Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita dihadapkan pada pilihan antara menjaga perasaan manusia atau menjaga adab kepada Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa adab kepada Allah harus menjadi prioritas utama. Ketika terjadi pertentangan antara keduanya, maka seorang muslim hendaknya lebih mengutamakan ridha Allah SWT daripada mencari ridha manusia.
Manusia memiliki keterbatasan. Ridha manusia tidak akan pernah bisa memuaskan semua pihak.
Namun, apabila Allah SWT telah ridha kepada seorang hamba, maka itulah keberuntungan yang sesungguhnya.
Menjaga Adab kepada Allah SWT :
1. Beribadah Secara Totalitas kepada Allah SWT
Tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah berfirman:
ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ ÙˆَالْØ¥ِÙ†ْسَ Ø¥ِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Setiap hari dalam shalat, kita mengikrarkan:
Ø¥ِÙŠَّاكَ Ù†َعْبُدُ ÙˆَØ¥ِÙŠَّاكَ Ù†َسْتَعِينُ
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)
Ayat ini mengingatkan bahwa seluruh bentuk ibadah harus ditujukan hanya kepada Allah SWT, bukan untuk mencari pujian manusia.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa ada tiga golongan yang pertama kali diseret ke neraka meskipun amal mereka tampak besar di mata manusia:
1).Orang yang mati syahid namun niatnya agar disebut pemberani dan pahlawan.
2).Ahli Al-Qur'an yang membaca dan mengajarkan Al-Qur'an agar dipuji manusia.
3).Orang yang gemar berinfak dan bersedekah agar dikenal sebagai dermawan.
Mereka melakukan amal besar, tetapi kehilangan keikhlasan sehingga tidak mendapatkan ridha Allah SWT.
Karena itu, setiap ibadah harus dilandasi niat ikhlas lillahi ta'ala. Hati harus selalu dijaga sebelum beribadah, saat beribadah, dan setelah beribadah agar tidak tercampuri riya' dan keinginan dipuji manusia.
Sesungguhnya segala sesuatu yang dilakukan karena Allah akan bernilai kekal, sedangkan yang dilakukan karena manusia akan sirna bersama pujian manusia itu sendiri.
2. Senantiasa Berusaha Taat kepada Allah SWT
Adab kepada Allah tidak cukup hanya dengan ibadah sesaat, tetapi harus diwujudkan dalam ketaatan yang berkelanjutan.
Beberapa bentuk ketaatan yang perlu dijaga antara lain:
Menjaga shalat fardhu, terutama bagi laki-laki dengan berjamaah di masjid.
Berusaha menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah wajib dan ibadah sunnah.
Menjaga pandangan, pendengaran, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat.
Allah SWT mengingatkan bahwa seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi pada Hari Kiamat atas apa yang pernah dilakukan manusia selama hidup di dunia.
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya selalu berusaha meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah SWT meskipun sedikit demi sedikit.
3. Ridha atas Takdir Allah SWT dengan Ikhlas
Bagian penting dari adab kepada Allah adalah menerima segala ketentuan-Nya dengan penuh keridhaan.
Ketika mendapatkan nikmat, seorang mukmin bersyukur. Ketika mendapatkan ujian, ia bersabar. Keduanya merupakan bentuk ibadah yang menunjukkan keimanan kepada Allah SWT.
Kita harus meyakini bahwa seluruh ketentuan Allah mengandung hikmah, meskipun terkadang belum mampu kita pahami saat ini.
Ridha terhadap takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menerima hasil terbaik setelah melakukan ikhtiar yang maksimal dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.
Hikmah yang Dapat Diambil
Salah satu pelajaran penting dalam kehidupan adalah memahami bahwa:
Ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah selesai dikejar. Namun ridha Allah adalah tujuan yang pasti membawa keberuntungan.
Bila seseorang terus mengejar penilaian manusia, ia akan lelah karena setiap orang memiliki keinginan dan harapan yang berbeda. Namun jika tujuan hidupnya adalah mencari ridha Allah SWT, maka hidupnya akan lebih tenang, terarah, dan penuh keberkahan.
Ketika harus memilih antara adab kepada agama dan kepentingan manusia, maka pilihlah agama. Ketika harus memilih antara ridha Allah dan pujian manusia, maka pilihlah ridha Allah.
Sebab keberuntungan sejati bukanlah ketika manusia memuji kita, tetapi ketika Allah SWT menerima amal dan meridhai kehidupan kita.
Mari senantiasa menjaga adab kepada Allah SWT dengan beribadah secara totalitas, meningkatkan ketaatan, serta ridha terhadap segala takdir-Nya. Jangan sampai amal yang besar kehilangan nilainya karena niat yang salah. Jagalah keikhlasan dalam setiap amal, karena apa pun yang dilakukan karena Allah akan bernilai abadi di sisi-Nya.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas, taat, dan senantiasa mencari ridha-Nya dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin.
|
|






.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
No comments:
Post a Comment