Gayam Permai, Banjarnegara – Suasana sejuk menyelimuti Masjid Al-Mu’minun pada fajar Senin, 9 Maret 2026. Kajian Subuh Ramadhan 1447 H kali ini terasa segar dengan kehadiran Adik Ilma sebagai pembawa acara (MC) yang memandu jalannya acara sebelum sesi utama bersama Ustadz Dwi Budi Prasojo, SKM.
Materi yang disampaikan Ustadz Dwi Budi fokus pada satu kata kunci: Keistiqomahan, terutama saat kita mulai mendekati garis finis bulan suci ini.
1. 10 Hari Terakhir: Momen Mengambil "Jackpot"
Pahala
Ustadz Dwi Budi membuka tausiyahnya dengan sebuah perumpamaan yang menarik. Beliau menyebut 10 hari terakhir Ramadhan sebagai masa memperebutkan "Jackpot" pahala terbesar.
"Jika dalam perlombaan, lari yang paling menentukan adalah saat mendekati garis finis. Begitu pula Ramadhan. Allah menyiapkan hadiah utama, Lailatul Qadar, di sepuluh hari terakhir bagi mereka yang mampu menjaga ritme ibadahnya," ujar beliau.
2. Melawan Arus "Masjid yang Maju"
Beliau menyentil fenomena umum di masyarakat, yaitu fenomena "Masjid yang Maju"—maksudnya saf makmum yang semakin maju ke depan (berkurang) seiring mendekatnya hari raya.
Baca juga : Kajian Subuh Ramadhan 1447 H
Baca juga : Kajian Tarawih Ramadhan 1447 H
Ustadz Dwi Budi mengajak warga Gayam Permai untuk melawan arus tersebut. Di saat orang lain mulai sibuk dengan persiapan duniawi seperti belanja baju baru atau kue lebaran, seorang mukmin sejati justru harus memperkencang ikat pinggang untuk beri'tikaf dan meningkatkan kualitas sujudnya. 3. Kesehatan Fisik dan Ruhani (Perspektif SKM)
Sebagai seorang praktisi kesehatan (SKM), Ustadz Dwi Budi juga memberikan perspektif bahwa istiqomah di akhir Ramadhan memerlukan manajemen kesehatan yang baik.
Beliau berpesan agar jamaah menjaga pola makan saat berbuka dan sahur agar fisik tetap bugar untuk melaksanakan qiyamul lail. "Kesehatan adalah modal utama kita untuk memburu Jackpot pahala tersebut. Tubuh yang sehat memudahkan ruhani untuk tetap khusyuk," tambahnya.
4. Menjaga Konsistensi (Istiqomah)
Istiqomah adalah ujian sesungguhnya. Menurut beliau, orang yang berhasil di bulan Ramadhan bukanlah orang yang hanya bersemangat di pekan pertama, melainkan mereka yang mampu mempertahankan—bahkan meningkatkan—intensitas amalannya hingga fajar syawal menjelang.
Pesan utama dari Ustadz Dwi Budi Prasojo sangat jelas: Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa kita sempat mengambil "Jackpot" yang telah Allah sediakan.
Mari kita kencangkan barisan, penuhi masjid, dan jaga hati agar tetap istiqomah di hari-hari puncak ini.









No comments:
Post a Comment