Menjadi Pemenang di Garis Finis Ramadhan

Gayam Permai, Banjarnegara – Memasuki fase akhir Ramadhan 1447 H, suasana di Masjid Al-Mu’minun pada Senin pagi, 16 Maret 2026, terasa sedikit berbeda. Ustadz Lukman, AMd dalam Kajian Subuhnya membedah sebuah realitas menarik tentang berbagai tipe manusia saat Ramadhan akan segera berakhir. Beliau membagi sikap manusia ke dalam beberapa tipe yang menjadi cermin bagi kita semua untuk berefleksi:  
1. Tipe "Pelari Maraton" (The Finisher) 
Ini adalah tipe yang ideal. Ibarat pelari maraton, mereka justru mempercepat langkah saat melihat garis finis. Semakin akhir Ramadhan, mereka justru semakin kencang ibadahnya. Masjid tetap penuh, tilawah semakin dikhatamkan, dan sedekah semakin deras. Mereka sadar bahwa "Jackpot" Lailatul Qadar ada di ujung perjalanan.  
2. Tipe "Kelelahan di Tengah Jalan"  
Tipe ini mengawali Ramadhan dengan semangat yang meledak-ledak di minggu pertama, namun energinya habis di pertengahan. Saat Ramadhan akan berakhir, mereka mulai terlihat "loyo" atau jarang muncul di masjid. Fokus mereka mulai teralihkan oleh persiapan lebaran yang bersifat duniawi sehingga esensi sepuluh hari terakhir terabaikan.   
3. Tipe "Fokus pada Gerbang Keluar"  
Bagi tipe ini, Ramadhan seolah-olah menjadi beban yang ingin segera diselesaikan. Mereka lebih banyak menghitung hari kapan lebaran tiba daripada menghitung berapa banyak amalan yang sudah dilakukan. Fokusnya sudah berpindah dari sajadah ke mudik, baju baru, atau rencana liburan.  
4. Tipe "Pecinta yang Sedih"  
Tipe ini adalah mereka yang merasa sedih dan berat hati saat Ramadhan akan berakhir. Mereka merasa waktu berjalan terlalu cepat dan merasa belum maksimal dalam beribadah. Doa mereka adalah agar bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan karena mereka tahu betapa berharganya setiap detik di bulan ini. 
Ustadz Lukman, AMd Dalam kajiannya, Bapak Lukman mengingatkan bahwa Allah melihat bagaimana seseorang menutup amalannya (Husnul Khatimah). Beliau mengajak seluruh warga Gayam Permai untuk berusaha menjadi tipe pertama sang pelari maraton. "Jangan biarkan kesibukan persiapan Idul Fitri mengalahkan kemuliaan malam-malam terakhir Ramadhan. Mari kita kencangkan ikat pinggang dan maksimalkan sisa waktu yang ada," pungkas beliau.
Share:

Garis Finis Sudah Dekat! Saatnya Sprint Ramadhan

Memasuki Selasa pagi, 17 Maret 2026, suasana Kajian Subuh di Masjid Al-Mu’minun terasa kian membara. Di saat banyak orang mulai merasa lelah, kajian kali ini justru mengajak jamaah untuk melakukan "sprint" atau lari kencang di sisa hari-hari terakhir Ramadhan 1447 H. Berikut adalah intisari dari refleksi pagi yang sangat menggugah yang disampaikan oleh Ustadz Yusman, SHI:  
1. Ramadhan adalah Lomba Maraton,  
Bukan Lari Pendek Ustadz dalam kajiannya memberikan analogi yang sangat menarik. Ramadhan bukanlah lari sprint 100 meter yang selesai dalam sekejap, melainkan sebuah lomba maraton sepanjang 30 hari. Dalam maraton, kunci utamanya adalah konsistensi dan keistiqomahan dalam menjaga ritme napas serta tenaga. Banyak orang yang semangat di awal (minggu pertama), namun mulai bertumbangan di tengah jalan. Namun, seorang pelari sejati tahu bahwa kemenangan ditentukan di kilometer terakhir.  
2. Saatnya Melakukan "Sprint" di Akhir  
Kini, saat kita berada di penghujung Ramadhan, inilah saatnya melakukan sprint. Jika sebelumnya kita sudah istiqomah dengan ritme yang stabil, maka di hari-hari terakhir ini kita harus menambah kecepatan. I’tikaf: Menjemput Lailatul Qadar dengan memperbanyak berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tadabbur Al-Qur'an: Bukan sekadar mengejar target khatam, tapi semakin mendalami maknanya di sisa waktu yang ada. Shalat Malam: Mengencangkan ikat pinggang untuk memperlama sujud dan memperbanyak doa.  


3. Belajar dari 9 Sahabat Nabi: Kaya Raya namun Bertakwa  
Ustadz juga mematahkan mitos bahwa untuk menjadi ahli ibadah seseorang harus meninggalkan dunia. Beliau mencontohkan bahwa dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga, 9 di antaranya adalah orang-orang yang kaya raya. Sebut saja Abdurrahman bin Auf atau Utsman bin Affan. Kekayaan mereka tidak menghalangi mereka untuk menjadi "pelari maraton" terbaik di jalan Allah. Justru dengan kekayaan tersebut, mereka melakukan sprint amal jariyah. "Hingga detik ini, ribuan tahun setelah mereka tiada, pahala ibadah dan wakaf mereka masih terus mengalir deras. Inilah wujud nyata dari keberhasilan mengelola dunia untuk akhirat."  
4. Menjaga Ritme Hingga Idul Fitri  
Keistiqomahan yang dibangun selama Ramadhan harus dijaga agar tidak "kempes" setelah garis finis dilewati. Sprint di akhir Ramadhan ini bertujuan agar saat Idul Fitri tiba, kita benar-benar keluar sebagai pemenang yang telah memberikan kemampuan terbaik kita. 
Melalui Kajian Subuh 17 Maret ini, kita diingatkan bahwa jangan sampai kita kalah di garis finis. Mari kita kencangkan sepatu "ibadah" kita, fokuskan pandangan pada rida Allah, dan lakukan sprint terakhir dengan i’tikaf dan kedermawanan seperti para sahabat Nabi.
Share:

Kesalihan Sosial

Gayam Permai, Banjarnegara – Sabtu pagi, 14 Maret 2026, suasana Masjid Al-Mu’minun terasa begitu hangat. Ustadz Susianto, SKM memberikan materi Kajian Subuh yang sangat menyentuh realitas sosial kita sehari-hari, yaitu tentang Adab Bertetangga. Beliau mengingatkan bahwa dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang sangat mulia, bahkan urusan bertetangga menjadi salah satu barometer keimanan seseorang.  
1. Wasiat Malaikat Jibril yang Menakjubkan  
Ustadz Susianto membuka kajiannya dengan mengutip sebuah hadits yang sangat masyhur. Beliau menceritakan betapa seringnya Malaikat Jibril memberikan wasiat kepada Rasulullah ï·º untuk berbuat baik kepada tetangga. "Malaikat Jibril terus-menerus memberikan wasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira tetangga itu akan menjadi ahli waris (mendapatkan warisan)." Pesan ini sangat mendalam. Jika tetangga sampai dianggap seolah-olah akan mendapat warisan, berarti kedudukan tetangga sudah hampir setara dengan keluarga inti. Ini adalah pengingat bagi warga Gayam Permai bahwa orang yang paling pertama menolong kita saat kesusahan bukanlah saudara yang jauh, melainkan tetangga yang tembok rumahnya bersentuhan dengan kita.  
2. Landasan Al-Qur'an:  
Perintah Berbuat Ihsan Ustadz Susianto juga menekankan bahwa perintah berbuat baik kepada tetangga tertulis jelas dalam Al-Qur'an. Beliau merujuk pada Surah An-Nisa (4) ayat 36: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh…” Dalam ayat ini, Allah menyejajarkan perintah beribadah kepada-Nya dengan perintah berbuat baik (ihsan) kepada tetangga. Ini menunjukkan bahwa kesalihan seseorang tidak hanya diukur dari sujudnya di masjid, tapi juga dari bagaimana hubungan sosialnya dengan lingkungan sekitar.  
3. Implementasi di Lingkungan Perumahan  
Sebagai praktisi kesehatan (SKM), Ustadz Susianto juga menyentuh sisi sosial-kesehatan. Beliau berpesan agar warga saling peduli terhadap kondisi tetangga. Jika ada tetangga yang sakit, segera jenguk. Jika memasak makanan yang aromanya sampai ke tetangga, maka bagilah sedikit masakan tersebut. Jangan membiarkan tetangga kelaparan sementara kita tidur dalam keadaan kenyang. 
Di akhir kajian, Ustadz Susianto mengajak kita semua untuk membuang jauh-jauh sikap individualis. Ramadhan adalah momen terbaik untuk mencairkan kekakuan antar tetangga. "Mari kita jadikan Gayam Permai bukan hanya sekumpulan rumah yang berjajar, tapi sekumpulan hati yang saling peduli dan saling menjaga karena Allah," tutup beliau.
Share:

Pengumpulan Zakat Fitrah





Menjelang akhir bulan suci Ramadhan, Takmir Masjid Al-Mu’minun melalui Panitia Ramadhan kembali membuka layanan penerimaan dan penyaluran Zakat Fitrah, Fidyah, Shadaqah, dan Zakat Maal. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi warga Perumahan Gayam Permai dalam menyempurnakan ibadah puasa serta membantu saudara-saudara kita yang berhak menerima (Asnaf). Waktu dan Tempat Pengumpulan Panitia telah menyediakan beberapa titik layanan agar Bapak/Ibu/Sdr/i dapat menyetorkan zakat dengan lebih mudah dan nyaman: Tanggal: 13 s.d. 15 Maret 2026 
Waktu Layanan:  
Ba’da Shalat Tarawih atau Ba’da Shalat Ashar. 
Lokasi Penyetoran: Masjid Al-Mu’minun (Sekretariat Panitia)  
Rumah Bapak Trilas P.  
Rumah Bapak Yusman, S.HI.  
Rumah Bapak Susianto.  
Ketentuan Besar Zakat Fitrah Sesuai dengan Surat Edaran Bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Baznas, dan MUI Kabupaten Banjarnegara Tahun 1447 H / 2026 M, besaran zakat fitrah per jiwa dikategorikan berdasarkan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari: 

Jadwal Penyaluran Untuk memastikan manfaat zakat dapat segera dirasakan oleh penerima sebelum hari raya, panitia telah menetapkan jadwal penyaluran sebagai berikut: 

 Penyaluran Zakat: Senin, 16 Maret 2026. 

Mengingat jadwal penyaluran tersebut, kami memohon kepada seluruh muzakki (pembayar zakat) agar dapat menyerahkan zakatnya kepada panitia sebelum tanggal 16 Maret 2026. Mari Sempurnakan Puasa dengan Berbagi Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, sekaligus menjadi kegembiraan bagi fakir miskin di hari Idul Fitri.  
Semoga zakat yang Bapak/Ibu salurkan melalui Takmir Masjid Al-Mu’minun diterima oleh Allah SWT dan mendatangkan keberkahan bagi keluarga serta lingkungan kita. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. Panitia Zakat Fitrah Masjid Al-Mu’minun Perumahan Gayam Permai, Banjarnegara
Share:

"Peta" Syukur

Gayam Permai, Banjarnegara – Malam Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Mu’minun kembali menghadirkan ilmu yang praktis bagi kehidupan sehari-hari. Pada Jumat malam, 13 Maret 2026, Bapak Suyadi menyampaikan tausiyah tarawih yang sangat inspiratif mengenai "peta" syukur. 
Beliau menjelaskan bahwa syukur bukanlah sekadar ucapan di bibir, melainkan sebuah energi yang harus diletakkan di empat tempat utama dalam diri kita:  
1. Syukur dalam Pikiran (Mindset) Tempat pertama adalah akal atau pikiran kita. Bersyukur dalam pikiran berarti selalu memiliki prasangka baik (Husnuzan) kepada Allah atas segala ketetapan-Nya. Fokus pada apa yang kita miliki, bukan pada apa yang hilang. Menggunakan pikiran untuk merenungkan betapa banyak nikmat Allah yang tak terhitung, sehingga tidak ada celah bagi pikiran negatif untuk bersarang.  
2. Syukur dalam Hati (Merasa Cukup) Hati adalah pusat dari segala rasa. Bapak Suyadi menekankan bahwa syukur di hati berwujud sifat Qana’ah atau merasa cukup. "Kekayaan yang hakiki bukan tentang seberapa banyak harta di tangan, tapi seberapa cukup hati menerima pemberian-Nya." Jika hati sudah merasa cukup, maka ketenangan akan hadir. Inilah benteng utama agar kita terhindar dari sifat serakah dan iri dengki.  
3. Syukur dalam Mulut (Tidak Berkeluh Kesah) Manifestasi syukur yang paling mudah dikenali adalah melalui lisan. Bapak Suyadi berpesan agar kita menjaga mulut dari kebiasaan berkeluh kesah (mengeluh). Basahi lidah dengan kalimat Alhamdulillah. Hindari membanding-bandingkan nasib dengan orang lain yang hanya akan memicu keluhan. Berkata yang baik atau diam adalah bentuk rasa syukur atas nikmat lisan yang diberikan Allah.  
4. Syukur dalam Perbuatan (Tangan dan Kaki yang Beramal) Puncak dari rasa syukur adalah pembuktian melalui tindakan. Syukur harus turun ke tangan dan kaki untuk terus bergerak dalam amal sholeh. Tangan: Digunakan untuk membantu sesama, bersedekah, dan bekerja mencari nafkah yang halal. Kaki: Digunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang diridai Allah, seperti masjid, majelis ilmu, dan silaturahmi. Syukur dalam perbuatan berarti menggunakan seluruh anggota tubuh untuk menaati Sang Pemberi Nikmat. 

Melalui pesan Bapak Suyadi, kita diajak untuk mengecek kembali: apakah syukur kita sudah menempati empat tempat tersebut? Jangan sampai syukur hanya berhenti di mulut, namun hati masih merasa kurang dan kaki enggan melangkah ke masjid. Semoga di sisa Ramadhan ini, kita mampu menyelaraskan pikiran, hati, lisan, dan perbuatan kita dalam bingkai syukur yang sejati.
Share:

Footer Link

Pengumuman

  1. Tamu yang menginap 1x24 jam harus lapor RT.
  2. Dilarang Parkir Mobil di Jalan Perumahan
  3. Segala Jenis Truk dilarang Memasuki Jalan Perumahan

info ronda

Pelaksanaan Ronda lingkungan dimulai pukul 22.00 WIB s.d. Menyesuaikan Kondisi

Recent Posts

POSTINGAN TERBARU

Recent Posts Widget