Momentum "Recharging Iman"


Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan kilat dari Mekkah ke Palestina lalu ke langit ketujuh. Bagi baginda Nabi Muhammad SAW, ini adalah momentum "Recharging Iman" dan pengukuhan otoritas kenabian yang paling spektakuler dalam sejarah manusia.

1. Landasan Wahyu: Kesaksian IlahiPeristiwa agung ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an sebagai bukti kebenaran yang mutlak. Allah berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 1 :

سُبْØ­ٰÙ†َ الَّذِÙŠْٓ اَسْرٰÙ‰ بِعَبْدِÙ‡ٖ Ù„َÙŠْÙ„ًا Ù…ِّÙ†َ الْÙ…َسْجِدِ الْØ­َرَامِ اِÙ„َÙ‰ الْÙ…َسْجِدِ الْاَÙ‚ْصَا الَّذِÙŠْ بٰرَÙƒْÙ†َا Ø­َÙˆْÙ„َÙ‡ٗ Ù„ِÙ†ُرِÙŠَÙ‡ٗ Ù…ِÙ†ْ اٰÙŠٰتِÙ†َاۗ اِÙ†َّÙ‡ٗ Ù‡ُÙˆَ السَّÙ…ِÙŠْعُ الْبَصِÙŠْرُ"

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Ses1ungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

2. Momentum "Amul Huzni": Di Balik Kesulitan Ada KemuliaanSecara historis, Isra’ Mi’raj terjadi di tahun yang sangat menyesakkan (Amul Huzni). Setelah wafatnya Siti Khadijah (istri sekaligus penyokong moral) dan Abu Thalib (paman sekaligus pelindung politik), Rasulullah SAW juga mengalami penolakan fisik yang menyakitkan di Thaif.Di saat dukungan duniawi seolah terputus, Allah SWT justru memperlihatkan bahwa dukungan ukhrawi (langit) tidak terbatas. Isra’ Mi’raj hadir untuk menghibur hati Nabi, menunjukkan bahwa meski beliau diusir di bumi, beliau disambut dengan mulia di seluruh lapis langit.

3. Perkokoh Kenabian Melalui Tiga Simbol UtamaAda tiga hal dalam peristiwa ini yang memperkokoh kedudukan Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir:
  • Menjadi Imam Para Nabi: Di Masjidil Aqsa, Rasulullah mengimami salat berjamaah yang makmumnya adalah para nabi terdahulu. Ini adalah proklamasi bahwa beliau adalah pemimpin para utusan Allah (Imamul Anbiya wal Mursalin).
  • Melihat Realitas Gaib (Haqqul Yaqin): Allah memperlihatkan surga dan neraka secara langsung. Hal ini mengubah pengetahuan Nabi dari yang bersifat berita (khabar) menjadi penglihatan langsung (ru'yah). Seorang pemimpin yang sudah melihat hasil akhir perjuangannya akan memiliki keteguhan hati yang tidak tergoyahkan oleh ancaman apa pun di bumi.
  • Mandat Salat: Hubungan Langsung Tanpa Perantara: Di Sidratul Muntaha, Nabi menerima perintah salat 5 waktu. Ini mengukuhkan posisi beliau sebagai penghubung umat manusia dengan Sang Pencipta secara rutin dan intim.

4. Ujian Logika dan Keteguhan Iman. Peristiwa ini juga menjadi ujian bagi kredibilitas kenabian di mata manusia. Kaum kafir Quraisy menganggapnya gila, namun bagi para sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, kebenaran peristiwa ini adalah bukti bahwa perkataan Nabi selalu benar meskipun di luar nalar manusia. Inilah yang kemudian memperkuat barisan kaum muslimin sebelum berangkat hijrah ke Madinah. 
Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa saat kita merasa "habis" dan sendirian dalam berjuang (seperti Nabi di Tahun Kesedihan), Allah selalu punya cara untuk mengangkat derajat kita ke tempat yang lebih tinggi. Kuncinya adalah menjaga koneksi melalui salat, "oleh-oleh" utama dari perjalanan suci tersebut.








Share:

Subuh Berjama'ah Ahad, 4 Januari 2026


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Segenap warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya, bagaimana kabar iman kita hari ini? Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah dan kesehatan kepada kita semua. 
Menghidupkan suasana Ahad pagi dengan ibadah adalah cara terbaik untuk mengisi kembali "baterai" spiritual kita setelah sepekan beraktivitas. Oleh karena itu, Takmir Masjid Al Mu’minun mengundang Bapak, Ibu, serta Saudara/i sekalian untuk hadir dalam rangkaian ibadah dan thalabul ilmi. Jadwal Kegiatan Catat waktu dan tempatnya agar tidak terlewat: 
Hari/Tanggal: Ahad, 4 Januari 2026 
Waktu: Dimulai dari Sholat Subuh Berjamaah (Tepat Waktu) 
Agenda: Kajian Rutin Ahad Pagi (Ba'da Subuh) 
Tempat: Masjid Al Mu’minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara 
Pemateri: Ustadz Ulil Albab Al Hafidz 

Mengapa Anda Harus Hadir? 
Keutamaan Subuh Berjamaah: "
Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, maka ia berada dalam jaminan Allah." (HR. Muslim). Ilmu dari Ahlinya: 
Bersama Ustadz Ulil Albab Al Hafidz, kita akan menyelami ilmu agama dengan kedalaman makna, insyaAllah akan membawa ketenangan dan pencerahan bagi hati kita. 
Mempererat Silaturahmi: Momen ini adalah kesempatan emas untuk saling bertegur sapa dan memperkuat ikatan ukhuwah antar sesama warga Gayam Permai. "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Mari ajak keluarga, tetangga, dan sahabat untuk melangkahkan kaki menuju rumah Allah. Siapkan hati yang ikhlas dan catatan untuk merangkum faidah ilmu yang akan disampaikan. Sampai jumpa di Masjid Al Mu’minun! 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kontak Informasi: Sekretariat Masjid Al Mu’minun – Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara.
Share:

Kelompok dan Jadwal Ronda 2026

Pelaksanaan Ronda sebagai salah satu langkah preventif dalam menjaga keamanan lingkungan. Bermanfaat bagi semua warga. Namun demikian masih terdapat warga yang kurang menyadari hal tersebut. Salah satu indikatornya adalah banyak yang belum mengikuti kegiatan ini. Selain menjaga keamanan, kegiatan ronda efektif untuk pengumpulan dana dari warga. Melalui jimpitan yang diambil setiap melaksanakan ronda.Berikut Jadwal Ronda untuk bulan Januari s.d. Desember 2025 dengan Klik Halaman 1,2,3,4 dst untuk melihat jadwal bulan berikutna dibawah postingan: Jadwal Ronda Online
>
REGU 1
REGU 2
1 Ketua M. Susianto 1 Ketua Edi Priono
2 Anggota H. Sudarko 2 Anggota Bayu Budi Santosa
3 Anggota Rohmadi 3 Anggota Edy Sunaryo
4 Anggota M.Mudasir 4 Anggota Sarastiana
5 Anggota Hadi Saliman 5 Anggota Nurkholis
6 Anggota Marjono 6 Anggota Idit Hernowo
7 Anggota Aditya Latief B 7 Anggota Adityo Budi
REGU 3
REGU 4
1 Ketua Bambang Budi S 1 Ketua Dwi Budi P
2 Anggota Kasmuri 2 Anggota Agus Winarto
3 Anggota Y.Hari Susanto 3 Anggota Suparman
4 Anggota Adi Suyono 4 Anggota Poniman
5 Anggota Taufik Hidayat 5 Anggota Suposo
6 Anggota Riza Ardhi Febryan 6 Anggota
REGU 5
REGU 6
1 Ketua Robet Tricahyono 1 Ketua Surono
2 Anggota Lukman 2 Anggota Panggung S
3 Anggota Sujirno/Wahyu Nur 3 Anggota Lukman Jarir
4 Anggota Heri Sugiharto 4 Anggota Susianto
5 Anggota Suntoro 5 Anggota P Purwanto
6 Anggota Taufik Rachman
REGU 7
REGU 8
1 Ketua Ismanto 1 Ketua Suyadi
2 Anggota Nurvavik Krismiarto 2 Anggota FX Slamet
3 Anggota Trilas Priyatmo 3 Anggota Prayitno
4 Anggota Endro Yulianto 4 Anggota Yusman
5 Anggota Patria Wijaya 5 Anggota Zelfanya Surjianto
6 Anggota Eko Taufik
JADWAL RONDA
RT 06 RW 06 KEL.KUTABANJARNEGARA
PERUMAHAN GAYAM PERMAI

BULAN JANUARI 2026 Mengenal Tabel HTML
TGL
REGU
1
2
3
4
5
6
7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17 >
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
Share:

Jangan Biarkan Setan 'Mengikat' Anda di Masjid


Ringkasan Pengajian Subuh
Narasumber: Ustadz Firdaus Maulana Akbar, Lc.
Waktu: Ahad, 28 Desember 2025

​PENDAHULUAN

​Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari peperangan batin. Seringkali muncul perasaan ragu, was-was, hingga bisikan-bisikan negatif yang mengganggu ketenangan hati dan kekhusyukan ibadah. Islam telah memberikan "perisai" paling akhir dalam mushaf Al-Qur'an, yaitu Surat An-Naas, sebagai senjata untuk melawan gangguan tersebut.

​Pengajian Subuh kali ini mengupas tuntas tafsir Surat An-Naas, bukan sekadar sebagai bacaan sholat, melainkan sebagai sarana komunikasi hamba kepada Sang Khalik untuk memohon perlindungan dari musuh yang nyata namun tak terlihat—yakni setan dari golongan jin dan manusia.

​ISI RINGKASAN

​1. Mengenal Allah Sebelum Memohon Perlindungan

​Surat An-Naas mengajarkan adab berdoa yang sangat indah. Sebelum meminta perlindungan, kita diperintahkan melafalkan pujian melalui tiga sifat Allah:

  • ​Rabb: Allah sebagai Pemelihara.
  • Malik: Allah sebagai Penguasa/Raja.
  • ​Ilah: Allah sebagai Sembahan yang Haq.

​2. Mengenal Sosok Pengganggu: Al-Khannas

​Penyebab rasa was-was dan keraguan adalah setan bernama Khannas. Ia memiliki strategi unik:

  • ​Ia membisikkan keburukan ke dalam dada (hati) manusia.
  • ​Ia mengalir dalam aliran darah manusia.
  • ​Ia akan bersembunyi atau mengecil jika kita berzikir, namun akan menguat jika kita lalai.

​3. Spesialisasi Setan di Berbagai Tempat

​Gangguan setan ada di mana-mana, bahkan di tempat ibadah sekalipun:

  • ​Khubutsi & Khobaits: Setan yang berada di WC/tempat kotor.
  • ​Himjin: Setan yang mengganggu kekhusyukan jamaah di Masjid.
  • ​Qarin: Setan yang selalu mendampingi setiap manusia untuk menjerumuskan nafsu.

​4. Cara Menangkal Godaan

​Ustadz menekankan bahwa cara mengecilkan kekuatan setan bukanlah dengan mencacinya, melainkan dengan:

  • ​Membaca Basmalah & Istighfar: Dua kalimat ini membuat setan merasa sangat kecil dan tidak berdaya.
  • ​Zikir di Masjid: Jangan sampai di dalam masjid kita hanya diam tanpa zikir, karena itulah saat di mana setan justru akan "mengikat" kita meskipun mereka dalam keadaan terkekang di rumah Allah.

​5. Pelajaran dari Ibadah Nabi

​Di sela bahasan tafsir, ustadz mengingatkan fleksibilitas ibadah. Nabi Muhammad SAW pernah membatalkan iktikafnya demi keperluan keluarganya (saat didatangi istri). Ini memberikan pelajaran bahwa ibadah sunnah seperti iktikaf boleh dibatalkan jika ada kebutuhan yang mendesak.

​Hati manusia adalah sasaran utama gangguan. Dengan memahami tafsir Surat An-Naas, kita menyadari bahwa perlindungan terbaik hanya datang dari Allah SWT. Mari senantiasa membasahi lidah dengan zikir agar setan "Khannas" tidak memiliki ruang untuk membisikkan keraguan di dada kita.

Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget