Bagi Sohibul Qurban: Jangan Potong Rambut dan Kuku Dulu!

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Jika merujuk pada penanggalan yang dikeluarkan Muhammadiyah maka Tanggal, 17 Mei 2026 ini sudah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah. Pada bulan ini, umat Islam diberi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk ibadah qurban yang menjadi syiar agung penghambaan kepada Allah سبحانه وتعالى. 
Di antara adab penting bagi orang yang hendak berqurban adalah tidak memotong rambut dan kuku ketika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. 
 Rasulullah ﷺ bersabda: 

 “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya.” (HR. Muslim No. 1977) 

Makna Hadits Hadits ini menunjukkan adanya anjuran khusus bagi shahibul qurban (orang yang berqurban) untuk menahan diri dari memotong rambut, kuku, maupun bagian kulit sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. Larangan ini bukan berarti haram menurut sebagian besar ulama, namun termasuk sunnah yang sangat dianjurkan untuk dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah qurban.  
Hikmah di Balik Larangan Ini Para ulama menjelaskan beberapa hikmah dari anjuran tersebut, di antaranya:  
1. Menyempurnakan Penghambaan kepada Allah Orang yang berqurban dianjurkan menjaga seluruh anggota tubuhnya agar tetap utuh hingga hewan qurbannya disembelih, sebagai simbol kesempurnaan ibadah dan ketundukan kepada Allah.  
2. Menyerupai Sebagian Keadaan Jamaah Haji Sebagian ulama menjelaskan bahwa shahibul qurban memiliki kemiripan dengan jamaah haji yang sedang ihram, yaitu sama-sama berada dalam suasana ibadah besar dan pengagungan syiar Allah.  
3. Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ Menahan diri dari memotong rambut dan kuku adalah bentuk ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ).  
Seorang muslim menunjukkan kecintaannya kepada Nabi dengan menjalankan tuntunan beliau meskipun tampak sederhana.  

Momentum Memperbanyak Amal Saleh Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari yang sangat dicintai Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal pada hari-hari tersebut. Karena itu, selain mempersiapkan qurban, seorang muslim hendaknya memperbanyak: Dzikir dan takbir Tilawah Al-Qur’an Sedekah Puasa sunnah, terutama Arafah Taubat dan istighfar Membantu sesama 
Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga latihan ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah سبحانه وتعالى. Menjaga rambut dan kuku di awal Dzulhijjah merupakan bagian dari adab dan sunnah yang menunjukkan kesungguhan seorang muslim dalam mengagungkan syiar Allah. Semoga Allah menerima amal qurban kita, melimpahkan keberkahan pada keluarga kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa. Aamiin.
Share:

No comments:

Post a Comment

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget