Puasa sebagai Perisai: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Gayam Permai, Banjarnegara – Malam ke-9 Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu’minun menghadirkan suasana yang penuh perenungan. Pada Selasa malam, 24 Februari 2026, Bapak Nurvafik Krismiarto menyampaikan materi kultum tarawih yang sangat mendalam mengenai hakikat puasa sebagai As-Shiyam Junnah atau Puasa sebagai Perisai. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa puasa bukan hanya ritual menahan lapar dari subuh hingga maghrib, melainkan sebuah mekanisme perlindungan diri yang luar biasa bagi seorang mukmin. 

1. Puasa: Mesin Penebus Dosa Masa Lalu 
Beliau membuka kajian dengan mengingatkan janji Rasulullah SAW bahwa puasa yang dilakukan dengan dasar iman dan mengharap rida Allah (ihtisaban) akan menjadi penggugur dosa. "Man shama ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih." "Ramadhan adalah kesempatan 'reset' bagi kita semua. Allah memberikan fasilitas puasa ini agar catatan-catatan buruk kita di masa lalu dihapuskan, sehingga kita kembali bersih," ujar Bapak Nurvafik di hadapan jamaah Perumahan Gayam Permai.  

2. Menjadikan Puasa sebagai "Perisai" (Shield) 
Fokus utama materi malam ini adalah konsep puasa sebagai perisai. Bapak Nurvafik menjelaskan bahwa perisai berfungsi melindungi kita dari serangan. Dalam konteks puasa, ada empat area perlindungan utama: 
  • Perisai Lisan & Ghibah: Puasa seharusnya memproteksi lisan kita. Beliau mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar, karena lisannya tetap digunakan untuk membicarakan aib orang lain (ghibah). 
  • Perisai Integritas: Puasa melatih kejujuran. Kita bisa saja makan sembunyi-sembunyi, tapi kita tidak melakukannya karena merasa diawasi Allah. Inilah integritas yang harus dibawa keluar dari bulan Ramadhan ke dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Perisai Kontrol Emosi: Bapak Nurvafik menekankan bahwa orang yang berpuasa harus memiliki "rem" yang pakem. Jika dipancing amarah, seorang mukmin harus mampu berkata pada dirinya sendiri, "Inni shaimun" (Aku sedang berpuasa).  
  • Perisai dari Api Neraka: Di akhirat kelak, puasa akan mewujud sebagai dinding pelindung yang menghalangi panasnya api neraka bagi pelakunya. 

3. Relevansi bagi Warga Gayam Permai 
Beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak membiarkan perisai ini retak atau pecah. "Sangat disayangkan jika kita sudah berlelah-lelah puasa, tapi perisainya pecah karena kita tidak bisa mengontrol emosi saat di jalan, atau gagal menjaga integritas saat bekerja," tambah beliau. 

Materi Puasa adalah paket lengkap: ia menebus yang lalu dan melindungi yang akan datang. Dengan menjaga lisan, emosi, dan integritas, kita sedang memperkuat perisai diri kita masing-masing.
Share:

No comments:

Post a Comment

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget