Showing posts with label Fiqih. Show all posts
Showing posts with label Fiqih. Show all posts

Al-Qur'an Sebagai SOP Kehidupan: Merawat Bumi Hingga Hakikat Ujian Harta


BANJARNEGARA – Sebuah nikmat yang tiada terkira dapat mengikuti kajian pagi hari setelah melaksanakan Sholat Subuh Berjama'ah.  Agenda rutin Kajian Ahad Pagi di Perumahan Gayam Permai pada Ahad pagi, 14 Juni 2026. 
Pada kesempatan kali ini, majelis ilmu menghadirkan Ustadz Yusman sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas mengenai esensi Al-Qur'an sebagai panduan hidup manusia, tanggung jawab ekologis, hingga bagaimana seorang Muslim menyikapi titipan berupa harta dan keturunan.

3M: Membaca, Memahami, dan Mengamalkan Al-Qur’an

Ustadz Yusman mengawali kajian dengan mengingatkan jamaah akan pentingnya berinteraksi secara kaffah (menyeluruh) dengan kitab suci. Menurut beliau, hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti hanya sampai pada tingkat lisan saja, melainkan harus mencakup tiga tahapan utama:Membaca (mendatangkan pahala di setiap hurufnya).Memahami (mentadabburi arti dan maknanya).Mengamalkan (menerapkannya dalam perilaku sehari-hari)."Al-Qur'an itu ibarat SOP (Standard Operating Procedure) dalam kehidupan kita. Jika sebuah mesin memiliki buku panduan agar tidak rusak, maka manusia memiliki Al-Qur'an sebagai panduan operasional hidupnya. 
Siapa saja yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama, maka dijamin akan selamat dunia dan akhirat, serta tidak akan pernah tersesat," tegas Ustadz Yusman. 

Menjaga Bumi dan Larangan Berbuat Kerusakan (Tafsir QS. Al-Baqarah)
Sebagai wujud mengamalkan Al Qur'an, satu poin kontekstual yang disoroti dalam kajian ini adalah implementasi takwa dalam menjaga lingkungan sekitar. Merujuk pada ayat-ayat dalam Surah Al-Baqarah, manusia dipilih sebagai khalifah di bumi bukan untuk merusak, melainkan untuk merawat. Ustadz Yusman menekankan tindakan nyata yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari warga perumahan, yaitu larangan membuang sampah sembarangan. Menjaga kebersihan lingkungan, mengelola limbah rumah tangga dengan bijak, dan tidak mengotori fasilitas umum adalah bagian langsung dari perintah agama untuk tidak berbuat kerusakan (fasad) di muka bumi.  
Hubungan kita dengan Allah (habluminallah) harus berjalan selaras dengan hubungan kita menjaga alam (habluminal 'alam).Hakikat Harta dan Ujian Jiwa (Tafsir QS. Ali 'Imran: 186) 
Memasuki inti kajian berikutnya, Ustadz Yusman mengajak jamaah membedah konsep kepemilikan materi (mal) dalam Islam. Beliau menyitir Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 186: 

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu...”

Beliau memaparkan konteks atau asbabul wurud (latar belakang nilai luhur) mengenai bagaimana harta bekerja dalam psikologis manusia. Harta ibarat buah yang manis dan hijau; sangat memikat dan menyenangkan. Namun, Islam memberikan batasan moral yang tegas agar manusia tidak diperbudak oleh dunianya. 
Berikut beberapa poin penting terkait manajemen harta yang disampaikan beliau: 
Kemuliaan Memberi: Rasulullah SAW mengajarkan bahwa "tangan yang di atas jauh lebih baik daripada tangan yang di bawah." Mentalitas seorang Muslim di Perumahan Gayam Permai haruslah mentalitas pemberi dan penolong.Waspada Kelalaian: Keberadaan harta dan anak jangan sampai memalingkan fokus utama kita dari mengingat Allah SWT. Keduanya adalah amanah yang harus menuntun kita mendekat ke surga, bukan malah menjauhkan. 

Harta yang Abadi: 
Ustadz Yusman mengingatkan sebuah hakikat yang sering dilupakan orang: “Harta yang sesungguhnya kembali kepada kita di akhirat kelak bukanlah apa yang kita simpan di rekening atau yang kita nikmati sendiri di dunia, melainkan apa yang kita infakkan di jalan Allah.”

Kajian rutin Ahad Pagi ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kedamaian seluruh warga di lingkungan Perumahan Gayam Permai Banjarnegara. Semoga ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Yusman dapat menjadi lentera bagi kita semua dalam menyusun 'SOP' harian yang diridhai-Nya.Sampai jumpa pada Kajian Ahad Pagi berikutnya di Masjid Al-Mu'minun!

Link Instagram
Share:

Pentingnya Belajar Fiqih dalam Kehidupan Muslim


Islam adalah agama yang sempurna. Setiap ibadah yang dilakukan seorang muslim tidak cukup hanya dengan niat baik semata, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. Karena itulah ilmu fiqih menjadi sangat penting dipelajari oleh setiap muslim. Muhammad mengajarkan bahwa ibadah harus dilandasi ilmu, bukan sekadar kebiasaan, tradisi, atau perasaan. Banyak amalan terlihat baik di mata manusia, tetapi jika tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka amalan tersebut dapat tertolak di sisi Allah. 
Ilmu fiqih membantu seorang muslim memahami: Mana yang wajib dan mana yang sunnah Mana yang halal dan mana yang haram Tata cara ibadah yang benar Hukum-hukum syariat dalam kehidupan sehari-hari Adab bermuamalah dengan sesama manusia Tanpa ilmu fiqih, seseorang bisa saja beribadah dengan semangat tinggi namun tidak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. 
Pengertian Ilmu Fiqih Secara bahasa, fiqih berarti “pemahaman”. Sedangkan secara istilah, fiqih adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan amalan manusia berdasarkan dalil-dalil yang rinci. Fiqih membahas berbagai perkara seperti: 
Thaharah (bersuci) 
Shalat 
Puasa 
Zakat 
Haji 
Jual beli 
Pernikahan 
Warisan 
Hingga adab kehidupan sehari-hari 

Dengan mempelajari fiqih, seorang muslim akan mengetahui bagaimana cara beribadah yang benar sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ. 
Salah satu prinsip terbesar dalam Islam adalah ibadah harus mengikuti tuntunan Nabi ﷺ, bukan berdasarkan hawa nafsu atau kebiasaan manusia. Allah Ta’ala berfirman: 
 “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7) 
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang muslim wajib mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ dalam seluruh urusan agama. Rasulullah ﷺ juga bersabda: 
 “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Dalam riwayat lain disebutkan: 
 “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim) 
Hadits ini menjadi landasan penting bahwa ibadah tidak boleh dibuat-buat. Setiap amalan harus memiliki dalil yang sahih dari Al-Qur’an atau Sunnah. Syarat Diterimanya Amal Ibadah Para ulama menjelaskan bahwa diterimanya amal memiliki dua syarat utama:  
1. Ikhlas Karena Allah Amalan harus dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah, bukan untuk dipuji manusia. Allah berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)  
2. Sesuai Sunnah Rasulullah ﷺ Ibadah harus mengikuti contoh Rasulullah ﷺ. Muhammad bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari) Hal ini menunjukkan bahwa tata cara ibadah tidak boleh dibuat sendiri.  

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Seorang Muslim dalam Beribadah  
1. Menuntut Ilmu Sebelum Beramal Ilmu harus didahulukan sebelum amal. Banyak kesalahan ibadah terjadi karena kurangnya ilmu. Allah berfirman: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.” (QS. Muhammad: 19) Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum ucapan dan amalan.  
2. Memastikan Ada Dalilnya Seorang muslim hendaknya bertanya: Apakah amalan ini pernah dicontohkan Rasulullah ﷺ? Apakah para sahabat melakukannya? Adakah dalil yang sahih tentang amalan tersebut? Jika tidak ada dalil, maka hendaknya berhati-hati untuk tidak mengamalkannya.  
3. Mengikuti Sunnah Menghidupkan sunnah merupakan tanda cinta kepada Rasulullah ﷺ. Allah berfirman: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Ali Imran: 31)  
4. Menjauhi Bid’ah dalam Agama Bid’ah adalah perkara baru dalam ibadah yang tidak memiliki dasar syariat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim) Karena itu seorang muslim harus berhati-hati agar ibadahnya tidak tercampur dengan amalan yang tidak dicontohkan Nabi ﷺ.  
Contoh Amal yang Sesuai Sunnah Beberapa contoh amalan yang memiliki dalil kuat:  
Shalat lima waktu  
Shalat sunnah rawatib  
Puasa Ramadhan  
Puasa Senin-Kamis  
Membaca Al-Qur’an  
Dzikir pagi dan petang  
Bersedekah  
Menjaga silaturahmi  
Berbakti kepada orang tua 

Semua amalan tersebut memiliki contoh dan tuntunan dari Rasulullah ﷺ.  

Bahaya Beramal Tanpa Ilmu 
Beramal tanpa ilmu dapat menyebabkan: Ibadah tidak diterima Terjatuh pada kesesatan Menyebarkan amalan yang tidak benar Menganggap baik sesuatu yang tidak disyariatkan Karena itu para ulama sangat menekankan pentingnya belajar agama dari sumber yang benar. Kedudukan Sunnah dalam Islam Sunnah Rasulullah ﷺ adalah penjelas Al-Qur’an. Tidak mungkin seorang muslim memahami Islam dengan benar tanpa mengikuti Sunnah. Allah berfirman:  

“Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr (Al-Qur’an) agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (QS. An-Nahl: 44) 

Maka mengikuti Sunnah adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Penutup Ilmu fiqih adalah cahaya yang membimbing seorang muslim agar ibadahnya benar dan diterima Allah. Semangat beribadah harus dibarengi dengan ilmu dan ittiba’ kepada Rasulullah ﷺ. Jangan sampai seseorang rajin beramal namun ternyata amalannya tidak memiliki tuntunan dari Nabi ﷺ sehingga menjadi tertolak. Seorang muslim hendaknya selalu: Belajar agama dari sumber yang benar Mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Memastikan setiap ibadah memiliki dalil Menjauhi bid’ah dan perkara yang diada-adakan dalam agama Semoga Allah memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat, amal yang ikhlas, dan kemampuan untuk istiqamah mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Aamiin.

Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget