Gayam Permai, Banjarnegara – Kajian Subuh Ramadhan Masjid Al-Mu’minun pada Jumat, 27 Februari 2026 bersama Bp. Lukman Jarir.
Selain berada di bulan suci Ramadhan, hari ini bertepatan dengan Sayyidul Ayyam (Penghulunya Hari), yakni hari Jumat.
Mengawali kajiannya, Ustadz Ir. Lukman Jarir mengingatkan para jamaah akan besarnya pelipatgandaan pahala di hari Jumat, terlebih ketika berada di dalam bulan Ramadhan.
Beliau mengajak warga Gayam Permai untuk tidak menyia-nyiakan momentum emas ini dengan meningkatkan kualitas ibadah, terutama ibadah yang paling utama: Shalat.
Apa Itu Shalat?
Sebelum membahas manfaatnya, Ustadz Lukman Jarir menjelaskan makna shalat dari dua sudut pandang:
Secara Bahasa:
Shalat berarti Doa. Ini menunjukkan bahwa setiap gerakan dan bacaan dalam shalat pada hakikatnya adalah permohonan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Secara Istilah (Syariat): Shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu, yang diawali dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan Salam.
"Shalat bukan sekadar rutinitas fisik atau olahraga, melainkan bentuk penghambaan total dan komunikasi ruhani antara makhluk dengan Allah SWT," tegas beliau.
1. Shalat: Perintah Langsung di Sidratul Muntaha
Ustadz Lukman menekankan keistimewaan shalat dibandingkan ibadah lainnya. Jika zakat, puasa, dan haji diturunkan melalui malaikat Jibril di bumi, maka perintah shalat diterima langsung oleh Rasulullah ﷺ di Sidratul Muntaha saat peristiwa Isra Mi’raj. Ini menandakan bahwa shalat adalah tiang agama yang kedudukannya sangat krusial.
2. Shalat sebagai Penolong (QS. Al-Baqarah: 153)
Mengutip ayat Al-Qur'an, beliau menjelaskan bahwa shalat adalah kebutuhan manusia untuk mendapatkan kekuatan hidup.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Saat masalah terasa berat, shalatlah yang menjadi tempat "istirahat" dan sarana memohon bantuan langsung kepada Pemilik Alam Semesta.
3. Keseimbangan dalam Shalat: Kunci Kesempurnaan
Agar shalat berbuah manfaat, ia harus dilakukan sesuai syarat dan rukun secara proporsional. Ustadz Lukman membagi kesempurnaan shalat menjadi tiga bagian setara (masing-masing 1/3):
1/3 Bersuci (Thaharah): Shalat tidak akan diterima tanpa kesempurnaan wudhu dan kesucian lahiriah.
1/3 Ruku’: Menandakan ketundukan dan pengakuan atas keagungan Allah.
1/3 Sujud: Saat manusia berada di titik terendah secara fisik, namun secara spiritual berada di posisi paling dekat dengan Allah.
4. Shalat sebagai Barometer Amal Lainnya
Pesan penutup yang paling kuat adalah posisi shalat sebagai penentu. Di padang Mahsyar kelak, amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat.
"Shalat adalah barometer," tegas Ustadz Lukman. Jika shalatnya baik (sesuai rukun dan khusyuk), maka amalan lainnya akan dianggap baik. Jika shalatnya rusak, maka amalan lain akan sulit untuk menolong.
Di hari Jumat yang berkah ini, mari kita perbaiki cara kita shalat. Mari kita jadikan shalat sebagai "kebutuhan" untuk tenang, bukan "beban" yang ingin cepat diselesaikan. Semoga dengan benarnya shalat kita, maka keberkahan hidup di lingkungan Perumahan Gayam Permai semakin melimpah.














.heic)
.heic)
.heic)
.heic)















