![]() |
| MC dari TPQ |
Kegembiraan yang Berdasar
Ustadz Lukman mengawali tausiyahnya dengan mengingatkan kita untuk senantiasa bergembira menyambut dan menjalani Ramadhan. Mengapa? Karena Ramadhan adalah kesempatan yang sangat dirindukan, bahkan oleh mereka yang sudah mendahului kita.
"Seandainya orang yang sudah wafat bisa kembali ke dunia, satu-satunya waktu yang ingin mereka jumpai adalah bulan Ramadhan untuk beribadah. Maka, sungguh beruntung kita yang masih diberi nafas hari ini," ujar beliau.
Kesempurnaan Ciptaan dan Amanah Ibadah
Beliau juga menekankan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan sangat sempurna. Namun, kesempurnaan fisik dan akal itu akan menjadi hujah (tuntutan) di akhirat jika tidak digunakan untuk menghamba kepada-Nya.
10 Perkara Sia-Sia yang Harus Dihindari
Dalam inti kajiannya, Ustadz Lukman memaparkan 10 perkara yang sering kali menjadi sia-sia, terutama jika dibiarkan berlalu begitu saja di bulan Ramadhan:
Ilmu yang Tidak Diamalkan: Mengetahui keutamaan ibadah namun tidak mempraktikkannya.
Ibadah yang Sia-sia: Melakukan ritual ibadah namun tidak memenuhi syarat, rukun, atau tidak ikhlas.
Harta yang Tidak Diinfakkan: Memiliki kelebihan rezeki namun kikir untuk berbagi di bulan kedermawanan.
Hati yang Kosong dari Rindu kepada Allah: Hati yang hanya sibuk dengan urusan duniawi tanpa getaran kerinduan pada Sang Pencipta.
Anggota Badan yang Tidak untuk Beribadah: Mata, telinga, dan tangan yang tidak digunakan untuk ketaatan.
Cinta yang Tidak untuk Perintah Allah: Mencintai mahluk atau dunia melebihi cintanya pada aturan Allah.
Waktu yang Terbuang: Melewatkan detik demi detik Ramadhan tanpa dzikir, tilawah, atau amal saleh.
Pikiran yang Tidak Bermanfaat: Menghabiskan energi pikiran untuk hal-hal yang buruk atau tidak berfaedah.
Tidak Mengharap Ridho Allah: Beramal hanya karena ikut-ikutan atau ingin dipuji manusia (riya).
Tidak Menimbulkan Kebermanfaatan: Hidup yang hanya untuk diri sendiri tanpa memberi dampak positif bagi orang lain di sekitarnya.
Mumpung Masih Ada Waktu
Di akhir kajian, Ustadz Lukman mengajak jamaah warga Gayam Permai untuk mengevaluasi diri. Jangan sampai kesempurnaan yang Allah berikan justru berakhir pada kesia-siaan. Ramadhan adalah momentum untuk memastikan bahwa ilmu, harta, waktu, dan pikiran kita semuanya bernilai ibadah.






.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
No comments:
Post a Comment