![]() |
| Ir. Lukman jarir |
Di tengah kekhawatiran kita akan tumpukan dosa dan minimnya amal, materi ini hadir sebagai harapan besar bagi setiap mukmin.
Apa Itu Syafaat?
Secara sederhana, Bapak Ir. Lukman Jarir menjelaskan bahwa syafaat adalah bantuan atau pembelaan yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu (dengan izin Allah) kepada seorang mukmin untuk meringankan beban, menghapuskan dosa, atau meninggikan derajatnya di akhirat kelak.
"Syafaat adalah bukti kasih sayang Allah. Saat amal kita mungkin belum cukup untuk menembus pintu surga, Allah membukakan pintu bantuan melalui Rasul-Nya dan amalan-amalan tertentu," urai beliau di hadapan jamaah.
Pintu-Pintu Syafaat yang Bisa Kita Kejar
Dalam kajian tersebut, beliau merinci beberapa sumber syafaat yang bisa kita usahakan mulai dari sekarang:
1. Syafaat Rasulullah ﷺ (Syafaatul Udzma)
Inilah syafaat terbesar. Rasulullah adalah satu-satunya Nabi yang menyimpan doa mustajabnya untuk membela umatnya di padang mahsyar. Beliau tidak akan ridha jika ada umatnya yang masih tertahan di pintu neraka.
Cara Mendapatkannya: Memperbanyak shalawat dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Gayam Permai.
2. Syafaat Al-Qur’an
Bapak Ir. Lukman mengingatkan sebuah hadits: "Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." (HR. Muslim).
Al-Qur'an akan menjadi pembela di alam kubur dan penuntun cahaya di jembatan Shirat.
3. Syafaat Puasa Ramadhan
Khusus di bulan suci ini, puasa yang kita jalani sedang "menabung" pembelaan. Kelak, Puasa akan berkata kepada Allah: "Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat baginya."
4. Syafaat Sahabat yang Shalih
Inilah pentingnya bertetangga dan berkumpul di Masjid Al-Mu'minun. Sahabat yang shalih bisa mencari kita di surga kelak dan bertanya kepada Allah jika mereka tidak menemukan kita di sana.
"Maka, carilah teman-teman yang mengajak pada kebaikan," pesan Bapak Ir. Lukman.
Kajian dengan sebuah pesan mendalam. Syafaat memang ada, namun ia tidak diberikan kepada orang yang meremehkan syariat. Syafaat diberikan kepada mereka yang telah berusaha maksimal, namun masih memiliki kekurangan.
"Jangan sampai kita berharap syafaat, tapi kita jauh dari Al-Qur'an dan jarang bershalawat. Mari kita jadikan sisa Ramadhan ini sebagai ajang 'mengetuk' pintu-pintu syafaat tersebut," pungkas beliau.















No comments:
Post a Comment