Rapat Pengurus RT Akhir Tahun 2025

BANJARNEGARA – Menjelang penghujung tahun 2025, pengurus dan warga RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara menggelar rapat rutin sekaligus evaluasi akhir tahun pada Selasa, 23 Desember 2025. Rapat yang dipimpin oleh Ketua RT, Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, ini fokus pada penguatan kerukunan warga dan transparansi program kerja.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam rapat kali ini adalah laporan dari Seksi Keamanan terkait ronda dan penjadwalan ronda tahun 2026. Hasil Jimpitan ronda dilaporkan oleh bendahara 2 dan juga laporan keuangan dari bendahara 1, bendahara pembangunan. Juga bersama diposting di Instagram di sini.

Penguatan Jimpitan
Seksi Keamanan melaporkan bahwa tradisi jimpitan di wilayah RT 06 masih berjalan dengan sangat baik dan konsisten. Dalam laporannya, perwakilan Sie Keamanan menyampaikan beberapa hal penting terkait hasil jimron:
Realisasi Dana: Melaporkan total perolehan dana jimpitan selama satu tahun terakhir yang dikumpulkan setiap malam melalui ronda. 
Pemanfaatan Dana: Dana jimpitan tersebut telah dialokasikan kembali untuk kepentingan warga, sarana listrik lingkungan yang mati, pengadaan gerobah samaph dan lain-lain.
Evaluasi Kedisiplinan: Sie Keamanan memberikan apresiasi kepada warga atas kedisiplinan meletakkan jimpitan di depan rumah, yang secara tidak langsung membuktikan bahwa warga peduli terhadap sistem keamanan lingkungan. "Jimpitan bukan sekadar nominal uangnya, tapi merupakan simbol kepedulian warga. 
Dengan adanya jimpitan, petugas ronda otomatis berkeliling memantau setiap rumah, sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga," ujar Sie Keamanan dalam laporannya.

Laporan Seksi Lainnya
Selain bidang keamanan, rapat juga mendengarkan laporan dari:
Seksi Kebersihan: Mengenai jadwal pengangkutan sampah dan pemeliharaan taman RT. Pengadaan gerobaj sampah baru
Seksi Ekonomi & Sosial: Mengenai laporan kas rutin dan persiapan bantuan sosial akhir tahun. 
Seksi Pembangunan: Mengenai evaluasi fisik sarana prasarana di lingkungan RT 06. 

Arahan Ketua RT
Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, dalam arahannya menyampaikan terima kasih atas kinerja Sie Keamanan dan bendahara dalam pengelolaan jimpitan secara transparan. Beliau berharap sistem ini terus dipertahankan sebagai ciri khas gotong royong warga Gayam Permai.
Rapat diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat pelayanan yang lebih baik bagi seluruh warga RT 06.


Share:

Bulan Rajab : Pintu Pembuka Menuju Ramadhan


Pendahuluan 
Bulan Rajab telah tiba menyapa umat Muslim di seluruh dunia. Sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Al-Asyhurul Hurum), kehadiran Rajab membawa suasana spiritual yang berbeda. Rajab bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan sebuah pengingat bahwa tamu agung bernama Ramadhan sudah semakin dekat. Di bulan ini, umat Islam diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan mulai menyirami benih-benih keimanan di dalam hati.

Tentang Bulan Rajab
Secara etimologi, kata "Rajab" berasal dari bahasa Arab Tarjib yang berarti menghormati atau mengagungkan. Dalam tradisi Islam, Rajab dikenal sebagai salah satu Asyhurul Hurum (bulan-bulan haram), di mana Allah SWT melarang keras adanya peperangan dan perbuatan zalim.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana kondisinya saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada dan Sya'ban." (HR. Bukhari & Muslim).
Bulan ini juga menjadi saksi sejarah peristiwa mahadahsyat, yakni Isra' Mi'raj, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Amalan-Amalan Utama di Bulan Rajab

Untuk meraih keberkahan di bulan mulia ini, para ulama menganjurkan beberapa amalan sunnah, di antaranya: 
  • Memperbanyak Puasa Sunnah Tidak ada jumlah hari khusus yang diwajibkan, namun berpuasa di bulan-bulan haram sangat dianjurkan. Anda bisa menjalankan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah). 
  • Meningkatkan Istighfar dan Taubat Rajab disebut juga sebagai bulan permohonan ampun. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak bacaan istighfar untuk membersihkan diri dari dosa sebelum memasuki bulan Sya'ban dan Ramadhan. 
  • Berdoa di Waktu Mustajab Terdapat riwayat bahwa doa di malam pertama bulan Rajab adalah salah satu doa yang tidak akan ditolak. 
  • Doa yang populer dipanjatkan adalah: "Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya'baana wa ballighnaa Ramadhana" (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan). 
  • Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan Segala bentuk amal shaleh, mulai dari membantu sesama hingga menjalin silaturahmi, memiliki nilai yang istimewa di bulan yang terhormat ini.

Manfaat dan Pahala di Bulan Rajab

Mengapa kita harus bersungguh-sungguh di bulan Rajab? Berikut adalah beberapa manfaat dan keutamaannya: 
  • Pahala yang Berlipat Ganda: Karena termasuk bulan yang dimuliakan Allah, setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan dijanjikan pahala yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan biasa. 
  • Waktu Pembersihan Diri: Ulama besar Abu Bakar al-Balkhi mengatakan: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam benih, 
  • Sya'ban bulan menyirami tanaman, dan Ramadhan adalah bulan memanen hasilnya." Rajab adalah momen terbaik untuk "mencuci" hati dari kemaksiatan. Pintu Taubat Terbuka Luas: Allah memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya dengan janji rahmat dan ampunan yang luas bagi mereka yang bersungguh-sungguh. 
  • Persiapan Mental Menuju Ramadhan: Dengan memulai amalan di bulan Rajab, kita melatih fisik dan mental agar tidak kaget saat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan nanti.

Mari jadikan bulan Rajab ini sebagai momentum transformasi diri. Jangan biarkan hari-harinya berlalu begitu saja tanpa makna. Dengan memperbanyak dzikir, puasa, dan amal jariyah, semoga kita tergolong hamba-hamba yang beruntung dan disampaikan usia kita hingga bulan suci Ramadhan.
Share:

Mencari Sakinah dan Keutamaan Langkah Menuju Majelis Ilmu

BANJARNEGARA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai pada Minggu pagi (21/12/2025). Dalam agenda Kajian Rutin Ahad Pagi, Ustadz Yusman, SHI menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan batin kita di tengah hiruk-pikuk dunia: Mencari Sakinah dan Keutamaan Langkah Menuju Majelis Ilmu

Berikut adalah poin-poin mutiara hikmah yang dirangkum dari penyampaian beliau: 
1. Majelis Ilmu: Sumber Sakinah dan Rahmat 
Ustadz Yusman menekankan bahwa majelis ilmu bukan sekadar tempat bertukar informasi, melainkan taman surga di dunia. Ketika seseorang melangkahkan kaki dan duduk di dalamnya, Allah SWT menurunkan tiga anugerah sekaligus: 
  • Sakinah: Ketentraman jiwa yang membuat hati merasa aman. 
  • Rahmah: Limpahan kasih sayang Allah. 
  • Naungan Malaikat: Para malaikat membentangkan sayapnya sebagai bentuk ridha atas apa yang dilakukan penuntut ilmu. 

2. Keutamaan Niat: Datang untuk Ilmu, Dihitung Shalat 
Salah satu kabar gembira yang disampaikan beliau adalah tentang kemuliaan niat. Barangsiapa yang hadir ke majelis ilmu dengan niat tulus untuk belajar sekaligus menunggu waktu shalat, maka seluruh waktu duduknya dihitung sebagai pahala shalat. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya mendapatkan pahala berlipat ganda dengan amalan yang sederhana. 

3. Dahsyatnya Adab Berwudhu dari Rumah 
Beliau juga mengingatkan pentingnya persiapan sebelum berangkat ke masjid. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW: 
 "Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna di rumahnya, kemudian melangkah menuju masjid, maka setiap satu langkah kakinya akan menaikkan derajatnya, dan langkah lainnya akan menghapuskan dosa-dosanya." 
Inilah mengapa berjalan kaki ke masjid dengan keadaan suci memiliki nilai filosofis dan spiritual yang sangat tinggi dalam Islam. 

4. Keutamaan Menunggu Waktu Shalat (Ribat) 
Bagi jamaah yang datang lebih awal, melaksanakan shalat, lalu tetap duduk di dalam masjid untuk menunggu waktu shalat berikutnya, maka ia berada dalam penjagaan. Selama ia menunggu dalam keadaan suci, malaikat akan terus mendoakannya, dan waktu tunggunya dicatat layaknya orang yang sedang mendirikan shalat. Kesimpulan Kajian pagi ini mengingatkan kita bahwa ketenangan tidak ditemukan dalam harta atau jabatan, melainkan dalam kedekatan kita dengan rumah Allah dan majelis-majelis ilmu. Masjid Al Mu'minun berkomitmen untuk terus menjadi wadah bagi warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya dalam memperdalam ilmu agama. 

Informasi Kegiatan: 
 Pemateri: Ustadz Yusman, SHI 
 Lokasi: Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara 
 Waktu: Ahad Pagi, 21 Desember 2025 
Semoga langkah kaki kita menuju majelis ilmu menjadi saksi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Share:

Sembilan Tahun Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al Mu'minin (2016 - 2025)

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara, 18 Desember 2025
. Tepat sembilan tahun yang lalu, pada tanggal 18 Desember 2016, sebuah inisiatif sederhana namun mulia lahir di tengah-tengah warga Perumahan Gayam Permai. Inisiatif itu tertuang dalam selembar undangan hijau bertuliskan "Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al Mu'minin." Kala itu, inisiatif yang diprakarsai oleh Takmir Masjid Al Mu'minin ini bertujuan tunggal: menghidupkan kembali sholat Subuh berjamaah di masjid yang diinisiasi oleh Bp.Ketua Takmir Bapak Yusman SHI Ba'da subuh saat itu pertama diisi ceramah oleh Bpk. Ustadz H. Yulianto. Kegiatan tersebut menjadi titik tolak sebuah perjalanan spiritual kolektif yang kini telah mencapai usia sembilan tahun. 

Undangan Pertama kali dibagikan dalam bentuk Hardcopy.. diedarkan pada rumah-rumah yang beragama Islam. 

Dari Langkah Kecil Menuju Istiqamah (2016 - 2019) 
Masa-masa awal adalah tantangan. Suasana dingin Banjarnegara di pagi buta seringkali menguji semangat. Namun, berkat kegigihan Takmir dan kesadaran akan Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid yang tertera jelas pada undangan, jumlah jamaah perlahan tapi pasti mulai stabil dan bertambah. Masjid Al Mu'minin Gayam Permai tidak hanya ramai dengan lantunan azan, tetapi juga dengan kegiatan pasca-Subuh yang akrab. 
Diskusi singkat, tadarus bersama, hingga sarapan sederhana (secara bergantian) yang digagas secara swadaya oleh ibu-ibu kompleks (Jama'ah Pengajian Asy Syifa), mulai menjadi tradisi. Gerakan ini sukses mengubah sholat Subuh yang tadinya sepi menjadi momentum pemersatu dan pembangun silaturahmi antarwarga Gayam Permai. 

Adaptasi dan Perluasan Dampak Ukhuwah (2020 - 2023) 
Memasuki tahun-tahun berikutnya, Gerakan Subuh Berjamaah semakin mengakar kuat. Bahkan ketika tantangan besar (seperti pandemi) tiba, kegiatan tetap berjalan dengan protokol ketat, membuktikan bahwa kebutuhan spiritual tidak dapat ditunda. Sholat Subuh menjadi penguat mental dan rohani bagi warga di tengah berbagai kesulitan. Takmir Masjid mulai merambah program tambahan yang berakar dari semangat Subuh: Subuh Berbagi Ilmu: Program pengajian kilat mingguan (kajian ba'da Subuh) yang rutin menghadirkan materi keagamaan praktis bagi kehidupan sehari-hari warga Banjarnegara.

Ahad Sehat Gayam Permai: 
Mengintegrasikan aktivitas fisik seperti senam atau jalan sehat setelah kajian Subuh di hari Ahad, semakin mempererat ikatan kebersamaan. Pelibatan Generasi Muda: Menarik remaja dan anak-anak kompleks untuk menjadi bagian aktif dari kegiatan Subuh, menjamin keberlanjutan gerakan ini. 

Sembilan Tahun Pilar Komunitas  
Hari ini, 18 Desember 2025, Masjid Al Mu'minin berdiri tegak sebagai pilar komunitas Perumahan Gayam Permai. Gerakan yang berawal dari selembar undangan sederhana kini telah menciptakan dampak berkelanjutan yang dirasakan nyata oleh warga. Sholat Subuh berjamaah tidak lagi menjadi sebuah anjuran, melainkan sebuah kebutuhan dan kebiasaan bagi mayoritas warga, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak. 
Solidaritas Warga: Ikatan kekeluargaan yang terjalin sejak Subuh kini meluas dalam berbagai kegiatan sosial di Banjarnegara, mulai dari bakti sosial, penggalangan dana untuk sesama (Bazar), hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya. 
Keberkahan Lingkungan: Keamanan, ketenangan, dan kehidupan bertetangga yang harmonis di Perumahan Gayam Permai diyakini tak lepas dari aktivitas subuh yang secara konsisten mendekatkan warga kepada Allah SWT dan menguatkan persaudaraan. Dari semangat Undangan Subuh Berjamaah pertama di tahun 2016, Masjid Al Mu'minin telah membuktikan bahwa dengan niat yang tulus dan istiqamah, sebuah gerakan kecil dapat menjelma menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. Ke depan, Takmir dan warga bertekad untuk terus melanggengkan tradisi mulia ini, menggapai rahmat dan karunia Allah SWT di setiap fajar di Banjarnegara.

Undangan Subuh dari Masa ke Masa















Share:

"Ngalir Saja" dalam Hidup!

Kajian Ahad pagi, 14 Desember 2025, di Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai setelah Sholat Subuh, menghadirkan Ustadz Syafrudin, LC. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti isu yang menurutnya menjadi krisis terbesar yang melanda umat hari ini: Krisis Makna dan Krisis Identitas. Sebuah krisis yang membuat seseorang kehilangan orientasi dan tujuan hidup yang jelas. 
Ustadz Syafrudin menyebut, krisis ini sering diekspresikan dalam ungkapan populer, "ngalir saja," sebuah jawaban yang terdengar pasrah namun menyimpan bahaya keputusasaan yang naif. Krisis ini adalah tanda kehancuran sistem keyakinan (yakin) yang tidak diterjemahkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Krisis "Ngalir Saja": 
Dari Cita-cita Menuju Kepasrahan Naif 
Ustadz Syafrudin, LC. menggambarkan pergeseran dramatis dalam orientasi hidup. Tujuan hidup yang spesifik di masa kecil (seperti ingin menjadi pahlawan atau polisi) seringkali hilang seiring berjalannya waktu. Ketika ditanya mengenai tujuan hidup di masa dewasa, jawaban yang dominan adalah, "Ngalir aja, lah." Ungkapan "ngalir saja," menurut Ustadz, bukanlah tanda kepasrahan yang Islami (tawakal), melainkan manifestasi dari: 
  • Keletihan (Capek): Respon ini muncul karena "capek sekali menjalani hidup." 
  • Ketidaktahuan: Ini adalah bahasa lain dari ketidaktahuan akan jalan mana yang harus dipilih. 
  • Kepasrahan Naif: Beliau menyebutnya perkataan yang Naif. 
Seseorang mengerti bahwa situasinya tidak baik, tetapi memilih untuk tidak berbuat apa-apa, yang menunjukkan krisis makna telah merusak pondasi keyakinan. 

Kontradiksi Keyakinan (Yakin) dan Realita Amal 
Keyakinan (yakin) kepada Allah SWT adalah kebenaran dasar yang tidak dapat dibatalkan (axiomatic belief). Namun, Ustadz Syafrudin menyoroti bahwa makna keyakinan ini tidak diterjemahkan dengan baik dalam sistem kehidupan saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus di mana keyakinan dasar tidak selaras dengan perilaku. Meskipun yakin akan Allah SWT, sering kali disaksikan perilaku yang kontraproduktif seperti melakukan tindak pidana yang secara nyata melanggar keyakinan dasar tersebut. Ini menunjukkan adanya keretakan besar antara iman di hati dan amal di dunia nyata. 

Solusi Islam: 
Membangun Keyakinan Melalui Kehadiran Abadi 
Setelah mendiagnosa krisis makna dan kontradiksi iman, Ustadz Syafrudin menawarkan solusi fundamental dalam Islam. Jembatan untuk membangun keyakinan yang kokoh dan diterjemahkan menjadi amal yang lurus adalah dengan menghadirkan Allah SWT pada setiap saat dalam hidup. Konsep Kehadiran dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala ini merupakan inti dari ajaran ihsan. Ia menuntut kesadaran penuh bahwa di setiap langkah, keputusan, dan keadaan, seseorang berada di bawah pengawasan-Nya. Kehadiran konstan ini secara otomatis menghilangkan ruang bagi sikap "ngalir saja" dan mencegah tindakan yang kontraproduktif. 
Menariknya, Ustadz Syafrudin mengaitkan konsep ini dengan istilah populer hari ini, Mindfulness. Mindfulness didefinisikan sebagai kondisi "hadir saat ini," tidak terbebani kenangan masa lalu, dan tidak pula silau dengan masa depan. Islam, melalui konsep ihsan dan muraqabah (merasa diawasi), telah menawarkan jalan ini sebagai metode praktis untuk membangun keyakinan yang selalu hidup dan membimbing perbuatan, jauh sebelum istilah modern itu muncul. 

Krisis makna dan identitas hari ini adalah panggilan bagi umat untuk kembali memeriksa kualitas keyakinan kita. Keyakinan bukan hanya pernyataan lisan, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan yang konsisten. Solusinya adalah dengan mempraktikkan Kehadiran Abadi dengan Allah SWT (Mindfulness Islami) di setiap waktu, sehingga keyakinan dapat menjadi peta jalan yang sejati, bukan sekadar teori yang usang.















Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget