Laporan Kegiatan Amaliyah Ramadhan 1447 H

LAPORAN KEGIATAN AMALIYAH RAMADHAN 1447 H 
TA'MIR MASJID AL-MU'MINUN 
PERUMAHAN GAYAM PERMAI 

DAFTAR ISI 
DAFTAR GAMBAR 
BAB I: PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
B. Maksud dan Tujuan 
C. Sasaran Kegiatan 

BAB II: PELAKSANAAN KEGIATAN 
A. Sholat Berjama'ah 
B. Puasa Bulan Ramadhan 
C. Tadarus Al-Qur'an 
D. Sholat Tarawih Berjama'ah 
E. I'tikaf 
F. Kajian Ba'da Subuh dan Tarawih 
G. Buka Puasa Bersama 
H. Sahur Bersama 
I. Anjangsana ke Panti Asuhan 
J. Pengumpulan dan Penyaluran Zakat Fitrah & Mal 

BAB III: PENUTUP 
A. Kesimpulan 
B. Saran 
LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR 
Gambar 1. Poster Publikasi Kegiatan Ramadhan Corner 1447 H 
Gambar 2. Rincian Menu Kegiatan Amaliyah Ramadhan 1447 H 



BAB I: PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 
Bulan suci Ramadhan adalah momen yang penuh berkah dan ampunan, di mana setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Dalam rangka menyemarakkan syiar Islam dan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan 1447 H, Ta'mir Masjid Al-Mu'minun Perumahan Gayam Permai menyelenggarakan serangkaian kegiatan keagamaan yang terangkum dalam "Amaliyah Ramadhan 1447 H". 

B. Maksud dan Tujuan 
Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan jamaah Masjid Al-Mu'minun.  
Mempererat tali silaturahmi antar warga Perumahan Gayam Permai.  
Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial selama bulan Ramadhan.  
Memberikan fasilitas bagi jamaah untuk meraih keutamaan ibadah di bulan suci.  

C. Sasaran Kegiatan  
Seluruh warga muslim di lingkungan Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya.  


BAB II:  PELAKSANAAN KEGIATAN  

Berikut adalah rincian pelaksanaan kegiatan yang telah diselenggarakan selama bulan Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu'minun: 
  1. Sholat Berjama'ah: Pelaksanaan sholat fardhu 5 waktu secara berjamaah menjadi menu utama untuk meningkatkan kekhusyukan dan kebersamaan.  
  2. Puasa Bulan Ramadhan: Memfasilitasi dan mendukung kelancaran ibadah puasa seluruh jamaah.  
  3. Tadarus Al-Qur'an: Kegiatan membaca Al-Qur'an bersama yang diadakan setiap hari 1 Juz dilaksanakan ba'da Sholat Tarawih. untuk mengejar pahala membaca 10 kebaikan di setiap hurufnya.  
  4. Sholat Tarawih Berjama'ah: Ibadah sunnah sholat tarawih dilaksanakan setiap malam di bulan Ramadhan dengan pahala berlipat ganda.  
  5. I'tikaf: Memberikan kesempatan bagi jamaah untuk beri'tikaf di masjid, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, yang dilanjutkan dengan sahur bersama. (10 Hari Terakhir) 
  6. Kajian Ba'da Subuh dan Tarawih: Mengadakan kajian ilmu agama yang diisi oleh Ustadz dari luar dan Ustadz anak-anak remaja untuk menambah wawasan keislaman.  Dengan MC anak-anak TPQ
  7. Sahur Bersama: Menyediakan sahur bersama untuk jamaah yang melaksanakan i'tikaf. (10 Hari Terakhir) 
  8. Bazar Ramadhan dilaksanakan oleh Ibu-Ibu Majelis Taklim Asy Syifa (tanggal 8 Maret 2026)
  9. Anjangsana ke Panti Asuhan: Kegiatan sosial yang dikoordinasi oleh Ibu-Ibu Asy Syifa sebagai bentuk kepedulian kepada sesama hasil dari bazar.
  10. Pengumpulan dan Penyaluran Zakat Fitrah & Mal: Panitia menerima dan menyalurkan zakat fitrah serta zakat mal dari para jamaah kepada yang berhak menerima.  (dilaksanakan tgl 13 - 15 Maret 2026 dan dibagikan ke yang berhak pada tanggal 16 Maret 2026)


BAB III:  PENUTUP  

A. Kesimpulan  
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu'minun telah berjalan dengan lancar atas partisipasi aktif dari seluruh jamaah dan kerja keras panitia. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi kita semua.  
B. Saran  
Evaluasi dan masukan dari jamaah sangat diharapkan untuk perbaikan penyelenggaraan kegiatan Ramadhan di tahun-tahun mendatang.  

LAMPIRAN 
Dokumentasi Foto Kegiatan 
Laporan Pengumpulan Zakat
Jadwal Imam dan Kultum Poster dan materi publikasi.

Download Laporan Kegiatan


Share:

Gerakan Sedekah Kreatif: Ibu-Ibu Asy-Syifa Gayam Permai Salurkan Hasil Bazar ke 5 Yayasan Sosial

Banjarnegara, 22 Maret 2026 – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H tidak hanya terlihat melalui ibadah di dalam masjid, tetapi juga melalui aksi nyata di halamannya. Salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Amaliyah Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu’minun adalah Bazar Amal yang dikoordinir oleh Majelis Taklim Ibu-Ibu Asy-Syifa Perumahan Gayam Permai.  
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Maret 2026 ini bukan sekadar ajang jual beli, melainkan sebuah jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian warga dengan mereka yang membutuhkan. Bazar Hasil Sedekah Warga Keunikan dari Bazar ini adalah seluruh barang yang diperjualbelikan merupakan hasil shodaqoh dari Ibu-ibu Majelis Taklim Asy-Syifa dan seluruh warga Perumahan Gayam Permai.  
Warga dengan antusias menyumbangkan berbagai barang layak pakai hingga kebutuhan pokok untuk dijual kembali dengan harga terjangkau, di mana seluruh hasilnya diniatkan untuk donasi. "Antusiasme warga luar biasa. Ini membuktikan bahwa warga Gayam Permai memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi untuk saling membantu melalui wadah Majelis Taklim kita," ujar salah satu perwakilan pengurus Asy-Syifa.  

Pentasarufan:  
Menjangkau Panti dan Yayasan Sosial Setelah melalui proses pengumpulan hasil penjualan, Majelis Taklim Asy-Syifa memastikan amanah warga sampai ke tangan yang tepat. Hasil Bazar tersebut telah ditasarufkan (disalurkan) kepada beberapa institusi sosial dan pendidikan di wilayah Banjarnegara, antara lain: 

Griya Qur'an Amanah  

Panti Asuhan (PA) Al-Hidayah Gemuruh  :



PA PKU Aisyiyah Cabang Blambangan  :


PA Al-Munawarroh Banjarnegara : 


Yayasan BAKESOS Kauman Banjarnegara :





Penyaluran ini diharapkan dapat membantu operasional panti asuhan dan yayasan dalam membina anak-anak yatim serta dhuafa, terutama dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Bagian dari "Menu Ramadhan" 1447 H Kegiatan Bazar Amal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kalender kegiatan Amaliyah Ramadhan Masjid Al-Mu’minun. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi masjid di Perumahan Gayam Permai sangat dinamis—tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan perempuan dan aksi kemanusiaan. 
Melalui langkah nyata Majelis Taklim Asy-Syifa, kita diajarkan bahwa sedekah tidak harus selalu dalam bentuk uang tunai langsung. Barang-barang yang kita miliki, jika dikelola dengan manajemen yang baik seperti kegiatan Bazar ini, dapat berubah menjadi aliran pahala yang menjangkau banyak panti asuhan di Banjarnegara. Terima kasih kepada Ibu-ibu Majelis Taklim Asy-Syifa dan seluruh donatur warga Gayam Permai. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Share:

Halal Bi Halal 1447 H

Banjarnegara, 21 Maret 2026 – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti pelataran Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai pagi tadi. Acara Halal Bi Halal 1 Syawal 1447 H menjadi puncak dari seluruh rangkaian pengaderan spiritual warga selama sebulan penuh. Bukan sekadar seremonial, acara ini menjadi momen "saling melebur dosa" dan memberikan panggung apresiasi bagi tunas bangsa. 


Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Yusman, S.HI., selaku Ketua Penyelenggara Kegiatan Amaliyah Ramadhan sekaligus mewakili jajaran Takmir Masjid. Beliau memaparkan keberhasilan berbagai program, mulai dari kajian hingga pengelolaan zakat yang berjalan lancar.


 

Dalam suasana yang menyentuh, Bapak Yusman juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus mewakili seluruh panitia dan warga.  
"Jika dalam interaksi kita selama sebulan penuh di masjid ini ada kata yang melukai atau sikap yang kurang berkenan, mari kita bersihkan hati di hari yang fitri ini," tutur beliau. 
Bapak Suyadi selaku Wakil Ketua RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara, menerima ikrar maaf dari seluruh warga. Beliau menyambut hangat permohonan maaf tersebut dengan penuh keikhlasan. Dalam sambutannya, Bapak Suyadi menekankan bahwa kerukunan antar tetangga di Gayam Permai adalah aset yang paling berharga. Beliau berharap agar semangat saling menjaga dan memaafkan ini tidak hanya berhenti di hari raya, tetapi menjadi karakter permanen warga Perumahan Gayam Permai, Kutabanjarnegara. 
Kajian Subuh Salah satu momen pada menu kegiatan Ramadhan yang melibatkan anak-anak TPQ, mereka terlibat sebagai MC dalam Kegiatan tersebut. Pada acara Halal bi halal ini diberikan apresiasi khusus kepada anak-anak hebat yang telah bertugas menjadi pembawa acara (MC) dalam kegiatan Kajian Subuh selama bulan Ramadhan. Langkah Takmir Masjid Al-Mu’minun memberikan panggung bagi anak-anak ini dinilai sangat positif sebagai bentuk kaderisasi sejak dini. 
  "Melihat anak-anak kita berani tampil memandu kajian di waktu subuh adalah sebuah kebanggaan. Mereka adalah masa depan Masjid Al-Mu’minun,"  


Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat memacu semangat anak-anak lain untuk lebih mencintai masjid dan aktif dalam kegiatan keagamaan di masa mendatang. Refleksi Akhir: Menuju Gayam Permai yang Lebih Harmonis Acara Halal Bi Halal ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman (mushafahah) yang diikuti oleh seluruh warga dengan penuh keakraban.  
Rangkaian Ramadhan 1447 H telah usai, namun jejak-jejak kebaikannya mulai dari kedisiplinan shalat berjamaah, kedermawanan zakat, hingga keberanian anak-anak kita tampil di depan umum akan terus menjadi energi positif bagi kemajuan lingkungan Perumahan Gayam Permai.  

Kilas Balik "Menu Ramadhan" 1447 H Kesuksesan Halal Bi Halal ini tidak lepas dari rentetan kegiatan amaliyah yang telah dijalankan dengan istiqomah oleh warga, antara lain: 
  • Semarak Malam di Masjid: Pelaksanaan Shalat Tarawih berjamaah dan Tadarus Al-Qur'an yang selalu dipadati jamaah.  
  • Indahnya Berbagi: Buka Puasa Bersama, pembagian Takjil untuk pengguna jalan, hingga santunan kepada Anak Yatim dan Dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial. 

Sprint Akhir Ramadhan: 
Kegiatan I’tikaf bersama dan Sahur Bersama yang memperkuat sisi spiritualitas dan kekeluargaan warga di 10 malam terakhir.  
Kewajiban Zakat: Pengelolaan Zakat Fitrah dan Mal yang dikoordinir secara profesional oleh panitia untuk disalurkan kepada yang berhak. Menatap Masa Depan dengan Semangat Persaudaraan Rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H di Perumahan Gayam Permai telah membuktikan bahwa keterbatasan dan kesibukan duniawi tidak menghalangi warga untuk bersatu dalam kebaikan. Senyum dan sapa hangat yang terjalin saat bersalaman di acara Halal Bi Halal tadi pagi adalah bukti nyata bahwa persaudaraan di lingkungan kita telah naik kelas. Selamat Idul Fitri 1447 H. 

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin.



Share:

Hidup sebagai Muslim di Amerika: Toleransi, Makanan Halal, dan Dunia Kampus

Agam Setyono
Menjadi seorang Muslim di Amerika Serikat adalah pengalaman yang unik, penuh tantangan sekaligus peluang. Disampaikan oleh Agam Setyono pada Kajian Subuh Ramadhan 1447 H Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai, 19 Maret 2026. Beliau yang telah mengabdi di Kementerian Keuangan Republik Indonesia sejak 2014 dan memiliki latar belakang di bidang digital forensik serta analisis data. Berkesempatan melanjutkan studi Master of Science in Criminal Justice di Boston University pada tahun 2023 membuka perspektif baru bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kehidupan sebagai Muslim di negeri minoritas.
Amerika Serikat dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang sangat beragam. Berbagai latar belakang etnis, budaya, dan agama hidup berdampingan. Di kota seperti Boston, keberagaman ini terasa nyata mulai dari mahasiswa internasional, komunitas diaspora, hingga masyarakat lokal yang terbuka terhadap perbedaan.

 

Sebagai mahasiswa internasional, Beliau berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara dan keyakinan. Hal ini menciptakan lingkungan yang kaya akan perspektif, sekaligus menuntut kita untuk mampu beradaptasi dan menjelaskan identitas kita sebagai Muslim dengan bijak.
Salah satu nilai utama di Amerika adalah kebebasan beragama. Konstitusi menjamin setiap individu untuk menjalankan keyakinannya, termasuk Islam. Di kampus seperti Boston University, fasilitas ibadah tersedia, dan organisasi mahasiswa Muslim aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan. juga terdapat masjid sebagai salah satu sarana di universitas ini. 

Namun, sebagai minoritas, tetap ada tantangan. Misalnya:
Kurangnya pemahaman sebagian masyarakat tentang Islam Stereotip yang muncul akibat pemberitaan global Keterbatasan waktu dan tempat untuk ibadah di tengah kesibukan akademik Meski demikian, pengalaman Beliau menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat bersikap toleran dan menghargai perbedaan. Dialog terbuka dan sikap ramah menjadi kunci dalam membangun pemahaman yang lebih baik.
Menjaga kehalalan makanan adalah bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Di Boston, akses terhadap makanan halal relatif lebih mudah dibandingkan kota kecil di Amerika. Beberapa pengalaman yang Beliau rasakan: Tersedia restoran halal dari berbagai negara (Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Indonesia) Supermarket tertentu menyediakan produk bersertifikat halal. Banyak mahasiswa Muslim memilih memasak sendiri untuk memastikan kehalalan. Meski demikian, tetap diperlukan kehati-hatian, terutama dalam membaca label makanan dan memastikan sumber bahan yang digunakan.

Studi dan Profesionalisme: Menguatkan Peran sebagai Muslim  
Melanjutkan studi di bidang Cybercrime Investigation & Cybersecurity dan Crime Analysis memberikan pada Beliau kesempatan untuk mengembangkan keahlian di bidang yang sangat relevan dengan pekerjaan Beliau di Kementerian Keuangan. Sebagai seorang Muslim, Beliau meyakini bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sangat selaras dengan dunia investigasi digital dan analisis data yang ditekuni. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kompetensi profesional, tetapi juga memperdalam makna menjadi seorang Muslim yang mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan global.

Menjadi Duta Islam di Negeri Orang  
Menjadi Muslim di Amerika bukan sekadar menjalankan ibadah secara personal, tetapi juga menjadi representasi Islam itu sendiri. Setiap sikap, ucapan, dan tindakan kita mencerminkan nilai-nilai agama yang kita anut. Pengalaman Beliau di Boston mengajarkan bahwa: Islam dapat dijalankan di mana saja dengan niat dan komitmen yang kuat Toleransi dan dialog adalah jembatan antar perbedaan Muslim memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang damai di dunia global Sebagai mahasiswa dan profesional, kita tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga membawa misi untuk menunjukkan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
 Bisa lihat di Tiktok : Tiktok GP

Share:

Jangan Jadi "Hamba Musiman": Pesan Tarawih untuk Menjaga Ritme Ibadah

Gayam Permai, Banjarnegara – Malam-malam terakhir Ramadhan di Masjid Al-Mu’minun selalu membawa suasana haru sekaligus tanya. Di sela-sela shalat Tarawih, sebuah renungan mendalam mengemuka: "Setelah Ramadhan berlalu, apakah ketaatan kita juga ikut berlalu?" Pertanyaan ini menjadi inti dari tausiyah yang menekankan pentingnya menjadi hamba Allah di sepanjang waktu, bukan hanya hamba Allah di bulan suci saja.  
1. Fenomena "Hamba Ramadhan"  
Ada sebuah istilah dari para ulama salaf yang sangat menyentil kita: “Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja.” Kita melihat masjid penuh, Al-Qur’an dibaca setiap saat, dan tangan begitu ringan bersedekah selama Ramadhan. Namun, seringkali pemandangan ini berubah drastis saat memasuki bulan Syawal. Masjid mulai sepi, mushaf Al-Qur’an kembali berdebu, dan sifat kikir kembali muncul. Inilah yang disebut sebagai "Hamba Ramadhan"—orang yang ibadahnya musiman.  
2. Tuhan Ramadhan adalah Tuhan Bulan-Bulan Lainnya  
Allah yang kita sembah di malam-malam Tarawih adalah Allah yang sama yang tetap mengawasi kita di bulan Syawal, Dzulqa'dah, hingga Ramadhan tahun depan. Kewajiban shalat lima waktu tidak berkurang fasenya. Larangan maksiat tidak menjadi halal setelah lebaran. Jika kita mampu menahan diri dari yang halal (makan dan minum) di siang hari Ramadhan, seharusnya kita lebih mampu lagi menahan diri dari yang haram di bulan-bulan lainnya.  
3. Ramadhan Sebagai "Madrasah", Bukan "Finish"  
Ramadhan seharusnya dianggap sebagai Madrasah (Tempat Belajar) atau pusat pelatihan. Selama 30 hari kita dilatih disiplin waktu melalui sahur dan buka. Kita dilatih kesabaran melalui menahan haus dan lapar. Kita dilatih kepedulian melalui zakat dan sedekah. Hasil dari sebuah pelatihan bukan dilihat saat pelatihan berlangsung, melainkan setelah pelatihan selesai. Kesuksesan Ramadhan seseorang diukur dari seberapa istiqomah ia menjaga shalat subuhnya, tilawahnya, dan akhlaknya di bulan-bulan berikutnya.  
4. Tips Menjaga Istiqomah Pasca-Ramadhan  
Bagaimana agar api ibadah tidak padam? Mulai dari yang Kecil: Jika di Ramadhan kita sanggup 1 juz sehari, maka di luar Ramadhan jagalah minimal 1 halaman sehari. Yang penting konsisten (istiqomah).  
  • Cari Teman Sholih: Tetaplah berjamaah di Masjid Al-Mu’minun. Lingkungan yang baik di Gayam Permai akan menjaga kita agar tidak futur (lemah semangat). 
  • Doa Peneguh Hati: Jangan putus memanjatkan doa: "Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu). 
Janganlah kita menjadi "Hamba Ramadhan" yang hanya taat saat suasana mendukung. Jadilah "Hamba Rabbani", yaitu hamba Allah yang istiqomah dalam kondisi apa pun dan di bulan apa pun. Ingatlah, Ramadhan akan pergi, namun Allah selalu ada. Mari kita buktikan bahwa didikan Ramadhan tahun ini benar-benar membekas dalam setiap tarikan napas kita di bulan-bulan mendatang.
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget