Gayam Permai, Banjarnegara – Malam ke-11 Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu’minun terasa begitu khidmat. Pada Kamis malam, 26 Februari 2026, Bapak Idit Hernowo menyampaikan materi ceramah tarawih yang sangat mendalam tentang salah satu penyakit hati yang paling berbahaya, yaitu Sombong (Kibr).
Peringatan ini bukan tanpa alasan, sebab Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras dalam sebuah hadits:
"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." (HR. Muslim).
Lantas, bagaimana cara kita mendeteksi dan mengobatinya? Berikut adalah tiga poin utama yang disampaikan beliau:
1. Berani Mengakui Kebenaran
Bapak Idit Hernowo menekankan bahwa sombong bukan soal pakaian bagus atau kendaraan mewah, melainkan sikap mental. Hal ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh Nabi ﷺ:
"Sombong adalah menolak kebenaran (batharul haqq) dan meremehkan manusia (ghamthun naas)." (HR. Muslim).
Seringkali ego kita menghalangi kita untuk menerima masukan jika datangnya dari orang yang kita anggap "lebih rendah". Orang yang rendah hati (tawadhu) adalah mereka yang siap tunduk pada kebenaran, siapapun yang membawanya.
2. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Cikal bakal kesombongan adalah merasa lebih baik dari orang lain. Beliau berpesan agar warga Gayam Permai menjaga hati dari perasaan "lebih suci". Ingatlah firman Allah SWT:
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32).
Membandingkan diri hanya akan melahirkan rasa bangga diri (ujub). Padahal, setiap kelebihan hanyalah titipan. Orang yang tawadhu justru akan diangkat derajatnya oleh Allah, sebagaimana hadits:
"Tidaklah seseorang tawadhu (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (HR. Muslim).
3. Perbanyak Zikir sebagai Penawar
Sebagai "obat", Bapak Idit mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir. Dengan mengagungkan Allah, kita sadar bahwa hanya Allah yang berhak memiliki sifat Al-Mutakabbir (Maha Megah/Sombong). Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfirman:
"Kesombongan adalah pakaian-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Barangsiapa yang mencabutnya salah satu dari keduanya dariku, maka Aku akan menyiksanya." (HR. Muslim).
Zikir membuat kita sadar bahwa kita hanyalah hamba yang kecil, sehingga tak ada lagi alasan untuk membusungkan dada di hadapan sesama tetangga maupun di hadapan Allah.
Semua
Ramadhan adalah momen terbaik untuk "diet" ego. Mari kita buka diri pada kebenaran, hargai setiap perbedaan tanpa membandingkan, dan basahi lisan kita dengan zikir agar kesombongan tidak punya tempat di hati kita.







No comments:
Post a Comment