Showing posts with label Slide. Show all posts
Showing posts with label Slide. Show all posts

Kajian Rutin Ahad Pagi, 30 November 2025


BANJARNEGARA – Akhir bulan November tahun 2025 menjadi momen yang sangat istimewa bagi jamaah di Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya. Masjid Al Mu'minun kembali mengundang kaum muslimin dan muslimat untuk hadir dalam Kajian Rutin Ahad Pagi yang selalu dinanti. Kajian kali ini terasa lebih hangat karena selain mendapatkan asupan ruhani, jamaah juga akan menikmati santapan fisik dalam acara Sarapan Pagi Bersama setelah sesi ilmu selesai! 

🎙️ Bersama Ustadz Ulil Albab Al Hafidz dari Ponpes Noto Ati 
Kajian yang akan dilaksanakan pada Ahad, 30 November 2025 ini akan diisi oleh narasumber yang sangat kompeten, yaitu Al-Ustadz Ulil Albab Al Hafidz. Beliau adalah salah satu ulama muda yang mengasuh di Pondok Pesantren Noto Ati, Banjarnegara. Sebagai seorang Al Hafidz, Ustadz Ulil Albab dikenal dengan materi yang selalu berlandaskan dalil yang kuat dari Al-Qur'an, disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh semua lapisan usia. 

⏰ Catat Tanggal dan Waktunya! 
 Hari/Tanggal: Ahad, 30 November 2025 
 Pukul: 04.30 WIB (Dimulai tepat setelah Shalat Subuh Berjamaah) 
 Lokasi: Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai 

Ilmu Kenyang, Perut Pun Kenyang! 
Sarapan Bersama Jadi Penutup Panitia Masjid Al Mu'minun telah menyiapkan agenda istimewa untuk menutup rangkaian kajian ini: Sarapan Pagi Bersama! Setelah mendapatkan pencerahan dan ilmu yang menyejukkan hati, jamaah dipersilakan untuk menikmati hidangan sarapan yang telah disediakan. 

Keutamaan Sarapan Bersama: Selain menjalin silaturahmi, makan bersama dalam majelis ilmu adalah salah satu tradisi yang mempererat ukhuwah Islamiyah, mengubah kegiatan biasa menjadi ladang pahala. Panitia berharap momen ini dapat menjadi ajang saling sapa dan memperkuat persaudaraan antar-jamaah. 

Share:

Ustadz Susianto, SKM: Jodoh Itu Rezeki!


Ahad, 9 November 2025
Jama'ah kajian rutinAhad pagi pada tanggal 9 November 2025 mengalami sedikit perubahan jadwal terkait pengisi materi. Ustadz Andi Yulianto yang semula dijadwalkan hadir, berhalangan hadir sehingga posisi beliau diisi sementara oleh Ustadz Susianto. Ustadz Susianto hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dan menyampaikan materi yang sangat relevan dan mendalam, berfokus pada konsep "4 Jenis Rezeki (Rizki)" dalam Islam. 


Meskipun terjadi perubahan, semangat para jamaah tetap tinggi dalam menimba ilmu.
📚 Sorotan Materi Kajian: 
4 Jenis RezekiDalam kajian yang disampaikan dengan penuh hikmah, Ustadz Susianto mengupas tuntas empat tingkatan atau jenis rezeki yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Poin-poin utama yang beliau sampaikan adalah:
1. Rizki Ketika Dalam Kandungan
Ini adalah rezeki fundamental yang sifatnya mutlak dan sudah ditetapkan. Ustaz Susianto mengingatkan bahwa sebelum kita lahir, Allah telah menentukan segalanya: kapan kita lahir, di mana, dan bahkan siapa orang tua kita.“Kita pasrah dan sudah ditentukan kapan lahir, di mana, dan dari orang tua siapa? Inilah rezeki pertama, yang tidak bisa kita ubah, sebuah ketetapan ilahi,” jelas beliau.

2. Rizki Ketika Kita Diberikan Jodoh
Rezeki ini terkait dengan pasangan hidup. Jodoh adalah bagian dari takdir Allah yang merupakan karunia besar. Seseorang yang mendapatkan pasangan yang sholeh/sholehah sejatinya sedang menerima rezeki yang tak ternilai harganya.

3. Rizki yang Kita Miliki (Rezeki Ma'isyah/Penghidupan)
Ini adalah jenis rezeki yang paling umum dipahami, yaitu segala harta benda, pekerjaan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari yang kita nikmati saat ini. Rezeki ini didapatkan melalui ikhtiar dan usaha, namun hakikatnya tetap anugerah dari Allah.

4. Rizki yang Diberikan Kepada Orang-Orang yang Bertaqwa
Ini merupakan jenis rezeki tertinggi dan paling istimewa. Rezeki ini bukan hanya bersifat materi, tetapi juga ketenangan hati, keberkahan hidup, kemudahan urusan, dan jalan keluar dari setiap kesulitan 
Rezeki ini diberikan sebagai buah dari ketaqwaan dan kesabaran seorang hamba.


Keistiqomahan di Tengah Ujian. 
Di penghujung kajian, Ustadz Susianto memberikan pesan penutup yang sangat menguatkan hati. Beliau menekankan pentingnya keistiqomahan dalam berbuat kebaikan meskipun sedang diterpa cobaan hidup.“Jangan tinggalkan kebaikan karena Musibah,” tegas Ustadz Susianto. Musibah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti beribadah, bersedekah, atau menuntut ilmu. 
Justru dalam kesulitan, kebaikanlah yang akan menjadi penyelamat dan pembuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, sejalan dengan rezeki jenis keempat.Kajian Ahad pagi ini ditutup dengan harapan agar seluruh jamaah dapat merenungkan kembali hakikat rezeki dan senantiasa berusaha menjadi hamba yang bertaqwa, terlepas dari segala ujian dan perubahan yang terjadi dalam hidup, termasuk perubahan pengisi kajian.




Share:

"Yuk Subuhan & Ngaji Bareng!"


Dua undangan di kalender Anda untuk hari Ahad, 9 November 2025: 

Sholat Subuh Berjama'ah Waktu: 04.00 WIB 
 Lokasi: Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai 

Ngaji Bareng Waktu: 04.30 WIB (Setelah Sholat Subuh) 
 Deskripsi: Pengajian bersama Ustadz Andy Yulianto 
 Lokasi: Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai 


Sholat Subuh Berjama'ah Minggu, 9 Nov 2025 • 04.00 – 04.30 Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai
Ngaji Bareng Minggu, 9 Nov 2025 • 04.30 – 05.30 Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai Pengajian bersama Ustadz Andy Yulianto

Share:

Strategi Survival Nabi Musa dari Ancaman Kekuasaan

Ahad pagi di Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai, kembali menjadi oase ilmu dan ketenangan. Melalui Kajian Rutin Ahad Pagi, kita berkesempatan menyelami mutiara hikmah Al-Qur'an di bawah bimbingan Ustadz Retno Ahmad P, Lc. Kali ini, fokus kajian tertuju pada Surah Al-Qashash ayat 21 sampai 24, sebuah fragmen kisah heroik dan penuh makna dari perjalanan awal Nabi Musa ’alaihissalam.
Ayat-ayat ini mengisahkan momen kritis dalam hidup Nabi Musa. Setelah tanpa sengaja membunuh seorang Qibthi (kaum Firaun), beliau harus meninggalkan Mesir negeri tempatnya dibesarkan demi menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan. 
Peristiwa ini melahirkan tiga pelajaran fundamental yang sangat relevan bagi kehidupan kita.

1. Pelarian yang Penuh Tawakal (Ayat 21)

فَخَرَجَ مِنْهَا خَآىِٕفًا يَّتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Keluar dari Mesir, Nabi Musa berada dalam dua keadaan kontradiktif namun sejalan: Takut (khāifan) dan Berharap/Waspada (yataraqqabu). Ketakutan adalah fitrah manusiawi saat menghadapi bahaya, namun ia tidak berujung pada keputusasaan. Rasa takut itu segera diimbangi dengan doa yang tulus, 

"Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu."

Ibrah: 
Ustadz Retno menekankan, rasa takut yang dibenarkan dalam Islam adalah rasa takut yang mendorong kita untuk bertindak, berusaha (seperti melarikan diri), dan diakhiri dengan penyerahan diri total kepada Allah (tawakal). Di tengah badai masalah, solusi pertama seorang mukmin adalah memohon pertolongan langsung dari Rabbul 'Alamin.

2. Harapan di Tengah Ketidakpastian (Ayat 22-23)
Dalam perjalanannya menuju negeri Madyan, Nabi Musa tidak memiliki peta, bekal yang cukup, atau jaminan keselamatan. Di tengah kelelahan, beliau berdoa: 

“Mudah-mudahan Tuhanku membimbingku ke jalan yang benar.”

Ketika tiba di sumur Madyan, beliau melihat dua orang perempuan yang menahan ternak mereka. Kisah interaksi ini mengajarkan kita tentang:
  • Pentingnya Nasehat (Kepedulian Sosial): Nabi Musa bertanya tentang masalah yang dihadapi kedua perempuan itu, menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.
  • Keadilan dan Kesopanan: Dua perempuan tersebut menjawab dengan sopan, menjelaskan bahwa mereka tidak bisa memberi minum ternak karena ayah mereka sudah tua dan mereka harus menunggu para penggembala laki-laki selesai.

Ibrah: 
Dalam keadaan sulit sekalipun, prinsip kebaikan dan tolong-menolong tidak boleh luntur. Pertolongan dari Allah sering datang melalui sebab yang tidak kita duga, asalkan kita tetap memelihara adab, kepedulian, dan kejujuran.

3. Kekuatan Doa dalam Keterbatasan (Ayat 24)
Setelah membantu dua perempuan itu, Nabi Musa berbalik ke tempat teduh. Dalam kondisi lapar, lelah, dan tanpa bekal, beliau memanjatkan doa yang masyhur dan indah:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."

Doa ini bukan permintaan spesifik (misalnya, "beri aku makanan"), melainkan pengakuan total atas kefakiran (kebutuhan) kepada segala jenis kebaikan dari Allah. Doa ini adalah puncak dari tawakal: setelah berusaha (berlari dari Mesir dan membantu orang lain), sisanya adalah pasrah dan mengharap kebaikan dari-Nya.Ibrah: Doa Nabi Musa ini adalah etika meminta yang ideal. Ia mengajarkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang mengakui kelemahan dan kemiskinannya, dan meyakini bahwa segala kebaikan hanya berasal dari-Nya. Setelah doa ini dipanjatkan, Allah segera menjawab dengan mempertemukan beliau dengan calon mertua (Nabi Syu’aib) dan rezeki yang baik.

Kisah Nabi Musa di awal Surah Al-Qashash adalah cetak biru bagi setiap Muslim yang sedang berjuang. Ia mengajarkan kita untuk menghadapi ketakutan dengan doa, mencari jalan keluar dengan usaha, dan menyempurnakan segala ikhtiar dengan tawakal dan keikhlasan.Mari kita jadikan perjalanan Nabi Musa ini sebagai motivasi untuk senantiasa berbuat baik dan memperkuat ikatan batin kita dengan Allah, karena sesungguhnya segala kebaikan yang kita butuhkan, hanya datang dari-Nya.Sampai jumpa pada Kajian Ahad Pagi berikutnya!

Share:

Subuh Berjama'ah : Ahad, 2 November 2025

 


Ahadmu harus diawali dengan langkah penuh berkah! 
Mari bersama-sama meraih keutamaan Shalat Subuh berjamaah dan menuntut ilmu. 
 Kajian Ahad Pagi Spesial! 
 Bersama: 👤 Ustadz Retno Ahmad Pujiono, LC. 
🗓️ WAKTU: Hari: Ahad, 2 November 2025 
 Waktu: Dimulai Shalat Subuh Berjamaah (Tepat Waktu!) 
 Tempat: Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara 
 Mari kita kokohkan akidah dan tingkatkan iman di awal pekan ini. 
Ajak keluarga, tetangga, dan sahabat Anda! 

📍 Lokasi: Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara
#gayampermai #masjidalmuminun #kajianahadpagi #kajiansubuh #kajianislam #ustadzretnoahmadpujiono #banjarnegara #infokajian #ngajiyuk #subuhberjamaah
Share:

Kebaikan adalah Investasi Abadi!


Kajian Rutin Ahad Pagi : 26 Oktober 2025
Penceramah : Ustadz Ulil Albab Al Hafidz

Al-Qur'an adalah Al-Furqan, kriteria pembeda antara yang benar. Sebagai petunjuk universal, ia tidak hanya menetapkan hukum, tetapi juga membentuk karakter dan moral, memastikan bahwa setiap aspek kehidupan seorang mukmin, mulai dari doa yang terucap hingga tindakan yang diperbuat, selaras dengan kehendak Ilahi. Dalam Surah Al-Furqan, Allah SWT menguraikan sifat-sifat Ibadurrahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih), menunjukkan bahwa keimanan sejati tercermin dalam kualitas luhur jiwa dan amal perbuatan.
Salah satu sifat paling mulia dari Ibadurrahman adalah doa mereka untuk keluarga, sebuah permohonan yang menunjukkan orientasi hidup yang melampaui kepentingan duniawi:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا 
 (“Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waj'alna lil muttaqina imama.”)

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Makna Mendalam: 
Kebaikan yang Bersambung
"Qurrata A’yun" (Penyenang Hati): Tafsir ulama menjelaskan bahwa "penyenang hati" di sini secara spesifik adalah anak yang taat kepada Allah (sholeh) dan menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Doa ini adalah permohonan agar anak-anak kami menjadi manusia yang sholeh, yang kehadirannya di dunia dan akhirat membawa ketenangan, bukan kegelisahan.
Kebaikan Berkesinambungan: Doa ini secara implisit memohon agar Allah menjadikan kebaikan yang bersambung-menyambung pada keturunan-keturunan kita semua. Sebab, ketika keturunan menjadi sholeh, amal kebaikan mereka akan menjadi pahala jariyah yang tak terputus bagi orang tua yang mendidik dan mendoakannya.
Kepemimpinan Takwa: Puncak doa ini adalah permintaan untuk dijadikan "Imam bagi orang-orang yang bertakwa." Ini menuntut kita untuk menjadi panutan dalam keimanan dan ketaatan, membuktikan bahwa ucapan doa kita didukung oleh tindakan ketakwaan yang nyata.
Kisah keimanan juga mengajarkan tentang ketekunan dalam kebaikan, bahkan ketika hasilnya baru terlihat setelah rentang waktu yang sangat lama. Diriwayatkan dalam beberapa sumber Islam, Nabi Ibrahim AS pernah memanjatkan doa bersama putranya, Nabi Ismail AS, setelah selesai meninggikan pondasi Ka'bah: 
 "Ya Tuhan kami, utuslah di antara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al-Baqarah: 129)

Kisah ini menyoroti sebuah keajaiban waktu: Nabi Muhammad SAW yang merupakan keturunan Nabi Ismail AS lahir dan diutus menjadi Rasul, yang sebagian ulama menafsirkan bahwa itu adalah bukti terkabulnya doa Nabi Ibrahim AS setelah rentang waktu yang diperkirakan mencapai sekitar 3.000 tahun.














Share:

Subuh Berjama'ah dan Kajian Ahad Pagi


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dengan mengharap Ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kami mengundang Bapak/Ibu, Saudara/i Kaum Muslimin dan Muslimat untuk hadir dalam kegiatan Kajian Ahad Rutin Pagi.
Mari bersama-sama meraup pahala di waktu Dhuha dengan mendengarkan nasehat dan ilmu agama.

🗓 Hari/Tanggal: Ahad, 26 Oktober 2025 
⏰ Waktu: Ba'da Sholat Subuh Berjama'ah - Selesai 
🕌 Tempat: Masjid Al-Mu'minun (Perumahan Gayam Permai) 
🎤 Pemateri: Ustadz Ulil Albab Al Hafidz 
📚 Tema: (-)

Rangkaian Acara:
  1. Sholat Tahiyatul Masjid 
  2. Sholat Qobliyah Subuh 
  3. Sholat Subuh Berjama'ah 
  4. Kajian Ilmiyah 
  5. Sesi Tanya Jawab 
  6.  Makan Pagi Bersama 
 
Disarankan membawa alat tulis untuk mencatat faedah. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim) Jazakumullahu khairan katsiran atas kehadirannya. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Share:

Rahasia Takdir Ilahi Hingga Hangatnya Sate Ayam Ukhuwah

Pagi yang cerah di Perumahan Gayam Permai Banjarnegara kembali disinari oleh cahaya ilmu dan keimanan melalui kegiatan Kajian Rutin Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al Mu'minun. Dalam suasana penuh kekeluargaan, jamaah berkesempatan mendalami tema krusial, yaitu Takdir, dengan merujuk pada lautan hikmah dalam Al-Qur'an Surat At-Taghabun ayat 11 sampai dengan 13.
Bersama al-Ustadz Yusman, S.H.I., kajian ini menjadi momen berharga untuk merenungkan kembali hakikat kehidupan, musibah, dan kehendak mutlak Allah SWT. Ayat 11 dari Surah At-Taghabun menegaskan sebuah prinsip agung:

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah..."

Pesan utama dari ayat ini adalah pengakuan total terhadap kekuasaan Allah (Takdir) sebagai sumber segala kejadian, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Keimanan sejati kepada Takdir inilah yang menjadi kunci bagi hati seorang mukmin untuk mendapatkan petunjuk, ketenangan, dan kesabaran saat menghadapi cobaan

Ayat-ayat berikutnya (12-13) kemudian menjadi penegasan dan konsekuensi logis dari penerimaan takdir tersebut. Ayat 12 mengingatkan kita pada kewajiban fundamental: ketaatan mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya. Sementara Ayat 13 menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, yang kemudian diakhiri dengan perintah yang mendalam, 

"Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah saja."

Dari uraian Ustadz Yusman, jamaah diajak memahami bahwa iman kepada Takdir tidak berarti fatalisme atau pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, ia memacu seorang mukmin untuk berikhtiar semaksimal mungkin, berpegang teguh pada syariat, dan kemudian menyerahkan segala hasilnya kepada Allah (Tawakal). Ketika musibah datang, seorang mukmin dengan iman yang benar akan mendapatkan ketenangan di hati karena yakin bahwa semua itu adalah bagian dari rencana dan ilmu Allah yang Maha Sempurna. Hati yang tertuntun oleh iman akan senantiasa berbaik sangka kepada ketetapan-Nya.

Sesi kajian yang mencerahkan ini ditutup dengan ramah-tamah yang hangat, yaitu makan Sate Ayam bersama yang dipersiapkan dengan penuh keikhlasan oleh Ibu-ibu Pengajian Asy Syifa. Lebih dari sekadar hidangan, momen ini menjadi simbol eratnya ukhuwah islamiyah dan kebersamaan di antara warga Perumahan Gayam Permai, menegaskan bahwa ilmu dan iman akan semakin kokoh jika diiringi dengan jalinan silaturahmi dan amal saleh.
Semoga ruh keimanan dan tawakal yang kita dapatkan dari Surah At-Taghabun ini dapat terus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi bekal untuk menghadapi setiap ketetapan Allah dengan hati yang sabar dan bersyukur. Wallahu a'lam bish-shawab.

















Share:

Undangan Subuh Berjama'ah, 19 Oktober 2025

 


Undangan Subuh Berjama'ah dilanjutkan dengan Kajian rutin Ahad Pagi, 19 Oktober 2025. Bersama Ustadz Yusman, SHI. Selaku Ketua Takmir Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara

Share:

Subuh Berjama'ah dan Manisnya Majelis Ilmu di Ahad Pagi

Waktu subuh seringkali menjadi medan pertempuran terbesar melawan hawa nafsu dan kenyamanan bantal. Namun, bagi seorang Muslim, Sholat Subuh adalah gerbang emas menuju keberkahan sepanjang hari. Lebih dari itu, Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian rutin Ahad Pagi adalah kombinasi amalan istimewa untuk memulai pekan dengan fondasi iman dan ilmu.
1. Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah: Jaminan dan Cahaya
Salat Subuh adalah salat fardhu yang paling disaksikan oleh para malaikat, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra' ayat 78:
"...dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Keutamaan bagi mereka yang berjuang melawan kantuk dan dingin untuk melaksanakannya secara berjamaah di masjid sungguh luar biasa:

A. Pahala Shalat Semalam Penuh
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seolah-olah dia telah salat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya."(HR. Muslim)
B. Berada dalam Jaminan Allah
Orang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah akan berada di bawah perlindungan dan jaminan Allah SWT. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang mengerjakan shalat Subuh, maka ia berada di dalam jaminan Allah."(HR. Muslim)
C. Mendapatkan Cahaya Sempurna di Hari Kiamat
Bagi mereka yang berjalan dalam kegelapan (menuju masjid saat Subuh) akan diberikan ganjaran cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.

2. Menyambut Berkah dengan Kajian Rutin Ahad Pagi
Setelah meraih keutamaan Subuh berjamaah, melanjutkan momen berharga tersebut dengan duduk di majelis ilmu (kajian rutin Ahad Pagi) adalah sebuah kesempurnaan. Majelis ilmu di waktu pagi merupakan momentum terbaik untuk menanamkan ilmu di hati, pikiran, dan jiwa.
A. Jalan yang Dimudahkan Menuju Surga
Menghadiri majelis ilmu di masjid adalah salah satu jalan termudah menuju Surga. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga."(HR. Muslim)
B. Majelis Ilmu Adalah Taman Surga
Majelis ilmu, di mana Al-Qur'an dibaca dan dipelajari, disamakan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai Riyadhul Jannah (Taman Surga). Di tempat ini, kaum Muslim akan dilingkupi oleh ketenangan (sakinah), dinaungi rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan bahkan Allah subhanahu wa ta’ala akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang mulia.
C. Fondasi Spiritual untuk Seminggu ke Depan
Mengawali Ahad pagi dengan ilmu dan dzikir memberikan bekal spiritual yang kokoh. Ilmu yang didapat akan menjadi pengingat (zikra) dan penasihat (nasihat) agar kita mampu menjalani aktivitas dan menghadapi godaan dunia selama sepekan ke depan dengan keimanan yang stabil. Momen ini juga mempererat tali silaturahmi antarjamaah, membangun kekuatan sosial di lingkungan perumahan atau desa.

Menggabungkan Subuh berjamaah dan Kajian Rutin Ahad Pagi adalah paket sempurna untuk mengoptimalkan awal hari dan awal pekan Anda. Ini bukan hanya rutinitas, melainkan investasi akhirat yang akan mendatangkan keberkahan, jaminan perlindungan, hingga pahala yang berlimpah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mari jadikan Ahad Pagi bukan hanya hari libur, melainkan hari untuk mengisi ruh dan akal dengan petunjuk-Nya, demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Share:

Ketika Ibadah Bukan Soal Banyak, Tetapi Istiqomah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam berkata, telah mengabarkan bapakku kepadaku dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya dan bersamanya ada seorang wanita lain, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "siapa ini?" Aisyah menjawab: "si fulanah", Lalu diceritakan tentang shalatnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "tinggalkanlah apa yang tidak kalian sanggupi, demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian sendiri yang menjadi bosan, dan agama yang paling dicintai-Nya adalah apa yang senantiasa dikerjakan secara rutin dan kontinyu".
Share:

Kerja Bhakti, 5 Oktober 2025

 





Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget