Laporan Distribusi Daging Qurban 1447 H

LAPORAN PENERIMAAN DAN DISTRIBUSI DAGING KURBAN 2026


A. JUMLAH DAGING

SAPI JUMLAH
SAPI 1116,5 Kg
SAPI 2145,5 Kg
SAPI 3147 Kg
SAPI 4133,5 Kg
SAPI 5133 Kg
SAPI 6137,5 Kg
Jumlah Total Daging Kurban 813 Kg

B. PERINCIAN SHOHIBUL QURBAN

Perhitungan (813/6) x 1/3 45,17 Kg
Jatah per Shohibul 45,17 / 7 6,45 Kg
Disepakati 6 Kg per Shohibul
Jumlah Shohibul 42 Orang
Total Daging Shohibul 42 x 6 252 Kg

C. DISTRIBUSI UMUM PER BUNGKUS 1 KG

No Penerima Jumlah
aKintilan Shohibul420 Kg
bNon Shohibul26 Kg
cAsisten Rumah Tangga15 Kg
dPacean24 Kg
eUstadz4 Kg
fLain-lain11 Kg
JUMLAH C 500 Kg

D. LUAR LINGKUNGAN

gPondok Nusa10 Kg
hPondok Noto Ati20 Kg
iRumah Qur’an20 Kg
jPanti Asuhan Harsono11 Kg
JUMLAH D 61 Kg

E. Penerimaan ditambah tulang dan Jeroan

F. Untuk K3 (Kepala, Kuku, Kaki) disalurkan ke Desa Pesangkalan:

  • Dukuh Kembaran Wetan = 30 KK
  • Dukuh Kembaran Kulon = 32 KK
  • Dukuh Gobang = 33 KK

Rekap Distribusi Daging

PELAKSANAAN IBADAH QURBAN 1447 H

Penerima Rincian Jumlah
Sohibul 42 @ 6 Kg 252 Kg
Distribusi Kintilan, Non Sohibul, ART, dll 500 @ 1 Kg 500 Kg
Pondok Nusa 10 Kg 10 Kg
Pondok Noto Ati 20 Kg 20 Kg
Rumah Qur'an 20 Kg 20 Kg
Panti Harsono 11 Kg 11 Kg
JUMLAH 813 Kg

Banjarnegara, 27 Mei 2026

Ketua

Yusman, SHI

Share:

Gallery Ibadah Qurban 1447 H

 Gallery Pelaksanaan Ibadah Qurban 1447 H. Didokumentasikan oleh Sie Dokumentasi bersama Rahmat Ramadhan. 

Sapi Sebelum DiQurbankan
Sapi Sebelum DiQurbankan
Persiapan Penyembelihan
Penyembelihan di RPH
Berdoa sebelumnya
Ustadz Yusman
Pemeriksaan Hati
Pengangkutan
Pengangkutan
Penimbangan
Penimbangan
Penimbangan
Penimbangan
Pengangkutan ke GP
Penimbangan
Pengangkutan ke GP
Penimbangan
Pengolahan daging
Tulang
Tulang
Remaja berkontribusi
Jeroan
Tulang
Asahan pisau
Share:

Pelaksanaan Ibadah Qurban 1447 H

Mengolah Daging untuk didistribusikan

BANJARNEGARA – Pelaksanaan ibadah Qurban 1447 Hijriah di Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan nilai gotong royong yang tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026 tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.  
Panitia Qurban Masjid Al Mu’minun mencatat bahwa tahun ini sebanyak 6 ekor sapi dengan 42 shohibul qurban. Pelaksanaan qurban tahun 1447 H ini menjadi pelaksanaan kelima sejak pertama kali dimulai pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Hal tersebut menunjukkan semangat masyarakat dalam menjaga syariat Islam sekaligus mempertahankan tradisi ibadah sosial yang penuh manfaat.  
Ketua Panitia Qurban, H. Yusman, S.H.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan qurban bukanlah kegiatan sederhana karena melibatkan banyak unsur, mulai dari shohibul qurban, panitia, penyembelih, proses distribusi, hingga masyarakat yang ikut membantu selama kegiatan berlangsung. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib.  
Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Pada pelaksanaan tahun ini, total dana pembelian 6 ekor sapi mencapai Rp144.000.000 dengan tambahan biaya penyelenggaraan dan operasional kegiatan. Penyembelihan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Banjarnegara, kemudian daging didistribusikan kepada masyarakat setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha. Total daging qurban yang berhasil didistribusikan mencapai 813 kilogram.  
Dari jumlah tersebut, sebanyak 252 kilogram dibagikan kepada 42 shohibul qurban dengan masing-masing menerima 6 kilogram daging. Sementara sisanya dibagikan kepada masyarakat umum, asisten rumah tangga, warga sekitar, pondok pesantren, rumah qur’an, panti asuhan, hingga masyarakat di daerah yang jarang menikmati daging qurban.  
Menariknya, semangat kebersamaan dalam kegiatan ini begitu terasa karena hampir seluruh warga ikut terlibat membantu pelaksanaan qurban. Hal tersebut menjadi gambaran nyata harmonisasi sosial yang tumbuh di tengah masyarakat Gayam Permai. Selain pembagian daging, panitia juga menyalurkan kepala, kaki, dan kuku hewan qurban ke wilayah Desa Pesangkalan untuk dibagikan kepada masyarakat di beberapa dukuh, di antaranya Dukuh Kembaran Wetan, Dukuh Kembaran Kulon, dan Dukuh Gobang.  
Langkah ini dilakukan agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaan qurban juga melibatkan banyak relawan dalam berbagai bidang, mulai dari pengawasan, penyembelihan, distribusi, dokumentasi, keamanan, konsumsi, hingga kebersihan. Para ibu-ibu PKK turut aktif membantu penyediaan konsumsi bagi panitia dan relawan yang bekerja sejak pagi hari.  
Panitia berharap kegiatan qurban ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang manajemen, kepedulian sosial, dan penguatan ukhuwah antarwarga. Selain itu, laporan kegiatan yang disusun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi untuk penyelenggaraan qurban pada tahun-tahun berikutnya.  
Melalui semangat qurban, masyarakat diajak untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai pengorbanan, kepedulian terhadap sesama, serta kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan qurban di Masjid Al Mu’minun menjadi bukti bahwa ibadah qurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Semoga semangat berbagi dan gotong royong ini terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan.
Share:

Pentingnya Belajar Fiqih dalam Kehidupan Muslim


Islam adalah agama yang sempurna. Setiap ibadah yang dilakukan seorang muslim tidak cukup hanya dengan niat baik semata, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. Karena itulah ilmu fiqih menjadi sangat penting dipelajari oleh setiap muslim. Muhammad mengajarkan bahwa ibadah harus dilandasi ilmu, bukan sekadar kebiasaan, tradisi, atau perasaan. Banyak amalan terlihat baik di mata manusia, tetapi jika tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka amalan tersebut dapat tertolak di sisi Allah. 
Ilmu fiqih membantu seorang muslim memahami: Mana yang wajib dan mana yang sunnah Mana yang halal dan mana yang haram Tata cara ibadah yang benar Hukum-hukum syariat dalam kehidupan sehari-hari Adab bermuamalah dengan sesama manusia Tanpa ilmu fiqih, seseorang bisa saja beribadah dengan semangat tinggi namun tidak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. 
Pengertian Ilmu Fiqih Secara bahasa, fiqih berarti “pemahaman”. Sedangkan secara istilah, fiqih adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan amalan manusia berdasarkan dalil-dalil yang rinci. Fiqih membahas berbagai perkara seperti: 
Thaharah (bersuci) 
Shalat 
Puasa 
Zakat 
Haji 
Jual beli 
Pernikahan 
Warisan 
Hingga adab kehidupan sehari-hari 

Dengan mempelajari fiqih, seorang muslim akan mengetahui bagaimana cara beribadah yang benar sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ. 
Salah satu prinsip terbesar dalam Islam adalah ibadah harus mengikuti tuntunan Nabi ﷺ, bukan berdasarkan hawa nafsu atau kebiasaan manusia. Allah Ta’ala berfirman: 
 “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7) 
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang muslim wajib mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ dalam seluruh urusan agama. Rasulullah ﷺ juga bersabda: 
 “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Dalam riwayat lain disebutkan: 
 “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim) 
Hadits ini menjadi landasan penting bahwa ibadah tidak boleh dibuat-buat. Setiap amalan harus memiliki dalil yang sahih dari Al-Qur’an atau Sunnah. Syarat Diterimanya Amal Ibadah Para ulama menjelaskan bahwa diterimanya amal memiliki dua syarat utama:  
1. Ikhlas Karena Allah Amalan harus dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah, bukan untuk dipuji manusia. Allah berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)  
2. Sesuai Sunnah Rasulullah ﷺ Ibadah harus mengikuti contoh Rasulullah ﷺ. Muhammad bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari) Hal ini menunjukkan bahwa tata cara ibadah tidak boleh dibuat sendiri.  

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Seorang Muslim dalam Beribadah  
1. Menuntut Ilmu Sebelum Beramal Ilmu harus didahulukan sebelum amal. Banyak kesalahan ibadah terjadi karena kurangnya ilmu. Allah berfirman: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.” (QS. Muhammad: 19) Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum ucapan dan amalan.  
2. Memastikan Ada Dalilnya Seorang muslim hendaknya bertanya: Apakah amalan ini pernah dicontohkan Rasulullah ﷺ? Apakah para sahabat melakukannya? Adakah dalil yang sahih tentang amalan tersebut? Jika tidak ada dalil, maka hendaknya berhati-hati untuk tidak mengamalkannya.  
3. Mengikuti Sunnah Menghidupkan sunnah merupakan tanda cinta kepada Rasulullah ﷺ. Allah berfirman: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Ali Imran: 31)  
4. Menjauhi Bid’ah dalam Agama Bid’ah adalah perkara baru dalam ibadah yang tidak memiliki dasar syariat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim) Karena itu seorang muslim harus berhati-hati agar ibadahnya tidak tercampur dengan amalan yang tidak dicontohkan Nabi ﷺ.  
Contoh Amal yang Sesuai Sunnah Beberapa contoh amalan yang memiliki dalil kuat:  
Shalat lima waktu  
Shalat sunnah rawatib  
Puasa Ramadhan  
Puasa Senin-Kamis  
Membaca Al-Qur’an  
Dzikir pagi dan petang  
Bersedekah  
Menjaga silaturahmi  
Berbakti kepada orang tua 

Semua amalan tersebut memiliki contoh dan tuntunan dari Rasulullah ﷺ.  

Bahaya Beramal Tanpa Ilmu 
Beramal tanpa ilmu dapat menyebabkan: Ibadah tidak diterima Terjatuh pada kesesatan Menyebarkan amalan yang tidak benar Menganggap baik sesuatu yang tidak disyariatkan Karena itu para ulama sangat menekankan pentingnya belajar agama dari sumber yang benar. Kedudukan Sunnah dalam Islam Sunnah Rasulullah ﷺ adalah penjelas Al-Qur’an. Tidak mungkin seorang muslim memahami Islam dengan benar tanpa mengikuti Sunnah. Allah berfirman:  

“Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr (Al-Qur’an) agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (QS. An-Nahl: 44) 

Maka mengikuti Sunnah adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Penutup Ilmu fiqih adalah cahaya yang membimbing seorang muslim agar ibadahnya benar dan diterima Allah. Semangat beribadah harus dibarengi dengan ilmu dan ittiba’ kepada Rasulullah ﷺ. Jangan sampai seseorang rajin beramal namun ternyata amalannya tidak memiliki tuntunan dari Nabi ﷺ sehingga menjadi tertolak. Seorang muslim hendaknya selalu: Belajar agama dari sumber yang benar Mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Memastikan setiap ibadah memiliki dalil Menjauhi bid’ah dan perkara yang diada-adakan dalam agama Semoga Allah memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat, amal yang ikhlas, dan kemampuan untuk istiqamah mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Aamiin.

Share:

Bagi Sohibul Qurban: Jangan Potong Rambut dan Kuku Dulu!

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Jika merujuk pada penanggalan yang dikeluarkan Muhammadiyah maka Tanggal, 17 Mei 2026 ini sudah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah. Pada bulan ini, umat Islam diberi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk ibadah qurban yang menjadi syiar agung penghambaan kepada Allah سبحانه وتعالى. 
Di antara adab penting bagi orang yang hendak berqurban adalah tidak memotong rambut dan kuku ketika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. 
 Rasulullah ﷺ bersabda: 

 “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya.” (HR. Muslim No. 1977) 

Makna Hadits Hadits ini menunjukkan adanya anjuran khusus bagi shahibul qurban (orang yang berqurban) untuk menahan diri dari memotong rambut, kuku, maupun bagian kulit sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. Larangan ini bukan berarti haram menurut sebagian besar ulama, namun termasuk sunnah yang sangat dianjurkan untuk dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah qurban.  
Hikmah di Balik Larangan Ini Para ulama menjelaskan beberapa hikmah dari anjuran tersebut, di antaranya:  
1. Menyempurnakan Penghambaan kepada Allah Orang yang berqurban dianjurkan menjaga seluruh anggota tubuhnya agar tetap utuh hingga hewan qurbannya disembelih, sebagai simbol kesempurnaan ibadah dan ketundukan kepada Allah.  
2. Menyerupai Sebagian Keadaan Jamaah Haji Sebagian ulama menjelaskan bahwa shahibul qurban memiliki kemiripan dengan jamaah haji yang sedang ihram, yaitu sama-sama berada dalam suasana ibadah besar dan pengagungan syiar Allah.  
3. Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ Menahan diri dari memotong rambut dan kuku adalah bentuk ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ).  
Seorang muslim menunjukkan kecintaannya kepada Nabi dengan menjalankan tuntunan beliau meskipun tampak sederhana.  

Momentum Memperbanyak Amal Saleh Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari yang sangat dicintai Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal pada hari-hari tersebut. Karena itu, selain mempersiapkan qurban, seorang muslim hendaknya memperbanyak: Dzikir dan takbir Tilawah Al-Qur’an Sedekah Puasa sunnah, terutama Arafah Taubat dan istighfar Membantu sesama 
Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga latihan ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah سبحانه وتعالى. Menjaga rambut dan kuku di awal Dzulhijjah merupakan bagian dari adab dan sunnah yang menunjukkan kesungguhan seorang muslim dalam mengagungkan syiar Allah. Semoga Allah menerima amal qurban kita, melimpahkan keberkahan pada keluarga kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa. Aamiin.
Share:

Kajian Rutin Ahad Pagi Dilanjutkan Kordinasi Sohibul Qurban 1447 H

Kajian Rutin Ahad Pagi dan Kordinasi Sohibul Qurban 1447 H di Perumahan Gayam Permai Banjarnegara Alhamdulillah, dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan semangat menuntut ilmu agama, Takmir Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara kembali mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi yang insyaAllah akan dilaksanakan pada: 
  • Hari/Tanggal: Ahad, 17 Mei 2026 
  • Pasaran: Ahad Wage 
  • Waktu: Pukul 05.00 WIB (Ba’da Subuh) 
  • Tempat: Masjid Al Mu’minun, Perumahan Gayam Permai Banjarnegara 
  • Pemateri: Ustadz Yusman 
Kajian rutin ini menjadi salah satu sarana untuk memperdalam pemahaman Islam, memperkuat akidah, serta menambah wawasan keilmuan umat. Materi yang disampaikan mencakup pembahasan seputar tafsir, tauhid, fiqih, adab, dan akhlak. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmunya, maka Allah akan memudahkan baginya langkah menuju surga.” (HR. Muslim No. 2699) 
Hadits ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menuntut ilmu merupakan jalan menuju kemuliaan dan keberkahan hidup. Dengan menghadiri majelis ilmu, seorang muslim tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan agama, tetapi juga memperoleh ketenangan hati dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. 
Selain kajian rutin, kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan Kordinasi Sohibul Qurban 1447 H yang dilaksanakan setelah kajian selesai, sekitar pukul 05.15 WIB. Kegiatan kordinasi ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan ibadah qurban agar berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai syariat. Seluruh Sohibul Qurban diundang untuk hadir dalam rapat koordinasi guna membahas berbagai persiapan teknis pelaksanaan qurban tahun 1447 H.  
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antarwarga, sehingga pelaksanaan ibadah qurban nantinya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar.  
Takmir Masjid Al Mu’minun mengajak seluruh warga Perumahan Gayam Permai dan masyarakat sekitar untuk hadir serta meramaikan majelis ilmu ini. Semoga kegiatan yang dilaksanakan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah. Atas kehadiran dan partisipasi seluruh jamaah serta Sohibul Qurban, kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran.  
Tentang Masjid Al Mu’minun Masjid Al Mu’minun merupakan pusat kegiatan keislaman di Perumahan Gayam Permai Banjarnegara yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan dakwah, kajian rutin, pendidikan Al-Qur’an, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan semangat kebersamaan dan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Masjid Al Mu’minun terus berupaya menjadi tempat tumbuhnya ilmu, ukhuwah, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.  
Takmir Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara
Share:

Kajian Perdana Siroh Nabawiyah

Siroh Nabawiyah: Tujuan Mempelajarinya | Kajian Ahad Pahing

Siroh Nabawiyah: Belajar dari Jejak Hidup Rasulullah ﷺ

Dalam perjalanan hidup seorang muslim, memahami ajaran Islam tidak cukup hanya dari sisi hukum atau ibadah semata. Kita membutuhkan teladan nyata bagaimana ajaran itu dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah pentingnya mempelajari Siroh Nabawiyah.

Siroh bukan sekadar kisah sejarah, tetapi panduan hidup yang penuh hikmah dan relevan sepanjang zaman.

Apa Itu Siroh Nabawiyah?

Siroh Nabawiyah adalah perjalanan hidup Rasulullah ﷺ sejak lahir hingga wafat, yang mencakup berbagai fase penting:

  • Masa sebelum kenabian
  • Turunnya wahyu pertama
  • Dakwah di Makkah
  • Hijrah ke Madinah
  • Pembangunan masyarakat Islam

Melalui siroh, kita tidak hanya membaca peristiwa, tetapi juga memahami nilai, kesabaran, dan strategi dalam menghadapi kehidupan.

Tujuan Mempelajari Siroh Nabawiyah

1. Menumbuhkan Cinta kepada Rasulullah ﷺ

Semakin mengenal beliau, semakin tumbuh kecintaan yang menjadi pondasi keimanan.

2. Menjadikan Rasulullah sebagai Teladan

Rasulullah ﷺ adalah uswah hasanah dalam seluruh aspek kehidupan, baik sebagai pemimpin, ayah, maupun sahabat.

3. Memahami Islam Secara Utuh

Siroh membantu memahami konteks turunnya ayat Al-Qur’an sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam.

4. Menguatkan Iman dan Kesabaran

Perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ penuh ujian, namun beliau tetap istiqomah. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita.

5. Mengambil Hikmah Dakwah

Dakwah membutuhkan hikmah, kesabaran, dan strategi yang tepat. Semua ini dapat dipelajari dari siroh.

Kajian Perdana Siroh Nabawiyah

📅 Ahad Pahing
🎙 Pemateri: Ustadz Zein Faqih
📍 Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai

Penutup

Mempelajari siroh bukan hanya untuk menambah wawasan, tetapi untuk membentuk cara berpikir dan bertindak sesuai dengan teladan Rasulullah ﷺ.

Semoga kajian ini menjadi awal perjalanan kita untuk lebih mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Share:

Kegiatan Harian, Mingguan, Bulanan dan Tahunan

 

Jadwal Kegiatan Harian, Mingguan, Bulanan dan Tahunan 

Jadwal Kegiatan Mingguan

Kegiatan Mingguan

Kegiatan Harian

Kegiatan Bulanan

Kegiatan Bulanan


Share:

Tauhid: Inti Kehidupan yang Menuntut Kedewasaan Berpikir

Tauhid: Inti Kehidupan yang Menuntut Kedewasaan Berpikir Tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Ia bukan sekadar konsep teologis, tetapi fondasi yang menyentuh langsung ke dalam jiwa manusia. Dari tauhid, lahir cara pandang hidup, sikap, dan arah tujuan seorang muslim. Maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tauhid adalah ikatan paling kuat dalam hati manusia. Namun demikian, membahas tauhid bukanlah perkara yang sederhana. Ia termasuk kajian yang sensitif. Sensitif bukan hanya dalam konteks hubungan antara umat Islam dengan pemeluk agama lain, tetapi juga sensitif di dalam tubuh umat Islam sendiri. Perbedaan pemahaman tentang tauhid bisa terjadi, bahkan di antara sesama kaum muslimin. Inilah sebabnya mengapa tidak banyak yang berani mengangkat tema tauhid secara mendalam. Bukan karena tidak penting, justru karena sangat penting. Tauhid menyentuh wilayah paling dalam dari keyakinan seseorang. Jika tidak disampaikan dengan hati-hati, ia bisa menimbulkan kesalahpahaman, bahkan perpecahan. Perlu Batasan agar Tidak Salah Paham Dalam membahas tauhid, diperlukan batasan yang jelas. Batasan ini bukan untuk membatasi kebenaran, tetapi untuk menjaga adab dalam berdiskusi. Tanpa batasan, perbedaan bisa berubah menjadi saling menuduh, bahkan saling menyalahkan. Padahal, dalam realitasnya, di dalam Islam sendiri terdapat beberapa pendekatan dan pemahaman terkait akidah. Perbedaan ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, yang lebih penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Kedewasaan dalam memahami tauhid bukan hanya terletak pada kuatnya dalil yang kita pegang, tetapi juga pada kemampuan kita menghargai perbedaan tanpa kehilangan prinsip. Tauhid dan Kedewasaan Berpikir Tauhid membutuhkan pola pikir yang matang. Tanpa kematangan berpikir, kajian tauhid justru bisa menjadi sumber konflik. Orang yang belum siap secara ilmu dan mental, sering kali mudah terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif. Sebaliknya, mereka yang matang dalam memahami tauhid akan lebih tenang, lebih bijak, dan tidak mudah menghakimi. Mereka memahami bahwa tujuan utama tauhid adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan memenangkan perdebatan. Kematangan berpikir ini mencakup: Kemampuan memahami dalil secara proporsional Tidak tergesa-gesa dalam menilai Mengedepankan adab di atas ego Menjaga persatuan umat Tauhid sebagai Pemersatu, Bukan Pemecah Ironisnya, sesuatu yang seharusnya menjadi pemersatu justru sering menjadi pemicu perpecahan. Padahal tauhid adalah kalimat yang sama yang kita yakini: Laa ilaaha illallah. Dari kalimat inilah seharusnya kita bersatu. Perbedaan yang ada hendaknya menjadi ruang belajar, bukan ruang konflik. Selama masih dalam koridor Islam, perbedaan itu harus disikapi dengan lapang dada. Harapan dan Doa Kita patut bersyukur ketika ada lingkungan yang berani menjadikan tauhid sebagai materi kajian. Ini adalah langkah besar, karena tidak semua tempat memiliki keberanian tersebut. Harapannya, kajian tauhid ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat keimanan dan memperhalus akhlak. Semoga Allah SWT membimbing kita semua agar dapat istiqomah dalam memahami dan mengamalkan tauhid dengan benar. Akhirnya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad ﷺ, yang telah mengajarkan tauhid dengan penuh hikmah dan kelembutan.

Tauhid: Inti Kehidupan yang Menuntut Kedewasaan Berpikir

Dipublikasikan untuk kajian keislaman | Kategori: Akidah & Tauhid

Tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Ia bukan sekadar konsep teologis, tetapi fondasi yang menyentuh langsung ke dalam jiwa manusia.

Namun demikian, membahas tauhid bukanlah perkara yang sederhana. Ia termasuk kajian yang sensitif, baik secara internal umat Islam maupun eksternal.

Perlu Batasan agar Tidak Salah Paham

Dalam membahas tauhid, diperlukan batasan yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman dan saling menuduh.

Kedewasaan dalam memahami tauhid bukan hanya pada dalil, tetapi pada adab dalam menyikapi perbedaan.

Tauhid dan Kedewasaan Berpikir

  • Memahami dalil secara proporsional
  • Tidak tergesa-gesa dalam menilai
  • Mengedepankan adab
  • Menjaga persatuan umat

Penutup

Semoga Allah SWT membimbing kita untuk istiqomah dalam tauhid dan menjadikan kita pribadi yang bijak dalam menyikapi perbedaan.

Share:

Undangan Ahad Kliwon: Kajian Rutin Materi Tauhid




🌿 Ahad Kliwon: Saatnya Menguatkan Tauhid di Pagi Hari 

Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara kembali menghadirkan kajian rutin yang insyaAllah penuh manfaat. Ahad besok bertepatan dengan Ahad Kliwon, momen yang tepat untuk memulai hari dengan menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. 

 📌 Kajian Ahad Pagi Masjid Al Mu’minun 

 Masjid Al Mu’minun secara istiqomah menyelenggarakan pengajian rutin setiap Ahad pagi dengan berbagai tema keislaman yang mendalam dan aplikatif. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menjadi sarana memperkuat ukhuwah serta keimanan masyarakat. 

🎤 Pemateri: Ustadz Syafrudin Maulana, LC

🕌 Tema: Tauhid Pada Ahad Kliwon kali ini, kajian akan disampaikan oleh Ustadz Syafrudin Maulana,LC dengan tema besar: “Tauhid: Memperkuat Keyakinan, Membersihkan Hati, dan Mendekatkan Diri kepada Allah ﷻ” 
Tauhid adalah pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Dengan memahami tauhid secara benar, kita akan memiliki arah hidup yang jelas, hati yang lebih tenang, serta ibadah yang lebih ikhlas. 

🗓️ Info Pelaksanaan 

Hari: Ahad (Ahad Kliwon) 
Waktu: Pagi hari 
Tempat: Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara  

💡 Kenapa Harus Hadir? 

 Menghadiri majelis ilmu bukan hanya menambah pengetahuan, tapi juga membuka jalan menuju kebaikan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
 “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim No. 2699) 

 🌱 Ayo Hadir & Ajak Keluarga  

Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Mari luangkan waktu di pagi hari untuk: Menambah ilmu agama Memperbaiki diri Mendekatkan diri kepada Allah Mengajak keluarga dan tetangga dalam kebaikan  

📲 Info & Media Sosial  

Ikuti informasi kegiatan lainnya melalui:  
Blog: https://gayampermai-bna.blogspot.com  
Instagram: @gayampermai_banjarnegara  
YouTube & Facebook: Perumahan Gayam Permai 

🤲 Semoga langkah kita menuju majelis ilmu menjadi jalan kebaikan dan keberkahan dalam hidup. Sampai jumpa di kajian Ahad pagi!
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget