Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Khotmil Qur'an, 1 September 2026


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami mengundang seluruh warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya untuk hadir dalam kegiatan: 

 ✨ JAMI’YYATUL QUR’AN ✨ 
Sebagai upaya untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an.  
📅 Hari/Tanggal: Selasa, 1 September 2026  
🕰️ Waktu: Ba’da Sholat Isya  
📍 Tempat: Masjid Al Mu’minun  
🏘️ Perumahan Gayam Permai,  

Banjarnegara Mari bersama-sama menghadiri dan menyemarakkan kegiatan Jami’yyatul Qur’an sebagai sarana untuk memperkuat keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Semoga langkah kita menuju majelis yang penuh keberkahan ini senantiasa mendapatkan rahmat dan ridha Allah SWT.  
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)  
Demikian undangan ini kami sampaikan. Besar harapan kami kepada seluruh jamaah dan warga untuk dapat hadir dan bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

🕌 Mari Hadiri dan Ramaikan Jami’yyatul Qur’an Masjid Al Mu’minun – Perumahan Gayam Permai Banjarnegara 📅 Selasa, 1 September 2026 | Ba’da Sholat Isya Jangan lupa ajak keluarga, sahabat, dan tetangga untuk bersama-sama menghadiri majelis yang penuh keberkahan ini.
Share:

Kilas Balik Sejarah


Banjarnegara – Suasana penuh kebersamaan dan semangat nasionalisme terasa dalam kegiatan Resepsi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Perumahan Gayam Permai. Acara yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengenang kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Penyampaian kilas balik sejarah disampaikan oleh Bapak H.Sudarko, SPd.
Merangkai kilas balik sejarah dari jaman perang kemerdekaan sampai penyampaian proklamasi Kemerdekaan. 
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi serta mendukung berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di lingkungan Perumahan Gayam Permai. Kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.  



Mengenang Sejarah Perjuangan Bangsa  
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan Kilas Balik Sejarah. Sesi ini menjadi bagian penting karena mengajak seluruh warga untuk kembali mengingat perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Di tengah suasana perayaan yang penuh kegembiraan, mengenang sejarah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan semangat pantang menyerah dari para pendahulu bangsa. Dengan mengenang sejarah, generasi saat ini diharapkan tidak hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga memahami tanggung jawab untuk mengisinya dengan hal-hal positif.  
Semangat Kemerdekaan, Semangat Kebersamaan 
Resepsi HUT RI ke-81 di Perumahan Gayam Permai juga memperlihatkan wajah kebersamaan warga. Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga para tokoh masyarakat hadir dan mengikuti acara dengan penuh antusias. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi salah satu kekuatan sebuah lingkungan. Perbedaan usia, pekerjaan, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk berkumpul dalam satu semangat: memeriahkan kemerdekaan sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.  
Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan juga menjadi ruang bagi warga untuk saling mengenal lebih dekat. Dari kegiatan bersama, tumbuh rasa kepedulian, gotong royong, dan semangat untuk menjaga keharmonisan lingkungan. 
Peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi: apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan? Bagi warga, mengisi kemerdekaan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menjaga kerukunan, peduli terhadap lingkungan, membantu sesama, mendidik anak-anak dengan baik, serta aktif dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari kontribusi untuk bangsa.  
Semangat para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dari Gayam Permai untuk Indonesia Melalui peringatan HUT RI ke-81, warga Perumahan Gayam Permai menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana namun penuh makna.  
Bersatu dalam kebersamaan, mengenang jasa para pahlawan, menjaga kerukunan, dan terus berkarya untuk Indonesia. Semoga semangat yang terbangun dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-81 ini tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi terus menjadi energi positif dalam kehidupan sehari-hari warga Perumahan Gayam Permai.  
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Indonesia Merdeka, Indonesia Hebat. Dari warga Gayam Permai, untuk Indonesia tercinta. 🇮🇩 Dokumentasi: Resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-81 Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara.
Share:

Satu Langkah Menuju Majelis Ilmu, Ahad Wage, 30 Agustus 2026


Alhamdulillah, dengan memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT, Takmir Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara mengundang seluruh warga dan kaum Muslimin untuk hadir dalam Pengajian Rutin Ahad Pagi yang insyaAllah dilaksanakan pada:  
📅 Hari/Tanggal: Ahad, 30 Agustus 2026  
🌙 Pasaran: Ahad Wage  
📍 Tempat: Masjid Al Mu’minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara  
🎙️ Pemateri: Ustadz Yusman  
📖 Tema: Fiqih  

Pengajian Ahad Pagi menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk menambah ilmu agama, memperbaiki pemahaman dalam beribadah, serta meningkatkan kualitas kehidupan seorang Muslim berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui kajian Fiqih, jamaah diharapkan semakin memahami tata cara beribadah dan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan syariat. Ilmu yang dipelajari bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan.  
Keutamaan Menuntut Ilmu Rasulullah ﷺ bersabda:  
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim No. 2699)  
Hadits tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju majelis ilmu merupakan bagian dari jalan kebaikan. Karena itu, mari manfaatkan kesempatan ini untuk hadir, belajar, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Share:

Semarak Resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-81

Penyampaian Kilas Balik Sejarah RI

Banjarnegara – 15 Agustus 2026 Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga Perumahan Gayam Permai kembali menggelar acara Resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat nasionalisme. Kegiatan resepsi menjadi salah satu rangkaian acara peringatan HUT RI ke-81 yang telah dipersiapkan oleh warga. 
Sebelumnya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya lomba anak-anak, senam sehat, jalan santai, makan bersama, serta lomba ibu-ibu. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antarwarga Perumahan Gayam Permai.  
Sambutan Ketua Panitia Acara resepsi diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia HUT RI ke-81, Bapak Eko Sadino. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan HUT RI ke-81. Dukungan, gotong royong, serta antusiasme warga menjadi bagian penting sehingga seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk mempererat persaudaraan dan membangun lingkungan yang semakin rukun.  
Setelah sambutan Ketua Panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RT 6 RW 5, Bapak Dwi Budi Prasojo. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya menjaga kerukunan, kebersamaan, dan kepedulian antarwarga. Semangat kemerdekaan hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari dengan saling membantu, menghormati, dan menjaga lingkungan bersama. Kegiatan seperti peringatan HUT RI menjadi salah satu sarana untuk memperkuat rasa persatuan di lingkungan masyarakat.  
Kilas Balik Sejarah Kemerdekaan  
Salah satu acara yang menarik dalam resepsi HUT RI ke-81 adalah Kilas Balik Sejarah yang disampaikan oleh Bapak Sudarko. Melalui sesi ini, warga diajak kembali mengingat perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah, tetapi melalui perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan semangat pantang menyerah para pahlawan. Kilas balik sejarah menjadi pengingat bagi generasi saat ini agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu. Semangat para pahlawan perlu diteruskan dalam bentuk pengabdian, menjaga persatuan, bekerja dengan baik, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa.  
Pembagian Hadiah Lomba  
Suasana semakin meriah ketika memasuki acara pembagian hadiah berbagai lomba HUT RI ke-81. Hadiah diberikan kepada para pemenang lomba yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sebelumnya. Kegiatan lomba tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi hiburan yang mempertemukan anak-anak, remaja, bapak-bapak, dan ibu-ibu dalam suasana yang penuh kegembiraan. Pembagian hadiah juga menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut memeriahkan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.  
Penampilan Ibu-Ibu Dawis  
Kemeriahan resepsi semakin terasa dengan adanya penampilan dari Ibu-Ibu Dawis 1 sampai dengan Dawis 4. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian warga. Dengan semangat dan kekompakan, ibu-ibu dari masing-masing kelompok Dawis turut memberikan hiburan dalam acara malam resepsi. Kehadiran penampilan dari kelompok Dawis menunjukkan bahwa peringatan HUT RI bukan hanya menjadi kegiatan panitia, tetapi merupakan kegiatan bersama seluruh warga. Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan memberikan warna dalam perayaan kemerdekaan.  
Merawat Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong  
Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di Perumahan Gayam Permai menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan di lingkungan tempat tinggal. Mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan berbagai lomba, hingga malam resepsi, semuanya membutuhkan partisipasi dan dukungan dari banyak pihak. Dari sinilah nilai gotong royong, kepedulian, dan kekeluargaan dapat terus tumbuh. Peringatan HUT Kemerdekaan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga, terutama setelah setiap hari disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Melalui kegiatan bersama, warga dapat kembali berkumpul, berinteraksi, bercanda, dan saling mengenal dengan lebih dekat.  
Dirgahayu Republik Indonesia Acara Resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Perumahan Gayam Permai berlangsung dengan penuh keakraban dan kegembiraan. Berbagai rangkaian acara yang telah dilaksanakan menjadi kenangan bersama sekaligus memperkuat semangat persatuan warga. Semoga semangat kemerdekaan, gotong royong, kerukunan, dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari.  
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Bersatu, Gotong Royong, dan Terus Berkarya untuk Indonesia. Semoga Perumahan Gayam Permai senantiasa menjadi lingkungan yang rukun, nyaman, aman, dan penuh kebersamaan. Merdeka! Merdeka! Merdeka!




Share:

Semarak Jalan Santai HUT RI 81


Banjarnegara – 9 Agustus 2026 Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan terasa di Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Perumahan Gayam Permai mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dengan penuh semangat, mulai dari senam sehat, jalan santai, makan bersama, hingga berbagai lomba yang menghibur. 
Senam Sehat Membuka Rangkaian Kegiatan 
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama. Warga, baik Bapak-Bapak maupun Ibu-Ibu, mengikuti gerakan senam dengan penuh antusias. Suasana semakin meriah karena kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga untuk berolahraga sekaligus bersilaturahmi. Senam bersama bukan hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga. Canda, tawa, dan semangat kebersamaan terlihat sejak awal kegiatan. 
Jalan Santai Penuh Kebersamaan Setelah senam sehat, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai. Warga berjalan bersama menyusuri lingkungan sekitar dengan suasana yang santai dan penuh kegembiraan. Jalan santai menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan karena dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga warga lanjut usia dapat turut serta menikmati kegiatan bersama. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini menjadi ajang untuk mempererat rasa kekeluargaan dan membangun kebersamaan antarwarga Perumahan Gayam Permai.  



Makan Bersama, Menambah Keakraban  
Setelah selesai jalan santai, warga kemudian berkumpul untuk menikmati makan bersama. Hidangan yang dinikmati bersama semakin menciptakan suasana akrab dan hangat. Makan bersama menjadi simbol sederhana tentang pentingnya kebersamaan. Tidak sekadar menikmati makanan, warga dapat bercengkerama, berbagi cerita, dan semakin mengenal satu sama lain.  
Lomba Seru dan Mengundang Tawa  
Kemuncak kegiatan semakin meriah dengan dilaksanakannya berbagai perlombaan khas peringatan Hari Kemerdekaan. Perlombaan tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kekompakan, ketangkasan, dan tentunya mampu menghadirkan gelak tawa. Dua lomba yang menjadi perhatian warga adalah Estafet Sarung dan Nyunggi Tampah. Estafet Sarung menguji kekompakan dan kerja sama peserta dalam memindahkan sarung dari satu peserta ke peserta lainnya.  
Keseruan semakin terasa ketika masing-masing kelompok berusaha menyelesaikan tantangan dengan cepat namun tetap kompak. Sementara itu, lomba Nyunggi Tampah menghadirkan tantangan tersendiri. Peserta harus menjaga keseimbangan sambil membawa tampah di atas kepala. Tingkah peserta yang berusaha mempertahankan keseimbangan membuat suasana perlombaan semakin seru dan mengundang tawa para penonton. Antusiasme warga terlihat begitu besar. Bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi lebih kepada menikmati kebersamaan dan menciptakan kenangan indah bersama keluarga serta tetangga.  
Merawat Kebersamaan Warga  
Rangkaian kegiatan 9 Agustus 2026 di Perumahan Gayam Permai menunjukkan bahwa kegiatan sederhana dapat menjadi sarana yang sangat berarti untuk membangun kebersamaan. Senam sehat, jalan santai, makan bersama, dan lomba menjadi satu rangkaian yang menyatukan warga dalam suasana sehat, guyub, rukun, dan penuh kegembiraan. Semangat kemerdekaan bukan hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui semangat gotong royong, persaudaraan, kekompakan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga hubungan kekeluargaan antarwarga Perumahan Gayam Permai semakin erat. 
Dirgahayu Republik Indonesia! 
Terus bergerak, terus sehat, terus kompak, dan terus menjaga semangat kebersamaan di Perumahan Gayam Permai Banjarnegara.
Share:

Hidup Adalah Ujian, Al-Qur'an Adalah Jalan Keluar

Ahad, 26 Juli 2026, Majelis Kajian Rutin Ahad Pagi kembali menghadirkan Ustadz Yusman, S.H.I. dengan tema yang sangat dekat dengan kehidupan setiap muslim, yaitu tentang hakikat ujian hidup dan solusi yang Allah berikan melalui Al-Qur'an. Kajian diawali dengan pengingat dari QS. Al-Balad bahwa kehidupan manusia memang tidak pernah lepas dari ujian.  
"Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia berada dalam susah payah (penuh perjuangan)." (QS. Al-Balad: 4).  
Tidak ada seorang pun yang terbebas darinya. Bahkan, semakin tinggi kualitas keimanan seseorang, semakin besar pula ujian yang Allah berikan. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mulk,  
"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2).
Allah-lah yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya. Ujian hadir dalam berbagai bentuk. Kekayaan adalah ujian, demikian pula kemiskinan. Jabatan adalah ujian, begitu juga kesederhanaan. Bahkan Nabi Adam alaihissalam pun diuji hingga harus keluar dari surga sebagai bagian dari ketetapan Allah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Lalu, bagaimana seorang mukmin menghadapi ujian tersebut? Jawabannya terdapat dalam firman Allah pada QS. Thaha ayat 123,  
"Allah berfirman, 'Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Kemudian jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.'" (QS. Thaha: 123)
Bahwa siapa saja yang berpegang teguh kepada petunjuk Allah, niscaya tidak akan tersesat dan tidak akan hidup dalam kesengsaraan. Petunjuk Al-Qur'an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi dipahami, diyakini, dan diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan.  
Ustadz Yusman kemudian mengangkat pelajaran besar dari Perang Tabuk, salah satu ekspedisi terbesar yang dipimpin Rasulullah ﷺ. Di tengah perjalanan sekitar 700 kilometer pada musim panas yang sangat berat, Rasulullah berhasil menggerakkan sekitar 30.000 pasukan. Pengorbanan para sahabat menjadi bukti nyata keimanan mereka. Abu Bakar Ash-Shiddiq menyerahkan seluruh hartanya, Umar bin Khattab menginfakkan separuh hartanya, sementara Utsman bin Affan menyumbangkan 1.000 dinar emas untuk mendukung perjuangan Islam. Mereka memahami bahwa mengikuti petunjuk Allah tidak akan pernah membawa kepada kerugian ataupun kebinasaan.  
Kajian juga menyoroti tantangan kehidupan keluarga masa kini. Krisis komunikasi antara suami dan istri sering kali menjadi sumber berbagai persoalan rumah tangga. Padahal Al-Qur'an mengajarkan bahwa suami dan istri adalah "pakaian" satu sama lain, saling melindungi, menutupi kekurangan, dan memberikan kenyamanan.  Demikian pula menjaga pandangan merupakan bentuk ketaatan yang akan menjaga keberkahan serta kenikmatan yang halal yang telah Allah anugerahkan.  
"Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah: 187) 
Makna "Pakaian" dalam Ayat Ini Ulama tafsir menjelaskan bahwa perumpamaan "pakaian" mengandung makna yang sangat dalam, di antaranya: 
  • Menutupi kekurangan pasangan, bukan membuka aibnya.  
  • Melindungi satu sama lain dari hal-hal yang merusak rumah tangga.  
  • Memberikan kenyamanan dan ketenangan, sebagaimana pakaian memberi rasa nyaman bagi tubuh.  
  • Menghiasi dan memperindah kehidupan pasangan.  
  • Menjaga kehormatan dan kesucian masing-masing.  
Karena itu, ketika muncul krisis komunikasi dalam rumah tangga, ayat ini mengingatkan bahwa hubungan suami istri dibangun atas dasar saling melindungi, saling memahami, dan saling menjaga, bukan saling menyalahkan atau mempermalukan. Pesan utama kajian pagi ini begitu jelas. Hidup tanpa masalah adalah sesuatu yang mustahil. Namun, setiap persoalan telah Allah siapkan jalan keluarnya. Solusi terbaik bukan sekadar berasal dari logika manusia, melainkan dari petunjuk Allah yang termaktub dalam Al-Qur'an.  
Semoga Kajian Rutin Ahad Pagi ini semakin menguatkan keyakinan kita bahwa setiap ujian adalah sarana meningkatkan derajat keimanan. Selama kita berpegang teguh kepada petunjuk Allah, tidak ada alasan untuk berputus asa, tidak ada ruang untuk bersedih berkepanjangan, karena Al-Qur'an selalu menghadirkan cahaya dan jalan keluar bagi setiap hamba yang beriman. "Hidup pasti memiliki ujian, tetapi Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya menghadapi ujian tanpa petunjuk. Maka dekatilah Al-Qur'an, karena di sanalah setiap persoalan menemukan jalan keluarnya."




Share:

Penyimpangan Kaum Quraisy dan Akhlak Jahiliyah | Kajian 19 Juli 2026

Kajian Rutin Ahad Pagi 19 Juli 2026 Mengenal Akhlak Masyarakat Jahiliyah dan Misi Rasulullah ﷺ Menyempurnakan Akhlak Alhamdulillahirabbil 'alamin, kajian rutin Ahad pagi kembali terlaksana pada Ahad, 19 Juli 2026, dengan pemateri Ustadz Zein Faqih. Pada kesempatan kali ini, beliau mengangkat tema tentang penyimpangan kaum Quraisy di masa jahiliyah serta diutusnya Nabi Muhammad ﷺ untuk menyempurnakan akhlak manusia.  

Rasulullah ﷺ bersabda:  
"Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak." (HR. Ahmad) 

Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad ﷺ adalah membimbing manusia menuju akhlak yang mulia. Menariknya, masyarakat Arab pada masa jahiliyah tidak sepenuhnya memiliki akhlak yang buruk. Mereka memiliki beberapa sifat terpuji, namun juga dibarengi dengan penyimpangan yang akhirnya diperbaiki dan disempurnakan oleh Islam.  
Akhlak Masyarakat Jahiliyah yang Masih Terpuji  
1. Sangat Dermawan dalam Menjamu Tamu
Bangsa Arab terkenal sangat memuliakan tamu. Menjamu tamu merupakan kehormatan yang dijaga turun-temurun. Diriwayatkan dalam berbagai kisah bahwa ada seseorang yang hanya memiliki seekor unta sebagai harta terakhirnya. Ketika tamu datang, ia rela menyembelih unta tersebut demi memberikan jamuan terbaik kepada tamunya. Sikap ini menunjukkan betapa tinggi nilai kemurahan hati yang mereka miliki. Namun demikian, di sisi lain mereka juga memiliki kebiasaan yang bertentangan dengan fitrah, seperti meminum khamr dan berjudi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya." (QS. Al-Baqarah: 219) Larangan tersebut kemudian disempurnakan hingga Allah menegaskan: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr, berjudi, berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan, maka jauhilah agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah: 90) Ayat-ayat ini menunjukkan bagaimana Islam menghapus kebiasaan buruk masyarakat jahiliyah secara bertahap dan penuh hikmah.  
2. Menepati Janji  
Masyarakat Arab juga dikenal sangat menjaga janji. Janji dianggap sebagai kehormatan yang harus dipenuhi walaupun harus mengorbankan kepentingan pribadi. Dalam kajian disampaikan beberapa contoh sejarah, seperti Perang Al-Basus, kisah Al-Muhalhal yang dibebaskan karena adanya janji yang harus ditepati, serta kisah Nu'man dan Hani bin Mas'ud Asy-Syaibani yang menunjukkan kuatnya komitmen mereka terhadap amanah. Namun, sikap menjaga kehormatan tersebut sering kali berubah menjadi fanatisme kesukuan ('ashabiyah) yang akhirnya memicu peperangan berkepanjangan.  
3. Menjaga Kehormatan, Tetapi Berlebihan  
Masyarakat jahiliyah memiliki rasa harga diri dan kehormatan yang tinggi. Mereka juga dikenal pemberani dan memiliki rasa cemburu terhadap kehormatan keluarga. Akan tetapi, keberanian yang tidak dibimbing oleh syariat sering berubah menjadi tindakan berlebihan. Perselisihan kecil dapat berkembang menjadi peperangan panjang. Contohnya adalah Perang Al-Basus yang berlangsung hingga sekitar empat puluh tahun. Bahkan terdapat peperangan yang dipicu hanya karena persoalan sepele, seperti perlombaan atau pacuan kuda. Hal ini menunjukkan bahwa keberanian tanpa ilmu dan petunjuk agama dapat berubah menjadi kerusakan.  
4. Lemah Lembut dan Suka Menolong  
Di balik kerasnya kehidupan padang pasir, masyarakat Arab juga memiliki sifat saling membantu dan menolong sesama, terutama kepada orang yang meminta perlindungan atau mengalami kesulitan. Islam kemudian memperkuat sifat ini dengan menjadikannya sebagai bagian dari ibadah dan bentuk ketakwaan kepada Allah.  
5. Hidup Sederhana Kehidupan masyarakat Arab pada masa itu cenderung sederhana. Mereka terbiasa hidup dengan apa adanya dan tidak bergantung pada kemewahan dunia. Islam mempertahankan sikap sederhana tersebut, sekaligus mengajarkan agar seorang muslim tidak berlebih-lebihan dalam segala hal. 6. Jujur Kejujuran juga merupakan salah satu sifat yang dihargai di tengah masyarakat Arab. Bahkan sebelum diangkat menjadi rasul, Nabi Muhammad ﷺ telah mendapatkan gelar Al-Amin (orang yang terpercaya) karena kejujuran dan amanah beliau. Sifat inilah yang kemudian menjadi fondasi dakwah Islam sehingga banyak orang mempercayai risalah yang beliau bawa. Islam Menyempurnakan Akhlak Ustadz Zein Faqih menjelaskan bahwa Islam tidak datang untuk men 
ghapus seluruh budaya Arab.  
Akhlak-akhlak yang baik tetap dipertahankan, sementara kebiasaan yang menyimpang diperbaiki dan diarahkan sesuai tuntunan wahyu. Sifat dermawan diarahkan agar ikhlas karena Allah. Keberanian dibimbing agar digunakan untuk membela kebenaran. Menepati janji dijadikan bagian dari keimanan. Tolong-menolong diarahkan dalam kebaikan dan ketakwaan. Kesederhanaan dijaga dari sifat bakhil, sedangkan kejujuran menjadi identitas setiap muslim. Dengan demikian, Islam hadir sebagai agama yang menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia. 
Kajian Ahad pagi kali ini mengingatkan kita bahwa kemajuan suatu masyarakat tidak hanya diukur dari ilmu dan teknologi, tetapi juga dari kualitas akhlaknya. Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan terbaik dalam membangun peradaban melalui akhlak yang mulia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari dan terus berusaha memperbaiki diri dengan tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Aamiin.




Share:

"Sholat Orang yang Sedang Sakit: Kemudahan Syariat Tanpa Meninggalkan Kewajiban"

Alhamdulillahirabbil 'alamin, kajian rutin Ahad pagi kembali terselenggara pada Ahad, 12 Juli 2026, di Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara bersama Ustadz Yusman, S.H.I. Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, jamaah mendapatkan pembahasan fikih yang sangat penting, yaitu mengenai tata cara sholat bagi orang yang sedang sakit. 
Pada awal kajian, beliau mengingatkan bahwa Islam dibangun di atas lima rukun. Di antara kelima rukun tersebut, syahadat dan sholat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim selama akalnya masih ada, meskipun sedang mengalami sakit atau memiliki keterbatasan fisik. Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan. Allah Ta'ala tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Karena itu, syariat memberikan berbagai keringanan (rukhsah) dalam pelaksanaan sholat bagi orang yang sedang sakit sesuai dengan kondisi yang dialaminya. 

Rasulullah ﷺ bersabda: 
 "Sholatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu maka dengan duduk. Jika tidak mampu maka dengan berbaring." 

Hadis ini menjadi dasar bahwa kewajiban sholat tetap berlaku, namun tata caranya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Dalam kajian juga dijelaskan bahwa seseorang yang terbiasa melaksanakan sholat berjamaah, kemudian tidak dapat menghadirinya karena uzur seperti sakit, maka dengan karunia Allah ia tetap mendapatkan pahala sebagaimana ketika ia melaksanakannya bersama jamaah. Selain itu, syariat juga memberikan keringanan berupa bolehnya menjamak sholat bagi orang sakit apabila memang terdapat kesulitan yang nyata dalam melaksanakan setiap sholat pada waktunya. 
Apabila kondisi sakit menyebabkan seseorang tidak mampu menghadap kiblat dan tidak ada orang yang dapat membantu mengarahkannya, maka ia diperbolehkan melaksanakan sholat sesuai arah yang mampu dihadapinya. Hal ini menunjukkan betapa Islam tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya.  
Ustadz Yusman, S.H.I. juga menjelaskan beberapa tata cara sholat bagi orang yang sedang sakit, di antaranya: 
  • Sholat sambil duduk, tetap menghadap kiblat apabila mampu, kemudian memulai sholat dengan takbiratul ihram sambil bersedekap sebagaimana sholat pada umumnya.  
  • Sholat dengan berbaring ke sisi kanan, dengan wajah menghadap kiblat. Ini merupakan posisi yang lebih utama apabila memungkinkan.  
  • Jika tidak mampu, berbaring ke sisi kiri dengan tetap menghadap kiblat.  
  • Apabila kedua posisi tersebut tidak memungkinkan, maka shalat dengan terlentang, dengan posisi kaki mengarah ke barat sehingga wajah tetap menghadap kiblat (sesuai kondisi arah kiblat setempat), lalu melakukan gerakan dengan isyarat semampunya.  
Melalui kajian ini, jamaah diingatkan bahwa sakit bukanlah alasan untuk meninggalkan sholat. Justru dalam kondisi sakit, seorang hamba semakin membutuhkan pertolongan dan kedekatan kepada Allah SWT. Syariat Islam telah memberikan kemudahan yang luar biasa sehingga setiap muslim tetap dapat menunaikan kewajiban sholat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.  
Semoga ilmu yang disampaikan pada kajian Ahad pagi ini menjadi bekal bagi kaum muslimin untuk memahami fikih ibadah dengan benar serta semakin menumbuhkan semangat menjaga sholat dalam setiap keadaan. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keistiqamahan, dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.
Share:

Mengejar Ridho Allah di Atas Penilaian Manusia

Mensyukuri Nikmat Alloh SWT
GAYAM PERMAI – Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pagi pada 5 Juli 2026. Pada kesempatan kali ini, jamaah diajak untuk merenungkan kembali orientasi hidup dan adab kepada Sang Pencipta bersama narasumber Ustadz Retno Ahmad Pujiono, Lc. Beliau mengupas tuntas tema sentral mengenai pentingnya meraih ridho Allah SWT dan bagaimana menyikapi takdir-Nya.  
Menjadikan Ridho Allah sebagai Tujuan Utama Dalam tausiyahnya, Ustadz Retno menekankan bahwa fokus utama seorang mukmin dalam menjalani kehidupan adalah mencari ridho Allah SWT, bukan mencari penilaian atau pujian manusia. Beliau mengingatkan dengan tegas agar jamaah tidak mengorbankan atau meninggalkan ridho Allah hanya demi menyenangkan hati manusia. "Jangan sampai kita menukar ridho Allah dengan ridho manusia. Ridho Allah adalah tujuan akhir, sementara penilaian manusia bersifat semu dan tidak akan pernah ada habisnya," tutur beliau.  
Untuk menggambarkan betapa melelahkannya mencari ridho manusia, Ustadz Retno menceritakan sebuah kisah klasik yang sarat hikmah tentang seorang ayah, anaknya, dan seekor kuda. Ketika sang ayah naik kuda dan anaknya menuntun, orang-orang mencibir sang ayah egois. Saat posisi ditukar anak naik kuda dan ayah menuntun, orang-orang berganti mencela sang anak sebagai anak durhaka. Ketika keduanya menunggangi kuda bersama, mereka dikritik menyiksa binatang. Akhirnya, saat keduanya berjalan kaki dan menuntun kuda, orang-orang tetap menertawakan mereka karena dianggap bodoh memiliki kendaraan tetapi tidak dimanfaatkan. Kisah ini menjadi analogi nyata bahwa mengikuti standar dan komentar manusia hanya akan membawa kebingungan dan keletihan psikologis.  
Satu-satunya standar keselamatan yang pasti adalah mengikuti syariat untuk meraih ridho Allah SWT. 

Adab Kepada Allah:  

Mengakui Sumber Nikmat Lebih lanjut, Ustadz Retno menjelaskan tentang adab yang harus dijaga seorang hamba kepada Allah SWT. Adab paling mendasar adalah mengakui dengan tulus bahwa segala bentuk nikmat yang kita rasakan sepenuhnya berasal dari Allah SWT. Semua pencapaian, harta, kesehatan, dan keluarga yang kita miliki murni karena kasih sayang-Nya, bukan semata-mata karena kehebatan diri kita. Beliau kemudian memberikan contoh buruk yang diabadikan dalam Al-Qur'an, yaitu Qorun.  
Qorun ditimpa azab yang pedih karena kesombongannya yang tidak mau mengakui bahwa kekayaannya yang melimpah adalah pemberian Allah. Qorun justru mengeklaim bahwa hartanya didapat karena ilmu dan usahanya sendiri. Sifat merasa berjasa dan melupakan Allah inilah yang harus dijauhi oleh setiap muslim.  
Tiga Rukun Syukur yang Harus Dipenuhi  
Sebagai perwujudan adab kepada Allah, seorang hamba dituntut untuk senantiasa bersyukur. Namun, syukur tidak sekadar ucapan di bibir. Ustadz Retno merincikan ada 3 Rukun Syukur yang harus terpenuhi agar syukur kita bernilai di hadapan Allah:  
Mengakui di dalam hati bahwa semua kenikmatan yang diperoleh adalah mutlak karena pemberian dan kemurahan Allah SWT.  
Mengucapkan dengan lisan sebagai bentuk pengakuan autentik, salah satunya dengan merutinkan bacaan "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah).  
Menggunakan kenikmatan tersebut untuk beramal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika diberi nikmat harta, gunakan untuk sedekah; jika diberi nikmat sehat, gunakan untuk beribadah dan membantu sesama.  
Di akhir kajian, Ustadz Retno Ahmad Pujiono mengingatkan jamaah Masjid Al-Mu’minun bahwa di antara sekian banyak fasilitas duniawi, nikmat yang paling besar dan utama adalah nikmat iman. Harta dan jabatan bisa lenyap, namun iman yang tertanam di dada adalah modal utama yang akan menyelamatkan manusia di dunia hingga akhirat kelak. Pengajian rutin ini diakhiri dengan doa bersama, berharap agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk senantiasa ridho atas takdir Allah dan istiqamah dalam bersyukur.
Share:

Kebaikan di Dunia Tak Mengurangi Pahala Akhirat

Alhamdulillah, pada kajian rutin Ahad pagi tanggal 21 Juni 2026 bersama Ustadz Ulil Albab Al Hafidz, kita kembali diingatkan tentang hakikat kehidupan dunia dan akhirat. Seorang mukmin hendaknya tidak hanya mengejar kenikmatan dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai ladang untuk menanam amal yang akan dipanen kelak di akhirat. 

Dunia Adalah Tempat Beramal, Akhirat Tempat Balasan 

Salah satu pesan penting dalam kajian ini adalah bahwa dunia merupakan darul amal (tempat beramal), sedangkan akhirat adalah darul jaza' (tempat menerima balasan). Kesempatan beramal hanya ada selama kita masih hidup di dunia. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali amal-amal yang terus mengalir pahalanya. Oleh karena itu, setiap waktu yang Allah berikan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal. 
Sering kali seseorang merasa khawatir apabila telah mendapatkan banyak kenikmatan di dunia, maka pahalanya di akhirat akan berkurang. Padahal, selama kenikmatan tersebut diperoleh dengan cara yang halal dan disyukuri serta dimanfaatkan dalam ketaatan kepada Allah, maka hal itu tidak mengurangi pahala yang Allah siapkan di akhirat. Justru nikmat dunia menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, sedekah, dan berbagai amal kebajikan. 
Di antara amalan yang memiliki keutamaan besar adalah membaca Al-Qur'an. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, dan Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang senantiasa membacanya, memahami isinya, dan mengamalkannya. Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari merupakan investasi yang nilainya akan terus dirasakan hingga kehidupan akhirat. 
Kajian juga mengingatkan bahwa tidak semua musibah merupakan bentuk kemurkaan Allah. Terkadang Allah mendatangkan ujian, kesulitan, ataupun bala sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Melalui ujian tersebut Allah menghapus dosa, mengangkat derajat, serta mengembalikan hati seorang hamba agar semakin dekat kepada-Nya. 
Ketenangan Sejati Ada dalam Dzikir Manusia sering mencari kebahagiaan melalui harta, jabatan, maupun kesenangan dunia. Namun ketenangan yang sesungguhnya hanya dapat diperoleh dengan mengingat Allah. Dzikir bukan hanya bacaan lisan, tetapi juga menghadirkan Allah dalam hati sehingga hidup menjadi lebih tenang, sabar, dan penuh rasa syukur
 Allah Akan Mendekat Kepada Hamba-Nya Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa barang siapa mendekat kepada Allah sejengkal, maka Allah akan mendekatinya sehasta. Hal ini menunjukkan betapa luas rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Sekecil apa pun usaha kita dalam memperbaiki diri, Allah akan membalasnya dengan rahmat dan pertolongan yang jauh lebih besar. 
 Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Namun Islam mengajarkan agar setiap dosa segera diiringi dengan taubat dan amal kebajikan. Shalat, sedekah, membaca Al-Qur'an, dzikir, membantu sesama, dan berbagai amal saleh lainnya menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa seorang hamba dengan izin Allah. Menjauhi Penyakit Hati Ustadz juga mengingatkan tentang bahaya penyakit hati, terutama sifat sombong. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi. Selain sombong, penyakit hati seperti iri, dengki, riya, ujub, dan hasad harus terus dibersihkan melalui keikhlasan, muhasabah, serta memperbanyak ibadah.  
Wudhu, Shalat, dan Zakat Akan Menjadi Bukti Amal Di akhir kajian disampaikan bahwa amalan-amalan pokok seperti wudhu, shalat, zakat, dan ibadah lainnya merupakan amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Menjaga kesempurnaan wudhu, mendirikan shalat tepat waktu dengan khusyuk, menunaikan zakat, serta menjalankan seluruh kewajiban agama merupakan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat
Semoga kajian Ahad pagi ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Selama masih diberi kesempatan hidup, marilah kita memperbanyak amal saleh, membaca Al-Qur'an, berdzikir kepada Allah, menjaga keikhlasan, menjauhi penyakit hati, serta senantiasa memperbaiki ibadah kita. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, menghapus dosa-dosa kita, memberikan husnul khatimah, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya tanpa hisab. Aamiin.



Share:

Dunia Tidak Menganggap Arab, Tetapi Dari Sanalah Rasulullah SAW Mengubah Sejarah Dunia

Belajar dari Sejarah, Menguatkan Iman: Antusiasme Jamaah dalam Kajian Ahad Pagi 

Kajian Rutin Ahad Pagi Bersama Ustadz Zein Faqih Ahad, 21 Juni 2026 Alhamdulillah, pada Ahad pagi, 21 Juni 2026, jamaah kembali mengikuti kajian rutin yang disampaikan oleh Ustadz Zein Faqih.  
Pada kesempatan kali ini, tema yang dibahas adalah Sirah Nabawiyah, yaitu perjalanan sejarah kehidupan Rasulullah SAW serta perubahan besar yang beliau bawa bagi peradaban manusia, khususnya di Jazirah Arab. Mengenal Jazirah Arab Sebelum Islam Dalam kajian dijelaskan bahwa istilah Arab erat kaitannya dengan wilayah padang pasir yang luas. Secara geografis, Jazirah Arab berada di antara dua kekuatan besar dunia saat itu, yaitu Imperium Romawi di bagian barat laut dan Imperium Persia di bagian timur. Meskipun berada di antara dua imperium besar tersebut, bangsa Arab saat itu tidak dianggap sebagai kekuatan yang diperhitungkan dalam percaturan politik dunia. Namun dari wilayah yang tampak sederhana inilah kemudian lahir sebuah peradaban besar yang mengubah sejarah dunia, yaitu Peradaban Islam. 
Kondisi Arab Sebelum Diutusnya Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad SAW lahir dari Bani Hasyim, salah satu kabilah terhormat dari suku Quraisy di Makkah. Sebelum beliau diutus sebagai Rasul, masyarakat Arab hidup dalam masa yang dikenal sebagai Jahiliyah, yaitu masa kebodohan yang ditandai dengan berbagai penyimpangan dalam aspek kehidupan. Masyarakat Arab terdiri dari banyak suku yang sering terlibat perselisihan dan peperangan.  
Fanatisme kesukuan sangat kuat sehingga masalah kecil dapat memicu konflik berkepanjangan. Pembagian Bangsa Arab Dalam kajian disampaikan bahwa bangsa Arab secara garis besar terbagi menjadi tiga kelompok:  
1. Arab Baidah  
Arab Baidah adalah bangsa Arab kuno yang telah punah dan jejak peradabannya sebagian besar telah hilang dari sejarah. Contohnya adalah kaum 'Ad dan Tsamud yang disebutkan dalam Al-Qur'an.  
2. Arab Aribah  
Arab Aribah merupakan Arab asli yang berasal dari wilayah Yaman. Mereka dikenal sebagai bangsa Arab murni yang mempertahankan bahasa dan budaya Arab sejak masa lampau.  
3. Arab Musta'ribah  
Arab Musta'ribah adalah bangsa Arab yang berasal dari keturunan Nabi Ismail AS yang kemudian berbaur dengan masyarakat Arab asli. Dari kelompok inilah lahir suku Quraisy dan kemudian Nabi Muhammad SAW.  

Datangnya Islam Mengubah Peradaban  

Ustadz Zein Faqih menjelaskan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Arab. Islam tidak datang untuk menghapus seluruh budaya yang ada, tetapi menghilangkan keburukan dan menyempurnakan kebaikan yang telah dimiliki masyarakat Arab.  
1. Perubahan Aspek Politik  
Sebelum Islam, masyarakat Arab hidup dalam sistem kesukuan yang terpecah-pecah. Loyalitas hanya diberikan kepada suku masing-masing. Setelah Islam datang, Rasulullah SAW mempersatukan berbagai suku dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. Contoh: Suku Aus dan Khazraj di Madinah yang sebelumnya bermusuhan bertahun-tahun berhasil dipersatukan oleh Islam. Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai kelompok melalui Piagam Madinah.  
2. Perubahan Aspek Keyakinan  
Sebelum Islam, mayoritas masyarakat Arab menyembah berhala. Di sekitar Ka'bah terdapat ratusan patung yang dijadikan sesembahan selain Allah. Setelah Islam datang, Rasulullah SAW mengajarkan tauhid, yaitu menyembah Allah semata. Contoh: Berhala-berhala di sekitar Ka'bah dihancurkan ketika Fathu Makkah. Masyarakat yang sebelumnya menyembah berhala beralih menjadi penyembah Allah SWT.  
3. Perubahan Aspek Ekonomi  
Pada masa jahiliyah, praktik riba, penipuan, dan eksploitasi ekonomi sangat marak. Islam mengajarkan perdagangan yang jujur dan adil. Contoh: Larangan riba yang merugikan masyarakat. Kewajiban zakat sebagai sarana pemerataan ekonomi. Anjuran berdagang secara jujur sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang dikenal dengan gelar Al-Amin.  
4. Perubahan Aspek Sosial Kemasyarakatan  
Sebelum Islam, perempuan sering diperlakukan tidak adil bahkan sebagian bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggap aib. Islam datang membawa penghormatan terhadap martabat manusia. Contoh: Larangan mengubur bayi perempuan hidup-hidup. Perempuan memperoleh hak waris dan hak mendapatkan pendidikan. Budaya saling menolong, menyantuni yatim dan fakir miskin semakin berkembang.  

Islam Menghilangkan Keburukan dan Menyempurnakan Kebaikan  

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kajian adalah bahwa Islam tidak serta-merta menghapus seluruh budaya Arab. Rasulullah SAW mempertahankan nilai-nilai baik yang sudah ada dan memperbaiki hal-hal yang buruk.  
Kebaikan yang Dipertahankan  
1. Sifat Dermawan  
Bangsa Arab terkenal suka menjamu tamu. Islam mempertahankan dan menjadikannya sebagai ibadah. Contoh: Rasulullah SAW menganjurkan memuliakan tamu sebagai bagian dari keimanan.  
2. Keberanian  
Keberanian bangsa Arab diarahkan untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan. Contoh: Para sahabat berjuang mempertahankan Islam dengan penuh keberanian.  
3. Menepati Janji  
Budaya menjaga kehormatan dan komitmen tetap dipertahankan dalam Islam. Contoh: Rasulullah SAW selalu menepati janji, bahkan kepada non-Muslim.  

Keburukan yang Dihilangkan  
1. Penyembahan Berhala Diganti dengan tauhid kepada Allah SWT.  
2. Fanatisme Suku Diganti dengan persaudaraan sesama muslim dan persaudaraan kemanusiaan.  
3. Riba dan Kecurangan Diganti dengan transaksi yang jujur dan adil.  
4. Penindasan terhadap Perempuan Diganti dengan penghormatan terhadap hak dan martabat perempuan.  
Pelajaran untuk Kehidupan Saat Ini Kajian Sirah Nabawiyah mengajarkan bahwa perubahan masyarakat tidak terjadi dengan kekerasan, tetapi melalui pendidikan, keteladanan, dan pembinaan akhlak. Rasulullah SAW berhasil mengubah masyarakat yang penuh konflik menjadi umat yang memimpin peradaban dunia. Sebagai umat Islam, kita perlu meneladani cara Rasulullah SAW dalam memperbaiki diri dan lingkungan sekitar, yaitu dengan mempertahankan nilai-nilai baik yang sudah ada serta berusaha menghilangkan berbagai keburukan yang masih terjadi di tengah masyarakat.  
Semoga kajian Ahad pagi ini semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan mendorong kita untuk meneladani perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.  
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab: 21) Wallahu a'lam bish-shawab.


Share:

Pelaksanaan Ibadah Qurban 1447 H

Mengolah Daging untuk didistribusikan

BANJARNEGARA – Pelaksanaan ibadah Qurban 1447 Hijriah di Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan nilai gotong royong yang tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026 tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.  
Panitia Qurban Masjid Al Mu’minun mencatat bahwa tahun ini sebanyak 6 ekor sapi dengan 42 shohibul qurban. Pelaksanaan qurban tahun 1447 H ini menjadi pelaksanaan kelima sejak pertama kali dimulai pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Hal tersebut menunjukkan semangat masyarakat dalam menjaga syariat Islam sekaligus mempertahankan tradisi ibadah sosial yang penuh manfaat.  
Ketua Panitia Qurban, H. Yusman, S.H.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan qurban bukanlah kegiatan sederhana karena melibatkan banyak unsur, mulai dari shohibul qurban, panitia, penyembelih, proses distribusi, hingga masyarakat yang ikut membantu selama kegiatan berlangsung. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib.  
Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Pada pelaksanaan tahun ini, total dana pembelian 6 ekor sapi mencapai Rp144.000.000 dengan tambahan biaya penyelenggaraan dan operasional kegiatan. Penyembelihan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Banjarnegara, kemudian daging didistribusikan kepada masyarakat setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha. Total daging qurban yang berhasil didistribusikan mencapai 813 kilogram.  
Dari jumlah tersebut, sebanyak 252 kilogram dibagikan kepada 42 shohibul qurban dengan masing-masing menerima 6 kilogram daging. Sementara sisanya dibagikan kepada masyarakat umum, asisten rumah tangga, warga sekitar, pondok pesantren, rumah qur’an, panti asuhan, hingga masyarakat di daerah yang jarang menikmati daging qurban.  
Menariknya, semangat kebersamaan dalam kegiatan ini begitu terasa karena hampir seluruh warga ikut terlibat membantu pelaksanaan qurban. Hal tersebut menjadi gambaran nyata harmonisasi sosial yang tumbuh di tengah masyarakat Gayam Permai. Selain pembagian daging, panitia juga menyalurkan kepala, kaki, dan kuku hewan qurban ke wilayah Desa Pesangkalan untuk dibagikan kepada masyarakat di beberapa dukuh, di antaranya Dukuh Kembaran Wetan, Dukuh Kembaran Kulon, dan Dukuh Gobang.  
Langkah ini dilakukan agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaan qurban juga melibatkan banyak relawan dalam berbagai bidang, mulai dari pengawasan, penyembelihan, distribusi, dokumentasi, keamanan, konsumsi, hingga kebersihan. Para ibu-ibu PKK turut aktif membantu penyediaan konsumsi bagi panitia dan relawan yang bekerja sejak pagi hari.  
Panitia berharap kegiatan qurban ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang manajemen, kepedulian sosial, dan penguatan ukhuwah antarwarga. Selain itu, laporan kegiatan yang disusun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi untuk penyelenggaraan qurban pada tahun-tahun berikutnya.  
Melalui semangat qurban, masyarakat diajak untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai pengorbanan, kepedulian terhadap sesama, serta kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan qurban di Masjid Al Mu’minun menjadi bukti bahwa ibadah qurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Semoga semangat berbagi dan gotong royong ini terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan.
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget