Jadwal Pengajian Rutin Ahad Pagi 2026




Ralat Jadwal Pengajian Rutin Ahad Pagi Masjid Al Mu’minun

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sehubungan dengan telah dipublikasikannya jadwal Pengajian Rutin Ahad Pagi melalui blog sebelumnya, kami dari Takmir Masjid Al Mu’minun menyampaikan ralat/perbaikan informasi untuk memastikan keakuratan jadwal pengisi kajian dan tema yang disampaikan.

📌 Ralat ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan informasi agar jamaah mendapatkan jadwal yang benar dan terbaru.

📅 Jadwal Pengajian yang Telah Diperbaiki

Ahad Kliwon
Ustadz Akmal
Tema: Tauhid

Ahad Legi
Ustadz Ulil Albab
Tema: Tafsir

Ahad Pahing
Ustadz Zein Faqih
Tema: Siroh

Ahad Pon
Ustadz Retno A.P
Tema: Adab dan Akhlak

Ahad Wage
Ustadz Yusman
Tema: Fiqih

🔗 Informasi Sebelumnya

Kami mohon maaf atas kekeliruan pada informasi yang telah dibagikan sebelumnya. Silakan lihat postingan awal pada link berikut:

Jadwal Pengajian Rutin Ahad Pagi (Versi Sebelumnya)

📣 Ajakan

Mari kita semarakkan majelis ilmu setiap Ahad pagi sebagai sarana meningkatkan iman, ilmu, dan ukhuwah Islamiyah.

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Takmir Masjid Al Mu’minun
Perumahan Gayam Permai Banjarnegara

Share:

Membangun Ruhul Jihad

Banjarnegara, 19 April 2026 – Kajian rutin Ahad Pagi. Kali ini, kita berkesempatan menimba ilmu dari Ustadz Ulil Albab Al Hafidz, yang membedah esensi perjuangan dalam Islam melalui tema besar: Ruhul Jihad (Semangat Bersungguh-sungguh).  
Jihad: Nafas dalam Setiap Juz Al-Qur'an Ustadz Ulil mengawali kajian dengan fakta menarik bahwa narasi perjuangan atau jihad bukanlah pelengkap semata. Jika kita mentadabburi Al-Qur'an, kisah-kisah mengenai kesungguhan (ruhul jihad) tersebar merata di setiap Juz. Ini menunjukkan bahwa iman dan perjuangan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.  

Belajar dari Keteguhan Sahabat Nabi  

Pada zaman Rasulullah ﷺ, panggilan jihad bukanlah beban, melainkan kehormatan. Para sahabat memberikan teladan luar biasa:  
Totalitas tanpa batas: Ketika seruan jihad berkumandang, segala urusan duniawi—mulai dari perniagaan yang sedang untung hingga pekerjaan di ladang seketika ditinggalkan.  
Standar Keimanan: Begitu krusialnya nilai perjuangan ini, hingga dalam sejarah tercatat bahwa tidak disebut sempurna iman seseorang jika ia absen atau enggan ikut serta dalam membela agama Allah tanpa uzur yang syar'i.  

Inspirasi dari Imam Asy-Syafi'i dan Peradaban Islam  

Ustadz juga menyinggung sosok Imam Asy-Syafi'i. Beliau tumbuh dalam atmosfir peradaban yang sangat menghargai ilmu dan tatanan Islam (seperti yang terlihat di Andalusia pada masa kejayaannya). Lingkungan yang tertata dengan nilai-nilai Islam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas pejuang yang tangguh.  

Menyiapkan Kekuatan: Perintah Al-Qur'an Sebagai penutup kajian, Ustadz menekankan pentingnya persiapan (i'dad). Umat Islam diperintahkan untuk tidak lemah dan selalu siap menghadapi tantangan zaman dengan kekuatan yang mumpuni. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu..." (QS. Al-Anfal [8]: 60)  

Di masa lalu, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa salah satu kekuatan utama adalah lemparan panah. Di era modern ini, "busur panah" kita bisa bermakna luas: penguasaan teknologi, ekonomi yang kuat, serta kesatuan barisan yang kokoh. 

Ruhul Jihad adalah tentang bersungguh-sungguh dalam setiap aspek kehidupan. Bukan hanya tentang medan perang, tapi tentang bagaimana kita meletakkan kepentingan Allah dan Rasul-Nya di atas kepentingan pribadi dan pekerjaan kita. Semoga kajian pagi ini menjadi pemantik semangat bagi warga Gayam Permai untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman.


Share:

Doa Di Mudahkan Dalam Melunasi Hutang dan Teladan Rasulullah ﷺ dalam Menghadapinya


Kajian Rutin Ahad Pagi
Bersama Ustadz Yusman
Tema : Hutang

Hutang adalah perkara yang tidak ringan dalam Islam. Ia bukan sekadar urusan dunia, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab di akhirat. Oleh karena itu, Nabi Muhammad memberikan perhatian besar terhadap masalah hutang, bahkan mengajarkan doa khusus untuk memohon pertolongan kepada Allah agar terbebas darinya.  
Kisah Abu Umamah yang Sedih karena Hutang Diriwayatkan dari Abu Umamah, suatu hari beliau terlihat duduk di masjid di luar waktu shalat dalam keadaan sedih dan murung. Melihat hal tersebut,  

Rasulullah ﷺ bertanya: 
Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid bukan pada waktu shalat?”  
Ia menjawab bahwa dirinya sedang diliputi kesedihan dan terlilit hutang. 

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:  
Maukah aku ajarkan kepadamu suatu doa, yang apabila engkau membacanya, Allah akan menghilangkan kesedihanmu dan melunasi hutangmu?”  
Abu Umamah menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut:  

Doa Melunasi Hutang 


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ  
Artinya: 
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kegelisahan, 
aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, 
aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, 
dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan manusia.” (HR. Abu Dawud)

Abu Umamah kemudian mengamalkan doa ini, dan Allah pun menghilangkan kesedihannya serta melunasi hutangnya.  

Apakah Rasulullah ﷺ Pernah Berhutang?  

Jawabannya: ya, Rasulullah ﷺ pernah berhutang. Hal ini menunjukkan bahwa berhutang bukanlah sesuatu yang haram secara mutlak, selama dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal.  

1. Berhutang kepada Jabir bin Abdillah  
Rasulullah ﷺ pernah memiliki urusan hutang yang berkaitan dengan keluarga Jabir. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi membantu melunasi hutang ayah Jabir dan bahkan mendoakan keberkahan atas hartanya.  
2. Berhutang kepada seorang Yahudi  
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran yang ditangguhkan (hutang), dan menjaminkan baju besinya. Ini menunjukkan: Hutang boleh dilakukan kepada siapa saja, termasuk non-Muslim.  Hutang harus disertai tanggung jawab dan jaminan.  

Hutang yang Dilarang dalam Islam  

Tidak semua hutang diperbolehkan. Islam melarang hutang yang mengandung unsur dosa, seperti:  
❌ Hutang untuk maksiat Contoh: Judi Minuman keras Perbuatan haram lainnya  
❌ Hutang tanpa niat membayar Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengambil harta orang lain dengan niat tidak ingin mengembalikannya, maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari)  
Janji Allah bagi Orang yang Ingin Melunasi Hutang Islam sangat memuliakan orang yang memiliki niat kuat untuk melunasi hutangnya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa berhutang dengan niat ingin membayarnya, maka Allah akan menolongnya untuk melunasinya.” (HR. Bukhari) 

Ini adalah kabar gembira:  
➡️ Selama niat kita benar  
➡️ Kita berusaha  
➡️ Kita berdoa Maka pertolongan Allah akan datang.  

Sikap Seorang Muslim terhadap Hutang Dari ajaran Rasulullah ﷺ, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting: Hutang boleh, tetapi harus hati-hati Niat melunasi adalah kunci utama Perbanyak doa dan tawakal kepada Allah Hindari hutang untuk hal yang haram Segera melunasi jika mampu Hutang bukan hanya urusan dunia, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, marilah kita menjaga diri, memperbaiki niat, dan mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ agar Allah memudahkan kita terbebas dari hutang.
Share:

Ketika Badan Kenyang, Tapi Hati Lapar

Kajian Rutin Ahad Pagi, 05 April 2026
Bersama Ustadz Ulil Albab Al Hafidz

Pendahuluan 
Dalam kehidupan ini, manusia tidak hanya terdiri dari fisik semata. Ada tiga unsur utama yang harus dijaga keseimbangannya, yaitu badan (fisik), akal (pikiran), dan hati (rohani). Ketiganya memiliki peran penting dalam membentuk kualitas hidup seseorang. Agar ketiga aspek ini berkembang dengan baik dan sehat, maka diperlukan perawatan yang maksimal serta “asupan gizi” yang cukup tidak hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk akal dan hati.  

1. Badan:  Butuh Makanan Bergizi  

Bapak/Ibu, dalam kehidupan sehari-hari kita makan berapa kali? Umumnya, manusia makan tiga kali sehari untuk menjaga kesehatan tubuh. Tubuh membutuhkan: Makanan bergizi Nutrisi yang cukup Pola makan yang teratur Jika tubuh tidak mendapatkan asupan yang cukup, maka fisik akan lemah dan mudah terserang penyakit.  
 

2. Akal: Makanan Utamanya adalah Ilmu  

Selain badan, akal juga membutuhkan “makanan”. Lalu, apa makanan akal? Jawabannya adalah ilmu. Akal yang tidak diberi asupan ilmu akan: Tumpul dalam berpikir Mudah terpengaruh hal negatif Sulit membedakan yang benar dan salah Sebaliknya, akal yang terus diasah dengan ilmu akan: Semakin cerdas Bijak dalam mengambil keputusan Mampu menjalani hidup dengan lebih terarah  

3. Hati: Lebih Peka dan Butuh Nutrisi Ruhani  

Bagian yang sering dilupakan adalah hati. Padahal hati adalah pusat dari segala perilaku manusia. Hati juga membutuhkan “makanan”, yaitu: Dzikir (mengingat Allah) Membaca Al-Qur’an Sholawat Istighfar Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa: “Dalam hati mereka ada penyakit…” Penyakit hati muncul ketika hati tidak mendapatkan asupan yang cukup. 
Akibatnya: Mudah iri dan dengki Sulit menerima kebenaran Hati menjadi keras Padahal hati itu lebih peka dibandingkan fisik. Jika fisik butuh makan 3 kali sehari, maka hati bahkan membutuhkan “makanan” lebih sering. 
Menguatkan Ruhani Sebelum Fisik Sebelum memulai aktivitas fisik, seharusnya kita memulai dengan aktivitas rohani.  
Caranya: 
Membaca Al-Qur’an  
Berdzikir Bersholawat  
Beristighfar  

Dengan hati yang kuat, maka fisik dan akal akan ikut kuat. Nilai Ikhsan dalam Kehidupan Dalam menjalani hidup, kita juga diajarkan untuk memiliki sifat ikhsan, yaitu beribadah seakan-akan melihat Allah, dan merasa selalu diawasi oleh-Nya. Dengan ikhsan: Amal menjadi lebih ikhlas Hati menjadi lebih tenang Hidup lebih terarah Pesan Al-Qur’an: Kuatkan Hati dan Jangan Terpecah Dalam QS. Al-Anfal ayat 45–47, Allah memberikan petunjuk penting:  
  • “Fasbutu” → Teguhkan langkah, kuatkan diri 
  • Taat kepada Allah dan Rasul-Nya 
  • Jangan bercerai-berai 
  • “Wasbiru” → Bersabarlah 

 Pesan ini menegaskan bahwa:  
👉 Kekuatan sejati dimulai dari rohani yang kuat  
👉 Persatuan dan kesabaran adalah kunci keberhasilan 

Hidup yang seimbang adalah hidup yang mampu menjaga: 
Badan dengan makanan bergizi Akal dengan ilmu 
Hati dengan dzikir dan ibadah Mari kita mulai dari diri sendiri: Menguatkan hati sebelum beraktivitas Menjaga keikhlasan dalam setiap amal 
Menjadikan hidup lebih dekat kepada Allah Karena sejatinya, kekuatan terbesar bukan pada fisik… tetapi pada hati yang hidup dan penuh keimanan.

Share:

Jadwal Pengajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Al Mu’minun, Gayam Permai Banjarnegara


Masjid Al Mu’minun yang berlokasi di Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara, secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian Ahad pagi yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menambah wawasan keislaman sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar. Pengajian ini dilaksanakan setiap hari Ahad pagi dengan menghadirkan para ustadz yang kompeten di bidangnya. 
Menariknya, jadwal pengisi kajian disesuaikan dengan penanggalan Jawa, sehingga setiap pekan menghadirkan suasana dan pembahasan yang beragam/ Tematik.

Berikut jadwal pengajian rutin Ahad pagi di Masjid Al Mu’minun: 


Ahad Kliwon bersama Ustadz Andi Julianto  
Ahad Legi bersama Ustadz Ulil Albab  
Ahad Pahing bersama Ustadz Zein Faqih  
Ahad Pon bersama Ustadz Retno A.P  
Ahad Wage bersama Ustadz Yusman 

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini biasanya dimulai pada pagi hari dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek kehidupan dalam Islam, seperti akidah, ibadah, akhlak, hingga muamalah, yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan adanya pengajian rutin ini, diharapkan masyarakat dapat terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. 
Mari bersama-sama meramaikan majelis ilmu di Masjid Al Mu’minun. Ajak keluarga, sahabat, dan tetangga untuk hadir dan mendapatkan keberkahan dari setiap ilmu yang disampaikan. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat juga dapat mengikuti media sosial Perumahan Gayam Permai melalui berbagai platform yang tersedia. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin.
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget