita tidak lagi merasa berat untuk berinteraksi lama dengan Al-Qur'an.
2. Persiapan Fisik dan Pembiasaan Ibadah
  • Memperbanyak Puasa Sunnah: Mencontoh Rasulullah SAW yang paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya'ban. Ini berfungsi sebagai latihan fisik agar tubuh tidak kaget saat menjalani puasa wajib sebulan penuh. 
  • Memperbaiki Kualitas Shalat: Mulai membiasakan diri menjaga shalat rawatib dan shalat malam (Tahajud) agar ibadah tarawih nantinya terasa lebih ringan dilakukan.
3. Persiapan Ilmu (Fiqh Ramadhan)
Mempelajari kembali hukum-hukum puasa, hal yang membatalkan, hingga adab-adab berpuasa. Ibadah tanpa ilmu dikhawatirkan tidak akan mendapatkan hasil yang sempurna di sisi Allah.

4. Persiapan Sosial (Amaliyah)
Mempersiapkan anggaran untuk sedekah, infak, dan zakat mal. Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk merancang bagaimana kita bisa lebih dermawan di bulan Ramadhan nanti.
Ustadz Zein Faqih menutup kajian dengan pesan bahwa Ramadhan adalah "panen raya" pahala, namun panen yang baik hanya bisa didapatkan oleh mereka yang sudah mulai menanam dan merawat tanamannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Semoga Allah SWT menyampaikan usia kita hingga ke bulan Ramadhan dalam keadaan iman dan taqwa yang meningkat. Amin.











Share:

Bulan Sya’ban 1447H

Oleh: Redaksi Masjid Al-Mu’minun, Perumahan Gayam Permai 

Bulan Sya’ban 1447H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026, satu hari lagi akan menginjakkan kaki di bulan Sya’ban. Dalam kalender Hijriah, Sya’ban adalah bulan kedelapan yang posisinya terapit di antara dua bulan besar: Rajab dan Ramadhan. Karena posisinya inilah, seringkali Sya’ban menjadi bulan yang terlupakan.

Bulan yang Sering Dilalaikan
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilalaikan manusia, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.”
Mengapa dilalaikan? Karena biasanya manusia sudah merasa "puas" beribadah di bulan Rajab dan "menunda" kesungguhan ibadahnya untuk bulan Ramadhan. Padahal, beribadah di waktu orang lain sedang lalai memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Keutamaan Bulan Sya’ban
  1. Bulan Diangkatnya Amal Ibadah Sya’ban adalah waktu di mana amal ibadah kita selama setahun dilaporkan secara langsung kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sangat menyukai jika saat amalnya diangkat, beliau sedang dalam keadaan berpuasa. Inilah mengapa beliau paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadhan). 
  2. Persiapan Mental dan Fisik (Pemanasan) Ibarat seorang atlet yang akan bertanding di olimpiade (Ramadhan), Sya’ban adalah masa pemanasan atau training camp. Ulama terdahulu sering mengibaratkan:
  3. Rajab adalah bulan menanam benih. Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Ramadhan adalah bulan memanen hasilnya. Tanpa "menyiram" di bulan Sya’ban, mustahil kita bisa mengharapkan "panen" yang melimpah di bulan Ramadhan nanti. 
  4. Malam Nisfu Sya’ban Pada pertengahan bulan Sya’ban, terdapat malam yang penuh ampunan. Allah SWT memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih sayang dan mengampuni dosa mereka, kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dan orang yang sedang bermusuhan atau belum berdamai dengan sesama saudaranya.

Apa yang Sebaiknya Kita Lakukan di Bulan Sya’ban?
  • Memperbanyak Puasa Sunnah: Mulailah membiasakan diri berpuasa agar saat Ramadhan tiba, tubuh kita sudah beradaptasi dan tidak kaget. 
  • Melunasi Hutang Puasa: Bagi Ibu-ibu atau warga yang masih memiliki tanggungan hutang puasa tahun lalu, Sya’ban adalah kesempatan terakhir sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. 
  • Memperbanyak Dzikir & Shalawat: Sesuai dengan draf kajian sebelumnya, sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaha illallah dan sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah. 
  • Memperbaiki Hubungan Antar Tetangga: Mengingat Allah tidak mengampuni orang yang bermusuhan di malam Nisfu Sya’ban, mari kita jadikan bulan ini untuk saling memaafkan di lingkungan Perumahan Gayam Permai. 

Mari kita jadikan bulan Sya’ban tahun ini sebagai momentum untuk berbenah. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa bekas. Mari kita isi masjid Al-Mu’minun dengan tilawah dan persiapan diri, agar saat hilal Ramadhan tampak, kita sudah benar-benar siap lahir dan batin. Semoga Allah menyampaikan kita semua ke bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan penuh iman.
Share:

Jangan Biarkan Setan 'Mengikat' Anda di Masjid


Ringkasan Pengajian Subuh
Narasumber: Ustadz Firdaus Maulana Akbar, Lc.
Waktu: Ahad, 28 Desember 2025

​PENDAHULUAN

​Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari peperangan batin. Seringkali muncul perasaan ragu, was-was, hingga bisikan-bisikan negatif yang mengganggu ketenangan hati dan kekhusyukan ibadah. Islam telah memberikan "perisai" paling akhir dalam mushaf Al-Qur'an, yaitu Surat An-Naas, sebagai senjata untuk melawan gangguan tersebut.

​Pengajian Subuh kali ini mengupas tuntas tafsir Surat An-Naas, bukan sekadar sebagai bacaan sholat, melainkan sebagai sarana komunikasi hamba kepada Sang Khalik untuk memohon perlindungan dari musuh yang nyata namun tak terlihat—yakni setan dari golongan jin dan manusia.

​ISI RINGKASAN

​1. Mengenal Allah Sebelum Memohon Perlindungan

​Surat An-Naas mengajarkan adab berdoa yang sangat indah. Sebelum meminta perlindungan, kita diperintahkan melafalkan pujian melalui tiga sifat Allah:

  • ​Rabb: Allah sebagai Pemelihara.
  • Malik: Allah sebagai Penguasa/Raja.
  • ​Ilah: Allah sebagai Sembahan yang Haq.

​2. Mengenal Sosok Pengganggu: Al-Khannas

​Penyebab rasa was-was dan keraguan adalah setan bernama Khannas. Ia memiliki strategi unik:

  • ​Ia membisikkan keburukan ke dalam dada (hati) manusia.
  • ​Ia mengalir dalam aliran darah manusia.
  • ​Ia akan bersembunyi atau mengecil jika kita berzikir, namun akan menguat jika kita lalai.

​3. Spesialisasi Setan di Berbagai Tempat

​Gangguan setan ada di mana-mana, bahkan di tempat ibadah sekalipun:

  • ​Khubutsi & Khobaits: Setan yang berada di WC/tempat kotor.
  • ​Himjin: Setan yang mengganggu kekhusyukan jamaah di Masjid.
  • ​Qarin: Setan yang selalu mendampingi setiap manusia untuk menjerumuskan nafsu.

​4. Cara Menangkal Godaan

​Ustadz menekankan bahwa cara mengecilkan kekuatan setan bukanlah dengan mencacinya, melainkan dengan:

  • ​Membaca Basmalah & Istighfar: Dua kalimat ini membuat setan merasa sangat kecil dan tidak berdaya.
  • ​Zikir di Masjid: Jangan sampai di dalam masjid kita hanya diam tanpa zikir, karena itulah saat di mana setan justru akan "mengikat" kita meskipun mereka dalam keadaan terkekang di rumah Allah.

​5. Pelajaran dari Ibadah Nabi

​Di sela bahasan tafsir, ustadz mengingatkan fleksibilitas ibadah. Nabi Muhammad SAW pernah membatalkan iktikafnya demi keperluan keluarganya (saat didatangi istri). Ini memberikan pelajaran bahwa ibadah sunnah seperti iktikaf boleh dibatalkan jika ada kebutuhan yang mendesak.

​Hati manusia adalah sasaran utama gangguan. Dengan memahami tafsir Surat An-Naas, kita menyadari bahwa perlindungan terbaik hanya datang dari Allah SWT. Mari senantiasa membasahi lidah dengan zikir agar setan "Khannas" tidak memiliki ruang untuk membisikkan keraguan di dada kita.

Share:

Media sosial (Medsos) Gayam Permai

Dalam era digital saat ini, media sosial memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi yang cepat, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat. Menyadari hal tersebut, Perumahan Gayam Permai memanfaatkan berbagai platform media sosial dan website resmi sebagai media informasi, dokumentasi, serta komunikasi antara pengurus dan warga.

Tujuan Pengelolaan Media Sosial
Pengelolaan media sosial Perumahan Gayam Permai bertujuan untuk:
Mengkomunikasikan kegiatan warga seperti kerja bakti, rapat warga, perayaan hari besar, dan kegiatan sosial lainnya. Menyampaikan hasil kerja pengurus, termasuk pembangunan fasilitas, perawatan lingkungan, serta program kerja yang telah dilaksanakan. Mengumumkan kegiatan yang akan datang, agar seluruh warga dapat memperoleh informasi secara cepat dan merata. Meningkatkan partisipasi dan kebersamaan warga melalui interaksi yang positif di media digital. Membangun citra lingkungan yang aktif, transparan, dan harmonis. 

Platform Media Sosial yang Digunakan
Untuk menjangkau seluruh lapisan warga, Perumahan Gayam Permai menggunakan beberapa platform berikut:

1. Facebook

Facebook digunakan sebagai media utama untuk: Pengumuman resmi kegiatan warga Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video Informasi hasil rapat dan keputusan bersama Diskusi dan interaksi antarwarga Platform ini efektif karena banyak warga yang sudah terbiasa menggunakannya.

2. Instagram

Instagram difokuskan pada konten visual, seperti: Dokumentasi kegiatan lingkungan Infografis pengumuman kegiatan Highlight hasil kerja pengurus Momen kebersamaan warga Konten Instagram disajikan secara menarik dan informatif untuk membangun kesan positif lingkungan perumahan.

3. X (Twitter)

Platform X digunakan untuk: Informasi singkat dan cepat Pengumuman mendadak atau pengingat kegiatan Update singkat terkait kondisi lingkungan X sangat efektif untuk penyampaian informasi ringkas dan real-time.

4. TikTok

TikTok dimanfaatkan untuk: Video pendek kegiatan warga Dokumentasi kerja bakti dan acara kebersamaan Konten edukatif seputar lingkungan dan keamanan perumahan Media ini bertujuan menjangkau generasi muda dan meningkatkan ketertarikan warga terhadap kegiatan lingkungan.

5. Website Resmi

Website menjadi pusat informasi resmi Perumahan Gayam Permai, berisi: Profil perumahan dan struktur kepengurusan Arsip pengumuman dan kegiatan Laporan hasil kerja dan program pengurus Informasi penting yang dapat diakses kapan saja Website berfungsi sebagai dokumentasi jangka panjang dan sumber informasi terpercaya.

6. Microsite S.Id
Memberikan link yang mengarah kepada semua media sosial yang ada. sehingga mempermudah mengaksesnya.

Dengan hadirnya media sosial dan website resmi, Perumahan Gayam Permai berkomitmen untuk menciptakan komunikasi yang terbuka, transparan, dan partisipatif. Diharapkan seluruh warga dapat memanfaatkan dan mendukung media ini sebagai sarana bersama untuk membangun lingkungan perumahan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Share:

Rapat Pengurus RT Akhir Tahun 2025

BANJARNEGARA – Menjelang penghujung tahun 2025, pengurus dan warga RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara menggelar rapat rutin sekaligus evaluasi akhir tahun pada Selasa, 23 Desember 2025. Rapat yang dipimpin oleh Ketua RT, Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, ini fokus pada penguatan kerukunan warga dan transparansi program kerja.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam rapat kali ini adalah laporan dari Seksi Keamanan terkait ronda dan penjadwalan ronda tahun 2026. Hasil Jimpitan ronda dilaporkan oleh bendahara 2 dan juga laporan keuangan dari bendahara 1, bendahara pembangunan. Juga bersama diposting di Instagram di sini.

Penguatan Jimpitan
Seksi Keamanan melaporkan bahwa tradisi jimpitan di wilayah RT 06 masih berjalan dengan sangat baik dan konsisten. Dalam laporannya, perwakilan Sie Keamanan menyampaikan beberapa hal penting terkait hasil jimron:
Realisasi Dana: Melaporkan total perolehan dana jimpitan selama satu tahun terakhir yang dikumpulkan setiap malam melalui ronda. 
Pemanfaatan Dana: Dana jimpitan tersebut telah dialokasikan kembali untuk kepentingan warga, sarana listrik lingkungan yang mati, pengadaan gerobah samaph dan lain-lain.
Evaluasi Kedisiplinan: Sie Keamanan memberikan apresiasi kepada warga atas kedisiplinan meletakkan jimpitan di depan rumah, yang secara tidak langsung membuktikan bahwa warga peduli terhadap sistem keamanan lingkungan. "Jimpitan bukan sekadar nominal uangnya, tapi merupakan simbol kepedulian warga. 
Dengan adanya jimpitan, petugas ronda otomatis berkeliling memantau setiap rumah, sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga," ujar Sie Keamanan dalam laporannya.

Laporan Seksi Lainnya
Selain bidang keamanan, rapat juga mendengarkan laporan dari:
Seksi Kebersihan: Mengenai jadwal pengangkutan sampah dan pemeliharaan taman RT. Pengadaan gerobaj sampah baru
Seksi Ekonomi & Sosial: Mengenai laporan kas rutin dan persiapan bantuan sosial akhir tahun. 
Seksi Pembangunan: Mengenai evaluasi fisik sarana prasarana di lingkungan RT 06. 

Arahan Ketua RT
Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, dalam arahannya menyampaikan terima kasih atas kinerja Sie Keamanan dan bendahara dalam pengelolaan jimpitan secara transparan. Beliau berharap sistem ini terus dipertahankan sebagai ciri khas gotong royong warga Gayam Permai.
Rapat diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat pelayanan yang lebih baik bagi seluruh warga RT 06.


Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget