![]() |
| Ustadz Zein Faqih |
Siapa bilang belajar Siroh Nabawiyah itu ngebosenin dan cuma berisi hafalan tahun sejarah? Di Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai Banjarnegara (Ahad, 7/9/2026), Ustadz Zein Faqih ngajak kita flashback ke masa muda Nabi Muhammad SAW.
Ternyata, perjalanan hidup beliau dari lahir sampai usia 40 tahun (sebelum jadi Rasul) tuh relatable banget sama kehidupan anak muda zaman sekarang!
Banyak banget pelajaran life skill, pembentukan mental, sampai urusan personal branding yang bisa kita petik. Yuk, simak rangkumannya!
1. Plot Twist di Tahun Gajah ('Amul Fil)
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal (20 April 571 M) di Mekkah. Tahun kelahiran beliau dikenal sebagai Tahun Gajah.
Kenapa dinamain Tahun Gajah? Karena saat itu ada "invasi" tentara bergajah pimpinan Abrahah dari Yaman yang mau meratakan Ka'bah. Tapi plot twist-nya, Allah SWT ngirim burung Ababil buat menggagalkan pasukan tersebut. Peristiwa ini jadi sinyal besar kalau bakal lahir sosok pembaru peradaban dunia.
Fakta menyentuhnya, Nabi lahir dalam kondisi yatim karena ayahnya, Abdullah, meninggal saat beliau masih di dalam kandungan. Kakeknya, Abdul Muthalib, ngasih nama "Muhammad"—sebuah nama unik yang artinya orang yang terpuji.
Berdasarkan riwayat sirah Nabawiyah, terjadi beberapa fenomena luar biasa di alam raya saat malam kelahiran beliau:
- Cahaya Memancar dari Aminah: Saat melahirkan, ibunda Aminah menyaksikan cahaya terang benderang yang keluar dari rahimnya hingga menerangi istana-istana di negeri Syam (Suriah). Padamnya Api Abadi Majusi di Persia: Api sesembahan kaum Majusi di Kekaisaran Persia yang tidak pernah padam selama lebih dari 1.000 tahun mendadak padam seketika.
- Runtuhnya Istana Raja Persia: Merekah dan runtuhnya 14 tiang/bumbungan istana Raja Kisra di Persia. Surutnya Danau Sawa: Danau Sawa di Persia yang disembah oleh sebagian masyarakat tiba-tiba menjadi kering.
- Bintang Agung Muncul: Para cendekiawan dan pendeta dari kaum Yahudi serta Nasrani melihat munculnya bintang terang di langit (dikenal sebagai Bintang Ahmad/Muhammad), yang menjadi pertanda lahirnya nabi terakhir.
2. 'Sertifikasi' Mental Sejak Kecil: Anak Yatim yang Tangguh
Zaman dulu, ada tradisi bayi dititipin ke masyarakat pedalaman gurun supaya dapat udara bersih dan pinter bahasa Arab murni. Muhammad kecil diasuh sama Halimah as-Sa'diyyah dari Bani Sa'ad. Kisah penyusuan Nabi Muhammad SAW bersama paman beliau, Hamzah bin Abdul Muthalib, merupakan salah satu ikatan kekeluargaan dan persaudaraan yang sangat istimewa dalam siroh Nabawiyah.
Hubungan mereka tidak hanya sebatas paman dan keponakan, tetapi juga saudara sesusuan (Akhi mir Ridha'ah), yang membuat jalinan kasih sayang di antara keduanya begitu erat sejak kecil hingga akhir hayat.
Bukannya bikin repot, kehadiran Muhammad kecil malah membawa berkah luar biasa buat keluarga Halimah. Peternakan mereka jadi subur dan melimpah.
Tapi, jalan hidup Muhammad kecil nggak makin gampang:
Usia 6 tahun: Ibunda tercinta, Aminah, wafat di Al-Abwa'. Muhammad officially jadi anak yatim piatu.
Usia 8 tahun: Kakek yang menyayanginya, Abdul Muthalib, ikut berpulang. Pengasuhan lalu dilanjutin sama pamannya, Abu Thalib.
Lesson learned: Keterbatasan dan musibah di masa kecil nggak bikin Muhammad tumbuh jadi pribadi yang hopeless, tapi justru bikin mentalnya makin sekuat baja.






.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
No comments:
Post a Comment