Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Bulan Sya’ban 1447H

Oleh: Redaksi Masjid Al-Mu’minun, Perumahan Gayam Permai 

Bulan Sya’ban 1447H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026, satu hari lagi akan menginjakkan kaki di bulan Sya’ban. Dalam kalender Hijriah, Sya’ban adalah bulan kedelapan yang posisinya terapit di antara dua bulan besar: Rajab dan Ramadhan. Karena posisinya inilah, seringkali Sya’ban menjadi bulan yang terlupakan.

Bulan yang Sering Dilalaikan
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilalaikan manusia, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.”
Mengapa dilalaikan? Karena biasanya manusia sudah merasa "puas" beribadah di bulan Rajab dan "menunda" kesungguhan ibadahnya untuk bulan Ramadhan. Padahal, beribadah di waktu orang lain sedang lalai memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Keutamaan Bulan Sya’ban
  1. Bulan Diangkatnya Amal Ibadah Sya’ban adalah waktu di mana amal ibadah kita selama setahun dilaporkan secara langsung kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sangat menyukai jika saat amalnya diangkat, beliau sedang dalam keadaan berpuasa. Inilah mengapa beliau paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadhan). 
  2. Persiapan Mental dan Fisik (Pemanasan) Ibarat seorang atlet yang akan bertanding di olimpiade (Ramadhan), Sya’ban adalah masa pemanasan atau training camp. Ulama terdahulu sering mengibaratkan:
  3. Rajab adalah bulan menanam benih. Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Ramadhan adalah bulan memanen hasilnya. Tanpa "menyiram" di bulan Sya’ban, mustahil kita bisa mengharapkan "panen" yang melimpah di bulan Ramadhan nanti. 
  4. Malam Nisfu Sya’ban Pada pertengahan bulan Sya’ban, terdapat malam yang penuh ampunan. Allah SWT memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih sayang dan mengampuni dosa mereka, kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dan orang yang sedang bermusuhan atau belum berdamai dengan sesama saudaranya.

Apa yang Sebaiknya Kita Lakukan di Bulan Sya’ban?
  • Memperbanyak Puasa Sunnah: Mulailah membiasakan diri berpuasa agar saat Ramadhan tiba, tubuh kita sudah beradaptasi dan tidak kaget. 
  • Melunasi Hutang Puasa: Bagi Ibu-ibu atau warga yang masih memiliki tanggungan hutang puasa tahun lalu, Sya’ban adalah kesempatan terakhir sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. 
  • Memperbanyak Dzikir & Shalawat: Sesuai dengan draf kajian sebelumnya, sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaha illallah dan sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah. 
  • Memperbaiki Hubungan Antar Tetangga: Mengingat Allah tidak mengampuni orang yang bermusuhan di malam Nisfu Sya’ban, mari kita jadikan bulan ini untuk saling memaafkan di lingkungan Perumahan Gayam Permai. 

Mari kita jadikan bulan Sya’ban tahun ini sebagai momentum untuk berbenah. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa bekas. Mari kita isi masjid Al-Mu’minun dengan tilawah dan persiapan diri, agar saat hilal Ramadhan tampak, kita sudah benar-benar siap lahir dan batin. Semoga Allah menyampaikan kita semua ke bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan penuh iman.
Share:

Ketika Ibadah Bukan Soal Banyak, Tetapi Istiqomah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam berkata, telah mengabarkan bapakku kepadaku dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya dan bersamanya ada seorang wanita lain, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "siapa ini?" Aisyah menjawab: "si fulanah", Lalu diceritakan tentang shalatnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "tinggalkanlah apa yang tidak kalian sanggupi, demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian sendiri yang menjadi bosan, dan agama yang paling dicintai-Nya adalah apa yang senantiasa dikerjakan secara rutin dan kontinyu".
Share:

Islam didirikan di atas lima perkara (Hadits)


Ibnu Umar ra berkata: "Rasulullah saw bersabda: 'Islam didirikan di atas lima perkara: 1) Percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. 2) Mendirikan shalat. 3) Mengeluarkan zakat. 4) Haji ke Baitullah jika kuat melakukan perjalanan. 5) Puasa bulan Ramadhan.'" (HR: Bukhari)
Share:

Tentang Hadits

Hadis merupakan rujukan kedua umat muslim setelah Al-Qur'an, meliputi persoalan duniawi dan ukhrawi. Hadis bermakna sabda, perbuatan, takrir Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh sahabat untuk menjelaskan hukum Islam. Kata "hadis" merupakan kata serapan dari "hadits" ke dalam bahasa Indonesia tanpa huruf T di belakang atau sebelum huruf s.
Secara etimologis, hadis dapat kita maknai sebagai periwayatan atau ikhbar yang bermakna mengabarkan. Dalam KBBI sendiri, hadis memiliki makna sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam. Beberapa sahabat Rasulullah SAW yang diperbolehkan untuk menulis hadis, yaitu Abdullah bin Amr, Abu Syah, dan Ali bin Abi Thalib. Gak cuman bersumber dari Rasulullah SAW, hadis yang kita ketahui saat ini juga berasal dari sahabat terdekat dan keluarga Nabi Muhammad SAW.

Hadits adalah sumber hukum Islam selain Al-Quran yang berasal dari segala perkataan, perbuatan dan ketetapan Nabi Muhammad SAW. Segala perkataan dan perbuatan juga ketetapan Nabi Muhammad SAW tentunya diriwayatkan oleh para sahabat yang hidup pada zamannya. Dalam sejarah Islam, banyak sahabat Nabi yang menjadi periwayat hadits karena mereka yang tahu persis secara langsung, bagaimana rupa dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Di antara sekian banyak sahabat Nabi, ada 7 nama sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.
Perawi dari kalangan Sahabat Nabi: 
  1. Abu Hurairah: Sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis, sekitar 5.374 hadis. 
  2.  Abdullah bin Umar: Sahabat yang meriwayatkan 2.630 hadis. 
  3.  Aisyah binti Abu Bakar: Istri Nabi Muhammad SAW yang meriwayatkan sekitar 2.210 hadis. 
  4.  Anas bin Malik: Sahabat yang meriwayatkan hadis, termasuk periwayat hadis termuda di antara para sahabat yang banyak meriwayatkan hadis. 
  5.  Jabir bin Abdullah: Sahabat yang meriwayatkan sekitar 1.540 hadis.
Perawi dari kalangan Imam Perawi Hadis: 
  1. Imam Bukhari: Menyusun kitab hadis terkenal Shahih Bukhari, yang berisi hadis-hadis pilihan. 
  2. Imam Muslim: Menyusun kitab hadis Shahih Muslim. 
  3. Imam Abu Dawud: Menyusun kitab hadis Sunan Abu Dawud. 
  4. Imam Tirmidzi: Menyusun kitab hadis Sunan Tirmidzi. 
  5. Imam An-Nasa'i: Menyusun kitab hadis Sunan Nasa'i. 
  6. Imam Ibnu Majah: Menyusun kitab hadis Sunan Ibnu Majah. 
  7. Imam Ahmad bin Hanbal: Menyusun kitab hadis Musnad Ahmad. 
  8. Imam Malik bin Anas: Menyusun kitab hadis Muwatha' Malik.
Share:

Hadist Bukhari No.1

Hadist

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Anshari berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi berkata;

 حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ 

saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan"
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget