[Kajian Ahad Pagi] Fenomena Kematian Mendadak: Alarm Akhir Zaman dan Bekal Kita

Banjarnegara, 1 Februari 2026 – Mengawali bulan Februari dengan penuh perenungan, jamaah Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai kembali berkumpul dalam Kajian Ahad Pagi yang khidmat. Kajian Ahad disampaikan oleh Ustadz Yusman,SHI, Topik yang diangkat kali ini cukup menyentak kesadaran kita semua, yakni mengenai fenomena kematian mendadak sebagai salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat.





 إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُشَلَّ الْفَتَى (وفي رواية: أَنْ يَتَفَشَّى) مَوْتُ الْفَجْأَةِ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدُ طُرُقًا 

 "Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah munculnya (tersebarnya) kematian mendadak, dan dijadikannya masjid-masjid sebagai jalanan (perlintasan)." (HR. Thabrani). 


Kematian Mendadak dan Masjid yang "Terasing" Dalam kajian tadi pagi, disampaikan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan nubuat mengenai kondisi akhir zaman. Salah satu tandanya adalah ketika masjid hanya dijadikan tempat perlintasan atau "jalan-jalan" tanpa ditegakkan sholat di dalamnya, serta maraknya peristiwa kematian mendadak (mautul faja'ah). 
Secara medis, kita mungkin mengenalnya sebagai henti jantung atau penyebab lainnya. Namun, secara maknawi, ini adalah pengingat bahwa kesempatan bertaubat bisa tertutup kapan saja tanpa aba-aba sakit terlebih dahulu. 

Bagaimana Sikap Kita Sebagai Muslim? 
Menghadapi kenyataan bahwa maut bisa menjemput saat kita sedang bekerja, beristirahat, atau bahkan saat bercengkrama, kajian hari ini merangkum tiga langkah utama yang harus kita pegang teguh: 
  1. Yakini Takdir dengan Sepenuh Hati Kita harus mengimani bahwa ajal adalah rahasia Allah yang sudah tertulis di Lauh Mahfuzh. Keyakinan yang kuat pada takdir akan melahirkan ketenangan jiwa. Tidak ada yang bisa mempercepat atau menunda kematian jika waktunya telah tiba. Dengan meyakini ini, kita tidak akan merasa cemas berlebihan, melainkan menjadi lebih waspada dalam beramal. 
  2. Isti’adah (Memohon Perlindungan) Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berlindung dari kematian mendadak yang buruk. Kita dianjurkan rutin memohon perlindungan kepada Allah agar jika maut datang menjemput, kita berada dalam kondisi terbaik (Husnul Khotimah). Mintalah perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian di setiap doa kita. 
  3. Memperbanyak Istighfar Karena kita tidak tahu kapan "pintu" dunia akan tertutup, maka Istighfar adalah kunci. Istighfar bukan hanya pembersih dosa, tapi juga penarik rahmat Allah. Jadikan lisan kita basah dengan permohonan ampun agar saat maut datang secara tiba-tiba, kalimat terakhir yang atau kondisi batin kita sedang dalam keadaan bertaubat kepada Allah SWT. 

Kajian pagi ini di Masjid Al-Mu’minun bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengajak warga Gayam Permai agar lebih bijak dalam memanfaatkan waktu. Mari kita makmurkan masjid kita bukan sekadar sebagai bangunan megah, tetapi sebagai rumah tempat kita bersujud dan menimba ilmu. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan mewafatkan kita semua dalam keadaan iman yang sempurna. Amin. Simak terus update kegiatan rutin dan ringkasan kajian Masjid Al-Mu'minun hanya di laman resmi warga: gayampermai-bna.blogspot.com.










Share:

Pembacaan Hadits Rutin Ba'da Sholat Maghrib

 


Perumahan Gayam Permai- Di sela keheningan senja Perumahan Gayam Permai, terdengar suara takzim yang membacakan riwayat-riwayat suci peninggalan Rasulullah SAW. Setiap harinya, Masjid Al-Mu’minun tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga bertransformasi menjadi taman ilmu melalui kegiatan rutin Pembacaan Hadits Shahih Bukhari sesaat setelah sholat Maghrib berjamaah. 
Tradisi Keilmuan di Tengah Pemukiman Kegiatan ini merupakan salah satu pilar dari berbagai agenda rutin yang dikelola oleh Takmir Masjid Al-Mu’minun. Jika biasanya waktu antara Maghrib dan Isya berlalu begitu saja, warga Gayam Permai memilih untuk mengisinya dengan duduk bersimpuh menyimak warisan intelektual Islam yang paling otentik. Yang membuat kegiatan ini terasa khidmat adalah keterlibatan langsung Imam Sholat Maghrib sebagai pembaca hadits. 
Hal ini menghidupkan kembali tradisi muwajahah (tatap muka) antara imam dan makmum, di mana ilmu disampaikan secara langsung, santun, dan menyejukkan. 

Mengapa Shahih Bukhari? 
Pemilihan Kitab Al-Jami' al-Musnad al-Shahih karya Imam Bukhari bukanlah tanpa alasan. Sebagai kitab yang menyandang gelar Ash-Shahhu al-Kutub ba’da Kitabillah (kitab paling shahih setelah Al-Qur'an), pembacaan hadits-hadits ini bertujuan untuk: 
Memurnikan Ibadah: Agar warga memahami tata cara ibadah dan muamalah yang sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. 
Meneladani Akhlak: Menanamkan karakter mulia Rasulullah dalam kehidupan bertetangga di lingkungan perumahan. 
Mengisi Waktu Berkah: Memanfaatkan waktu baina al-isya’ain (antara dua waktu Isya) yang sangat mustajab untuk berdoa dan menuntut ilmu. 

Bagian dari Ekosistem Kegiatan Masjid 
Merujuk pada catatan kegiatan rutin di laman gayampermai-bna.blogspot.com, pembacaan hadits ini merupakan bagian integral dari upaya memakmurkan masjid. Masjid Al-Mu’minun tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga pusat edukasi bagi warga Gayam Permai, Banjarnegara. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat satu per satu hadits dibacakan. Tak jarang, pesan-pesan singkat dalam hadits tersebut menjadi bahan renungan bagi jamaah dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari, mulai dari urusan keluarga hingga kebersihan lingkungan. 

Harapan ke Depan 
Takmir Masjid Al-Mu’minun berharap kegiatan ini terus istiqomah dan menjadi daya tarik bagi warga, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai masjid. Dengan memahami hadits, diharapkan setiap warga Gayam Permai dapat menjadi pribadi yang religius namun tetap moderat dan bermanfaat bagi sesama. Bagi Anda yang ingin mengetahui detail kegiatan rutin lainnya atau agenda besar di Masjid Al-Mu’minun, silakan terus pantau perkembangannya melalui blog resmi warga di https://gayampermai-bna.blogspot.com/. 
 Mari bersama-sama kita makmurkan masjid, kita terangi hati dengan cahaya hadits.



Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget