Gayam Permai, Banjarnegara – Memasuki hari keempat Ramadhan 1447 H, suasana fajar di Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai terasa semakin sejuk. Sabtu, 21 Februari 2026, jamaah kembali berkumpul untuk menyimak kajian subuh yang disampaikan oleh Ustadz Akmal. Tema yang diangkat kali ini sangat mendasar namun krusial bagi keabsahan ibadah kita: Fiqih Wudhu.
Ustadz Akmal membuka kajian dengan mengingatkan bahwa wudhu bukan sekadar rutinitas membasuh air ke kulit, melainkan syarat sahnya shalat dan sarana penggugur dosa.
1. Rukun Wudhu: Tiang Keabsahan
Ustadz Akmal menekankan bahwa rukun wudhu adalah hal yang wajib ada. Jika salah satu ditinggalkan, maka wudhu tersebut tidak sah. Berdasarkan pandangan mayoritas ulama, terdapat 6 rukun wudhu:
- Niat: Dilakukan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh bagian wajah.
- Basuh Wajah: Batasannya adalah dari tumbuhnya rambut kepala hingga dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.
- Basuh Kedua Tangan: Wajib menyertakan kedua siku.
- Mengusap Sebagian Kepala: Meski hanya beberapa helai rambut.
- Basuh Kedua Kaki: Hingga kedua mata kaki.
- Tertib: Dilakukan secara berurutan, tidak boleh melompat-lompat.
2. Sunah-Sunah Wudhu:
Penyempurna Pahala
Agar wudhu kita memberikan keberkahan yang lebih, Ustadz Akmal mengajak jamaah untuk menghidupkan kembali sunah-sunah Rasulullah SAW dalam berwudhu, di antaranya:
- Membaca Basmalah di awal wudhu.
- Bersiwak atau menggosok gigi (sangat dianjurkan sebelum wudhu).
- Mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan sebelum memulai rukun.
- Berkumur-kumur dan Istinsyaq (menghirup air ke hidung).
- Mendahului anggota tubuh bagian kanan (tayamun).
- Membasuh masing-masing anggota wudhu sebanyak tiga kali.
- Mengusap kedua telinga (luar dan dalam).
- Membaca doa setelah selesai wudhu.
3. Pesan Khusus:
Wudhu di Bulan Ramadhan
Ustadz Akmal memberikan catatan penting bagi orang yang sedang berpuasa. Dalam hal Istinsyaq (menghirup air ke hidung) dan berkumur-kumur, Rasulullah SAW menganjurkan untuk bersungguh-sungguh kecuali bagi orang yang sedang berpuasa. "Saat Ramadhan, lakukanlah secara wajar, jangan terlalu kuat menghirup air ke hidung agar air tidak masuk ke kerongkongan yang dapat membatalkan puasa," jelas beliau.
4. Hikmah Spiritual Wudhu
Menutup kajiannya, Ustadz Akmal mengingatkan bahwa air wudhu kelak akan menjadi cahaya (ghurran muhajjalin) bagi umat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Wudhu adalah bentuk "distilasi" ruhani yang mempersiapkan hamba untuk menghadap Sang Pencipta dalam keadaan suci lahir dan batin. Semoga dengan memahami kembali rukun dan sunah wudhu ini, kualitas shalat kita di bulan Ramadhan semakin meningkat. Mari kita jadikan setiap tetesan air wudhu sebagai penghapus dosa dan pembawa ketenangan hati.






.heic)

.heic)
.heic)
.heic)
No comments:
Post a Comment