Sampai Bertemu Di Shaf Depan!

Sambut Ramadhan 1447 H: 
Menjemput Keberkahan di Masjid Al Mu’minun “Marhaban ya Ramadhan, Syahrul Mubarak.” 
Alhamdulillah, bulan yang penuh dengan curahan rahmat akan segera menyapa kita kembali. Di lingkungan Perumahan Gayam Permai, semarak Ramadhan mulai terasa dengan hadirnya Menu Ramadhan 1447 H yang telah disusun oleh Ta’mir Masjid Al Mu’minun. Bagi saya pribadi, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk melakukan "reset" spiritual setelah setahun penuh disibukkan dengan urusan duniawi dan pekerjaan teknis. 

Apa yang Spesial di Ramadhan Tahun Ini? 
Tahun ini, Masjid Al Mu’minun kembali menjadi pusat peradaban dan ukhuwah bagi warga Gayam Permai melalui berbagai agenda menarik: 
  • Penguatan Literasi Melalui Kajian: Tidak hanya shalat tarawih, kita juga akan diperkaya dengan kajian Ba’da Subuh dan Kultum Tarawih. Inilah saatnya kita "mengisi baterai" ilmu agar ibadah kita tidak sekadar kebiasaan, tapi didasari pemahaman yang kuat. 
  • Harmoni Sosial (Buka & Sahur Bersama): Momen buka puasa dan sahur bersama di masjid adalah bukti nyata bahwa kita adalah satu keluarga besar. Di meja yang sama, kita berbagi rasa dan cerita. Menebar Empati (Zakat & Anjangsana): 
  • Ramadhan adalah bulan berbagi. Agenda anjangsana ke Panti Asuhan serta pengelolaan Zakat Fitrah dan Mal menjadi sarana kita untuk membersihkan harta sekaligus membantu sesama. 
  • Menghidupkan Malam (I’tikaf & Tadarus): Menjelang sepuluh hari terakhir, mari kita kencangkan ikat pinggang untuk berburu malam Lailatul Qadar melalui tadarus Al-Qur’an dan I’tikaf. 

Mari Makmurkan Masjid Kita! 
Mengajak seluruh warga, rekan-rekan pendidik, dan juga para siswa untuk tidak melewatkan momentum emas ini. Mari kita jadikan Masjid Al Mu’minun sebagai tempat ternyaman untuk bersujud dan bersilaturahmi. "Kemenangan Ramadhan bukan saat kita memiliki baju baru, tapi saat kita memiliki hati yang baru dan pribadi yang lebih bertaqwa." Informasi lengkap mengenai jadwal Imam, petugas Kultum, dan donasi shodaqoh dapat Bapak/Ibu akses dengan memindai barcode pada gambar atau mengunjungi blog resmi lingkungan kita di: gayampermai-bna.blogspot.com. 
Sampai bertemu di shaf depan!
Share:

Menu Ramadhan 1447 Hijriyah Tahun 2026 Masehi

Marhaban ya Ramadhan! Keluarga besar Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai mengundang Bapak/Ibu dan seluruh warga untuk mengisi bulan suci dengan rangkaian kegiatan Amaliah Ramadhan yang penuh pahala.
Share:

Ternyata Dermawan dan Ulama Bisa Masuk Neraka?

Gayam Permai, Banjarnegara
– Alhamdulillah, pada Ahad pagi ini, 8 Februari 2026, warga Perumahan Gayam Permai kembali berkumpul dalam majelis ilmu rutin yang penuh keberkahan. Hadir sebagai narasumber, Ustadz Ulil Albab Al Hafidz, pengasuh Ponpes Noto Ati Banjarnegara, yang memberikan mutiara ilmu sebagai bekal kita menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. 
Berikut adalah poin-poin penting (resume) dari kajian tersebut untuk kita renungkan bersama: 

1. Waspada Hadits Palsu Seputar Ramadhan 
Ustadz Ulil Albab menekankan pentingnya bagi kita untuk memverifikasi sumber ilmu. Menjelang Ramadhan, seringkali beredar hadits-hadits palsu (maudhu') yang terdengar indah namun tidak memiliki sanad yang jelas. Kita diingatkan untuk tetap berpegang pada hadits shahih agar ibadah kita memiliki landasan yang kuat. 
Salah satu hadits shahih yang menjadi landasan utama kita adalah: 
"Man shoma romadhona imanan wahtisaban, ghufiro lahu ma taqoddama min dzanbih.
(Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu). 

2. Ikhlas: Ruh dari Setiap Amal 
Poin paling menggetarkan dalam kajian tadi adalah peringatan tentang tiga golongan yang justru diseret ke neraka: Orang yang dermawan Ahli ilmu/Ulama Syuhada (orang yang mati syahid) Mengapa mereka masuk neraka? Karena amal mereka kehilangan "Ruh"-nya, yaitu Ikhlas. Mereka beramal hanya untuk dipuji (riya'), bukan karena Allah. Tanpa keikhlasan, amal sebesar gunung pun akan sia-sia di hadapan-Nya. 

3. Tipu Daya Syaitan dan Benteng Mukhlasin 
Ustadz mengingatkan kembali sumpah Iblis/Syaitan yang akan menyesatkan seluruh manusia. Namun, Syaitan mengakui ada satu golongan yang tidak bisa mereka sentuh, yaitu Al-Mukhlasin (orang-orang yang dipilih Allah karena keikhlasannya). Ikhlas bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan kondisi hati yang murni hanya mengharap ridha Allah SWT. 

4. Rumus Menjaga Niat 
Untuk mencapai derajat ikhlas, kita diberikan pesan praktis: 
 Perbaiki niat sebelum beramal: Pastikan "Mengapa" kita melakukannya hanya karena Allah. 
 Jaga niat saat beramal: Jangan biarkan pujian manusia memalingkan tujuan hati kita di tengah jalan. 

Semoga kajian Ahad pagi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menata hati (Noto Ati). Apalah arti puasa dan ibadah kita jika hanya sekadar menggugurkan kewajiban tanpa makna dan keikhlasan. Terima kasih kepada Ustadz Ulil Albab Al Hafidz atas ilmu yang disampaikan. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqomahan warga Gayam Permai dalam menuntut ilmu. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Share:

Mulai Ahad dengan Cahaya

Perumahan Gayam Permai
. Ahad pagi di Perumahan Gayam Permai insyaAllah akan terasa berbeda. Bukan sekadar waktu untuk beristirahat atau bersantai di rumah, tetapi menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, menambah ilmu, dan memperkuat kebersamaan di Masjid Al Mu’minun. Pada Ahad, 8 Februari 2026, Takmir Masjid Al Mu’minun kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi, sebuah agenda yang sudah dinanti-nantikan oleh jamaah. 
Kegiatan ini dimulai dengan Sholat Subuh berjama’ah pukul 04.30 WIB. Ada kehangatan tersendiri ketika pagi dimulai dengan sholat bersama, berdiri berdampingan, dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Usai sholat Subuh, suasana masjid akan semakin hidup dengan hadirnya Ustadz Ulil Albab Al Hafidz dari Pondok Pesantren Noto Ati. 
Beliau akan menyampaikan kajian yang insyaAllah ringan, menyentuh, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar ceramah, tetapi juga pengingat agar kita lebih dekat dengan Allah dalam setiap langkah hidup kita. 

 Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isra’ ayat 78: 
 “Aqimish shalaata liduluukisy syamsi ilaa ghasaqil laili wa qur-aanal fajri, inna qur-aanal fajri kaana masyhuudaa.” 
 “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) sholat Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).” 

Ayat ini mengingatkan kita betapa istimewanya sholat Subuh dan betapa besar keutamaannya. Maka, menghadiri sholat Subuh berjama’ah dan dilanjutkan dengan kajian adalah cara indah untuk memulai hari. Dan tentu saja, kebersamaan tidak berhenti di kajian saja. 

Setelah tausiyah, jamaah akan diajak untuk menikmati ramah tamah dan sarapan bersama yang telah dipersiapkan dengan penuh keikhlasan oleh Ibu-Ibu Majelis Taklim Asy Syifa. Suasana santai, hangat, dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen silaturahmi yang sangat berharga bagi warga Gayam Permai. 
Takmir Masjid Al Mu’minun mengajak seluruh warga bapak, ibu, remaja, dan anak-anak untuk hadir dan meramaikan Kajian Rutin Ahad Pagi ini. Semoga setiap langkah menuju masjid menjadi pahala, setiap ilmu yang didengar menjadi cahaya, dan setiap kebersamaan menjadi keberkahan bagi kita semua. Takmir Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai
Share:

[Kajian Ahad Pagi] Fenomena Kematian Mendadak: Alarm Akhir Zaman dan Bekal Kita

Banjarnegara, 1 Februari 2026 – Mengawali bulan Februari dengan penuh perenungan, jamaah Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai kembali berkumpul dalam Kajian Ahad Pagi yang khidmat. Kajian Ahad disampaikan oleh Ustadz Yusman,SHI, Topik yang diangkat kali ini cukup menyentak kesadaran kita semua, yakni mengenai fenomena kematian mendadak sebagai salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat.





 إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُشَلَّ الْفَتَى (وفي رواية: أَنْ يَتَفَشَّى) مَوْتُ الْفَجْأَةِ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدُ طُرُقًا 

 "Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah munculnya (tersebarnya) kematian mendadak, dan dijadikannya masjid-masjid sebagai jalanan (perlintasan)." (HR. Thabrani). 


Kematian Mendadak dan Masjid yang "Terasing" Dalam kajian tadi pagi, disampaikan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan nubuat mengenai kondisi akhir zaman. Salah satu tandanya adalah ketika masjid hanya dijadikan tempat perlintasan atau "jalan-jalan" tanpa ditegakkan sholat di dalamnya, serta maraknya peristiwa kematian mendadak (mautul faja'ah). 
Secara medis, kita mungkin mengenalnya sebagai henti jantung atau penyebab lainnya. Namun, secara maknawi, ini adalah pengingat bahwa kesempatan bertaubat bisa tertutup kapan saja tanpa aba-aba sakit terlebih dahulu. 

Bagaimana Sikap Kita Sebagai Muslim? 
Menghadapi kenyataan bahwa maut bisa menjemput saat kita sedang bekerja, beristirahat, atau bahkan saat bercengkrama, kajian hari ini merangkum tiga langkah utama yang harus kita pegang teguh: 
  1. Yakini Takdir dengan Sepenuh Hati Kita harus mengimani bahwa ajal adalah rahasia Allah yang sudah tertulis di Lauh Mahfuzh. Keyakinan yang kuat pada takdir akan melahirkan ketenangan jiwa. Tidak ada yang bisa mempercepat atau menunda kematian jika waktunya telah tiba. Dengan meyakini ini, kita tidak akan merasa cemas berlebihan, melainkan menjadi lebih waspada dalam beramal. 
  2. Isti’adah (Memohon Perlindungan) Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berlindung dari kematian mendadak yang buruk. Kita dianjurkan rutin memohon perlindungan kepada Allah agar jika maut datang menjemput, kita berada dalam kondisi terbaik (Husnul Khotimah). Mintalah perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian di setiap doa kita. 
  3. Memperbanyak Istighfar Karena kita tidak tahu kapan "pintu" dunia akan tertutup, maka Istighfar adalah kunci. Istighfar bukan hanya pembersih dosa, tapi juga penarik rahmat Allah. Jadikan lisan kita basah dengan permohonan ampun agar saat maut datang secara tiba-tiba, kalimat terakhir yang atau kondisi batin kita sedang dalam keadaan bertaubat kepada Allah SWT. 

Kajian pagi ini di Masjid Al-Mu’minun bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengajak warga Gayam Permai agar lebih bijak dalam memanfaatkan waktu. Mari kita makmurkan masjid kita bukan sekadar sebagai bangunan megah, tetapi sebagai rumah tempat kita bersujud dan menimba ilmu. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan mewafatkan kita semua dalam keadaan iman yang sempurna. Amin. Simak terus update kegiatan rutin dan ringkasan kajian Masjid Al-Mu'minun hanya di laman resmi warga: gayampermai-bna.blogspot.com.










Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget