Bersama Ustadz Yusman
Tema : Hutang
Hutang adalah perkara yang tidak ringan dalam Islam. Ia bukan sekadar urusan dunia, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab di akhirat. Oleh karena itu, Nabi Muhammad memberikan perhatian besar terhadap masalah hutang, bahkan mengajarkan doa khusus untuk memohon pertolongan kepada Allah agar terbebas darinya.
Kisah Abu Umamah yang Sedih karena Hutang
Diriwayatkan dari Abu Umamah, suatu hari beliau terlihat duduk di masjid di luar waktu shalat dalam keadaan sedih dan murung. Melihat hal tersebut,
Rasulullah ﷺ bertanya:
“Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid bukan pada waktu shalat?”
Ia menjawab bahwa dirinya sedang diliputi kesedihan dan terlilit hutang.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
“Maukah aku ajarkan kepadamu suatu doa, yang apabila engkau membacanya, Allah akan menghilangkan kesedihanmu dan melunasi hutangmu?”
Abu Umamah menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut:
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut:
Doa Melunasi Hutang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kegelisahan,
aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan,
aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir,
dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan manusia.”
(HR. Abu Dawud)
Abu Umamah kemudian mengamalkan doa ini, dan Allah pun menghilangkan kesedihannya serta melunasi hutangnya.
Apakah Rasulullah ﷺ Pernah Berhutang?
Jawabannya: ya, Rasulullah ﷺ pernah berhutang.
Hal ini menunjukkan bahwa berhutang bukanlah sesuatu yang haram secara mutlak, selama dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal.
1. Berhutang kepada Jabir bin Abdillah
Rasulullah ﷺ pernah memiliki urusan hutang yang berkaitan dengan keluarga Jabir. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi membantu melunasi hutang ayah Jabir dan bahkan mendoakan keberkahan atas hartanya.
2. Berhutang kepada seorang Yahudi
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran yang ditangguhkan (hutang), dan menjaminkan baju besinya.
Ini menunjukkan:
Hutang boleh dilakukan kepada siapa saja, termasuk non-Muslim. Hutang harus disertai tanggung jawab dan jaminan.
Hutang yang Dilarang dalam Islam
Tidak semua hutang diperbolehkan. Islam melarang hutang yang mengandung unsur dosa, seperti:
❌ Hutang untuk maksiat
Contoh:
Judi
Minuman keras
Perbuatan haram lainnya
❌ Hutang tanpa niat membayar
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengambil harta orang lain dengan niat tidak ingin mengembalikannya, maka Allah akan membinasakannya.”
(HR. Bukhari)
Janji Allah bagi Orang yang Ingin Melunasi Hutang
Islam sangat memuliakan orang yang memiliki niat kuat untuk melunasi hutangnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berhutang dengan niat ingin membayarnya, maka Allah akan menolongnya untuk melunasinya.”
(HR. Bukhari)
Ini adalah kabar gembira:
➡️ Selama niat kita benar
➡️ Kita berusaha
➡️ Kita berdoa
Maka pertolongan Allah akan datang.
Sikap Seorang Muslim terhadap Hutang
Dari ajaran Rasulullah ﷺ, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting:
Hutang boleh, tetapi harus hati-hati
Niat melunasi adalah kunci utama
Perbanyak doa dan tawakal kepada Allah
Hindari hutang untuk hal yang haram
Segera melunasi jika mampu
Hutang bukan hanya urusan dunia, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, marilah kita menjaga diri, memperbaiki niat, dan mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ agar Allah memudahkan kita terbebas dari hutang.















.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)










