Gayam Permai, Banjarnegara – Kajian Subuh Ramadhan, Masjid Al-Mu’minun pada hari ke-11 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan tanggal 27 Februari 2026. Ustadz Jundi hadir memberikan untaian ilmu yang sangat relevan bagi kita yang sedang berjuang menyucikan diri di bulan suci ini.
Berikut adalah sari pati kajian yang beliau sampaikan:
1. Rasa "Ganjal" di Hati: Tanda Iman Masih Hidup
Ustadz Jundi mengingatkan bahwa setiap mukmin memiliki sebuah perangkat canggih yang diberikan Allah secara cuma-cuma, yaitu nurani atau "alarm hati".
"Setiap keburukan atau kemaksiatan pasti menyisakan rasa mengganjal di hati. Jika Anda merasa tidak tenang setelah berbuat salah, itu adalah nikmat besar. Artinya, iman Anda masih hidup dan Allah sedang memanggil Anda untuk segera pulang (bertaubat)," jelas beliau.
2. Waspada: Dua Nikmat yang Sering Menipu
Salah satu poin penting yang beliau tekankan adalah tentang dua hal yang seringkali tidak disyukuri secara maksimal hingga keduanya hilang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu (merugi) di dalamnya, yaitu: nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari).
Ustadz Jundi mengajak warga Gayam Permai untuk memanfaatkan masa sehat dan waktu luang di bulan Ramadhan ini untuk beribadah, sebelum datang masa sakit atau masa sibuk yang menghalangi kita dari ketaatan.
3. Samudra Ampunan Allah Tanpa Batas
Beliau juga membakar semangat jamaah dengan mengingatkan betapa luasnya kasih sayang Allah. Allah telah menyediakan "pembersih dosa otomatis" melalui rutinitas ibadah kita.
"Antara shalat yang satu dengan shalat yang lainnya, antara Jumat yang satu dengan Jumat yang lainnya, dan antara Ramadhan yang satu dengan Ramadhan yang lainnya, adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim).
4. Senjata Utama: Doa-Doa Pilihan
Di akhir kajian, Ustadz Jundi memberikan ijazah doa agar kita konsisten dalam kebaikan:
Doa Memohon Kekuatan Beribadah:
Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.
(Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu).
Doa Memohon Ilmu dan Rezeki:
Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.
(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima).
Akhir
Kajian Subuh ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak menunda-nunda amal shalih. Selagi badan masih sehat dan waktu luang masih tersedia di bulan Ramadhan, mari kita perbanyak doa dan taubat. Semoga kita termasuk orang-orang yang keluar dari bulan Ramadhan ini dalam keadaan bersih dari dosa.
Dipandu oleh MC : Rahman Bin Lukman








No comments:
Post a Comment