Masihkah Hati Kita Sejalan dengan Fitrah

Gayam Permai, Banjarnegara – Cahaya fajar di Masjid Al-Mu’minun pada Senin, 2 Maret 2026, membawa pesan mendalam bagi para jamaah. Bapak Lukman, AMd. dalam Kajian Subuh Ramadhan kali ini mengupas tuntas rahasia hati manusia dalam mengenali dan menerima kebenaran. Beliau menekankan bahwa setiap manusia pada dasarnya telah memiliki "kompas internal" yang menuntunnya pada kebaikan.  

1. Fitrah Sebagai Fondasi Kebenaran (QS. Ar-Rum: 30)  
Mengawali kajiannya, Bapak Lukman mengutip ayat yang sangat fundamental, yaitu QS. Ar-Rum ayat 30:  
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus..."  

Beliau menjelaskan bahwa Fitrah adalah kondisi asli manusia saat diciptakan—yakni cenderung kepada tauhid dan kebenaran. Kebenaran bukanlah hal asing bagi jiwa manusia; ia adalah sesuatu yang "cocok" dengan desain asli hati kita.  

2. Mengapa Hati Sulit Menerima Kebenaran?  
Meski memiliki fitrah, tidak semua manusia mudah menerima kebenaran. Bapak Lukman memaparkan bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang harus dijaga agar pintu hati tetap terbuka. Beliau merinci 10 Hal yang dapat mempengaruhi penerimaan kebenaran dalam diri seorang hamba (berikut poin-poin sarinya):  
  1. Kesucian Niat: Benarkah kita mencari kebenaran, atau hanya mencari pembenaran atas keinginan kita?  
  2. Kerendahan Hati (Tawadhu): Lawan dari sombong. Hanya gelas yang kosong yang bisa diisi air.  
  3. Kekuatan Zikir: Hati yang berkarat karena jarang mengingat Allah akan sulit ditembus cahaya kebenaran.  
  4. Meninggalkan Fanatisme Buta: Tidak terpaku pada golongan atau pendapat pribadi jika terbukti ada dalil yang lebih kuat.  
  5. Menjaga Makanan yang Halal: Apa yang masuk ke perut sangat mempengaruhi kejernihan mata hati.  
  6. Kejujuran pada Diri Sendiri: Berani mengakui kesalahan saat diingatkan.  
  7. Lingkungan yang Shalih: Berteman dengan orang-orang yang mencintai kebenaran akan memperkuat fitrah kita.  
  8. Ketekunan dalam Menuntut Ilmu: Kebenaran seringkali tertutup oleh kebodohan (jahl). 
  9. Doa Memohon Petunjuk: Merasa butuh pada hidayah Allah setiap saat.  
  10. Pengamalan Ilmu: Ilmu yang diamalkan akan mengundang cahaya kebenaran yang lebih besar lagi.  

Bapak Lukman, AMd. berpesan agar di bulan Ramadhan ini, kita sering-sering ber-muhasabah (evaluasi diri). Apakah hati kita sudah cukup lunak untuk menerima nasihat? Atau justru ego kita yang lebih dominan? "Kebenaran itu seperti cahaya matahari," ujar beliau. "Ia tidak akan masuk ke dalam ruangan yang jendelanya tertutup rapat oleh debu kesombongan. Mari kita bersihkan jendela hati kita di bulan suci ini."



Share:

No comments:

Post a Comment

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget