Jangan Biarkan Setan 'Mengikat' Anda di Masjid


Ringkasan Pengajian Subuh
Narasumber: Ustadz Firdaus Maulana Akbar, Lc.
Waktu: Ahad, 28 Desember 2025

​PENDAHULUAN

​Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari peperangan batin. Seringkali muncul perasaan ragu, was-was, hingga bisikan-bisikan negatif yang mengganggu ketenangan hati dan kekhusyukan ibadah. Islam telah memberikan "perisai" paling akhir dalam mushaf Al-Qur'an, yaitu Surat An-Naas, sebagai senjata untuk melawan gangguan tersebut.

​Pengajian Subuh kali ini mengupas tuntas tafsir Surat An-Naas, bukan sekadar sebagai bacaan sholat, melainkan sebagai sarana komunikasi hamba kepada Sang Khalik untuk memohon perlindungan dari musuh yang nyata namun tak terlihat—yakni setan dari golongan jin dan manusia.

​ISI RINGKASAN

​1. Mengenal Allah Sebelum Memohon Perlindungan

​Surat An-Naas mengajarkan adab berdoa yang sangat indah. Sebelum meminta perlindungan, kita diperintahkan melafalkan pujian melalui tiga sifat Allah:

  • ​Rabb: Allah sebagai Pemelihara.
  • Malik: Allah sebagai Penguasa/Raja.
  • ​Ilah: Allah sebagai Sembahan yang Haq.

​2. Mengenal Sosok Pengganggu: Al-Khannas

​Penyebab rasa was-was dan keraguan adalah setan bernama Khannas. Ia memiliki strategi unik:

  • ​Ia membisikkan keburukan ke dalam dada (hati) manusia.
  • ​Ia mengalir dalam aliran darah manusia.
  • ​Ia akan bersembunyi atau mengecil jika kita berzikir, namun akan menguat jika kita lalai.

​3. Spesialisasi Setan di Berbagai Tempat

​Gangguan setan ada di mana-mana, bahkan di tempat ibadah sekalipun:

  • ​Khubutsi & Khobaits: Setan yang berada di WC/tempat kotor.
  • ​Himjin: Setan yang mengganggu kekhusyukan jamaah di Masjid.
  • ​Qarin: Setan yang selalu mendampingi setiap manusia untuk menjerumuskan nafsu.

​4. Cara Menangkal Godaan

​Ustadz menekankan bahwa cara mengecilkan kekuatan setan bukanlah dengan mencacinya, melainkan dengan:

  • ​Membaca Basmalah & Istighfar: Dua kalimat ini membuat setan merasa sangat kecil dan tidak berdaya.
  • ​Zikir di Masjid: Jangan sampai di dalam masjid kita hanya diam tanpa zikir, karena itulah saat di mana setan justru akan "mengikat" kita meskipun mereka dalam keadaan terkekang di rumah Allah.

​5. Pelajaran dari Ibadah Nabi

​Di sela bahasan tafsir, ustadz mengingatkan fleksibilitas ibadah. Nabi Muhammad SAW pernah membatalkan iktikafnya demi keperluan keluarganya (saat didatangi istri). Ini memberikan pelajaran bahwa ibadah sunnah seperti iktikaf boleh dibatalkan jika ada kebutuhan yang mendesak.

​Hati manusia adalah sasaran utama gangguan. Dengan memahami tafsir Surat An-Naas, kita menyadari bahwa perlindungan terbaik hanya datang dari Allah SWT. Mari senantiasa membasahi lidah dengan zikir agar setan "Khannas" tidak memiliki ruang untuk membisikkan keraguan di dada kita.

Share:

Media sosial (Medsos) Gayam Permai

Dalam era digital saat ini, media sosial memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi yang cepat, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat. Menyadari hal tersebut, Perumahan Gayam Permai memanfaatkan berbagai platform media sosial dan website resmi sebagai media informasi, dokumentasi, serta komunikasi antara pengurus dan warga.

Tujuan Pengelolaan Media Sosial
Pengelolaan media sosial Perumahan Gayam Permai bertujuan untuk:
Mengkomunikasikan kegiatan warga seperti kerja bakti, rapat warga, perayaan hari besar, dan kegiatan sosial lainnya. Menyampaikan hasil kerja pengurus, termasuk pembangunan fasilitas, perawatan lingkungan, serta program kerja yang telah dilaksanakan. Mengumumkan kegiatan yang akan datang, agar seluruh warga dapat memperoleh informasi secara cepat dan merata. Meningkatkan partisipasi dan kebersamaan warga melalui interaksi yang positif di media digital. Membangun citra lingkungan yang aktif, transparan, dan harmonis. 

Platform Media Sosial yang Digunakan
Untuk menjangkau seluruh lapisan warga, Perumahan Gayam Permai menggunakan beberapa platform berikut:

1. Facebook

Facebook digunakan sebagai media utama untuk: Pengumuman resmi kegiatan warga Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video Informasi hasil rapat dan keputusan bersama Diskusi dan interaksi antarwarga Platform ini efektif karena banyak warga yang sudah terbiasa menggunakannya.

2. Instagram

Instagram difokuskan pada konten visual, seperti: Dokumentasi kegiatan lingkungan Infografis pengumuman kegiatan Highlight hasil kerja pengurus Momen kebersamaan warga Konten Instagram disajikan secara menarik dan informatif untuk membangun kesan positif lingkungan perumahan.

3. X (Twitter)

Platform X digunakan untuk: Informasi singkat dan cepat Pengumuman mendadak atau pengingat kegiatan Update singkat terkait kondisi lingkungan X sangat efektif untuk penyampaian informasi ringkas dan real-time.

4. TikTok

TikTok dimanfaatkan untuk: Video pendek kegiatan warga Dokumentasi kerja bakti dan acara kebersamaan Konten edukatif seputar lingkungan dan keamanan perumahan Media ini bertujuan menjangkau generasi muda dan meningkatkan ketertarikan warga terhadap kegiatan lingkungan.

5. Website Resmi

Website menjadi pusat informasi resmi Perumahan Gayam Permai, berisi: Profil perumahan dan struktur kepengurusan Arsip pengumuman dan kegiatan Laporan hasil kerja dan program pengurus Informasi penting yang dapat diakses kapan saja Website berfungsi sebagai dokumentasi jangka panjang dan sumber informasi terpercaya.

6. Microsite S.Id
Memberikan link yang mengarah kepada semua media sosial yang ada. sehingga mempermudah mengaksesnya.

Dengan hadirnya media sosial dan website resmi, Perumahan Gayam Permai berkomitmen untuk menciptakan komunikasi yang terbuka, transparan, dan partisipatif. Diharapkan seluruh warga dapat memanfaatkan dan mendukung media ini sebagai sarana bersama untuk membangun lingkungan perumahan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Share:

Rapat Pengurus RT Akhir Tahun 2025

BANJARNEGARA – Menjelang penghujung tahun 2025, pengurus dan warga RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara menggelar rapat rutin sekaligus evaluasi akhir tahun pada Selasa, 23 Desember 2025. Rapat yang dipimpin oleh Ketua RT, Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, ini fokus pada penguatan kerukunan warga dan transparansi program kerja.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam rapat kali ini adalah laporan dari Seksi Keamanan terkait ronda dan penjadwalan ronda tahun 2026. Hasil Jimpitan ronda dilaporkan oleh bendahara 2 dan juga laporan keuangan dari bendahara 1, bendahara pembangunan. Juga bersama diposting di Instagram di sini.

Penguatan Jimpitan
Seksi Keamanan melaporkan bahwa tradisi jimpitan di wilayah RT 06 masih berjalan dengan sangat baik dan konsisten. Dalam laporannya, perwakilan Sie Keamanan menyampaikan beberapa hal penting terkait hasil jimron:
Realisasi Dana: Melaporkan total perolehan dana jimpitan selama satu tahun terakhir yang dikumpulkan setiap malam melalui ronda. 
Pemanfaatan Dana: Dana jimpitan tersebut telah dialokasikan kembali untuk kepentingan warga, sarana listrik lingkungan yang mati, pengadaan gerobah samaph dan lain-lain.
Evaluasi Kedisiplinan: Sie Keamanan memberikan apresiasi kepada warga atas kedisiplinan meletakkan jimpitan di depan rumah, yang secara tidak langsung membuktikan bahwa warga peduli terhadap sistem keamanan lingkungan. "Jimpitan bukan sekadar nominal uangnya, tapi merupakan simbol kepedulian warga. 
Dengan adanya jimpitan, petugas ronda otomatis berkeliling memantau setiap rumah, sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga," ujar Sie Keamanan dalam laporannya.

Laporan Seksi Lainnya
Selain bidang keamanan, rapat juga mendengarkan laporan dari:
Seksi Kebersihan: Mengenai jadwal pengangkutan sampah dan pemeliharaan taman RT. Pengadaan gerobaj sampah baru
Seksi Ekonomi & Sosial: Mengenai laporan kas rutin dan persiapan bantuan sosial akhir tahun. 
Seksi Pembangunan: Mengenai evaluasi fisik sarana prasarana di lingkungan RT 06. 

Arahan Ketua RT
Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, dalam arahannya menyampaikan terima kasih atas kinerja Sie Keamanan dan bendahara dalam pengelolaan jimpitan secara transparan. Beliau berharap sistem ini terus dipertahankan sebagai ciri khas gotong royong warga Gayam Permai.
Rapat diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat pelayanan yang lebih baik bagi seluruh warga RT 06.


Share:

Bulan Rajab : Pintu Pembuka Menuju Ramadhan


Pendahuluan 
Bulan Rajab telah tiba menyapa umat Muslim di seluruh dunia. Sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Al-Asyhurul Hurum), kehadiran Rajab membawa suasana spiritual yang berbeda. Rajab bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan sebuah pengingat bahwa tamu agung bernama Ramadhan sudah semakin dekat. Di bulan ini, umat Islam diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan mulai menyirami benih-benih keimanan di dalam hati.

Tentang Bulan Rajab
Secara etimologi, kata "Rajab" berasal dari bahasa Arab Tarjib yang berarti menghormati atau mengagungkan. Dalam tradisi Islam, Rajab dikenal sebagai salah satu Asyhurul Hurum (bulan-bulan haram), di mana Allah SWT melarang keras adanya peperangan dan perbuatan zalim.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana kondisinya saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada dan Sya'ban." (HR. Bukhari & Muslim).
Bulan ini juga menjadi saksi sejarah peristiwa mahadahsyat, yakni Isra' Mi'raj, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Amalan-Amalan Utama di Bulan Rajab

Untuk meraih keberkahan di bulan mulia ini, para ulama menganjurkan beberapa amalan sunnah, di antaranya: 
  • Memperbanyak Puasa Sunnah Tidak ada jumlah hari khusus yang diwajibkan, namun berpuasa di bulan-bulan haram sangat dianjurkan. Anda bisa menjalankan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah). 
  • Meningkatkan Istighfar dan Taubat Rajab disebut juga sebagai bulan permohonan ampun. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak bacaan istighfar untuk membersihkan diri dari dosa sebelum memasuki bulan Sya'ban dan Ramadhan. 
  • Berdoa di Waktu Mustajab Terdapat riwayat bahwa doa di malam pertama bulan Rajab adalah salah satu doa yang tidak akan ditolak. 
  • Doa yang populer dipanjatkan adalah: "Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya'baana wa ballighnaa Ramadhana" (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan). 
  • Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan Segala bentuk amal shaleh, mulai dari membantu sesama hingga menjalin silaturahmi, memiliki nilai yang istimewa di bulan yang terhormat ini.

Manfaat dan Pahala di Bulan Rajab

Mengapa kita harus bersungguh-sungguh di bulan Rajab? Berikut adalah beberapa manfaat dan keutamaannya: 
  • Pahala yang Berlipat Ganda: Karena termasuk bulan yang dimuliakan Allah, setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan dijanjikan pahala yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan biasa. 
  • Waktu Pembersihan Diri: Ulama besar Abu Bakar al-Balkhi mengatakan: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam benih, 
  • Sya'ban bulan menyirami tanaman, dan Ramadhan adalah bulan memanen hasilnya." Rajab adalah momen terbaik untuk "mencuci" hati dari kemaksiatan. Pintu Taubat Terbuka Luas: Allah memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya dengan janji rahmat dan ampunan yang luas bagi mereka yang bersungguh-sungguh. 
  • Persiapan Mental Menuju Ramadhan: Dengan memulai amalan di bulan Rajab, kita melatih fisik dan mental agar tidak kaget saat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan nanti.

Mari jadikan bulan Rajab ini sebagai momentum transformasi diri. Jangan biarkan hari-harinya berlalu begitu saja tanpa makna. Dengan memperbanyak dzikir, puasa, dan amal jariyah, semoga kita tergolong hamba-hamba yang beruntung dan disampaikan usia kita hingga bulan suci Ramadhan.
Share:

Mencari Sakinah dan Keutamaan Langkah Menuju Majelis Ilmu

BANJARNEGARA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai pada Minggu pagi (21/12/2025). Dalam agenda Kajian Rutin Ahad Pagi, Ustadz Yusman, SHI menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan batin kita di tengah hiruk-pikuk dunia: Mencari Sakinah dan Keutamaan Langkah Menuju Majelis Ilmu

Berikut adalah poin-poin mutiara hikmah yang dirangkum dari penyampaian beliau: 
1. Majelis Ilmu: Sumber Sakinah dan Rahmat 
Ustadz Yusman menekankan bahwa majelis ilmu bukan sekadar tempat bertukar informasi, melainkan taman surga di dunia. Ketika seseorang melangkahkan kaki dan duduk di dalamnya, Allah SWT menurunkan tiga anugerah sekaligus: 
  • Sakinah: Ketentraman jiwa yang membuat hati merasa aman. 
  • Rahmah: Limpahan kasih sayang Allah. 
  • Naungan Malaikat: Para malaikat membentangkan sayapnya sebagai bentuk ridha atas apa yang dilakukan penuntut ilmu. 

2. Keutamaan Niat: Datang untuk Ilmu, Dihitung Shalat 
Salah satu kabar gembira yang disampaikan beliau adalah tentang kemuliaan niat. Barangsiapa yang hadir ke majelis ilmu dengan niat tulus untuk belajar sekaligus menunggu waktu shalat, maka seluruh waktu duduknya dihitung sebagai pahala shalat. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya mendapatkan pahala berlipat ganda dengan amalan yang sederhana. 

3. Dahsyatnya Adab Berwudhu dari Rumah 
Beliau juga mengingatkan pentingnya persiapan sebelum berangkat ke masjid. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW: 
 "Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna di rumahnya, kemudian melangkah menuju masjid, maka setiap satu langkah kakinya akan menaikkan derajatnya, dan langkah lainnya akan menghapuskan dosa-dosanya." 
Inilah mengapa berjalan kaki ke masjid dengan keadaan suci memiliki nilai filosofis dan spiritual yang sangat tinggi dalam Islam. 

4. Keutamaan Menunggu Waktu Shalat (Ribat) 
Bagi jamaah yang datang lebih awal, melaksanakan shalat, lalu tetap duduk di dalam masjid untuk menunggu waktu shalat berikutnya, maka ia berada dalam penjagaan. Selama ia menunggu dalam keadaan suci, malaikat akan terus mendoakannya, dan waktu tunggunya dicatat layaknya orang yang sedang mendirikan shalat. Kesimpulan Kajian pagi ini mengingatkan kita bahwa ketenangan tidak ditemukan dalam harta atau jabatan, melainkan dalam kedekatan kita dengan rumah Allah dan majelis-majelis ilmu. Masjid Al Mu'minun berkomitmen untuk terus menjadi wadah bagi warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya dalam memperdalam ilmu agama. 

Informasi Kegiatan: 
 Pemateri: Ustadz Yusman, SHI 
 Lokasi: Masjid Al Mu'minun, Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara 
 Waktu: Ahad Pagi, 21 Desember 2025 
Semoga langkah kaki kita menuju majelis ilmu menjadi saksi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Share:

Sembilan Tahun Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al Mu'minin (2016 - 2025)

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara, 18 Desember 2025
. Tepat sembilan tahun yang lalu, pada tanggal 18 Desember 2016, sebuah inisiatif sederhana namun mulia lahir di tengah-tengah warga Perumahan Gayam Permai. Inisiatif itu tertuang dalam selembar undangan hijau bertuliskan "Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al Mu'minin." Kala itu, inisiatif yang diprakarsai oleh Takmir Masjid Al Mu'minin ini bertujuan tunggal: menghidupkan kembali sholat Subuh berjamaah di masjid yang diinisiasi oleh Bp.Ketua Takmir Bapak Yusman SHI Ba'da subuh saat itu pertama diisi ceramah oleh Bpk. Ustadz H. Yulianto. Kegiatan tersebut menjadi titik tolak sebuah perjalanan spiritual kolektif yang kini telah mencapai usia sembilan tahun. 

Undangan Pertama kali dibagikan dalam bentuk Hardcopy.. diedarkan pada rumah-rumah yang beragama Islam. 

Dari Langkah Kecil Menuju Istiqamah (2016 - 2019) 
Masa-masa awal adalah tantangan. Suasana dingin Banjarnegara di pagi buta seringkali menguji semangat. Namun, berkat kegigihan Takmir dan kesadaran akan Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid yang tertera jelas pada undangan, jumlah jamaah perlahan tapi pasti mulai stabil dan bertambah. Masjid Al Mu'minin Gayam Permai tidak hanya ramai dengan lantunan azan, tetapi juga dengan kegiatan pasca-Subuh yang akrab. 
Diskusi singkat, tadarus bersama, hingga sarapan sederhana (secara bergantian) yang digagas secara swadaya oleh ibu-ibu kompleks (Jama'ah Pengajian Asy Syifa), mulai menjadi tradisi. Gerakan ini sukses mengubah sholat Subuh yang tadinya sepi menjadi momentum pemersatu dan pembangun silaturahmi antarwarga Gayam Permai. 

Adaptasi dan Perluasan Dampak Ukhuwah (2020 - 2023) 
Memasuki tahun-tahun berikutnya, Gerakan Subuh Berjamaah semakin mengakar kuat. Bahkan ketika tantangan besar (seperti pandemi) tiba, kegiatan tetap berjalan dengan protokol ketat, membuktikan bahwa kebutuhan spiritual tidak dapat ditunda. Sholat Subuh menjadi penguat mental dan rohani bagi warga di tengah berbagai kesulitan. Takmir Masjid mulai merambah program tambahan yang berakar dari semangat Subuh: Subuh Berbagi Ilmu: Program pengajian kilat mingguan (kajian ba'da Subuh) yang rutin menghadirkan materi keagamaan praktis bagi kehidupan sehari-hari warga Banjarnegara.

Ahad Sehat Gayam Permai: 
Mengintegrasikan aktivitas fisik seperti senam atau jalan sehat setelah kajian Subuh di hari Ahad, semakin mempererat ikatan kebersamaan. Pelibatan Generasi Muda: Menarik remaja dan anak-anak kompleks untuk menjadi bagian aktif dari kegiatan Subuh, menjamin keberlanjutan gerakan ini. 

Sembilan Tahun Pilar Komunitas  
Hari ini, 18 Desember 2025, Masjid Al Mu'minin berdiri tegak sebagai pilar komunitas Perumahan Gayam Permai. Gerakan yang berawal dari selembar undangan sederhana kini telah menciptakan dampak berkelanjutan yang dirasakan nyata oleh warga. Sholat Subuh berjamaah tidak lagi menjadi sebuah anjuran, melainkan sebuah kebutuhan dan kebiasaan bagi mayoritas warga, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak. 
Solidaritas Warga: Ikatan kekeluargaan yang terjalin sejak Subuh kini meluas dalam berbagai kegiatan sosial di Banjarnegara, mulai dari bakti sosial, penggalangan dana untuk sesama (Bazar), hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya. 
Keberkahan Lingkungan: Keamanan, ketenangan, dan kehidupan bertetangga yang harmonis di Perumahan Gayam Permai diyakini tak lepas dari aktivitas subuh yang secara konsisten mendekatkan warga kepada Allah SWT dan menguatkan persaudaraan. Dari semangat Undangan Subuh Berjamaah pertama di tahun 2016, Masjid Al Mu'minin telah membuktikan bahwa dengan niat yang tulus dan istiqamah, sebuah gerakan kecil dapat menjelma menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. Ke depan, Takmir dan warga bertekad untuk terus melanggengkan tradisi mulia ini, menggapai rahmat dan karunia Allah SWT di setiap fajar di Banjarnegara.

Undangan Subuh dari Masa ke Masa















Share:

"Ngalir Saja" dalam Hidup!

Kajian Ahad pagi, 14 Desember 2025, di Masjid Al Mu’minun Perumahan Gayam Permai setelah Sholat Subuh, menghadirkan Ustadz Syafrudin, LC. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti isu yang menurutnya menjadi krisis terbesar yang melanda umat hari ini: Krisis Makna dan Krisis Identitas. Sebuah krisis yang membuat seseorang kehilangan orientasi dan tujuan hidup yang jelas. 
Ustadz Syafrudin menyebut, krisis ini sering diekspresikan dalam ungkapan populer, "ngalir saja," sebuah jawaban yang terdengar pasrah namun menyimpan bahaya keputusasaan yang naif. Krisis ini adalah tanda kehancuran sistem keyakinan (yakin) yang tidak diterjemahkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Krisis "Ngalir Saja": 
Dari Cita-cita Menuju Kepasrahan Naif 
Ustadz Syafrudin, LC. menggambarkan pergeseran dramatis dalam orientasi hidup. Tujuan hidup yang spesifik di masa kecil (seperti ingin menjadi pahlawan atau polisi) seringkali hilang seiring berjalannya waktu. Ketika ditanya mengenai tujuan hidup di masa dewasa, jawaban yang dominan adalah, "Ngalir aja, lah." Ungkapan "ngalir saja," menurut Ustadz, bukanlah tanda kepasrahan yang Islami (tawakal), melainkan manifestasi dari: 
  • Keletihan (Capek): Respon ini muncul karena "capek sekali menjalani hidup." 
  • Ketidaktahuan: Ini adalah bahasa lain dari ketidaktahuan akan jalan mana yang harus dipilih. 
  • Kepasrahan Naif: Beliau menyebutnya perkataan yang Naif. 
Seseorang mengerti bahwa situasinya tidak baik, tetapi memilih untuk tidak berbuat apa-apa, yang menunjukkan krisis makna telah merusak pondasi keyakinan. 

Kontradiksi Keyakinan (Yakin) dan Realita Amal 
Keyakinan (yakin) kepada Allah SWT adalah kebenaran dasar yang tidak dapat dibatalkan (axiomatic belief). Namun, Ustadz Syafrudin menyoroti bahwa makna keyakinan ini tidak diterjemahkan dengan baik dalam sistem kehidupan saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus di mana keyakinan dasar tidak selaras dengan perilaku. Meskipun yakin akan Allah SWT, sering kali disaksikan perilaku yang kontraproduktif seperti melakukan tindak pidana yang secara nyata melanggar keyakinan dasar tersebut. Ini menunjukkan adanya keretakan besar antara iman di hati dan amal di dunia nyata. 

Solusi Islam: 
Membangun Keyakinan Melalui Kehadiran Abadi 
Setelah mendiagnosa krisis makna dan kontradiksi iman, Ustadz Syafrudin menawarkan solusi fundamental dalam Islam. Jembatan untuk membangun keyakinan yang kokoh dan diterjemahkan menjadi amal yang lurus adalah dengan menghadirkan Allah SWT pada setiap saat dalam hidup. Konsep Kehadiran dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala ini merupakan inti dari ajaran ihsan. Ia menuntut kesadaran penuh bahwa di setiap langkah, keputusan, dan keadaan, seseorang berada di bawah pengawasan-Nya. Kehadiran konstan ini secara otomatis menghilangkan ruang bagi sikap "ngalir saja" dan mencegah tindakan yang kontraproduktif. 
Menariknya, Ustadz Syafrudin mengaitkan konsep ini dengan istilah populer hari ini, Mindfulness. Mindfulness didefinisikan sebagai kondisi "hadir saat ini," tidak terbebani kenangan masa lalu, dan tidak pula silau dengan masa depan. Islam, melalui konsep ihsan dan muraqabah (merasa diawasi), telah menawarkan jalan ini sebagai metode praktis untuk membangun keyakinan yang selalu hidup dan membimbing perbuatan, jauh sebelum istilah modern itu muncul. 

Krisis makna dan identitas hari ini adalah panggilan bagi umat untuk kembali memeriksa kualitas keyakinan kita. Keyakinan bukan hanya pernyataan lisan, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan yang konsisten. Solusinya adalah dengan mempraktikkan Kehadiran Abadi dengan Allah SWT (Mindfulness Islami) di setiap waktu, sehingga keyakinan dapat menjadi peta jalan yang sejati, bukan sekadar teori yang usang.















Share:

Meneladani Kekuatan dan Amanah Nabi Musa Menjemput Kebaikan Allah

Ringkasan Pengajian Subuh | Ustadz Retno Ahmad Pujiono, Lc. Ahad Pon, 7 Desember 2025.

Oleh: Dwi Budi Prasojo,SKM
Pengajian Subuh kali ini menyoroti pentingnya syukur sebagai tanda bahwa kita adalah hamba yang "tahu diri" di hadapan Allah SWT. Karunia nikmat yang telah diberikan kepada kita bernafas, melihat, dan berbagai nikmat tak terhingga lainnya adalah anugerah yang luar biasa. Kita memohon agar Allah menetapkan kita sebagai hamba-hamba yang senantiasa pandai bersyukur, terutama atas perlindungan-Nya dari segala musibah, baik fisik maupun batin. 

Musibah Batin, Dosa, dan Rasa Malu 
Ustadz Retno mengingatkan bahwa musibah tidak hanya bersifat fisik, namun ada pula musibah batin yang dampaknya jauh lebih berat. 
  • Ketinggalan salat Subuh. 
  • Terhalang untuk membaca Al-Qur'an, bahkan hanya beberapa ayat. 
  • Tidak bisa berzikir dan wirid, padahal dosa kita sangat banyak.  
Semua hal ini pada hakikatnya adalah musibah batin. 
Perkataan para Salaf menyebutkan, seandainya dosa kita memiliki bau yang tercium, niscaya tidak akan ada seorang pun yang mau mendekat kepada kita. Mengingat hal ini, marilah kita mencontoh teladan Nabi Muhammad SAW yang beristighfar 70 hingga 100 kali sehari. Semoga kita semua terhindar dari musibah fisik maupun batin.
Salah satu sifat penting yang dibahas adalah rasa malu, yang juga disinggung dalam hadis riwayat Bukhari terkait materi yang sering diulang-ulang. Kurangnya rasa malu dapat menjadi pintu masuk berbagai dosa.

Kisah Nabi Musa AS di Madyan: 
Kekuatan, Amanah, dan Rasa Malu Pengajian Subuh kemudian mengambil hikmah dari kisah Nabi Musa AS di Kota Madyan (atau Madinah), yang diabadikan dalam Surah Al-Qasas (28), ayat 23-28. Bantuan dan Doa di Tengah Keterasingan Ketika Nabi Musa tiba dan melihat dua orang perempuan sedang mengantre untuk memberi minum ternak mereka, beliau dengan sigap berusaha membantu mereka. 
Setelah menunaikan pertolongan itu, Nabi Musa berteduh dan berdialog dengan Allah SWT, memohon dalam kerendahan hati: QS Al-Qasas [28]: 24: 
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."  
Ini adalah doa yang menunjukkan kepasrahan total dan keyakinan bahwa segala kebaikan hanya berasal dari Allah. Pemenuhan Undangan dan Bukti Rasa Malu Setelahnya, sesuai ayat 25 Surah Al-Qasas, salah satu putri Nabi Syu’aib AS (ayah dari kedua perempuan tersebut) datang menemui Musa atas perintah ayahnya. 
Putrinya itu datang dengan menjaga rasa dan sifat malunya, serta penuh wibawa. Ia mengundang Musa untuk makan sebagai balasan atas jasa baiknya memberi minum ternak. Musa memenuhi undangan tersebut, dan kepada Nabi Syu'aib, ia menceritakan kisahnya dikejar Firaun. Nabi Syu'aib menenangkan Musa bahwa ia telah selamat dari kaum zalim karena kekuasaan Firaun tidak sampai ke negeri Madyan. 
Kriteria Calon Suami dan Pekerja Dalam ayat ke-26, putri Nabi Syu’aib menyampaikan usul kepada ayahnya: 
 "Wahai ayahku, jadikan tamu ini orang yang bekerja pada kita... orang yang kuat lagi terpercaya." 
 
Usulan ini menekankan dua kriteria utama: kekuatan dan kepercayaan (amanah). 

Pernikahan dan Kesepakatan Jasa 
Ayat ke-27 menceritakan Nabi Syu’aib yang berdialog dengan Musa: 
 "Wahai pemuda, saya ingin menikahkan salah satu putriku ini dengan imbalan bekerja di rumahnya selama delapan musim haji. Dan saya tidak memberatkan engkau, dan semoga kamu termasuk orang-orang yang saleh." 
Dalam ayat ke-28, Nabi Musa menyepakati tawaran tersebut, bahkan memilih untuk bekerja selama sepuluh musim haji (sebagai tambahan dari delapan yang ditawarkan), menunjukkan kesungguhan dan kebutuhannya akan pertolongan, naungan, dan tempat berteduh. Ia menikahi putri Nabi Syu’aib yang paling kecil. Meneladani Kekuatan & Amanah Nabi Musa Menjemput Kebaikan Allah Ancaman bagi yang Hilang Rasa Malu
Ustadz Retno menyampaikan hadis riwayat Muslim mengenai ancaman Nabi Muhammad SAW terhadap dua kelompok di neraka yang tidak akan mencium bau surga: Kelompok orang yang memiliki cambuk (penganiaya).
Kelompok perempuan yang berpakaian tapi tidak berpakaian, yaitu mereka yang berlenggak-lenggok dan tidak menjaga kehormatan diri.
Musibah batin berupa hilangnya rasa malu dan terjerumus dalam dosa adalah hal yang harus kita hindari agar kita senantiasa termasuk dalam golongan hamba yang bersyukur dan diselamatkan Allah SWT di dunia dan akhirat.
Share:

Panggilan Para Kesatria Fajar

Tinggalkan selimut hangat, lawan bisikan syaitan untuk menunda-nunda. Mari kita buktikan bahwa komitmen kita kepada Allah سُبحَانَهُ وَتَعَالَى lebih kuat daripada kantuk pagi.
Sampai bertemu di Shof Terdepan, wahai Jamaah Yang Dirahmati!

Waktu: Tepat waktu sholat Subuh
Tempat: Masjid Al Mu'minun
Agenda: Sholat Subuh Berjamaah, dilanjutkan dengan Kajian Singkat (optional).

Kajian Rutin Ahad Pagi

Waktu: Ba'da Sholat Subuh
Tempat: Masjid Al Mu'minun
Agenda: Kajian Singkat bersama Ustadz Retno Ahmad P.LC

Share:

Syi'ar Al-Qur'an Bersemi Setiap Awal Bulan!



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 
Mari kita bersama-sama meraih keberkahan di awal bulan dengan menghadiri kegiatan rutin Jami'yyatul Qur'an di Perumahan Gayam Permai! 
Apa kegiatannya? 
  • KHOTMIL QUR'AN (Penamatan Pembacaan Al-Qur'an 30 Juz secara berjamaah). 
  • Kapan? SENIN, 1 DESEMBER 2025, Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tanggal 1 setiap bulannya. 
  • Di mana? MASJID AL-MU'MINUN, Perumahan Gayam Permai. 
Kegiatan ini merupakan sarana bagi kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, merutinkan interaksi dengan Kalamullah, dan mempererat tali silaturahmi antar warga dan jamaah. Semoga dengan berkumpulnya kita untuk mengkhatamkan Al-Qur'an, Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, ketenangan, dan keberkahan bagi kita, keluarga, serta lingkungan Perumahan Gayam Permai. 
Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Ajak keluarga, tetangga, dan sahabat untuk bersama-sama menghidupkan majelis mulia ini. “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan.” (HR. Tirmidzi) 

 🏷️ Hashtag: #Jami'yyatulQur'an #KhotmilQur'an #MasjidAlMu'minun #GayamPermai #MajelisIlmu #Syi'arIslam #1Desember #RutinBulanan
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget