Garis Finis Sudah Dekat! Saatnya Sprint Ramadhan

Memasuki Selasa pagi, 17 Maret 2026, suasana Kajian Subuh di Masjid Al-Mu’minun terasa kian membara. Di saat banyak orang mulai merasa lelah, kajian kali ini justru mengajak jamaah untuk melakukan "sprint" atau lari kencang di sisa hari-hari terakhir Ramadhan 1447 H. Berikut adalah intisari dari refleksi pagi yang sangat menggugah yang disampaikan oleh Ustadz Yusman, SHI:  
1. Ramadhan adalah Lomba Maraton,  
Bukan Lari Pendek Ustadz dalam kajiannya memberikan analogi yang sangat menarik. Ramadhan bukanlah lari sprint 100 meter yang selesai dalam sekejap, melainkan sebuah lomba maraton sepanjang 30 hari. Dalam maraton, kunci utamanya adalah konsistensi dan keistiqomahan dalam menjaga ritme napas serta tenaga. Banyak orang yang semangat di awal (minggu pertama), namun mulai bertumbangan di tengah jalan. Namun, seorang pelari sejati tahu bahwa kemenangan ditentukan di kilometer terakhir.  
2. Saatnya Melakukan "Sprint" di Akhir  
Kini, saat kita berada di penghujung Ramadhan, inilah saatnya melakukan sprint. Jika sebelumnya kita sudah istiqomah dengan ritme yang stabil, maka di hari-hari terakhir ini kita harus menambah kecepatan. I’tikaf: Menjemput Lailatul Qadar dengan memperbanyak berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tadabbur Al-Qur'an: Bukan sekadar mengejar target khatam, tapi semakin mendalami maknanya di sisa waktu yang ada. Shalat Malam: Mengencangkan ikat pinggang untuk memperlama sujud dan memperbanyak doa.  


3. Belajar dari 9 Sahabat Nabi: Kaya Raya namun Bertakwa  
Ustadz juga mematahkan mitos bahwa untuk menjadi ahli ibadah seseorang harus meninggalkan dunia. Beliau mencontohkan bahwa dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga, 9 di antaranya adalah orang-orang yang kaya raya. Sebut saja Abdurrahman bin Auf atau Utsman bin Affan. Kekayaan mereka tidak menghalangi mereka untuk menjadi "pelari maraton" terbaik di jalan Allah. Justru dengan kekayaan tersebut, mereka melakukan sprint amal jariyah. "Hingga detik ini, ribuan tahun setelah mereka tiada, pahala ibadah dan wakaf mereka masih terus mengalir deras. Inilah wujud nyata dari keberhasilan mengelola dunia untuk akhirat."  
4. Menjaga Ritme Hingga Idul Fitri  
Keistiqomahan yang dibangun selama Ramadhan harus dijaga agar tidak "kempes" setelah garis finis dilewati. Sprint di akhir Ramadhan ini bertujuan agar saat Idul Fitri tiba, kita benar-benar keluar sebagai pemenang yang telah memberikan kemampuan terbaik kita. 
Melalui Kajian Subuh 17 Maret ini, kita diingatkan bahwa jangan sampai kita kalah di garis finis. Mari kita kencangkan sepatu "ibadah" kita, fokuskan pandangan pada rida Allah, dan lakukan sprint terakhir dengan i’tikaf dan kedermawanan seperti para sahabat Nabi.
Share:

Kesalihan Sosial

Gayam Permai, Banjarnegara – Sabtu pagi, 14 Maret 2026, suasana Masjid Al-Mu’minun terasa begitu hangat. Ustadz Susianto, SKM memberikan materi Kajian Subuh yang sangat menyentuh realitas sosial kita sehari-hari, yaitu tentang Adab Bertetangga. Beliau mengingatkan bahwa dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang sangat mulia, bahkan urusan bertetangga menjadi salah satu barometer keimanan seseorang.  
1. Wasiat Malaikat Jibril yang Menakjubkan  
Ustadz Susianto membuka kajiannya dengan mengutip sebuah hadits yang sangat masyhur. Beliau menceritakan betapa seringnya Malaikat Jibril memberikan wasiat kepada Rasulullah ﷺ untuk berbuat baik kepada tetangga. "Malaikat Jibril terus-menerus memberikan wasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira tetangga itu akan menjadi ahli waris (mendapatkan warisan)." Pesan ini sangat mendalam. Jika tetangga sampai dianggap seolah-olah akan mendapat warisan, berarti kedudukan tetangga sudah hampir setara dengan keluarga inti. Ini adalah pengingat bagi warga Gayam Permai bahwa orang yang paling pertama menolong kita saat kesusahan bukanlah saudara yang jauh, melainkan tetangga yang tembok rumahnya bersentuhan dengan kita.  
2. Landasan Al-Qur'an:  
Perintah Berbuat Ihsan Ustadz Susianto juga menekankan bahwa perintah berbuat baik kepada tetangga tertulis jelas dalam Al-Qur'an. Beliau merujuk pada Surah An-Nisa (4) ayat 36: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh…” Dalam ayat ini, Allah menyejajarkan perintah beribadah kepada-Nya dengan perintah berbuat baik (ihsan) kepada tetangga. Ini menunjukkan bahwa kesalihan seseorang tidak hanya diukur dari sujudnya di masjid, tapi juga dari bagaimana hubungan sosialnya dengan lingkungan sekitar.  
3. Implementasi di Lingkungan Perumahan  
Sebagai praktisi kesehatan (SKM), Ustadz Susianto juga menyentuh sisi sosial-kesehatan. Beliau berpesan agar warga saling peduli terhadap kondisi tetangga. Jika ada tetangga yang sakit, segera jenguk. Jika memasak makanan yang aromanya sampai ke tetangga, maka bagilah sedikit masakan tersebut. Jangan membiarkan tetangga kelaparan sementara kita tidur dalam keadaan kenyang. 
Di akhir kajian, Ustadz Susianto mengajak kita semua untuk membuang jauh-jauh sikap individualis. Ramadhan adalah momen terbaik untuk mencairkan kekakuan antar tetangga. "Mari kita jadikan Gayam Permai bukan hanya sekumpulan rumah yang berjajar, tapi sekumpulan hati yang saling peduli dan saling menjaga karena Allah," tutup beliau.
Share:

Pengumpulan Zakat Fitrah





Menjelang akhir bulan suci Ramadhan, Takmir Masjid Al-Mu’minun melalui Panitia Ramadhan kembali membuka layanan penerimaan dan penyaluran Zakat Fitrah, Fidyah, Shadaqah, dan Zakat Maal. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi warga Perumahan Gayam Permai dalam menyempurnakan ibadah puasa serta membantu saudara-saudara kita yang berhak menerima (Asnaf). Waktu dan Tempat Pengumpulan Panitia telah menyediakan beberapa titik layanan agar Bapak/Ibu/Sdr/i dapat menyetorkan zakat dengan lebih mudah dan nyaman: Tanggal: 13 s.d. 15 Maret 2026 
Waktu Layanan:  
Ba’da Shalat Tarawih atau Ba’da Shalat Ashar. 
Lokasi Penyetoran: Masjid Al-Mu’minun (Sekretariat Panitia)  
Rumah Bapak Trilas P.  
Rumah Bapak Yusman, S.HI.  
Rumah Bapak Susianto.  
Ketentuan Besar Zakat Fitrah Sesuai dengan Surat Edaran Bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Baznas, dan MUI Kabupaten Banjarnegara Tahun 1447 H / 2026 M, besaran zakat fitrah per jiwa dikategorikan berdasarkan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari: 

Jadwal Penyaluran Untuk memastikan manfaat zakat dapat segera dirasakan oleh penerima sebelum hari raya, panitia telah menetapkan jadwal penyaluran sebagai berikut: 

 Penyaluran Zakat: Senin, 16 Maret 2026. 

Mengingat jadwal penyaluran tersebut, kami memohon kepada seluruh muzakki (pembayar zakat) agar dapat menyerahkan zakatnya kepada panitia sebelum tanggal 16 Maret 2026. Mari Sempurnakan Puasa dengan Berbagi Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, sekaligus menjadi kegembiraan bagi fakir miskin di hari Idul Fitri.  
Semoga zakat yang Bapak/Ibu salurkan melalui Takmir Masjid Al-Mu’minun diterima oleh Allah SWT dan mendatangkan keberkahan bagi keluarga serta lingkungan kita. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. Panitia Zakat Fitrah Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara
Share:

"Peta" Syukur

Gayam Permai, Banjarnegara – Malam Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu’minun kembali menghadirkan ilmu yang praktis bagi kehidupan sehari-hari. Pada Jumat malam, 13 Maret 2026, Bapak Suyadi menyampaikan tausiyah tarawih yang sangat inspiratif mengenai "peta" syukur. 
Beliau menjelaskan bahwa syukur bukanlah sekadar ucapan di bibir, melainkan sebuah energi yang harus diletakkan di empat tempat utama dalam diri kita:  
1. Syukur dalam Pikiran (Mindset) Tempat pertama adalah akal atau pikiran kita. Bersyukur dalam pikiran berarti selalu memiliki prasangka baik (Husnuzan) kepada Allah atas segala ketetapan-Nya. Fokus pada apa yang kita miliki, bukan pada apa yang hilang. Menggunakan pikiran untuk merenungkan betapa banyak nikmat Allah yang tak terhitung, sehingga tidak ada celah bagi pikiran negatif untuk bersarang.  
2. Syukur dalam Hati (Merasa Cukup) Hati adalah pusat dari segala rasa. Bapak Suyadi menekankan bahwa syukur di hati berwujud sifat Qana’ah atau merasa cukup. "Kekayaan yang hakiki bukan tentang seberapa banyak harta di tangan, tapi seberapa cukup hati menerima pemberian-Nya." Jika hati sudah merasa cukup, maka ketenangan akan hadir. Inilah benteng utama agar kita terhindar dari sifat serakah dan iri dengki.  
3. Syukur dalam Mulut (Tidak Berkeluh Kesah) Manifestasi syukur yang paling mudah dikenali adalah melalui lisan. Bapak Suyadi berpesan agar kita menjaga mulut dari kebiasaan berkeluh kesah (mengeluh). Basahi lidah dengan kalimat Alhamdulillah. Hindari membanding-bandingkan nasib dengan orang lain yang hanya akan memicu keluhan. Berkata yang baik atau diam adalah bentuk rasa syukur atas nikmat lisan yang diberikan Allah.  
4. Syukur dalam Perbuatan (Tangan dan Kaki yang Beramal) Puncak dari rasa syukur adalah pembuktian melalui tindakan. Syukur harus turun ke tangan dan kaki untuk terus bergerak dalam amal sholeh. Tangan: Digunakan untuk membantu sesama, bersedekah, dan bekerja mencari nafkah yang halal. Kaki: Digunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang diridai Allah, seperti masjid, majelis ilmu, dan silaturahmi. Syukur dalam perbuatan berarti menggunakan seluruh anggota tubuh untuk menaati Sang Pemberi Nikmat. 

Melalui pesan Bapak Suyadi, kita diajak untuk mengecek kembali: apakah syukur kita sudah menempati empat tempat tersebut? Jangan sampai syukur hanya berhenti di mulut, namun hati masih merasa kurang dan kaki enggan melangkah ke masjid. Semoga di sisa Ramadhan ini, kita mampu menyelaraskan pikiran, hati, lisan, dan perbuatan kita dalam bingkai syukur yang sejati.
Share:

Mengetuk Pintu Langit dengan Adab

Gayam Permai, Banjarnegara – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 H, tepatnya pada Jumat, 13 Maret 2026, jamaah Masjid Al-Mu’minun mendapatkan pencerahan berharga mengenai "Adab dalam Berdoa". Materi yang disampaikan oleh Bapak Lukman Jarir ini menjadi pengingat penting bahwa dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta, ada tata krama yang harus dijaga agar doa kita lebih mustajab.  
Berikut adalah poin-poin utama adab berdoa yang perlu kita amal
kan:  

1. Memulai dengan Pujian dan Shalawat  
Bapak Lukman menekankan bahwa doa tidak boleh langsung dimulai dengan permintaan. Layaknya kita meminta sesuatu kepada sesama manusia, ada "protokol" yang harus diikuti saat menghadap Allah SWT. Memuji Allah: Awali dengan membaca Tahmid atau menyebut Asmaul Husna. Shalawat Nabi: Bershalawat kepada Rasulullah ﷺ di awal dan di akhir doa adalah kunci agar doa kita tidak terhenti di antara langit dan bumi.  

2. Menghadirkan Hati dan Rasa Rendah Diri  
Seringkali kita berdoa hanya di lisan, sementara pikiran melayang ke urusan dunia. Bapak Lukman mengingatkan: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah." Beliau mengajak warga Gayam Permai untuk menunjukkan rasa butuh yang amat sangat (iftiqar) kepada Allah, karena kita hanyalah hamba yang lemah tanpa pertolongan-Nya.   

3. Mencari Waktu-Waktu Mustajab  
Dalam kajiannya, beliau juga menyarankan untuk memanfaatkan momen-momen istimewa di bulan Ramadhan untuk memperbanyak doa, di antaranya: Saat Berbuka Puasa: Di mana doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir): Saat Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya. Di Antara Adzan dan Iqamah: Waktu yang sering terabaikan namun sangat mulia untuk memohon.  

4. Husnuzan (Berprasangka Baik) kepada Allah  
Salah satu adab yang paling penting adalah tidak tergesa-gesa. Jangan sampai kita berhenti berdoa karena merasa doa kita belum dikabulkan. Bapak Lukman berpesan agar kita selalu berprasangka baik bahwa Allah akan memberikan yang terbaik di waktu yang paling tepat. 

Ramadhan adalah bulan doa. Melalui kajian Bapak Lukman Jarir, kita diingatkan bahwa doa adalah ibadah itu sendiri. Dengan menjaga adab, kita bukan hanya berharap keinginan kita terkabul, tapi kita sedang menunjukkan kemuliaan akhlak kita di hadapan Allah SWT. Semoga di sisa hari Ramadhan ini, setiap doa yang kita panjatkan di Masjid Al-Mu’minun menjadi wasilah datangnya rahmat dan hidayah bagi keluarga dan lingkungan kita.
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget