Kebermanfaatan Sebuah Nilai


Kultum Tarawih
Ustadz Yusman
3 Maret 2025

Mari kita ambil contoh sederhana: kayu dan emas saat terjadi banjir. Dalam situasi darurat seperti ini, emas yang berkilauan tidak akan banyak membantu. Emas tidak bisa digunakan untuk membangun tempat berlindung, menghangatkan tubuh, atau menyelamatkan diri dari arus banjir. Di sisi lain, kayu yang seringkali dianggap remeh, justru menjadi penyelamat. Kayu dapat digunakan untuk membuat rakit, membangun tempat perlindungan sementara, atau bahkan sebagai bahan bakar untuk menghangatkan tubuh. Dalam situasi ini, nilai kayu jauh lebih tinggi daripada emas, bukan karena nilai materinya, tetapi karena fungsinya yang menyelamatkan nyawa.
Share:

Jejak Puasa Para Nabi: Dari Adam hingga Isa


Kuliah Subuh, 4 Ramadhan 1446 H. 04 Maret 2025
Ustadz Alfian Nur Salim


Ibadah puasa telah dilaksanakan oleh para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Melalui berbagai riwayat dan kitab tafsir, kita dapat menelusuri jejak ibadah puasa yang dilakukan oleh para nabi terdahulu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Adam AS Nabi Adam AS sebagai manusia pertama telah mengenal ibadah puasa. 
Nabi Adam AS berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk pertobatan setelah tergelincir dari perintah Allah di surga. Dengan ijin Alloh SWT setelah Nabi Adam berbuat kesalahan maka seluruh tubuh nya menjadi Hitam.


Kemudian, Malaikat Jibril datang dan bertanya, "Wahai Adam, maukah tubuhmu kembali memutih?" Nabi Adam menjawab, "Tentu saja." Malaikat Jibril lalu memberitahunya untuk berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Setelah menjalankan puasa, pada hari pertama sepertiga tubuh Nabi Adam kembali putih, pada hari kedua dua pertiga tubuhnya memutih, dan pada hari ketiga seluruh tubuhnya putih kembali. 
Nabi Nuh AS juga dikenal melaksanakan ibadah puasa, terutama saat berada di atas bahtera selama banjir besar melanda kaumnya. Dalam Tafsir Al-Thabari dikemukakan bahwa Nabi Nuh AS melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura) sebagai bentuk syukur ketika kapalnya berlabuh dengan selamat di Gunung Judi. 
Nabi Nuh kemudian berpuasa dan memerintahkan seluruh penumpang, bahkan hewan bawaannya, untuk berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Menurut riwayat Ibnu Majah yang dikutip oleh Ibnu Katsir, Nabi Nuh AS berpuasa sepanjang tahun kecuali pada dua hari raya. Ini menunjukkan konsistensi dan kesungguhan Nabi Nuh dalam beribadah puasa. 
Nabi Ibrahim AS, bapak para nabi dan rasul, juga melaksanakan ibadah puasa dalam kehidupannya. Salah satu momentum penting yang tercatat adalah ketika beliau berpuasa saat akan dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namruz. Setelah Raja Namruz memerintahkan pengumpulan kayu bakar untuk membakar Nabi Ibrahim AS, beliau tetap tenang dan menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Dalam keadaan berpuasa itulah, Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api yang berkobar, namun Allah menjadikan api itu dingin dan tidak membakarnya. 
Puasa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS ini merupakan bentuk tawakkal dan keyakinan penuh terhadap pertolongan Allah SWT di saat-saat genting dalam hidupnya. Nabi Musa AS Nabi Musa AS dikenal melaksanakan puasa selama 40 hari ketika bermunajat di Gunung Tursina untuk menerima wahyu dari Allah SWT. Selama masa itu, beliau tidak makan dan minum, sepenuhnya bermunajat kepada Allah dalam keadaan yang suci. 
Selain itu, Nabi Musa AS juga melaksanakan puasa pada hari Asyura (10 Muharram) sebagai ungkapan syukur atas keselamatannya dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Hal ini dibuktikan dengan hadis riwayat Ibnu Abbas RA yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Ketika Rasulullah SAW bertanya, mereka menjawab, "Ini adalah hari yang agung dimana Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan bala tentara Firaun. 
Maka kaum Yahudi berpuasa sebagai wujud syukur." Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Aku tentu lebih utama terhadap Musa dan lebih berhak menjalankan puasa itu dibanding kalian." Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari itu. 

Nabi Daud AS memiliki metode puasa yang khas dan istimewa, yang kemudian dikenal sebagai "puasa Daud". Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari sepanjang hidupnya. Metode puasa ini dianggap sebagai puasa yang paling utama menurut sabda Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Bukhari, 
Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud AS. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Beliau tidur separuh malam, lalu shalat sepertiganya dan tidur seperenamnya lagi. Beliau puasa sehari dan berbuka sehari." (HR. Bukhari) 

Dalam hadis lain, beliau menyatakan: "Puasalah sehari dan berbukalah sehari. Itu adalah puasanya Nabi Daud AS dan itu adalah puasa yang paling utama." (HR. Bukhari) Puasa Daud diwajibkan bagi Nabi Daud AS dan umatnya untuk seumur hidup, berbeda dengan umat Nabi Muhammad SAW yang hanya diwajibkan puasa Ramadhan selama satu bulan dalam setahun. 
Puasa yang dilaksanakan oleh Maryam, ibunda Nabi Isa AS, memiliki keunikan tersendiri. Puasa beliau tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari berbicara kepada manusia. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran: 
 "Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.'" (QS. Maryam: 26) 
Ketika Maryam kembali ke kaumnya dengan membawa bayi Isa, dan ditanya tentang siapa ayah dari putera yang ada di gendongannya, Maryam tidak menjawab dengan perkataan karena sedang berpuasa yang tidak membolehkannya berbicara. Maryam hanya menunjuk kepada bayi Isa, dan Allah membuat bayi Isa berbicara untuk menjawab tuduhan terhadap ibunya.















Share:

Gallery Kuliah Subuh2 Ramadhan 1446H

Kuliah Subuh
Bersama Ustadz Yusman,SHI
Senin, 3 Maret 2025
3 Ramadhan 1446H, 3 Maret 2025

Islahul tarbiyah adalah perbaikan kualitas pendidikan. Tarbiyah sendiri berarti pendidikan dalam Islam yang bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan peserta didik.

 


Share:

Tadarus Al Qur'an Hari Pertama

Tadarus Al Qur'an ba'da Tarawih
Ramadhan Pertama
Sesuai dengan menu Ramadhan yang dikeluarkan oleh Ta'mir Masjid Al Mu'minun bahwa kegiatan Ramadhan salah satunya adalah Tadarus Al Qur'an.




Share:

Jangan Tinggalkan Sholat Karena Belum Bisa Khusyuk

Kultum Tarawih 1446H
Ustadz : Drs. H. Panggung Sutopo
1 Ramdhan 1446H, 1 Maret 2025

Sholat adalah ibadah utama dalam Islam yang menjadi tiang agama. Setiap Muslim diwajibkan untuk menunaikannya lima kali sehari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Namun, tidak jarang seseorang merasa kesulitan untuk mencapai kekhusyukan dalam Sholat. Pikiran yang melayang, gangguan duniawi, serta berbagai godaan sering kali mengurangi konsentrasi saat berdiri di hadapan Allah. 
Lantas, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal ini? Apakah Sholat yang tidak khusyuk tetap bernilai di sisi Allah? Sholat Tetap Sah Meskipun Belum Khusyuk Khusyuk dalam salat adalah keadaan di mana hati dan pikiran benar-benar fokus kepada Allah, meresapi setiap bacaan dan gerakan dengan penuh kesadaran. Namun, perlu dipahami bahwa khusyuk bukanlah syarat sahnya Sholat. Artinya, meskipun seseorang belum mampu khusyuk secara penuh, Sholatnya tetap sah dan diterima oleh Allah selama memenuhi rukun dan syaratnya. 
Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu' menjelaskan bahwa meskipun seseorang tidak dapat mencapai khusyuk sempurna, ia tetap diwajibkan untuk melaksanakan salat. Allah tidak mensyaratkan kesempurnaan dalam ibadah, tetapi menginginkan usaha dan ketulusan dari hamba-Nya. Jangan Tinggalkan Sholat Karena Belum Bisa Khusyuk Sering kali, seseorang merasa putus asa karena sulit mendapatkan kekhusyukan dalam salat. Mereka berpikir bahwa jika tidak bisa khusyuk, lebih baik tidak salat sama sekali. Pemikiran ini keliru. Meninggalkan Sholat justru akan menjauhkan seseorang dari Allah dan mengurangi peluang untuk memperoleh ketenangan hati. Sebagaimana dikatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: 
 "Amalan yang paling dicintai Allah adalah salat pada waktunya." (HR. Muslim) 
Hadis ini menunjukkan bahwa menunaikan salat tepat waktu lebih utama daripada menunggu sampai bisa mencapai kekhusyukan penuh. Khusyuk adalah sesuatu yang bisa dilatih dan diperbaiki seiring waktu dengan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah. 

Cara Meningkatkan Khusyuk dalam Sholat 
Meskipun khusyuk bukan syarat sahnya salat, setiap Muslim tetap dianjurkan untuk mengupayakannya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekhusyukan dalam salat: 
Memahami Makna Bacaan Sholat Saat seseorang memahami arti dari doa dan ayat yang dibaca dalam salat, ia akan lebih mudah menghayatinya dan merasa dekat dengan Allah. 
Menjaga Wudhu dengan SempurnaWudhu yang dilakukan dengan baik akan memberikan kesegaran dan ketenangan, sehingga membantu meningkatkan fokus dalam salat. 
Menjauhi Hal-hal yang MenggangguSalat di tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan akan membantu menjaga konsentrasi dan menghindari gangguan pikiran. 
Berusaha Menghadirkan Rasa Takut dan Cinta kepada AllahMengingat bahwa kita sedang berdiri di hadapan Sang Pencipta akan menumbuhkan rasa takzim dan cinta kepada-Nya. 
Berdoa Memohon KekhusyukanMeminta kepada Allah agar diberikan kekhusyukan dalam salat adalah langkah penting. Sebab, hati manusia berada dalam genggaman-Nya. 

Sholat adalah kewajiban yang harus tetap dijalankan, meskipun kita belum bisa mencapai khusyuk yang sempurna. Khusyuk bukanlah syarat sahnya salat, tetapi sesuatu yang harus terus diupayakan. Jangan pernah meninggalkan salat hanya karena merasa belum bisa fokus sepenuhnya. Sebaliknya, teruslah berusaha, tingkatkan kualitas ibadah, dan minta kepada Allah agar diberikan hati yang tenang serta kekhusyukan dalam beribadah. Dengan terus berlatih dan berdoa, insyaAllah kekhusyukan akan datang dengan sendirinya seiring waktu.







Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget