Showing posts sorted by date for query lomba. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query lomba. Sort by relevance Show all posts

Lomba 17-an: Video Meriahkan HUT RI Ke-80 dengan Semangat Anak-Anak!

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara baru saja disemarakkan oleh tawa riang dan semangat juang anak-anak dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Lomba 17-an yang diselenggarakan oleh para remaja Gayam Permai ini sukses besar, membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kreativitas bisa menciptakan perayaan yang tak terlupakan.
Acara yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 Agustus 2025 ini berhasil menarik perhatian puluhan anak-anak yang antusias mengikuti berbagai perlombaan unik. Panitia remaja Gayam Permai menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengelola seluruh rangkaian acara. Dengan persiapan matang dan ide-ide kreatif, mereka berhasil menyulap area perumahan menjadi arena permainan yang seru.
Ada beberapa mata lomba yang dipertandingkan, dan semuanya dijamin menguji ketangkasan serta kesabaran para peserta cilik.
Memasukkan Sedotan ke dalam Botol:
Lomba ini menuntut ketelitian dan fokus. Anak-anak harus beradu cepat memasukkan sedotan satu per satu ke dalam botol dengan tangan di belakang. Setiap sedotan yang masuk disambut sorak sorai penonton, menambah keseruan kompetisi.
Parak Lele:
Dalam lomba ini, anak-anak harus berjalan di atas tali sambil membawa ember berisi air. Keseimbangan dan konsentrasi jadi kunci untuk tidak menumpahkan air. Tawa pecah saat ada peserta yang goyah, namun semangat pantang menyerah mereka patut diacungi jempol.
Pecah Air:
Lomba ini mungkin yang paling seru dan mengundang gelak tawa. Dengan mata tertutup, anak-anak harus memecahkan plastik berisi air yang digantung. Komando dari teman-teman di sekitar jadi panduan penting, menciptakan momen-momen lucu yang menghibur.
Tiup Botol:
Tak kalah menantang, lomba tiup botol menguji kekuatan napas. Peserta harus meniup botol hingga jatuh. Meski terlihat mudah, butuh strategi dan napas panjang untuk bisa jadi pemenangnya.
Makan Kerupuk:
Lomba klasik yang tak pernah absen! Anak-anak berjuang menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan. Lomba ini selalu jadi primadona, di mana wajah-wajah serius saat mencoba menggigit kerupuk berpadu dengan tawa saat kerupuk bergoyang tak mau diam.
Suksesnya acara ini tak lepas dari kerja keras panitia remaja. Mereka membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh warga Gayam Permai untuk mengelola lomba anak-anak ini dijalankan dengan baik. Mereka tidak hanya mengorganisir, tapi juga menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan semangat kebersamaan.
Lomba 17-an di Gayam Permai bukan sekadar ajang mencari pemenang, tapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan sejak dini. Ini adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang sederhana namun bermakna, menanamkan nilai-nilai luhur perjuangan kepada generasi penerus. 
Selamat ulang tahun, Indonesiaku! Mari terus gelorakan semangat ini di setiap langkah kita.
Share:

Laporan Pelaksanaan Kegiatan HUT RIke-80 Tahun 2025

Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 tahun 2025 di Perumahan Gayam Permai tahun ini berlangsung meriah dan penuh makna. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk memperingati hari bersejarah ini, melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Timeline Kegiatan :


Berikut adalah laporan singkat mengenai rangkaian acara yang telah terselenggara:

Persiapan dan Pemasangan Atribut Kemerdekaan (1 Agustus 2025)

Sebagai penanda dimulainya rangkaian acara, pada tanggal 1 Agustus 2025 seluruh warga bergotong royong memasang Bendera Merah Putih, Layur, dan Lampu Hias di depan rumah masing-masing. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Seksi Keindahan dan Kebersihan Lingkungan, memastikan setiap sudut lingkungan terlihat semarak dan bersih. Pemandangan bendera yang berkibar serentak dan lampu hias yang berkelap-kelip menciptakan suasana kemerdekaan yang kental dan membangkitkan semangat nasionalisme.


Pekan Perlombaan Anak dan Keluarga (5–10 Agustus 2025)

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Pekan Lomba Anak-anak dan Remaja yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 Agustus 2025. Berbagai lomba seru diadakan untuk menguji kreativitas dan sportivitas anak-anak, seperti lomba balap karung, makan kerupuk, hingga menggambar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar warga.



Puncak Acara: Senam, Jalan Sehat, dan Lomba Dawis (10 Agustus 2025)

Pada hari Minggu, 10 Agustus 2025, suasana pagi di lingkungan kita dipenuhi keceriaan. Acara dimulai tepat pukul 06.30 WIB dengan Senam Sehat yang diikuti oleh seluruh warga dengan penuh semangat. Setelah itu, dilanjutkan dengan Jalan Santai dengan rute yang sudah ditentukan, melewati GP, Rejasa, Legok, dan berakhir kembali di GP. Semua peserta kompak mengenakan dress code nuansa merah putih yang membuat suasana semakin meriah. Setelah lelah berjalan santai, warga berkumpul untuk makan bersama dengan hidangan yang sudah disiapkan. 
Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbincang dan mengakrabkan diri. Acara kemudian dilanjutkan dengan Lomba Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang mengundang gelak tawa, seperti Estafet Lagu, Estafet Sarung, dan Gendong Ember. Di tengah-tengah acara, anak-anak juga berkesempatan untuk saling bertukar kado yang unik, di mana kado tersebut dibungkus dengan kertas koran. Momen ini mengajarkan nilai kesederhanaan dan kebersamaan. 



Malam Resepsi Kemerdekaan (16 Agustus 2025)

Rangkaian perayaan HUT RI ke-80 ditutup dengan Malam Resepsi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 2025, dimulai pukul 19.30 WIB. Acara ini menjadi panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan bakatnya melalui kreasi gerak dan lagu yang menghibur. Malam resepsi dibuka dengan sambutan-sambutan hangat dari Ketua Panitia dan Ketua RT. 
Dalam sambutannya, mereka mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh warga yang telah menyukseskan acara ini. Kehadiran dan antusiasme warga membuat malam resepsi terasa semakin istimewa dan menjadi penutup yang manis untuk seluruh rangkaian kegiatan. Secara keseluruhan, perayaan HUT RI ke-80 tahun ini berjalan sukses berkat kerja sama dan semangat kebersamaan seluruh warga. Semoga semangat persatuan ini terus terjaga dan menjadi bekal bagi kita untuk membangun lingkungan yang lebih baik di masa depan.

Share:

Laporan Kegiatan Lomba HUT RI ke-80 Perumahan Gayam Permai Banjarnegara

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara menyelenggarakan beragam perlombaan seru untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Acara ini berhasil membangkitkan semangat kebersamaan dan keceriaan di antara seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pekan Lomba Anak-anak (5-10 Agustus 2025)

Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di Perumahan Gayam Permai dengan adanya Pekan Lomba Anak-anak yang berlangsung meriah dari tanggal 5 hingga 10 Agustus 2025. Berbagai jenis lomba yang kreatif dan menghibur telah sukses diselenggarakan, seperti lomba tepung, spons air, dan pecah air, yang menguji ketangkasan dan kerja sama tim. 
 Ada pula lomba makan kerupuk dan balap bola pingpong yang selalu berhasil mengundang tawa. Tidak ketinggalan, lomba balap belut dan estafet air menjadi tantangan tersendiri yang membuat anak-anak semakin antusias. Semua lomba ini dirancang tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk melatih sportivitas dan kekompakan sejak dini.




Lomba Bapak-bapak dan Ibu-ibu (10 Agustus 2025)

Tidak hanya anak-anak, para orang tua juga turut serta dalam kemeriahan HUT RI. Setelah berhasil menyelesaikan kegiatan jalan sehat yang menyegarkan pada 10 Agustus 2025, giliran bapak-bapak dan ibu-ibu menunjukkan kekompakan mereka dalam serangkaian lomba yang tak kalah menarik. 
Lomba estafet sarung, gendong ember, Nyunggi tampah dan estafet lagu menjadi ajang hiburan yang mengundang tawa riuh penonton. Semangat juang dan kekompakan para peserta lomba membuat suasana menjadi semakin hangat dan akrab. Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal usia dan menjadi momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. 
Rangkaian acara lomba ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat antusiasme serta partisipasi aktif dari seluruh warga Perumahan Gayam Permai. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi tradisi positif di tahun-tahun mendatang.

Share:

Video Sambung Lagu HUT RI ke-80



Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara, diawali pada Minggu, 10 Agustus 2025. Salah satu lomba yang paling dinanti adalah Lomba Sambung Lagu yang diikuti oleh para ibu-ibu dari setiap Dasa Wisma (Dawis). Lomba ini tidak hanya menguji memori dan kekompakan tim, tetapi juga membawa kembali kenangan nostalgia melalui lagu-lagu populer dari masa lalu.
Lomba yang diadakan di lapangan terbuka ini dipenuhi sorak sorai dan tawa riang. Setiap tim Dawis memiliki ciri khas dan lagu andalan yang berbeda.
Dawis 1 Anggrek memulai lomba dengan penuh percaya diri. Mereka membawakan lagu "Bukalah Kacamatamu" dari Rano Karno. Dengan suara yang kompak, mereka berhasil menyanyikan lagu tersebut hingga selesai. 
Dawis 2 Anyelir tidak mau kalah. Mereka mengambil tantangan dengan lagu "Kisah Kasih di Sekolah" yang dipopulerkan oleh Obbie Messakh. Lirik lagu yang puitis dan melodi yang sendu membuat penonton ikut bernyanyi. 
Dawis 3 Bougenville menyajikan penampilan yang tak kalah menarik. Mereka membawakan lagu "Rindu Aku Rindu Kamu" dari Doel Sumbang. Penampilan mereka berhasil membuat suasana menjadi lebih meriah dan penuh semangat. 
Dawis 4 Wijaya Kusuma menutup lomba dengan lagu "Madu dan Racun" dari Bill n Brod. Lirik lagu yang sederhana namun bermakna membuat penonton terbawa suasana.
Meskipun persaingan berlangsung sengit, semangat kekeluargaan dan sportivitas tetap menjadi yang utama. Semua peserta menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam menyanyikan lagu-lagu tersebut. Lomba Sambung Lagu ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar-warga.
Melalui kegiatan ini, warga Perumahan Gayam Permai menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan dan keceriaan. Lomba Sambung Lagu berhasil menjadi penutup yang manis untuk rangkaian perayaan HUT RI ke-80.


Video 1: Bukalah Kacamatamu .

Video 2: Kisah Kasih di Sekolah

Video 3 : Rindu Aku Rindu Kamu

Video 4 : Madu dan Racun
Share:

Jalan Santai HUT RI Ke-80 Gayam Permai


Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara, pada Minggu, 10 Agustus 2025, berlangsung dengan penuh semangat dan kemeriahan. Warga beramai-ramai tumpah ruah di jalanan untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Acara yang diawali dengan senam sehat bersama ini menjadi momentum berharga untuk mengenang jasa para pahlawan sambil bersenang-senang.
Rangkaian acara dimulai tepat pukul 06.30 pagi, di mana seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berkumpul di area lapangan terbuka. Dipandu oleh instruktur yang energik, mereka semua mengikuti senam sehat bersama dengan antusias. Gerakan senam yang dinamis dan irama musik yang ceria berhasil membangkitkan semangat pagi. Keringat yang bercucuran tak menyurutkan semangat, justru menambah kehangatan suasana.
Setelah senam, warga melanjutkan kegiatan dengan jalan sehat mengelilingi area perumahan. Sambil berjalan santai, mereka saling menyapa, bercanda, dan berinteraksi. Momen ini bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga ajang untuk mempererat hubungan antar-tetangga. Bendera merah putih kecil yang dipegang oleh sebagian warga turut menambah semarak suasana kemerdekaan.
Puncak kemeriahan terjadi pada sesi lomba antar-Dasa Wisma (Dawis). Berbagai lomba tradisional yang menguji kekompakan dan kelincahan disiapkan. Diantaranya ada:
  • Lomba Estafet Karung: Para peserta harus berlomba melompat dengan karung dari satu titik ke titik lain, kemudian menyerahkannya kepada rekan satu tim. Lomba ini tak hanya menguji kecepatan, tetapi juga keseimbangan dan kelincahan. 
  • Lomba Estafet Tampah: Saling berkejaran sambil membawa tampah yang di atasnya diletakkan bola pimpong. Lomba ini menuntut fokus dan kerja sama tim agar bola tidak jatuh sebelum mencapai garis akhir. 
  • Lomba Gendong Ember: Para bapak-bapak berlomba menggendong ember berisi air sambil berjalan secepat mungkin tanpa menumpahkan isinya. Tawa dan sorak sorai penonton mengiringi perjuangan para peserta. 
  • Lomba Sambung Lagu: Kreativitas dan memori para ibu-ibu diuji dalam lomba ini. Setiap tim harus melanjutkan lirik lagu yang dinyanyikan oleh tim lain dengan cepat dan tepat.
Setiap Dawis menampilkan kekompakan dan semangat juang yang luar biasa. Sorak sorai dari para pendukung semakin memeriahkan suasana. Tidak ada yang merasa kalah atau menang, karena tujuan utama dari acara ini adalah kebersamaan dan kegembiraan.
Perayaan HUT RI ke-80 di Perumahan Gayam Permai ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah pudar. Melalui kegiatan-kegiatan sederhana seperti ini, nilai-nilai persatuan dan gotong royong semakin kokoh. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain. Dirgahayu Republik Indonesia!
Share:

Rapat Pengurus RT 06 RW 05 Kutabanjarnegara: Persiapan HUT RI ke-80

Ketua Rt 06 Rw 05 Memimpin Rapat

Banjarnegara, 22 Juli 2025 – Pengurus RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara pada hari ini mengadakan rapat rutin dua bulanan yang bertempat di kediaman Ketua RT, Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM. Rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus ini secara khusus membahas persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.
Dalam sambutannya, Bapak Dwi Budi Prasojo, SKM, menekankan pentingnya peran aktif seluruh pengurus dalam menyukseskan perayaan HUT RI tahun ini. "Momen kemerdekaan adalah saat yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan semangat kebersamaan," ujar beliau.
Beberapa agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat ini meliputi:
  1. Pembentukan Panitia Pelaksana: Untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, disepakati akan segera dibentuk panitia pelaksana yang melibatkan perwakilan dari setiap seksi di RT 06. 
  2.  Jenis Perlombaan dan Kegiatan: Rapat merumuskan berbagai jenis perlombaan dan kegiatan yang akan diadakan, mulai dari lomba anak-anak hingga dewasa, serta kegiatan kebersamaan seperti kerja bakti dan malam tirakatan. 
  3.  Estimasi Anggaran dan Sumber Dana: Pengurus juga mulai menghitung estimasi anggaran yang dibutuhkan serta membahas potensi sumber dana, baik dari swadaya masyarakat maupun donasi.
  4.  Jadwal Pelaksanaan: Jadwal tentatif untuk setiap kegiatan juga mulai disusun, dengan harapan dapat diumumkan kepada seluruh warga dalam waktu dekat.
Rapat berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Berbagai usulan dan ide-ide kreatif muncul dari para pengurus, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat di lingkungan RT 06 RW 05. Diharapkan dengan persiapan yang matang ini, perayaan HUT RI ke-80 di RT 06 RW 05 Kelurahan Kutabanjarnegara dapat berjalan sukses, meriah, dan berkesan bagi seluruh warga.
Share:

Tiga Penyesalan Sahabat Sa'ban

Bersama Hasan (Santri Pondok Gontor) 
18 Ramadhan 1446H (18 Maret 2025) 

 Alhamdulillah, malam ini kita kembali dipertemukan di majelis ilmu yang mulia ini, di malam ke-18 bulan Ramadan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita untuk merenungkan sebuah kisah yang sangat menyentuh hati, yaitu kisah Sahabat Sa'ban. 
Beliau adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan ketaatannya. Suatu ketika, Rasulullah SAW tidak melihat Sahabat Sa'ban hadir dalam salat Subuh berjamaah di masjid. Rasulullah SAW pun berinisiatif untuk mencari tahu keberadaan Sahabat Sa'ban. Betapa terkejutnya beliau ketika mendapati bahwa Sahabat Sa'ban telah wafat. 
Namun, ada hal yang lebih menggetarkan hati, yaitu ucapan terakhir Sahabat Sa'ban sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Beliau berkata, "Kenapa tidak lebih jauh? Kenapa tidak yang baru? Kenapa tidak semuanya?" Tentu, ucapan ini membuat orang-orang yang hadir bertanya-tanya. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan makna di balik ucapan tersebut: 
 "Kenapa tidak lebih jauh?" Sahabat Sa'ban menyesal mengapa rumahnya tidak lebih jauh dari masjid. Sebab, semakin jauh jarak rumah dari masjid, semakin besar pahala yang akan didapatkan ketika berjalan kaki untuk salat berjamaah. 
"Kenapa tidak yang baru?" Sahabat Sa'ban menyesal mengapa ia tidak mengenakan pakaian yang paling baru dan bagus ketika menghadap Allah SWT dalam salatnya. 
"Kenapa tidak semuanya?" Sahabat Sa'ban menyesal mengapa ia tidak memaksimalkan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah SWT. 
Hikmah dari Kisah Sahabat Sa'ban 
Kisah ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua: Pentingnya Memaksimalkan Ibadah: Sahabat Sa'ban menyesal karena merasa belum maksimal dalam beribadah. Padahal, beliau adalah seorang yang taat. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. 

Nilai dari Setiap Langkah ke Masjid: 
Setiap langkah yang kita ayunkan menuju masjid untuk salat berjamaah memiliki nilai pahala yang besar. Jangan sia-siakan kesempatan ini. 
Berpakaian Terbaik Saat Menghadap Allah: 
Ketika menghadap Allah SWT dalam salat, hendaklah kita mengenakan pakaian yang terbaik sebagai bentuk penghormatan kita kepada-Nya. 
Penyesalan di Akhir Hayat: 
Penyesalan Sahabat Sa'ban menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak menunda-nunda amal kebaikan. Jangan sampai kita menyesal di akhir hayat karena belum maksimal dalam beribadah. Semoga kisah Sahabat Sa'ban ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. 
Mari kita manfaatkan sisa waktu di bulan Ramadan ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Amin ya rabbal alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Share:

Meraih Ampunan Alloh di Bulan Ramadhan

Kajian Subuh Ramadhan 
Ustadz : Ustadz Ikhsan
12 Ramadhan 1446H (12 Maret 2025)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Di bulan ini, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meraih ampunan dan ridha Allah SWT. Salah satu hadits yang sangat terkenal tentang keutamaan Ramadhan adalah: 
 "Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi. Artinya: Barangsiapa melakukan Salat Tarawih dengan rasa iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lewat" (HR. Bukhari dan Muslim) 
Hadits ini memberikan kabar gembira bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita jika kita berpuasa dengan iman dan mengharap pahala dari-Nya. Namun, ampunan ini tidak datang begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk meraihnya, yaitu: 
 Iman dan Tauhid: Dasar dari segala amal adalah iman dan tauhid. Tanpa iman yang benar, amal kita tidak akan diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memperbarui dan memperkuat iman kita, terutama di bulan Ramadhan. Jangan sampai kita hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi hati kita tetap lalai dari mengingat Allah SWT. 
Keberkahan (Baarakah): Keberkahan di bulan Ramadhan dapat diraih dengan tidak menunda-nunda kebaikan dan memperbanyak ibadah. Allah SWT memudahkan kita untuk berbuat ibadah di bulan ini. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memperbanyak amal shalih. 
Memperbanyak Ibadah: Di bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti: Shalat sunnah: Perbanyaklah shalat tarawih, witir, dan shalat sunnah lainnya. 
Tilawatil Qur'an: Bacalah Al-Qur'an sebanyak mungkin. Sedekah: Bersedekahlah kepada orang-orang yang membutuhkan. 
Menjaga Hati: "Ya muqollibal qulub" yang artinya "Wahai zat yang membolak balikan hati" memperbanyak doa ini sangat dianjurkan agar hati kita selalu dalam lindungan Allah SWT. 

Pengesahan Iman: 
Agar iman kita tetap terjaga, kita perlu melakukan beberapa hal, seperti: 
Mencintai orang-orang yang berilmu: Dengan bergaul dengan orang-orang yang berilmu, kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan terhindar dari kesesatan. 
Tilawatil Qur'an: Al-Qur'an adalah sumber hidayah. Dengan membacanya, kita akan mendapatkan petunjuk dan ketenangan hati. 
Memperbanyak puasa sunnah dengan istiqamah: Puasa sunnah dapat membersihkan hati dan memperkuat iman. 
Dengan melakukan hal-hal tersebut, insya Allah kita akan meraih hikmah, ampunan, dan keberkahan di bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaqwa.

Share:

Esensi Ramadhan: Mencari Ampunan Allah SWT


Apa yang Dicari dalam Bulan Ramadhan? Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Umat Muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh antusias dan kegembiraan. Kebahagiaan Ramadhan terpancar dari setiap sudut masjid dan rumah, di mana orang-orang berlomba-lomba dalam kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, 
"Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai, maka ditulis untuknya pahala shalat semalam suntuk." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). 

Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah. Tujuan Utama Ramadhan: Penyembahan kepada Allah SWT Allah SWT berfirman, 
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Ayat ini menegaskan 1 bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah kita.  Memperbaiki Keimanan dan Tauhid Di bulan Ramadhan, keimanan dan tauhid kita diuji dan diperbaiki. Dengan berpuasa, kita belajar menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, baik yang lahir maupun yang batin. Ini melatih kita untuk selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. 

Antusiasme Menyambut Ramadhan 
Para sahabat Nabi SAW sangat antusias menyambut bulan Ramadhan. Mereka mempersiapkan diri jauh-jauh hari, bahkan enam bulan sebelumnya. Ini menunjukkan betapa mereka memahami keutamaan bulan Ramadhan. Ampunan Allah SWT: Tujuan Utama Yang paling dicari di bulan Ramadhan adalah ampunan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, 
"Sungguh merugi orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi tidak diampuni dosanya." (HR. Tirmidzi). 
Oleh karena itu, mari kita niatkan semua ibadah di bulan Ramadhan untuk mendapatkan ampunan Allah SWT. Simbol-Simbol Ibadah Ramadhan Sujud: Simbol keimanan dan ketundukan kepada Allah SWT. Zakat: Simbol kepedulian sosial dan pembersihan harta. Puasa: Simbol pengendalian diri dan peningkatan takwa. Tawaf ke kiri: Simbol kembali kepada Allah SWT. Semoga bulan Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, dan meraih ampunan Allah SWT.











Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget