MT.Asy Syifa In Action: Berbagi dan Peduli Sesama

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1446H, Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai kembali menggelar kegiatan tahunan yang sangat dinantikan, yaitu Bazar Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dari semangat berbagi dan peduli kepada masyarakat sekitar perumahan, khususnya mereka yang membutuhkan. 
Bazar Ramadhan kali ini diselenggarakan pada hari Ahad, 16 Maret 2025, dan dibuka secara resmi oleh Ketua Takmir Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai. Bapak Yusman, SHI selaku ketua takmir menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Asy Syifa ini bagian dari kegiatan amaliyah di Bulan Ramadhan 1446H, sangat bermanfaat dan menginspirasi sebagai kegiatan yang melibatkan semua warga terutama jama'ah
Masjid Seperti tahun-tahun sebelumnya, bazar ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari sembako hingga pakaian, dengan harga yang sangat terjangkau. Peran Ibu-Ibu Majelis Taklim Asy Syifa Panitia bazar tahun ini dikelola oleh Ibu-Ibu Majelis Taklim Asy Syifa Perumahan Gayam Permai. Mereka bekerja keras untuk mempersiapkan dan melaksanakan bazar dengan lancar. Salah satu inovasi yang mereka lakukan adalah dengan membagikan kartu khusus kepada masyarakat. Kartu ini dapat ditukarkan dengan paket sembako yang telah disiapkan dengan harga yang sangat murah. Hasil Bazar untuk yang Membutuhkan Seluruh hasil dari Bazar Ramadhan 1446H ini akan sepenuhnya disalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan dan panti asuhan. 
Hal ini menunjukkan komitmen Masjid Al Mu'minun dan Majelis Taklim Asy Syifa untuk membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. 
Kegiatan Tahunan yang Bermanfaat Bazar Ramadhan merupakan kegiatan tahunan yang selalu dinantikan oleh warga Perumahan Gayam Permai dan sekitarnya. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, bazar ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar warga. Harapan dan ajakan dengan adanya Bazar Ramadhan 1446H ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Mari kita dukung kegiatan positif ini dengan berpartisipasi dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. 

Share:

Meneladani Para Sahabat Nabi dalam Menyambut Ramadhan

Kajian Subuh 
Ustadz : Lukman 
15 Ramadhan 1446H (15 Maret 2025) 

Ramadhan Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Keistimewaan bulan Ramadhan ini salah satunya tercermin dari bagaimana para sahabat Nabi Muhammad SAW menyambut bulan suci ini. Mereka tidak hanya menyambutnya dengan gembira, tetapi juga dengan persiapan yang matang dan doa yang tulus. Kerinduan Para Sahabat akan Ramadhan Para sahabat Nabi SAW sangat merindukan datangnya bulan Ramadhan. 
Mereka bahkan berdoa selama enam bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini. Setelah Ramadhan berlalu, mereka kembali berdoa selama enam bulan agar amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa besar kecintaan dan penghormatan mereka terhadap bulan Ramadhan. 
Ramadhan sebagai Tamu Istimewa Bagi para sahabat, Ramadhan adalah tamu istimewa yang datang membawa rahmat dan ampunan. Mereka menyambutnya dengan hati yang bersih dan penuh harap. Mereka mempersiapkan diri dengan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, dan melakukan amal kebaikan lainnya. 
Urgensi dan Keistimewaan Ramadhan Bulan Ramadhan memiliki urgensi dan keistimewaan yang sangat besar. Berikut beberapa di antaranya: Bulan Pembakaran Dosa: Imam Al-Qurtubi mengatakan bahwa Ramadhan adalah bulan yang membakar dosa-dosa yang telah lalu. 
Bulan Keberkahan: Ramadhan adalah syahrul mubarak, bulan yang penuh keberkahan di mana amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bulan Diturunkannya Al-Qur'an: Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, diturunkan pada bulan Ramadhan. Bulan Kemenangan: Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan Ramadhan, seperti Perang Badar dan Fathu Makkah. 
Bulan Terbaik: Ramadhan adalah bulan terbaik di antara bulan-bulan lainnya. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Nikmat Allah SWT yang Lengkap: Ramadhan adalah nikmat Allah SWT yang lengkap. Di dalamnya terdapat puasa, shalat tarawih, zakat fitrah, dan berbagai amal ibadah lainnya. Meneladani Para Sahabat Kita sebagai umat Islam hendaknya meneladani para sahabat Nabi SAW dalam menyambut Ramadhan. Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang gembira, persiapan yang matang, dan doa yang tulus. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang bertakwa.
Share:

Galery Persiapan Bazar Ramadhan


Share:

Shalat: Gerakan dan Bacaan yang Menyehatkan Jasmani dan Rohani

Kajian Subuh Ramadhan
Ustadz : Dwi Budi Prasojo,SKM
15 Ramadhan 1446H (15 Maret 2925)

Shalat adalah kewajiban utama bagi seorang muslim, sesudah ia mengucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi syarat masuk Islam. Shalat merupakan ibadah yang sangat mulia, dicintai, dan disukai oleh Allah SWT. Shalat menempati kedudukan tertinggi dalam islam sebagai tiang agama, sebagai penunjukkan identitas seseorang yang beriman atau kafir, dan juga merupakan ibadah pertama yang diwajibkan oleh Allah SWT. 
Menurut hukum syara’ shalat adalah melakukan gerakan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan beberapa syarat di dalamnya terdapat kalimat-kalimat Al-Quran yang di ucapkan. Shalat dimulai dari takbir hingga salam, namun juga terdapat aturan-aturan yang terkandung dalam hukum syara. 
Shalat merupakan bacaan dan gerakan yang penting bagi kebutuhan jasmani, dan rohani yang bukan hanya sekedar bacaan dan gerakan yang terdiri dari takbiratul ihram,rukuk, sujud, duduk, dan salam. Namun juga mengandung nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan jasmani dan rohani. Terpenuhinya kesehatan kebutuhan jasmani dan rohani ini dapat berpengaruh pada keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh ini meliputi kebutuhan seperti makan, minum, oksigen, tempat tinggal, dan kebutuhan biologis (seksual). 
Sedangkan kebutuhan dari terpenuhinya asupan nutrisi dari kebutuhan rohani meliputi kebutuhan akan ketenangan, rasa aman, kasih sayang dan cinta, kepercayaan diri, berpikir positif, penghargaan diri, kecerdasan, dan aktualisasi diri. Jika kebutuhan ini sudah dapat dikombinasikan dan difungsikan dengan baik, maka dapat memberikan kekuatan dahsyat yang akan melahirkan motivasi hebat untuk meningkatkan kualitas diri sehingga seseorang dapat berhasil mencapai kesuksesan dalam berbagai segi kehidupan.

Foto:freepik

Gerakan Takbiratul Ihram Takbiratul ihram

adalah setara dengan ungkapan dari niat. Dalam melaksanakan shalat tentu ada gerakan takbiratul ihram. Sebagai wujud ingatan niat dalam tiap peralihan gerakan shalat. Ketika seorang melaksanakan takbiratul ihram, lalu ia di saat berdiri dengan kedua tangan diangkat sejajar dengan kedua pundak atau telinga dengan terbaik maka diikuti dengan membaca takbiratul ihram. Dalam gerakan ini melancarkan aliran darah dalam badan dan melancarkan sistem kekebalan tubuh, dan menguatkan otot tangan. Ketika seorang melaksanakan gerakan takbir kondisi jantung pasti ada di bawah otak, jadi peredaran darah dapat lancar mendekati otak dan seluruh badan. Ketika tangan dinaikkan ke atas, sejajar dengan bahu dan telinga tentu meluruskan otot tangan bagian atas. Kemudian menaruh tangan di bawah jantung pas di atas perut bakal menurunkan nyeri sendi yang ada di siku dan bahu. 

Ruku’ dengan Tuma’ninah
 
Ruku' meruapakan salah satu gerakan shalat yang wajib dilakukan dan tidak boleh ketinggalan. Ruku disunnahkan untuk membaca tasbih. Telah diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, nabi pernah bersabda: “Jika salah seorang kalian ruku’, hendaknya ia mengucapkan: subhana Rabbiya al-azhim sebanyak tiga kali, dan itu adalah bacaan yang minimal” membaca tasbih ketika ruku, dalam satu hadis di jelaskan untuk membawa hati. Tumaninah atau khusyu menciptakan hati yang tenang saat shalat. Sehingga seorang yang melaksanakan ruku dengan khusyu, mendapatkan pahala bagi yang melakukan shalat dengan khusyu. Seseorang yang menjalankan ruku’ dengan terbaik dan tenang, akan mempunyai manfaat dalam kesehatan pada tubuhnya. Hal ini mampu menjaga kelewesan tulang belakang terdapat pada sumsum tulang belakang yang mengalirkan darah. Selanjutnya ruku dapat mengatur keutuhan dan manfaat pada tulang. Dengan itu dapat menyamakan kondisi jantung dengan otak sampaialiran darah mengalir dengan optimal ke bagian tengah tubuh. Sementara ruku dapat membentuk urine untuk menangkal penyakit prostat.
I’tidal dengan Tuma’ninah
I’tidal adalah sebuah gerakan bangun dari ruku’ sebelum melakukan sujud.Rasulullah pernah bersabda “Apabila kamu berdiri I’tidal, maka luruskan punggungmu dan tegakkan kepalamu sehingga ruas tulang punggungku mapan ditempatnya” (HR.Bukhari, Muslim, dan Ahmad) Gerakan i’tidal adalah bangun dari ruku’ lalu berdiri dan kemudian sujud, dimana dalam gerakan ini dapat melatih pencernaan yang baik. Oleh karena itu organ pencernaan mengalami peremasan secara natural dan pelenturan secara urut yang membuat pencernaan jadi lebih lancar. lalu posisi tubuh yang berdiri dari ruku’ sambil mengangkat kedua tangan ke samping telinga, gerakan tersebut akan membuat darah yang ada dikepala turun ke bawah dengan lancar, sehingga bagian dasar otak yang bermanfaat menyusun proporsi dapat mengurangi tekanan darah.
Sujud dengan Tuma’ninah
Foto:freepik
Dalam gerakan sujud ialah menaruh kepala ke sajadah yang di gelar di tanah yang kita pijakan. Kita melakukan dari awal berdiri membaca iftitah lalu sujud merendahkan tubuh dan sebelumnya lutut bersentuhan dengan tanah, lalu kedua tangan kemudian kening. Yang disampaikan oleh istri nabi muhammad yaitu Aisyah R.A pernah berkata “Suatu malam aku kehilangan nabi, maka aku cari-cari beliau didalam masjid. Terlihat beliau antara sujud dengan kedua tumit lurus, sambil berkata: “Aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, aku berlindung dengan maaf toleransi-Mu dari hukuman-Mu, aku berlindung dengan-Mu dari-Mu. Tak bisa kuhitung puji atas-Mu sebagaimana Kau puji diri-Mu” Manfaat gerakan sujud adalah dapat meningkatkan aliran darah, dan oksigen keotak atau kepala sampai seluruh badan. Selain itu menahan sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di jantung, dan memompa kelenjar limfa ke leher maupun ketiak. Kemudian untuk perempuan sujud dapat mengembangkan dan membagikan kebugaran alat kewanitaan, lalu memudahkan jalan kelahiran dan mencegah kondisi ketika bayi terbalik.
Duduk diantara dua sujud
Foto:freepik
Duduk diantara dua sujud (duduk iftirasy)bentuk dalam melaksanakan gerakan ini ialah bangun dari sujud lalu duduk dengan menempatkan kaki kiri di bawah pinggul dan kaki tangan dilipat mengarah kiblat. Rasululllah pernah bersabdah: “Kemudian bangunlah sehingga engkau tegak dalam keadaan duduk” (HR.AlBukhari dan Muslim). Dalam gerakan shalat pasti ada doa yang diucapkan. Dalam duduk diantara dua sujud juga memiliki doa yang telah diriwayatkan nabi oleh Ibnu Abbas :“Ya Allah, ampunilah hamba, kasihila hamba, cukupilah hamba, bimbinglah hambah, dan anugerahilah hamba” Manfaat gerakan ini ialah dapat menyeimbangkan proses saraf pada tubuh,mengendurkan otot berada di kaki, terpenting kaki bagian atas dan kaki bagian bawah.Menjaga kelenturan saraf bagian paha, betis. Keluwesan saraf ini mencegah prostat,diabetes, dan sulit buang air kecil.
Tasyahud awal
Ketika seorang melaksanakan gerakan ini ialah paha dan betis saling bertemu dan dilipat. Serta memegang semua jari lalu meninggalkan tanda dengan mengangkat jari telunjuk. Manfaat gerakan ini ialah dapat menjalankan tiroid pada keringat yang menangkal nyeri sendi dan kepadatan tulang.
Duduk Tasyahud akhir
Duduk tasyahud akhir ialah kondisi terakhir pada gerakan sholat. Dalam gerakan ini bacaannya terkandung kalimat syahadat. Sahabat Abdullah bin Mas’ud berucap “Dahulu sebelum difardukan bacaan tasyahud kami mengucapkan assalamu ‘alaallah, assalamu ‘alafulan”. Lalu Rasulullah bersabda: “Katakanlah Attahiyyatulillah salamun alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh..” (HR. Ad-Daraqutni dan Al-Baihaqi) Kondisi gerakan ini lebih baik ketika seorang duduk bersila yang orang lakukan,karena berfungsi untuk menghancurkan nyeri sendi yang terdapat pada daerah yang cekung di kaki kiri, supaya saraf proporsi yang berkaitan dengan saraf mata, maka dari itu pemusatan akan menambah dan terawat.
Salam ke kanan dan ke kiri
Gerakan ini yaitu dengan menolehkan kepala kita ke arah kanan dan juga ke arah kiri. Maka dari itu akan membuat urat di leher tertarik dan menjadi lentur. Gerakan ini terawat dan mengistirahatkan otot pada leher serta kepala, dan dapat mengalirkan darah di kepala. Kemudian menengokan kepala dalam gerakan ini dapat menangkal penyakit pada saraf yang disebabkan oleh otot pada tulang leher yang kaku, menangkal nyeri kepala, serta dapat mengencangkan kulit pada wajah.











Share:

Hak-Hak Seorang Muslim Terhadap Muslim Lainnya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ 

 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162].

Kultum Tarawih
14 Ramadhan 14456H (14 Maret 2025)
Sarastiana

Hak muslim” adalah perintah yang dituntut untuk dikerjakan, benar-benar ditekankan dan jangan sampai ditinggalkan. Hak ini mencakup wajib ‘ain, wajib kifayah, dan perkara yang hukumnya sunnah.
Islam adalah agama kasih sayang dan mengajarkan untuk memperhatikan hak terhadap sesama. Muslim yang dimaksudkan dalam hadits yang ditunaikan haknya di sini adalah muslim yang bersyahadat laa ilaha illallah dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan keislamannya. 


1. Mengucapkan salam merupakan tanda cinta dan baiknya seorang muslim. 
Di dalamnya berisi (1) doa keselamatan dari berbagai penyakit, kejelakan, maksiat, serta selamat dari neraka; (2) doa rahmat supaya mendapat kebaikan; (3) doa keberkahan supaya kebaikan itu langgeng dan bertambah. 4- Beberapa pelajaran mengenai ucapan salam: Hendaklah mengucapkan salam kepada yang dikenal dan yang tidak dikenal; Tetap mengucapkan salam kepada siapa pun meskipun ahli maksiat selama itu muslim; 
Tidak boleh mengucapkan salam kepada lawan jenis jika menimbulkan godaan, apalagi sesama yang berusia muda; Memulai mengucapkan salam disunnahkan. Ibnu ‘Abdil Barr dan selainnya menyatakan bahwa para ulama berijma’ (bersekapat), memulai mengucapkan salam dihukumi sunnah. Adapun menjawab salam dihukumi wajib sebagaimana pemahaman dari surah An-Nisa’ ayat 86; 

Ucapan salam yang sederhana adalah “Assalaamu ‘alaikum”, sedangkan yang paling sempurna adalah “Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”; Ucapan salam yang sederhana adalah “Wa’alaikumus salaam” (bisa juga dengan ‘alaikumus salaam), sedangkan yang paling sempurna adalah “Wa’alaikumus salaam wa rahmatullah wa barakatuh”; 

Tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada non-muslim. Namun jika ia mengucapkan salam, hendaklah membalas salamnya dengan ucapan semisal yang ia ucapkan (tidak lebih dari itu), berarti jika ia mengucapkan “Assalaamu ‘alaikum”, maka dijawab “Wa’alaikumus salaam”. Begitu pula jika ia ucapkan “Assaamu ‘alaikum (celaka kamu)”, maka dijawab “Wa ‘alaikum” atau “Wa’alaikumus saam” (celaka juga kamu); Ucapan salam lebih mulia dari ucapan “selamat pagi” dan semacamnya. 
Ucapan selamat semacam ini bukanlah ucapan yang syar’i dan sama sekali tidak bisa menggantikan ucapan salam; Membalas salam bukanlah dengan ucapan “ahlan” atau “ahlan wa sahlan”, ini bukanlah ucapan yang syar’i dalam menjawab salam. 
Dalam ayat disebutkan (yang artinya), 
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An-Nisa’: 86)

Dalam hadits disebutkan bahwa jika bertemu, maka ucapkanlah salam. Apakah saat berpisah juga memberi salam? Ada hadits yang berbunyi, 
Yang afdal adalah yang junior memulai mengucapkan salam kepada yang senior, yang sedikit kepada yang banyak, yang naik kendaraan kepada yang berjalan, yang berjalan kepada yang duduk. Namun jika tidak ada yang memulai dahulu, maka salam tersebut tetap diucapkan, itulah yang lebih baik. 


2. Hendaklah menghadiri undangan,
Hadits yang dikaji ini menunjukkan undangan tersebut umum baik undangan walimatul ‘ursy (undangan pernikahan), maupun undangan lainnya. Sebagian ulama menyatakan menghadiri undangan apa pun wajib karena demi memuliakan dan demi terjalin hubungan yang baik. Ini adalah pendapat dari ‘Abdullah bin ‘Umar, sebagian tabi’in, ulama Zhahiriyah, dan sebagian ulama Syafi’iyah. Sedangkan jumhur (mayoritas) ulama menyatakan hukum menghadiri undangan secara umum adalah sunnah muakkad. Sedangkan Imam Ash-Shan’ani rahimahullah dalam Subul As-Salam menyatakan bahwa yang wajib adalah menghadiri undangan walimah nikah karena ada ancaman dalam hadits jika tidak menghadirinya, sedangkan undangan lainnya dihukumi sunnah. 


3. Wajib memberikan nasihat kepada saudara kita ketika ia meminta nasihat.
 
Berarti jika ia tidak meminta, maka tidaklah wajib. Namun jika kita tidak dimintai nasihat, lantas jika ada mudharat atau dosa, maka wajib tetap menasihati karena ini adalah bentuk menghilangkan kemungkaran pada saudara muslim. Sedangkan jika saudara kita tidak meminta nasihat dan tidak ada mudharat atau dosa kala itu, juga menganggap bahwa selain kita itu lebih manfaat dalam memberi nasihat, maka kita tidak wajib menasihati (hanya disunnahkan) karena termasuk dalam bentuk memberikan petunjuk kebaikan kepada orang lain. 

4.Wajib mengucapkan tasymit (yarhamukallah) ketika ada yang bersin lantas mengucapkan alhamdulillah.
 
Berarti jika yang bersin tidak mengucapkan alhamdulillah, maka tidak ada ucapan tasymit (yarhamukallah). Intinya, jika luput dari mengucapkan alhamdulillah, akan ada dua kerugian: (1) nikmat memuji Allah hilang; (2) nikmat didoakan oleh saudaranya ketika mendengarnya mengucapkan alhamdulillah juga hilang. Tasymit adalah mengucapkan yarhamukallah jika ada yang mengucapkan alhamdulillah sampai tiga kali. Jika sudah yang keempat kalinya, maka ucapkanlah doa agar ia diberikan kesembuhan karena yang bersin itu berarti sedang sakit, lantas mengucapkan “yahdikumullah wa yushlih baalakum” (semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu). Lalu jika non-muslim mengucapkan alhamdulillah saat bersin, tidak dibalas dengan yarhamukallah, namun langsung mengucapkan yahdikumullah wa yushlih baalakum” sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempraktikkan hal ini. 


5. Menjenguk orang sakit menurut jumhur ulama adalah sunnah.
 
Namun bisa jadi menjenguk orang sakit itu menjadi wajib jika yang dijenguk adalah kerabat dekat (masih punya hubungan mahram). Misal menjenguk ayah atau ibu yang sakit, hukumnya wajib karena bagian dari berbakti kepada keduanya. Juga menjenguk saudara yang sakit, hukumnya wajib karena bagian dari silaturahim dengan kerabat. Kaidahnya, makin dekat hubungan kerabat dan makin dekat dalam hubungan, maka makin ditekankan untuk menjenguk saat sakit. 
Yang dijenguk di sini adalah orang yang sakit secara umum, baik yang sakit masih dalam keadaan sadar ataukah tidak. Begitu pula dianjurkan meskipun yang datang menjenguk tidak diketahui kehadirannya oleh yang sakit. Karena menjenguk orang sakit punya manfaat: (1) mengurangi duka keluarganya; (2) mendoakan kebaikan kepada yang sakit; (3) menjenguknya sendiri berbuah pahala. 


6. Kita diperintahkan untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman
 
hukumnya adalah fardhu kifayah. Ini berlaku bagi jenazah yang dikenal maupun tidak dikenal.



Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget