Showing posts with label Kajian Ahad Pagi. Show all posts
Showing posts with label Kajian Ahad Pagi. Show all posts

Menggapai Islam Kaffah: Catatan Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Mu’minun

Suasana sejuk Ahad pagi di Perumahan Gayam Permai terasa lebih bermakna dengan hadirnya warga di Masjid Al-Mu’minun. Dalam kesempatan Kajian Rutin kali ini, kita berkesempatan menimba ilmu bersama Ustadz Retno Ahmad Pujiono, Lc. dengan tema sentral mengenai totalitas berislam dan waspada terhadap tipu daya setan. 
Kalimat Paling Utama
Mengawali kajiannya, Ustadz Retno mengingatkan kita pada dua kalimat yang sangat ringan di lisan namun berat di timbangan amal: Sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah. Sebuah pengakuan bahwa segala nikmat hanya datang dari Allah. Sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaha illallah. Kalimat tauhid yang menjadi kunci surga. 


Perintah Berislam Secara Totalitas (Kaffah)
 
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali terjebak pada pengelompokan aspek kehidupan—mana yang urusan dunia dan mana yang urusan agama. Padahal, Allah SWT menghendaki umat-Nya untuk totalitas. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 208: 

 "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." 

Ustadz Retno menjelaskan dua kandungan utama dari ayat tersebut bagi kehidupan kita: 
1. Menghadirkan Allah dalam Segala Aspek 
Islam bukan hanya saat kita sujud di masjid. Islam harus hadir saat kita bekerja di kantor, berniaga di pasar, hingga dalam cara kita mencari nafkah. Pastikan harta yang dibawa pulang ke rumah adalah harta yang halal. Nabi SAW bersabda bahwa kesempurnaan iman seseorang diukur dari sejauh mana ia mampu menundukkan hawa nafsunya demi mengikuti syariat Allah. 
2. Mewaspadai Musuh yang Nyata 
Setan tidak akan pernah berhenti menjerat manusia. Mengutip penjelasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ustadz Retno memaparkan 5 tingkatan jerat setan: 
  • Agar Kafir/Syirik: Target utama setan untuk memutus hubungan hamba dengan Sang Pencipta. 
  • Menjalankan Perkara Bid’ah: Mengajak manusia beribadah dengan cara yang tidak dituntunkan. 
  • Jatuh dalam Dosa Besar: Menggoda manusia dengan kemaksiatan yang besar. 
  • Menyibukkan pada Perkara Mubah: Membuat manusia terlena pada hal-hal yang tidak berpahala. 
  • Menyibukkan pada Hal yang Kurang Afdhol: Membuat kita sibuk dengan amalan baik, namun meninggalkan amalan lain yang jauh lebih utama (afdhol). 

Kehangatan Ramah Tamah:
 
Kontribusi Ibu-Ibu Asy-Syifa Setelah rohani dikenyangkan dengan ilmu, kegiatan pagi ini ditutup dengan momen yang sangat dinantikan, yaitu ramah tamah dan makan bersama. Momen kebersamaan ini terasa spesial berkat hidangan nikmat yang telah dipersiapkan dengan penuh cinta oleh Ibu-ibu Pengajian Asy-Syifa. Sambil menyantap hidangan, antar warga bisa saling bertegur sapa dan mempererat silaturahmi. Inilah wujud nyata dari Islam yang indah; bermula dari tholabul ilmi di dalam masjid, berlanjut dengan penguatan ukhuwah di teras masjid. 

Kajian pagi ini menjadi pengingat bagi kita seluruh warga Perumahan Gayam Permai untuk merefleksikan diri: Sudahkah Islam mewarnai setiap helai napas dan langkah kita? Semoga kita termasuk golongan yang mampu berislam secara kaffah dan senantiasa dalam lindungan Allah dari jerat setan. Sampai jumpa pada Kajian Rutin Ahad Pagi berikutnya. Mari makmurkan masjid kita, eratkan silaturahmi warga.
Share:

Momentum "Recharging Iman"


Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan kilat dari Mekkah ke Palestina lalu ke langit ketujuh. Bagi baginda Nabi Muhammad SAW, ini adalah momentum "Recharging Iman" dan pengukuhan otoritas kenabian yang paling spektakuler dalam sejarah manusia.

1. Landasan Wahyu: Kesaksian IlahiPeristiwa agung ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an sebagai bukti kebenaran yang mutlak. Allah berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 1 :

سُبْØ­ٰÙ†َ الَّذِÙŠْٓ اَسْرٰÙ‰ بِعَبْدِÙ‡ٖ Ù„َÙŠْÙ„ًا Ù…ِّÙ†َ الْÙ…َسْجِدِ الْØ­َرَامِ اِÙ„َÙ‰ الْÙ…َسْجِدِ الْاَÙ‚ْصَا الَّذِÙŠْ بٰرَÙƒْÙ†َا Ø­َÙˆْÙ„َÙ‡ٗ Ù„ِÙ†ُرِÙŠَÙ‡ٗ Ù…ِÙ†ْ اٰÙŠٰتِÙ†َاۗ اِÙ†َّÙ‡ٗ Ù‡ُÙˆَ السَّÙ…ِÙŠْعُ الْبَصِÙŠْرُ"

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Ses1ungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

2. Momentum "Amul Huzni": Di Balik Kesulitan Ada KemuliaanSecara historis, Isra’ Mi’raj terjadi di tahun yang sangat menyesakkan (Amul Huzni). Setelah wafatnya Siti Khadijah (istri sekaligus penyokong moral) dan Abu Thalib (paman sekaligus pelindung politik), Rasulullah SAW juga mengalami penolakan fisik yang menyakitkan di Thaif.Di saat dukungan duniawi seolah terputus, Allah SWT justru memperlihatkan bahwa dukungan ukhrawi (langit) tidak terbatas. Isra’ Mi’raj hadir untuk menghibur hati Nabi, menunjukkan bahwa meski beliau diusir di bumi, beliau disambut dengan mulia di seluruh lapis langit.

3. Perkokoh Kenabian Melalui Tiga Simbol UtamaAda tiga hal dalam peristiwa ini yang memperkokoh kedudukan Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir:
  • Menjadi Imam Para Nabi: Di Masjidil Aqsa, Rasulullah mengimami salat berjamaah yang makmumnya adalah para nabi terdahulu. Ini adalah proklamasi bahwa beliau adalah pemimpin para utusan Allah (Imamul Anbiya wal Mursalin).
  • Melihat Realitas Gaib (Haqqul Yaqin): Allah memperlihatkan surga dan neraka secara langsung. Hal ini mengubah pengetahuan Nabi dari yang bersifat berita (khabar) menjadi penglihatan langsung (ru'yah). Seorang pemimpin yang sudah melihat hasil akhir perjuangannya akan memiliki keteguhan hati yang tidak tergoyahkan oleh ancaman apa pun di bumi.
  • Mandat Salat: Hubungan Langsung Tanpa Perantara: Di Sidratul Muntaha, Nabi menerima perintah salat 5 waktu. Ini mengukuhkan posisi beliau sebagai penghubung umat manusia dengan Sang Pencipta secara rutin dan intim.

4. Ujian Logika dan Keteguhan Iman. Peristiwa ini juga menjadi ujian bagi kredibilitas kenabian di mata manusia. Kaum kafir Quraisy menganggapnya gila, namun bagi para sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, kebenaran peristiwa ini adalah bukti bahwa perkataan Nabi selalu benar meskipun di luar nalar manusia. Inilah yang kemudian memperkuat barisan kaum muslimin sebelum berangkat hijrah ke Madinah. 
Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa saat kita merasa "habis" dan sendirian dalam berjuang (seperti Nabi di Tahun Kesedihan), Allah selalu punya cara untuk mengangkat derajat kita ke tempat yang lebih tinggi. Kuncinya adalah menjaga koneksi melalui salat, "oleh-oleh" utama dari perjalanan suci tersebut.








Share:

Subuh Berjama'ah Ahad, 4 Januari 2026


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Segenap warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya, bagaimana kabar iman kita hari ini? Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah dan kesehatan kepada kita semua. 
Menghidupkan suasana Ahad pagi dengan ibadah adalah cara terbaik untuk mengisi kembali "baterai" spiritual kita setelah sepekan beraktivitas. Oleh karena itu, Takmir Masjid Al Mu’minun mengundang Bapak, Ibu, serta Saudara/i sekalian untuk hadir dalam rangkaian ibadah dan thalabul ilmi. Jadwal Kegiatan Catat waktu dan tempatnya agar tidak terlewat: 
Hari/Tanggal: Ahad, 4 Januari 2026 
Waktu: Dimulai dari Sholat Subuh Berjamaah (Tepat Waktu) 
Agenda: Kajian Rutin Ahad Pagi (Ba'da Subuh) 
Tempat: Masjid Al Mu’minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara 
Pemateri: Ustadz Ulil Albab Al Hafidz 

Mengapa Anda Harus Hadir? 
Keutamaan Subuh Berjamaah: "
Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, maka ia berada dalam jaminan Allah." (HR. Muslim). Ilmu dari Ahlinya: 
Bersama Ustadz Ulil Albab Al Hafidz, kita akan menyelami ilmu agama dengan kedalaman makna, insyaAllah akan membawa ketenangan dan pencerahan bagi hati kita. 
Mempererat Silaturahmi: Momen ini adalah kesempatan emas untuk saling bertegur sapa dan memperkuat ikatan ukhuwah antar sesama warga Gayam Permai. "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Mari ajak keluarga, tetangga, dan sahabat untuk melangkahkan kaki menuju rumah Allah. Siapkan hati yang ikhlas dan catatan untuk merangkum faidah ilmu yang akan disampaikan. Sampai jumpa di Masjid Al Mu’minun! 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kontak Informasi: Sekretariat Masjid Al Mu’minun – Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara.
Share:

Jangan Biarkan Setan 'Mengikat' Anda di Masjid


Ringkasan Pengajian Subuh
Narasumber: Ustadz Firdaus Maulana Akbar, Lc.
Waktu: Ahad, 28 Desember 2025

​PENDAHULUAN

​Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari peperangan batin. Seringkali muncul perasaan ragu, was-was, hingga bisikan-bisikan negatif yang mengganggu ketenangan hati dan kekhusyukan ibadah. Islam telah memberikan "perisai" paling akhir dalam mushaf Al-Qur'an, yaitu Surat An-Naas, sebagai senjata untuk melawan gangguan tersebut.

​Pengajian Subuh kali ini mengupas tuntas tafsir Surat An-Naas, bukan sekadar sebagai bacaan sholat, melainkan sebagai sarana komunikasi hamba kepada Sang Khalik untuk memohon perlindungan dari musuh yang nyata namun tak terlihat—yakni setan dari golongan jin dan manusia.

​ISI RINGKASAN

​1. Mengenal Allah Sebelum Memohon Perlindungan

​Surat An-Naas mengajarkan adab berdoa yang sangat indah. Sebelum meminta perlindungan, kita diperintahkan melafalkan pujian melalui tiga sifat Allah:

  • ​Rabb: Allah sebagai Pemelihara.
  • Malik: Allah sebagai Penguasa/Raja.
  • ​Ilah: Allah sebagai Sembahan yang Haq.

​2. Mengenal Sosok Pengganggu: Al-Khannas

​Penyebab rasa was-was dan keraguan adalah setan bernama Khannas. Ia memiliki strategi unik:

  • ​Ia membisikkan keburukan ke dalam dada (hati) manusia.
  • ​Ia mengalir dalam aliran darah manusia.
  • ​Ia akan bersembunyi atau mengecil jika kita berzikir, namun akan menguat jika kita lalai.

​3. Spesialisasi Setan di Berbagai Tempat

​Gangguan setan ada di mana-mana, bahkan di tempat ibadah sekalipun:

  • ​Khubutsi & Khobaits: Setan yang berada di WC/tempat kotor.
  • ​Himjin: Setan yang mengganggu kekhusyukan jamaah di Masjid.
  • ​Qarin: Setan yang selalu mendampingi setiap manusia untuk menjerumuskan nafsu.

​4. Cara Menangkal Godaan

​Ustadz menekankan bahwa cara mengecilkan kekuatan setan bukanlah dengan mencacinya, melainkan dengan:

  • ​Membaca Basmalah & Istighfar: Dua kalimat ini membuat setan merasa sangat kecil dan tidak berdaya.
  • ​Zikir di Masjid: Jangan sampai di dalam masjid kita hanya diam tanpa zikir, karena itulah saat di mana setan justru akan "mengikat" kita meskipun mereka dalam keadaan terkekang di rumah Allah.

​5. Pelajaran dari Ibadah Nabi

​Di sela bahasan tafsir, ustadz mengingatkan fleksibilitas ibadah. Nabi Muhammad SAW pernah membatalkan iktikafnya demi keperluan keluarganya (saat didatangi istri). Ini memberikan pelajaran bahwa ibadah sunnah seperti iktikaf boleh dibatalkan jika ada kebutuhan yang mendesak.

​Hati manusia adalah sasaran utama gangguan. Dengan memahami tafsir Surat An-Naas, kita menyadari bahwa perlindungan terbaik hanya datang dari Allah SWT. Mari senantiasa membasahi lidah dengan zikir agar setan "Khannas" tidak memiliki ruang untuk membisikkan keraguan di dada kita.

Share:

Mencari Sakinah dan Keutamaan Langkah Menuju Majelis Ilmu

BANJARNEGARA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai pada Minggu pagi (21/12/2025). Dalam agenda Kajian Rutin Ahad Pagi, Ustadz Yusman, SHI menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan batin kita di tengah hiruk-pikuk dunia: Mencari Sakinah dan Keutamaan Langkah Menuju Majelis Ilmu

Berikut adalah poin-poin mutiara hikmah yang dirangkum dari penyampaian beliau: 
1. Majelis Ilmu: Sumber Sakinah dan Rahmat 
Ustadz Yusman menekankan bahwa majelis ilmu bukan sekadar tempat bertukar informasi, melainkan taman surga di dunia. Ketika seseorang melangkahkan kaki dan duduk di dalamnya, Allah SWT menurunkan tiga anugerah sekaligus: 
  • Sakinah: Ketentraman jiwa yang membuat hati merasa aman. 
  • Rahmah: Limpahan kasih sayang Allah. 
  • Naungan Malaikat: Para malaikat membentangkan sayapnya sebagai bentuk ridha atas apa yang dilakukan penuntut ilmu. 

2. Keutamaan Niat: Datang untuk Ilmu, Dihitung Shalat 
Salah satu kabar gembira yang disampaikan beliau adalah tentang kemuliaan niat. Barangsiapa yang hadir ke majelis ilmu dengan niat tulus untuk belajar sekaligus menunggu waktu shalat, maka seluruh waktu duduknya dihitung sebagai pahala shalat. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya mendapatkan pahala berlipat ganda dengan amalan yang sederhana. 

3. Dahsyatnya Adab Berwudhu dari Rumah 
Beliau juga mengingatkan pentingnya persiapan sebelum berangkat ke masjid. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW: 
 "Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna di rumahnya, kemudian melangkah menuju masjid, maka setiap satu langkah kakinya akan menaikkan derajatnya, dan langkah lainnya akan menghapuskan dosa-dosanya." 
Inilah mengapa berjalan kaki ke masjid dengan keadaan suci memiliki nilai filosofis dan spiritual yang sangat tinggi dalam Islam. 

4. Keutamaan Menunggu Waktu Shalat (Ribat) 
Bagi jamaah yang datang lebih awal, melaksanakan shalat, lalu tetap duduk di dalam masjid untuk menunggu waktu shalat berikutnya, maka ia berada dalam penjagaan. Selama ia menunggu dalam keadaan suci, malaikat akan terus mendoakannya, dan waktu tunggunya dicatat layaknya orang yang sedang mendirikan shalat. Kesimpulan Kajian pagi ini mengingatkan kita bahwa ketenangan tidak ditemukan dalam harta atau jabatan, melainkan dalam kedekatan kita dengan rumah Allah dan majelis-majelis ilmu. Masjid Al Mu'minun berkomitmen untuk terus menjadi wadah bagi warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya dalam memperdalam ilmu agama. 

Informasi Kegiatan: 
 Pemateri: Ustadz Yusman, SHI 
 Lokasi: Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara 
 Waktu: Ahad Pagi, 21 Desember 2025 
Semoga langkah kaki kita menuju majelis ilmu menjadi saksi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Share:

Sembilan Tahun Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al Mu'minin (2016 - 2025)

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara, 18 Desember 2025
. Tepat sembilan tahun yang lalu, pada tanggal 18 Desember 2016, sebuah inisiatif sederhana namun mulia lahir di tengah-tengah warga Perumahan Gayam Permai. Inisiatif itu tertuang dalam selembar undangan hijau bertuliskan "Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al Mu'minin." Kala itu, inisiatif yang diprakarsai oleh Takmir Masjid Al Mu'minin ini bertujuan tunggal: menghidupkan kembali sholat Subuh berjamaah di masjid yang diinisiasi oleh Bp.Ketua Takmir Bapak Yusman SHI Ba'da subuh saat itu pertama diisi ceramah oleh Bpk. Ustadz H. Yulianto. Kegiatan tersebut menjadi titik tolak sebuah perjalanan spiritual kolektif yang kini telah mencapai usia sembilan tahun. 

Undangan Pertama kali dibagikan dalam bentuk Hardcopy.. diedarkan pada rumah-rumah yang beragama Islam. 

Dari Langkah Kecil Menuju Istiqamah (2016 - 2019) 
Masa-masa awal adalah tantangan. Suasana dingin Banjarnegara di pagi buta seringkali menguji semangat. Namun, berkat kegigihan Takmir dan kesadaran akan Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid yang tertera jelas pada undangan, jumlah jamaah perlahan tapi pasti mulai stabil dan bertambah. Masjid Al Mu'minin Gayam Permai tidak hanya ramai dengan lantunan azan, tetapi juga dengan kegiatan pasca-Subuh yang akrab. 
Diskusi singkat, tadarus bersama, hingga sarapan sederhana (secara bergantian) yang digagas secara swadaya oleh ibu-ibu kompleks (Jama'ah Pengajian Asy Syifa), mulai menjadi tradisi. Gerakan ini sukses mengubah sholat Subuh yang tadinya sepi menjadi momentum pemersatu dan pembangun silaturahmi antarwarga Gayam Permai. 

Adaptasi dan Perluasan Dampak Ukhuwah (2020 - 2023) 
Memasuki tahun-tahun berikutnya, Gerakan Subuh Berjamaah semakin mengakar kuat. Bahkan ketika tantangan besar (seperti pandemi) tiba, kegiatan tetap berjalan dengan protokol ketat, membuktikan bahwa kebutuhan spiritual tidak dapat ditunda. Sholat Subuh menjadi penguat mental dan rohani bagi warga di tengah berbagai kesulitan. Takmir Masjid mulai merambah program tambahan yang berakar dari semangat Subuh: Subuh Berbagi Ilmu: Program pengajian kilat mingguan (kajian ba'da Subuh) yang rutin menghadirkan materi keagamaan praktis bagi kehidupan sehari-hari warga Banjarnegara.

Ahad Sehat Gayam Permai: 
Mengintegrasikan aktivitas fisik seperti senam atau jalan sehat setelah kajian Subuh di hari Ahad, semakin mempererat ikatan kebersamaan. Pelibatan Generasi Muda: Menarik remaja dan anak-anak kompleks untuk menjadi bagian aktif dari kegiatan Subuh, menjamin keberlanjutan gerakan ini. 

Sembilan Tahun Pilar Komunitas  
Hari ini, 18 Desember 2025, Masjid Al Mu'minin berdiri tegak sebagai pilar komunitas Perumahan Gayam Permai. Gerakan yang berawal dari selembar undangan sederhana kini telah menciptakan dampak berkelanjutan yang dirasakan nyata oleh warga. Sholat Subuh berjamaah tidak lagi menjadi sebuah anjuran, melainkan sebuah kebutuhan dan kebiasaan bagi mayoritas warga, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak. 
Solidaritas Warga: Ikatan kekeluargaan yang terjalin sejak Subuh kini meluas dalam berbagai kegiatan sosial di Banjarnegara, mulai dari bakti sosial, penggalangan dana untuk sesama (Bazar), hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya. 
Keberkahan Lingkungan: Keamanan, ketenangan, dan kehidupan bertetangga yang harmonis di Perumahan Gayam Permai diyakini tak lepas dari aktivitas subuh yang secara konsisten mendekatkan warga kepada Allah SWT dan menguatkan persaudaraan. Dari semangat Undangan Subuh Berjamaah pertama di tahun 2016, Masjid Al Mu'minin telah membuktikan bahwa dengan niat yang tulus dan istiqamah, sebuah gerakan kecil dapat menjelma menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. Ke depan, Takmir dan warga bertekad untuk terus melanggengkan tradisi mulia ini, menggapai rahmat dan karunia Allah SWT di setiap fajar di Banjarnegara.

Undangan Subuh dari Masa ke Masa















Share:

"Ngalir Saja" dalam Hidup!

Kajian Ahad pagi, 14 Desember 2025, di Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai setelah Sholat Subuh, menghadirkan Ustadz Syafrudin, LC. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti isu yang menurutnya menjadi krisis terbesar yang melanda umat hari ini: Krisis Makna dan Krisis Identitas. Sebuah krisis yang membuat seseorang kehilangan orientasi dan tujuan hidup yang jelas. 
Ustadz Syafrudin menyebut, krisis ini sering diekspresikan dalam ungkapan populer, "ngalir saja," sebuah jawaban yang terdengar pasrah namun menyimpan bahaya keputusasaan yang naif. Krisis ini adalah tanda kehancuran sistem keyakinan (yakin) yang tidak diterjemahkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Krisis "Ngalir Saja": 
Dari Cita-cita Menuju Kepasrahan Naif 
Ustadz Syafrudin, LC. menggambarkan pergeseran dramatis dalam orientasi hidup. Tujuan hidup yang spesifik di masa kecil (seperti ingin menjadi pahlawan atau polisi) seringkali hilang seiring berjalannya waktu. Ketika ditanya mengenai tujuan hidup di masa dewasa, jawaban yang dominan adalah, "Ngalir aja, lah." Ungkapan "ngalir saja," menurut Ustadz, bukanlah tanda kepasrahan yang Islami (tawakal), melainkan manifestasi dari: 
  • Keletihan (Capek): Respon ini muncul karena "capek sekali menjalani hidup." 
  • Ketidaktahuan: Ini adalah bahasa lain dari ketidaktahuan akan jalan mana yang harus dipilih. 
  • Kepasrahan Naif: Beliau menyebutnya perkataan yang Naif. 
Seseorang mengerti bahwa situasinya tidak baik, tetapi memilih untuk tidak berbuat apa-apa, yang menunjukkan krisis makna telah merusak pondasi keyakinan. 

Kontradiksi Keyakinan (Yakin) dan Realita Amal 
Keyakinan (yakin) kepada Allah SWT adalah kebenaran dasar yang tidak dapat dibatalkan (axiomatic belief). Namun, Ustadz Syafrudin menyoroti bahwa makna keyakinan ini tidak diterjemahkan dengan baik dalam sistem kehidupan saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus di mana keyakinan dasar tidak selaras dengan perilaku. Meskipun yakin akan Allah SWT, sering kali disaksikan perilaku yang kontraproduktif seperti melakukan tindak pidana yang secara nyata melanggar keyakinan dasar tersebut. Ini menunjukkan adanya keretakan besar antara iman di hati dan amal di dunia nyata. 

Solusi Islam: 
Membangun Keyakinan Melalui Kehadiran Abadi 
Setelah mendiagnosa krisis makna dan kontradiksi iman, Ustadz Syafrudin menawarkan solusi fundamental dalam Islam. Jembatan untuk membangun keyakinan yang kokoh dan diterjemahkan menjadi amal yang lurus adalah dengan menghadirkan Allah SWT pada setiap saat dalam hidup. Konsep Kehadiran dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala ini merupakan inti dari ajaran ihsan. Ia menuntut kesadaran penuh bahwa di setiap langkah, keputusan, dan keadaan, seseorang berada di bawah pengawasan-Nya. Kehadiran konstan ini secara otomatis menghilangkan ruang bagi sikap "ngalir saja" dan mencegah tindakan yang kontraproduktif. 
Menariknya, Ustadz Syafrudin mengaitkan konsep ini dengan istilah populer hari ini, Mindfulness. Mindfulness didefinisikan sebagai kondisi "hadir saat ini," tidak terbebani kenangan masa lalu, dan tidak pula silau dengan masa depan. Islam, melalui konsep ihsan dan muraqabah (merasa diawasi), telah menawarkan jalan ini sebagai metode praktis untuk membangun keyakinan yang selalu hidup dan membimbing perbuatan, jauh sebelum istilah modern itu muncul. 

Krisis makna dan identitas hari ini adalah panggilan bagi umat untuk kembali memeriksa kualitas keyakinan kita. Keyakinan bukan hanya pernyataan lisan, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan yang konsisten. Solusinya adalah dengan mempraktikkan Kehadiran Abadi dengan Allah SWT (Mindfulness Islami) di setiap waktu, sehingga keyakinan dapat menjadi peta jalan yang sejati, bukan sekadar teori yang usang.















Share:

Meneladani Kekuatan dan Amanah Nabi Musa Menjemput Kebaikan Allah

Ringkasan Pengajian Subuh | Ustadz Retno Ahmad Pujiono, Lc. Ahad Pon, 7 Desember 2025.

Oleh: Dwi Budi Prasojo,SKM
Pengajian Subuh kali ini menyoroti pentingnya syukur sebagai tanda bahwa kita adalah hamba yang "tahu diri" di hadapan Allah SWT. Karunia nikmat yang telah diberikan kepada kita bernafas, melihat, dan berbagai nikmat tak terhingga lainnya adalah anugerah yang luar biasa. Kita memohon agar Allah menetapkan kita sebagai hamba-hamba yang senantiasa pandai bersyukur, terutama atas perlindungan-Nya dari segala musibah, baik fisik maupun batin. 

Musibah Batin, Dosa, dan Rasa Malu 
Ustadz Retno mengingatkan bahwa musibah tidak hanya bersifat fisik, namun ada pula musibah batin yang dampaknya jauh lebih berat. 
  • Ketinggalan salat Subuh. 
  • Terhalang untuk membaca Al-Qur'an, bahkan hanya beberapa ayat. 
  • Tidak bisa berzikir dan wirid, padahal dosa kita sangat banyak.  
Semua hal ini pada hakikatnya adalah musibah batin. 
Perkataan para Salaf menyebutkan, seandainya dosa kita memiliki bau yang tercium, niscaya tidak akan ada seorang pun yang mau mendekat kepada kita. Mengingat hal ini, marilah kita mencontoh teladan Nabi Muhammad SAW yang beristighfar 70 hingga 100 kali sehari. Semoga kita semua terhindar dari musibah fisik maupun batin.
Salah satu sifat penting yang dibahas adalah rasa malu, yang juga disinggung dalam hadis riwayat Bukhari terkait materi yang sering diulang-ulang. Kurangnya rasa malu dapat menjadi pintu masuk berbagai dosa.

Kisah Nabi Musa AS di Madyan: 
Kekuatan, Amanah, dan Rasa Malu Pengajian Subuh kemudian mengambil hikmah dari kisah Nabi Musa AS di Kota Madyan (atau Madinah), yang diabadikan dalam Surah Al-Qasas (28), ayat 23-28. Bantuan dan Doa di Tengah Keterasingan Ketika Nabi Musa tiba dan melihat dua orang perempuan sedang mengantre untuk memberi minum ternak mereka, beliau dengan sigap berusaha membantu mereka. 
Setelah menunaikan pertolongan itu, Nabi Musa berteduh dan berdialog dengan Allah SWT, memohon dalam kerendahan hati: QS Al-Qasas [28]: 24: 
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."  
Ini adalah doa yang menunjukkan kepasrahan total dan keyakinan bahwa segala kebaikan hanya berasal dari Allah. Pemenuhan Undangan dan Bukti Rasa Malu Setelahnya, sesuai ayat 25 Surah Al-Qasas, salah satu putri Nabi Syu’aib AS (ayah dari kedua perempuan tersebut) datang menemui Musa atas perintah ayahnya. 
Putrinya itu datang dengan menjaga rasa dan sifat malunya, serta penuh wibawa. Ia mengundang Musa untuk makan sebagai balasan atas jasa baiknya memberi minum ternak. Musa memenuhi undangan tersebut, dan kepada Nabi Syu'aib, ia menceritakan kisahnya dikejar Firaun. Nabi Syu'aib menenangkan Musa bahwa ia telah selamat dari kaum zalim karena kekuasaan Firaun tidak sampai ke negeri Madyan. 
Kriteria Calon Suami dan Pekerja Dalam ayat ke-26, putri Nabi Syu’aib menyampaikan usul kepada ayahnya: 
 "Wahai ayahku, jadikan tamu ini orang yang bekerja pada kita... orang yang kuat lagi terpercaya." 
 
Usulan ini menekankan dua kriteria utama: kekuatan dan kepercayaan (amanah). 

Pernikahan dan Kesepakatan Jasa 
Ayat ke-27 menceritakan Nabi Syu’aib yang berdialog dengan Musa: 
 "Wahai pemuda, saya ingin menikahkan salah satu putriku ini dengan imbalan bekerja di rumahnya selama delapan musim haji. Dan saya tidak memberatkan engkau, dan semoga kamu termasuk orang-orang yang saleh." 
Dalam ayat ke-28, Nabi Musa menyepakati tawaran tersebut, bahkan memilih untuk bekerja selama sepuluh musim haji (sebagai tambahan dari delapan yang ditawarkan), menunjukkan kesungguhan dan kebutuhannya akan pertolongan, naungan, dan tempat berteduh. Ia menikahi putri Nabi Syu’aib yang paling kecil. Meneladani Kekuatan & Amanah Nabi Musa Menjemput Kebaikan Allah Ancaman bagi yang Hilang Rasa Malu
Ustadz Retno menyampaikan hadis riwayat Muslim mengenai ancaman Nabi Muhammad SAW terhadap dua kelompok di neraka yang tidak akan mencium bau surga: Kelompok orang yang memiliki cambuk (penganiaya).
Kelompok perempuan yang berpakaian tapi tidak berpakaian, yaitu mereka yang berlenggak-lenggok dan tidak menjaga kehormatan diri.
Musibah batin berupa hilangnya rasa malu dan terjerumus dalam dosa adalah hal yang harus kita hindari agar kita senantiasa termasuk dalam golongan hamba yang bersyukur dan diselamatkan Allah SWT di dunia dan akhirat.
Share:

Panggilan Para Kesatria Fajar

Tinggalkan selimut hangat, lawan bisikan syaitan untuk menunda-nunda. Mari kita buktikan bahwa komitmen kita kepada Allah سُبحَانَÙ‡ُ ÙˆَتَعَالَÙ‰ lebih kuat daripada kantuk pagi.
Sampai bertemu di Shof Terdepan, wahai Jamaah Yang Dirahmati!

Waktu: Tepat waktu sholat Subuh
Tempat: Masjid Al Mu'minun
Agenda: Sholat Subuh Berjamaah, dilanjutkan dengan Kajian Singkat (optional).

Kajian Rutin Ahad Pagi

Waktu: Ba'da Sholat Subuh
Tempat: Masjid Al Mu'minun
Agenda: Kajian Singkat bersama Ustadz Retno Ahmad P.LC

Share:

Pengajian Rutin Ahad Pagi, 30 November 2025



Kegiatan rutin Pengajian Ahad Subuh pada tanggal 30 November 2025 menjadi momen penting bagi jamaah untuk kembali menyegarkan ruhani dan mengokohkan pondasi keimanan. Dalam suasana sejuk pagi hari, Ustadz Ulil Albab menyampaikan tausiah yang padat makna, berfokus pada urgensi cinta kasih sebagai penyempurna iman dan pentingnya memanfaatkan waktu sesuai tuntunan Surat Al-Ashr. 



💖 Hadits Nabi: Fondasi Cinta dalam Kesempurnaan Iman 
Ustadz Ulil Albab memulai kajian dengan mengutip hadits Rasulullah ï·º yang sangat fundamental mengenai syarat masuk surga dan kesempurnaan iman. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut berbunyi: 
 "Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Dan tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan satu amal perbuatan yang jika kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kamu sekalian." (HR. Muslim) 
Beliau menekankan bahwa cinta sejati adalah tali pengikat keimanan yang paling kokoh. Hadits ini secara gamblang menghubungkan antara keimanan yang menjadi kunci surga, dengan sikap saling mencintai sesama. Lebih jauh, Ustadz Ulil Albab menjelaskan bahwa cakupan kasih sayang dalam Islam tidak hanya berhenti pada sesama muslim (ukhuwah Islamiyah), namun juga menuntun pada sikap baik, adil, dan santun kepada seluruh umat manusia (ukhuwah insaniyah), meskipun pintu surga mutlak hanya dimasuki oleh jiwa-jiwa yang beriman. 
Sikap saling mengasihi dan menasihati dalam kebaikan menjadi cerminan nyata dari keimanan yang sempurna di tengah masyarakat yang majemuk. 

⏳ Intisari Surat Al-Ashr: 
Peringatan dari Sang Pencipta Waktu Setelah mengupas Hadits tentang cinta, kajian dilanjutkan dengan pendalaman Surat Al-Ashr (Surat ke-103), yang menurut Imam Syafi'i sudah cukup menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia karena kandungan maknanya yang sangat komprehensif. Empat Pilar Keselamatan dari Kerugian Inti sari dari surat yang hanya terdiri dari tiga ayat ini adalah bahwa manusia pada dasarnya akan berada dalam kerugian, kecuali mereka yang tegak di atas empat pilar utama:

  • Beriman (Ø¥ِÙ„َّا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا): Memiliki keyakinan yang kokoh kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah syarat mutlak yang menjadi fondasi segala amal. 
  • Beramal Saleh (ÙˆَعَÙ…ِÙ„ُوا الصَّالِØ­َاتِ): Melakukan segala bentuk perbuatan baik sesuai ajaran agama, baik yang bersifat vertikal (ibadah kepada Allah) maupun horizontal (interaksi dengan sesama manusia dan alam). 
  • Saling Menasihati untuk Kebenaran (ÙˆَتَÙˆَاصَÙˆْا بِالْØ­َÙ‚ِّ): Aktif saling mengingatkan, membimbing, dan mengajak kepada jalan kebenaran (kebaikan). Ini adalah perwujudan dari cinta kasih yang sempurna. 
  • Saling Menasihati untuk Kesabaran (ÙˆَتَÙˆَاصَÙˆْا بِالصَّبْرِ): Saling menguatkan dalam menghadapi ujian, godaan, dan ketaatan. 

Kesabaran adalah kunci agar keimanan dan amal saleh dapat dipertahankan hingga akhir hayat. Sumpah Allah dengan Waktu Ustadz Ulil Albab menekankan bahwa diawali dengan sumpah Allah, “Wal 'Ashr” (Demi Masa/Waktu Asar), menunjukkan betapa berharganya waktu yang diberikan kepada manusia. Waktu adalah modal utama yang jika disia-siakan, hanya akan membawa penyesalan dan kerugian di akhirat. "Berusahalah sekuat tenaga, sampai kalian meninggal dalam keimanan, berpegang teguhlah dan satukanlah diri kalian dengan agama Allah.

 Ustadz Ulil Albab menegaskan pentingnya konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan iman dan amal saleh. Hanya dengan berpegang teguh pada tali agama Allah, menjalin persaudaraan, dan mengisi waktu dengan empat pilar Surah Al-Ashr, seorang muslim akan meraih fadilah (keutamaan) baik di dunia maupun di akhirat kelak.













Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget