Gerakan Sedekah Kreatif: Ibu-Ibu Asy-Syifa Gayam Permai Salurkan Hasil Bazar ke 5 Yayasan Sosial

Banjarnegara, 22 Maret 2026 – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H tidak hanya terlihat melalui ibadah di dalam masjid, tetapi juga melalui aksi nyata di halamannya. Salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Amaliyah Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu’minun adalah Bazar Amal yang dikoordinir oleh Majelis Taklim Ibu-Ibu Asy-Syifa Perumahan Gayam Permai.  
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Maret 2026 ini bukan sekadar ajang jual beli, melainkan sebuah jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian warga dengan mereka yang membutuhkan. Bazar Hasil Sedekah Warga Keunikan dari Bazar ini adalah seluruh barang yang diperjualbelikan merupakan hasil shodaqoh dari Ibu-ibu Majelis Taklim Asy-Syifa dan seluruh warga Perumahan Gayam Permai.  
Warga dengan antusias menyumbangkan berbagai barang layak pakai hingga kebutuhan pokok untuk dijual kembali dengan harga terjangkau, di mana seluruh hasilnya diniatkan untuk donasi. "Antusiasme warga luar biasa. Ini membuktikan bahwa warga Gayam Permai memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi untuk saling membantu melalui wadah Majelis Taklim kita," ujar salah satu perwakilan pengurus Asy-Syifa.  

Pentasarufan:  
Menjangkau Panti dan Yayasan Sosial Setelah melalui proses pengumpulan hasil penjualan, Majelis Taklim Asy-Syifa memastikan amanah warga sampai ke tangan yang tepat. Hasil Bazar tersebut telah ditasarufkan (disalurkan) kepada beberapa institusi sosial dan pendidikan di wilayah Banjarnegara, antara lain: 

Griya Qur'an Amanah  

Panti Asuhan (PA) Al-Hidayah Gemuruh  :



PA PKU Aisyiyah Cabang Blambangan  :


PA Al-Munawarroh Banjarnegara : 


Yayasan BAKESOS Kauman Banjarnegara :





Penyaluran ini diharapkan dapat membantu operasional panti asuhan dan yayasan dalam membina anak-anak yatim serta dhuafa, terutama dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Bagian dari "Menu Ramadhan" 1447 H Kegiatan Bazar Amal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kalender kegiatan Amaliyah Ramadhan Masjid Al-Mu’minun. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi masjid di Perumahan Gayam Permai sangat dinamis—tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan perempuan dan aksi kemanusiaan. 
Melalui langkah nyata Majelis Taklim Asy-Syifa, kita diajarkan bahwa sedekah tidak harus selalu dalam bentuk uang tunai langsung. Barang-barang yang kita miliki, jika dikelola dengan manajemen yang baik seperti kegiatan Bazar ini, dapat berubah menjadi aliran pahala yang menjangkau banyak panti asuhan di Banjarnegara. Terima kasih kepada Ibu-ibu Majelis Taklim Asy-Syifa dan seluruh donatur warga Gayam Permai. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Share:

Halal Bi Halal 1447 H

Banjarnegara, 21 Maret 2026 – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti pelataran Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai pagi tadi. Acara Halal Bi Halal 1 Syawal 1447 H menjadi puncak dari seluruh rangkaian pengaderan spiritual warga selama sebulan penuh. Bukan sekadar seremonial, acara ini menjadi momen "saling melebur dosa" dan memberikan panggung apresiasi bagi tunas bangsa. 


Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Yusman, S.HI., selaku Ketua Penyelenggara Kegiatan Amaliyah Ramadhan sekaligus mewakili jajaran Takmir Masjid. Beliau memaparkan keberhasilan berbagai program, mulai dari kajian hingga pengelolaan zakat yang berjalan lancar.


 

Dalam suasana yang menyentuh, Bapak Yusman juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus mewakili seluruh panitia dan warga.  
"Jika dalam interaksi kita selama sebulan penuh di masjid ini ada kata yang melukai atau sikap yang kurang berkenan, mari kita bersihkan hati di hari yang fitri ini," tutur beliau. 
Bapak Suyadi selaku Wakil Ketua RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara, menerima ikrar maaf dari seluruh warga. Beliau menyambut hangat permohonan maaf tersebut dengan penuh keikhlasan. Dalam sambutannya, Bapak Suyadi menekankan bahwa kerukunan antar tetangga di Gayam Permai adalah aset yang paling berharga. Beliau berharap agar semangat saling menjaga dan memaafkan ini tidak hanya berhenti di hari raya, tetapi menjadi karakter permanen warga Perumahan Gayam Permai, Kutabanjarnegara. 
Kajian Subuh Salah satu momen pada menu kegiatan Ramadhan yang melibatkan anak-anak TPQ, mereka terlibat sebagai MC dalam Kegiatan tersebut. Pada acara Halal bi halal ini diberikan apresiasi khusus kepada anak-anak hebat yang telah bertugas menjadi pembawa acara (MC) dalam kegiatan Kajian Subuh selama bulan Ramadhan. Langkah Takmir Masjid Al-Mu’minun memberikan panggung bagi anak-anak ini dinilai sangat positif sebagai bentuk kaderisasi sejak dini. 
  "Melihat anak-anak kita berani tampil memandu kajian di waktu subuh adalah sebuah kebanggaan. Mereka adalah masa depan Masjid Al-Mu’minun,"  


Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat memacu semangat anak-anak lain untuk lebih mencintai masjid dan aktif dalam kegiatan keagamaan di masa mendatang. Refleksi Akhir: Menuju Gayam Permai yang Lebih Harmonis Acara Halal Bi Halal ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman (mushafahah) yang diikuti oleh seluruh warga dengan penuh keakraban.  
Rangkaian Ramadhan 1447 H telah usai, namun jejak-jejak kebaikannya mulai dari kedisiplinan shalat berjamaah, kedermawanan zakat, hingga keberanian anak-anak kita tampil di depan umum akan terus menjadi energi positif bagi kemajuan lingkungan Perumahan Gayam Permai.  

Kilas Balik "Menu Ramadhan" 1447 H Kesuksesan Halal Bi Halal ini tidak lepas dari rentetan kegiatan amaliyah yang telah dijalankan dengan istiqomah oleh warga, antara lain: 
  • Semarak Malam di Masjid: Pelaksanaan Shalat Tarawih berjamaah dan Tadarus Al-Qur'an yang selalu dipadati jamaah.  
  • Indahnya Berbagi: Buka Puasa Bersama, pembagian Takjil untuk pengguna jalan, hingga santunan kepada Anak Yatim dan Dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial. 

Sprint Akhir Ramadhan: 
Kegiatan I’tikaf bersama dan Sahur Bersama yang memperkuat sisi spiritualitas dan kekeluargaan warga di 10 malam terakhir.  
Kewajiban Zakat: Pengelolaan Zakat Fitrah dan Mal yang dikoordinir secara profesional oleh panitia untuk disalurkan kepada yang berhak. Menatap Masa Depan dengan Semangat Persaudaraan Rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H di Perumahan Gayam Permai telah membuktikan bahwa keterbatasan dan kesibukan duniawi tidak menghalangi warga untuk bersatu dalam kebaikan. Senyum dan sapa hangat yang terjalin saat bersalaman di acara Halal Bi Halal tadi pagi adalah bukti nyata bahwa persaudaraan di lingkungan kita telah naik kelas. Selamat Idul Fitri 1447 H. 

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin.



Share:

Hidup sebagai Muslim di Amerika: Toleransi, Makanan Halal, dan Dunia Kampus

Agam Setyono
Menjadi seorang Muslim di Amerika Serikat adalah pengalaman yang unik, penuh tantangan sekaligus peluang. Disampaikan oleh Agam Setyono pada Kajian Subuh Ramadhan 1447 H Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai, 19 Maret 2026. Beliau yang telah mengabdi di Kementerian Keuangan Republik Indonesia sejak 2014 dan memiliki latar belakang di bidang digital forensik serta analisis data. Berkesempatan melanjutkan studi Master of Science in Criminal Justice di Boston University pada tahun 2023 membuka perspektif baru bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kehidupan sebagai Muslim di negeri minoritas.
Amerika Serikat dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang sangat beragam. Berbagai latar belakang etnis, budaya, dan agama hidup berdampingan. Di kota seperti Boston, keberagaman ini terasa nyata mulai dari mahasiswa internasional, komunitas diaspora, hingga masyarakat lokal yang terbuka terhadap perbedaan.

 

Sebagai mahasiswa internasional, Beliau berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara dan keyakinan. Hal ini menciptakan lingkungan yang kaya akan perspektif, sekaligus menuntut kita untuk mampu beradaptasi dan menjelaskan identitas kita sebagai Muslim dengan bijak.
Salah satu nilai utama di Amerika adalah kebebasan beragama. Konstitusi menjamin setiap individu untuk menjalankan keyakinannya, termasuk Islam. Di kampus seperti Boston University, fasilitas ibadah tersedia, dan organisasi mahasiswa Muslim aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan. juga terdapat masjid sebagai salah satu sarana di universitas ini. 

Namun, sebagai minoritas, tetap ada tantangan. Misalnya:
Kurangnya pemahaman sebagian masyarakat tentang Islam Stereotip yang muncul akibat pemberitaan global Keterbatasan waktu dan tempat untuk ibadah di tengah kesibukan akademik Meski demikian, pengalaman Beliau menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat bersikap toleran dan menghargai perbedaan. Dialog terbuka dan sikap ramah menjadi kunci dalam membangun pemahaman yang lebih baik.
Menjaga kehalalan makanan adalah bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Di Boston, akses terhadap makanan halal relatif lebih mudah dibandingkan kota kecil di Amerika. Beberapa pengalaman yang Beliau rasakan: Tersedia restoran halal dari berbagai negara (Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Indonesia) Supermarket tertentu menyediakan produk bersertifikat halal. Banyak mahasiswa Muslim memilih memasak sendiri untuk memastikan kehalalan. Meski demikian, tetap diperlukan kehati-hatian, terutama dalam membaca label makanan dan memastikan sumber bahan yang digunakan.

Studi dan Profesionalisme: Menguatkan Peran sebagai Muslim  
Melanjutkan studi di bidang Cybercrime Investigation & Cybersecurity dan Crime Analysis memberikan pada Beliau kesempatan untuk mengembangkan keahlian di bidang yang sangat relevan dengan pekerjaan Beliau di Kementerian Keuangan. Sebagai seorang Muslim, Beliau meyakini bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sangat selaras dengan dunia investigasi digital dan analisis data yang ditekuni. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kompetensi profesional, tetapi juga memperdalam makna menjadi seorang Muslim yang mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan global.

Menjadi Duta Islam di Negeri Orang  
Menjadi Muslim di Amerika bukan sekadar menjalankan ibadah secara personal, tetapi juga menjadi representasi Islam itu sendiri. Setiap sikap, ucapan, dan tindakan kita mencerminkan nilai-nilai agama yang kita anut. Pengalaman Beliau di Boston mengajarkan bahwa: Islam dapat dijalankan di mana saja dengan niat dan komitmen yang kuat Toleransi dan dialog adalah jembatan antar perbedaan Muslim memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang damai di dunia global Sebagai mahasiswa dan profesional, kita tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga membawa misi untuk menunjukkan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
 Bisa lihat di Tiktok : Tiktok GP

Share:

Jangan Jadi "Hamba Musiman": Pesan Tarawih untuk Menjaga Ritme Ibadah

Gayam Permai, Banjarnegara – Malam-malam terakhir Ramadhan di Masjid Al-Mu’minun selalu membawa suasana haru sekaligus tanya. Di sela-sela shalat Tarawih, sebuah renungan mendalam mengemuka: "Setelah Ramadhan berlalu, apakah ketaatan kita juga ikut berlalu?" Pertanyaan ini menjadi inti dari tausiyah yang menekankan pentingnya menjadi hamba Allah di sepanjang waktu, bukan hanya hamba Allah di bulan suci saja.  
1. Fenomena "Hamba Ramadhan"  
Ada sebuah istilah dari para ulama salaf yang sangat menyentil kita: “Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja.” Kita melihat masjid penuh, Al-Qur’an dibaca setiap saat, dan tangan begitu ringan bersedekah selama Ramadhan. Namun, seringkali pemandangan ini berubah drastis saat memasuki bulan Syawal. Masjid mulai sepi, mushaf Al-Qur’an kembali berdebu, dan sifat kikir kembali muncul. Inilah yang disebut sebagai "Hamba Ramadhan"—orang yang ibadahnya musiman.  
2. Tuhan Ramadhan adalah Tuhan Bulan-Bulan Lainnya  
Allah yang kita sembah di malam-malam Tarawih adalah Allah yang sama yang tetap mengawasi kita di bulan Syawal, Dzulqa'dah, hingga Ramadhan tahun depan. Kewajiban shalat lima waktu tidak berkurang fasenya. Larangan maksiat tidak menjadi halal setelah lebaran. Jika kita mampu menahan diri dari yang halal (makan dan minum) di siang hari Ramadhan, seharusnya kita lebih mampu lagi menahan diri dari yang haram di bulan-bulan lainnya.  
3. Ramadhan Sebagai "Madrasah", Bukan "Finish"  
Ramadhan seharusnya dianggap sebagai Madrasah (Tempat Belajar) atau pusat pelatihan. Selama 30 hari kita dilatih disiplin waktu melalui sahur dan buka. Kita dilatih kesabaran melalui menahan haus dan lapar. Kita dilatih kepedulian melalui zakat dan sedekah. Hasil dari sebuah pelatihan bukan dilihat saat pelatihan berlangsung, melainkan setelah pelatihan selesai. Kesuksesan Ramadhan seseorang diukur dari seberapa istiqomah ia menjaga shalat subuhnya, tilawahnya, dan akhlaknya di bulan-bulan berikutnya.  
4. Tips Menjaga Istiqomah Pasca-Ramadhan  
Bagaimana agar api ibadah tidak padam? Mulai dari yang Kecil: Jika di Ramadhan kita sanggup 1 juz sehari, maka di luar Ramadhan jagalah minimal 1 halaman sehari. Yang penting konsisten (istiqomah).  
  • Cari Teman Sholih: Tetaplah berjamaah di Masjid Al-Mu’minun. Lingkungan yang baik di Gayam Permai akan menjaga kita agar tidak futur (lemah semangat). 
  • Doa Peneguh Hati: Jangan putus memanjatkan doa: "Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu). 
Janganlah kita menjadi "Hamba Ramadhan" yang hanya taat saat suasana mendukung. Jadilah "Hamba Rabbani", yaitu hamba Allah yang istiqomah dalam kondisi apa pun dan di bulan apa pun. Ingatlah, Ramadhan akan pergi, namun Allah selalu ada. Mari kita buktikan bahwa didikan Ramadhan tahun ini benar-benar membekas dalam setiap tarikan napas kita di bulan-bulan mendatang.
Share:

Menelisik Keutamaan Umroh dari Sudut Pandang Iman dan Sains

Gayam Permai, Banjarnegara – Suasana subuh yang sejuk di Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai pada Rabu, 18 Maret 2026 terasa begitu istimewa. Dalam rangkaian Menu Ramadhan salah satunya adalah Kuliah Subuh Ramadhan 1447 H, jamaah mendapatkan siraman ruhani yang penuh makna dari Ir. Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang membawakan tema “Menelisik Keutamaan Umroh dan Menjemput Panggilan-Nya”. 
Kajian ini tidak hanya mengupas sisi keagamaan, tetapi juga mengaitkannya dengan pendekatan ilmiah yang membuka wawasan baru bagi para jamaah. Umroh: Bukan Sekadar Soal Mampu Pertanyaan mendasar yang mengawali kajian ini adalah: apakah umroh dan haji hanya untuk orang yang mampu secara fisik dan finansial? 

Melalui hadits Rasulullah ﷺ, dijelaskan bahwa orang yang berhaji dan berumroh adalah tamu Allah. Mereka yang datang memenuhi panggilan-Nya akan mendapatkan keistimewaan: doa yang dikabulkan dan ampunan yang diberikan.
Lihat juga di : Instagram GP
Lihat juga di : Tiktok

Hal yang menarik, pemateri menekankan bahwa umroh bukan sekadar soal kemampuan, tetapi tentang “panggilan”. Banyak orang yang secara materi mampu, namun belum juga berangkat. Sebaliknya, tidak sedikit yang secara logika belum mampu, tetapi Allah mudahkan jalannya.  

Panggilan Itu Datang Tak Terduga  
Panggilan umroh bisa hadir dari berbagai arah: Kebiasaan atau aktivitas yang kita jalani Dorongan keluarga terdekat Hadiah atau apresiasi Bahkan dari pihak yang tak disangka Di sinilah pentingnya menjaga prasangka baik kepada Allah. Sebagaimana dalam hadits qudsi, Allah berfirman bahwa  "Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya". Ketika seorang hamba mendekat, Allah akan mendekat lebih cepat.  

Keutamaan Luar Biasa Tanah Suci  
Kajian ini juga mengungkap keutamaan ibadah di Tanah Haram. Salah satunya adalah pahala shalat yang berlipat ganda hingga 100.000 kali lipat di Masjidil Haram. Jika dihitung secara sederhana, satu kali shalat di sana setara dengan puluhan tahun shalat di tempat biasa. Ini menunjukkan betapa luar biasanya nilai ibadah di Tanah Suci sebuah “investasi akhirat” yang tak ternilai. Selain itu, tempat seperti Raudhah di Masjid Nabawi disebut sebagai taman surga. Di sanalah Rasulullah ﷺ dimakamkan bersama para sahabat mulia, menjadikan tempat tersebut penuh keberkahan dan kerinduan bagi umat Islam.  

Keajaiban Tawaf dalam Perspektif Sains  
Salah satu bagian menarik dari kajian ini adalah keterkaitan antara ibadah dan sains. Gerakan tawaf yang dilakukan berlawanan arah jarum jam ternyata selaras dengan fenomena alam: Elektron mengelilingi inti atom dengan arah yang sama Planet mengorbit matahari dengan pola serupa Galaksi berputar dalam bentuk spiral Hal ini menunjukkan bahwa ibadah bukan hanya ritual, tetapi juga selaras dengan hukum alam semesta.  

Umroh: Ibadah Fisik yang Penuh Makna  
Secara fisik, ibadah umroh juga tidak ringan. Jamaah menempuh:  
  • Tawaf sejauh ±1,5–3,5 km  
  • Sa’i sejauh ±2,8–3,15 km  
  • Total jarak sekitar 5,5–7 km  
Semua dilakukan dalam kondisi penuh keikhlasan dan penghambaan. Angka “7” yang digunakan dalam tawaf dan sa’i pun memiliki makna, sejalan dengan konsep tujuh lapis langit dalam Al-Qur’an.  

Pemateri juga mengajak jamaah melihat umroh dari sudut pandang “matematika Allah”. Dengan biaya rata-rata Rp25–30 juta, mungkin terasa besar. Namun jika dibandingkan dengan pahala yang didapat—penghapusan dosa, peningkatan derajat, hingga nilai ibadah yang berlipat ganda maka nilai tersebut menjadi sangat kecil. Bahkan ada amalan-amalan lain yang pahalanya setara umroh, seperti shalat di Masjid Quba setelah bersuci dari rumah. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi hamba-Nya.  
Menutup dengan Harapan Kuliah subuh ini ditutup dengan pesan mendalam: jangan pernah merasa jauh dari panggilan Allah. Jika hati mulai rindu ke Tanah Suci, bisa jadi itu adalah tanda awal panggilan tersebut. Tugas kita adalah menjaga niat, memperbaiki diri, dan terus mendekat kepada-Nya. Semoga setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini menjadi bagian dari perjalanan besar menuju undangan Allah ke Baitullah.
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget