Menyimak Panggilan Senyap dari Liang Lahat

Banjarnegara, 5 Maret 2026 – Di bawah naungan kubah Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai, malam ke-16 Ramadhan 1447 H terasa berbeda. Udara malam yang tenang seolah membawa kita pada sebuah perenungan panjang saat Bapak Panggung Sutopo menyampaikan untaian nasihatnya. Beliau membawa kita menembus batas dunia, mendengarkan "suara" dari sebuah tempat yang pasti akan kita huni: Alam Kubur. Dalam sebuah riwayat, kubur memanggil kita setiap hari, bukan untuk menakuti, melainkan agar kita tak lupa menyiapkan "perabot" untuk rumah masa depan kita itu. 

1. Teman dalam Kesunyian 
"Aku adalah rumah kesendirian," bisik kubur. Di sana, riuh rendah dunia sirna. Tak ada canda tawa kawan, tak ada hangatnya pelukan keluarga. Pesan Beliau: Agar tak layu dalam sepi, bawalah Al-Qur'an sebagai teman bicara. Lantunan ayat-ayat suci yang kita baca di dunia akan menjelma menjadi sosok cahaya yang menemani hingga hari kebangkitan.  

2. Lentera di Pekatnya Malam  
"Aku adalah rumah yang gelap gulita," lanjutnya. Tanpa cahaya lampu, tanpa sinar mentari. Pesan Beliau: Terangilah liang lahatmu dengan Bangun Malam (Tahajud). Sujud-sujud panjangmu di saat manusia lain terlelap adalah bahan bakar bagi lampu yang takkan pernah padam di alam barzakh. 3. Hamparan Permadani Amal "Aku adalah rumah yang penuh dengan tanah," ia mengingatkan. Tak ada kasur empuk atau bantal sutra yang bisa kita bawa ke sana. Pesan Beliau: Jadikan Amal Sholeh sebagai alas tidurmu. Kebaikan yang kita tanam dengan ikhlas akan menjadi hamparan permadani yang melapangkan sempitnya kubur, sebagaimana firman Allah SWT:

 مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ 
 "Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, maka mereka menyiapkan (tempat tinggal yang nyaman) untuk diri mereka sendiri." (QS. Ar-Rum: 44) 

4. Perisai dari Sengatan Bahaya "Aku adalah rumahnya binatang buas," suara itu bergema. Kubur memperingatkan akan adanya "racun-racun" yang siap menguji keteguhan kita. Pesan Beliau: Bawalah penawar racun itu dengan senantiasa membasahi lisan melalui Basmalah. Menyertakan nama Allah dalam setiap langkah adalah perisai paling ampuh dari segala gangguan makhluk di perut bumi.  

5. Kunci Menjawab Tanya  
"Aku adalah rumah Munkar dan Nakir," tempat di mana diplomasi dunia tak lagi berguna. Hanya kejujuran iman yang akan bicara. Pesan Beliau: Persiapkan lisanmu dengan dzikir Laa ilaha illallah. Kalimat tauhid inilah yang akan meneguhkan hati kita saat berhadapan dengan utusan Allah tersebut.  

Muhasabah di Masjid Al Mu'minun Ceramah Bapak Panggung Sutopo malam ini adalah sebuah pengingat bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk "berbelanja" perlengkapan rumah masa depan kita. Kubur mungkin terlihat gelap dan sempit bagi mereka yang lalai, namun ia bisa menjadi taman dari taman-taman surga bagi mereka yang bersiap. Mari kita jadikan sisa malam di bulan suci ini sebagai momentum untuk memperbanyak bekal. Sebab, pada akhirnya, kita hanya akan pulang membawa apa yang telah kita beri. 
Oleh: Admin Gayam Permai 
Sumber: Tausiyah Tarawih Bapak Panggung Sutopo (05/03/2026)
Share:

No comments:

Post a Comment

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget